2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kerabat Pejabat Menuju Gelanggang Politik

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
May 22, 2023
in Esai
Kerabat Pejabat Menuju Gelanggang Politik

Kerabat pejabat menuju gelanggang politik | Ilustrasi diolah dari berbagai sumber

SAAT INI INDONESIA sedang dalam tahapan pemilu 2024. Seluruh partai politik peserta pemilu 2024 sudah menyerahkan nama-nama bakal calon legislatif (bacaleg) kepada KPU RI untuk selanjutnya diverifikasi.

Nama-nama baru pun bermunculan. Menariknya, dari sekian banyak nama-nama bacaleg yang didaftarkan oleh seluruh partai politik peserta pemilu 2024, ditemukan ada beberapa nama yang merupakan kerabat dari tokoh-tokoh yang sedang duduk sebagai pejabat publik hari ini.

Siapa saja kerabat pejabat yang siap