13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Merayakan Chairil, Membincangkan Sastra dalam Pekan Sastra Saraswati 2023

Agus Wiratama by Agus Wiratama
June 4, 2023
in Khas
Merayakan Chairil, Membincangkan Sastra dalam Pekan Sastra Saraswati 2023

Penampilan Ni Ketut Deswita Krismayanti dari SMA N 1 Tabanan, Juara 1 Lomba baca puis, dalam acara Pekan Sastra Saraswati IKIP Saraswati Tabanan

SALAH SATU DOSEN IKIP SARASWATI angkat tangan, sebagaimana mahasiswa yang telah melempar pertanyaan pada pengampu kuliah umum, yaitu Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum. Sore itu, dosen dan mahasiswa bercakap-cakap tentang “New Historicism dalam Kajian Sastra”. I Wayan Artika memulai percakapan dengan pemaparan tentang Lekra, teks sejarah yang melatarinya, dan cara memahami New Historicism sendiri.

“Dosen dan Mahasiswa berhak untuk belajar, bahkan bersama-sama: dalam topik yang sama, ruangan yang sama, dan tempat duduk yang sama. Tatapan yang beragam adalah pintu masuk pengetahuan,” kata I Gede Gita Wiastra selaku ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia sekaligus ketua panitia Pekan Sastra Saraswati, FPBS IKIP Saraswati yang digelar di Kampus Utara IKIP Saraswati, Tabanan pada 26 Mei 2023.

Para mahasiswa, begitu juga para dosen yang terlibat dalam Kuliah Umum ini seolah ditarik pada konteks zaman 60-an. Sebagaimana yang dikisahkan I Wayan Artika yang merupakan pengajar di Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Undiksha, dalam kuliah itu, bahwa untuk memahami sebuah teks, kita perlu masuk dalam teks-teks zaman itu. Tentu saja, karya penulis Lekra misalnya, akan susah dipahami oleh anak yang tumbuh dalam konteks zaman yang berbeda tanpa masuk terlebih dahulu pada teks-teks sezaman.

Sementara itu, para peserta, bertanya, “Bagaimana posisi petani yang ditulis oleh penulis Lekra?” “Bagaimana posisi teks dalam New Historicism?” dan “Bagaimana menggunakan pendekatan New Historicism dalam dunia pendidikan?” Dan ada beberapa pertanyaan lain selama dua jam itu—dari pukul 17.00 hingga 19.00 Wita—yang menjadi pemantik diskusi.

Pendakatan New Hostoricsm memberi corak dan paradigma baru bagi kajian sastra, setidaknya di IKIP Saraswati, yang memiliki kecenderungan menggunakan pendekatan struktural. Tak hanya dapat diterapkan dalam kajian sastra, pada sesi diskusi, juga disimpulkam bahwa new historiscm dapat diterapkan pada penelitian tindakan kelas, misalnya membaca teks pararel.

***

Kegiatan Pagi Pekan Sastra Saraswati

Sore itu, pada 28 Mei 2023, para peserta yang terdiri dari alumni IKIP Saraswati, para pemenang lomba cipta dan membaca puisi, dan mahasiswa, serta dosen telah duduk rapi di Auditorium IKIP Saraswati. Setelah MC berbincang-bincang, tiba-tiba segerombolan mahasiswa berdiri dari kursi pentonton sambil memegang sebuah kertas. Mereka seperti menggerutu. Sambil berjalan, gerutuan itu semakin keras. Mereka masuk ke selah-selah jejeran kursi penonton, dan penonton mendengar potongan demi potongan puisi sambil menggeser-geser kursi.

Para mahasiswa FPBS semester 4 ini rupanya sedang memulai pertunjukan yang berdasar pada puisi “Derita sudah naik seleher” karya Wiji Thukul dan “Sajak Pertemuan Mahasiswa” karya W.S Rendra. Tampaknya, mereka sedang bermain dengan puisi, dan mencoba memahami puisi dengan vokal yang sesekali seperti anak-anak, sesekali seperti orang menggerutu, dan sesekali seperti orang yang berorasi. Di tengah-tengah pertunjukan, setelah puisi dibaca seperti orasi, tiba-tiba penonton bertepuk tangan. Tentu ini merupakan sebuah strategi. Rupanya, pertunjukan masih berlangsung.

Penampilan dari mahasiswa semester 2 FPBS Ikip Saraswati

Sementara itu, mahasiswa semester 2 mencoba merespons puisi “Cintaku Jauh di Pulau” karya Chairil Anwar. Puisi ini direspon dalam bentuk pertunjukan yang berbeda dengan penampilan dari semester 4. Dalam respons puisi ini, mahasiswa mencoba memaknai peristiwa dalam puisi untuk dipanggungkan, yang kemudian disesuaikan dengan latar belakang penampil, sehingga muncul bentuk-bentuk serupa tarian dan drama.

Tentu saja dalam pertunjukan-pertunjukan ini mesti ada evaluasi, sebagai pertunjukan, pemaknaan terhadap puisi, dan penurunan gagasan menjadi bentuk. Akan tetapi, hal yang penting digarisbawahi adalah bagaimana kemudian proses para penampil dalam pemilihan bentuk itu sendiri. Dalam beberapa waktu, setiap malam setelah perkuliahan usai, para mahasiswa mendiskusikan puisi, berusaha memaknai puisi dalam konteks yang beragam, lalu memilih bentuk yang dianggap tepat untuk mengungkap makna puisi-puisi yang dipilih. Dalam konteks ini, dosen FPBS hanya terlibat sebagai fasilitator sehingga gagasan yang diungkap oleh mahasiswa menjadi dasar pijak pertunjukan. 

Di hari yang sama, ditampilkan pula sebuah musikalisasi puisi, pembacaan puisi oleh pemenang lomba, dan dramatisasi puisi, dan Drs. I Wayan Subaker, M.Hum., selaku Dekan FPBS IKIP Saraswati berharap kegiatan seperti ini tetap berlangsung.

***

Lapak Sastra dalam Pekan Sastra Saraswati

Sesungguhnya terdapat beberapa program lain. Selama beberapa hari itu, para mahasiswa dan dosen bersama-sama merancang program, melaksanakannya, dan mengevaluasi. Dalam Pekan Sastra FPBS IKIP Saraswati selama beberapa hari itu, mahasiswa dan dosen juga bersama-sama bercakap-cakap tentang sastra, mengapresiasi sastra dalam bentuk pertunjukan, dan sebagainya.

Program-program yang dilaksanakan selama Pekan Sastra Saraswati adalah Lomba Sastra (membaca dan menulis puisi), Shortcourse Bahasa dan Sastra, Kuliah Umum Sastra, Pentas Sastra, dan Lapak Sastra yang bekerja sama dengan Mahima Institute Indonesia, Pustaka Ekspresi, Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tabanan, dan Suara Saking Bali.

Dalam kegiatan ini, juga dilaksanakan soft launching Klinik Bahasa Saraswati. Klinik Bahasa Saraswati adalah unit di bawah Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni yang melayani penyuntingan, penerjemahan, dan parafrasa untuk artikel ilmiah. Sementara itu, seminar bertema “Guru Kreatif dan Inovatif di Era Merdeka Belajar” berlangsung dengan berbagi praktik, baik menulis ataupun berbicara (public speaking).

Pembacaan Puisi oleh Mahasiswa Ikip Saraswati

Setiap tahun, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni, IKIP Saraswati melaksanakan kegiatan Peringatan Wafatnya Sastrawan Chairil Anwar yang jatuh pada tanggal 28 April. Sejak 2023, kegiatan dirumuskan ulang menjadi program yang berisi berbagai kegiatan kesusastraan selama sepekan sebagai wadah menumbuhkan kecintaan dan apresiasi terhadap sastrawan dan karyanya dengan tajuk Pekan Sastra Saraswati, yang kini dilaksanakan pada akhir Mei.

Akhir Mei dipilih sebagai bulan pelaksanaan juga bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional—sebagai simbol munculnya kesadaran nasional, ditandai lahirnya organisasi pergerakan yang dicetuskan para pemuda intelek, Budi Utomo. Selain menumbuhkan kecintaan dan apresiasi sastra, program ini diharapkan dapat menjadi wahana mempelajari dan merefleksikan berbagai aktivitas intelektual melalui karya sastra.

Pekan Sastra Saraswati tahun 2023 mengusung tema “Chairil Anwar: Kebangkitan Sastra, Kebangkitan Nasional”. Chairil Anwar memiliki andil besar dalam pergerakan nasional. Spirit perjuangan Chairil Anwar dapat dilihat melalui karya-karya puisinya. Chairil adalah simbol keberanian dalam melakukan pembarauan sehingga dijadikan pelopor Angkatan 45.

***

Situasi Shortcourse Bahasa dan Sastra: dari Puisi ke Panggung Teater

“Sukseskah acara kita, Pak?” tanya salah seorang panitia kepada Kaprodi.

“Acara ini akan sukses jika kamu memberi saya pertanyaan yang sama di tahun depan,” balas Gita Wiastra sambil tertawa setelah seluruh rangkaian acara selesai. [T]

Surya Gemilang, Tentang Sastra, Tentang Kesendirian, Tentang Juara
Penulis Tua dan Mareta | Cerpen Wayan Agus Wiratama
Skenario Besar di Balik Tambahan Lirik Lagu “Bintang Kecil” di Bali | Meli tipat sing ada dagang
Tags: Chairil AnwarIKIP Saraswati TabananPendidikansastratabanan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Langkah Mengalir ke Sidemen, Bening Air Sungai Mengalir di Sidemen

Next Post

Strategi Kampanye Pemilu: Antara Komunikasi Persuasif dan Pencitraan

Agus Wiratama

Agus Wiratama

Agus Wiratama adalah penulis, aktor, produser teater dan pertunjukan kelahiran 1995 yang aktif di Mulawali Performance Forum. Ia menjadi manajer program di Mulawali Institute, sebuah lembaga kajian, manajemen, dan produksi seni pertunjukan berbasis di Bali.

Related Posts

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
0
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

Read moreDetails

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
0
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

Read moreDetails

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
0
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

Read moreDetails

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

Read moreDetails

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
0
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

Read moreDetails

Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

by Chandra Manikan
July 9, 2026
0
Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

SAMPAI HARI INI, pupuh itu mengendap lebih lama di pikiranku. Buku “Bali, Pandemi, Refleksi: Dinamika Politik Kebijakan dan Kritisme Komunitas”,...

Read moreDetails

Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 8, 2026
0
Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

“SETIAP penyair kalau ia menyuarakan lukanya, ia sebenarnya menyuarakan luka manusia.” Kalimat itu meluncur dari Yahya Umar, Sabtu, 4 Juli...

Read moreDetails

Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
0
Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

AROMA kopi yang baru diseduh bercampur dengan wangi siobak dan tipat santok menyambut setiap langkah pengunjung di belakang panggung utama...

Read moreDetails

Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

by Agung Sudarsa
July 7, 2026
0
Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

MINGGU, 21 Juni 2026, di Griya Yangloni milik Dokter Ida Bagus Kesnawa, MM, di Banjar Buruan, Gianyar, sebuah pengalaman sederhana...

Read moreDetails
Next Post
Memaknai Perbedaan Komunikasi Antarbudaya:  Bukan Sekadar Wacana

Strategi Kampanye Pemilu: Antara Komunikasi Persuasif dan Pencitraan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co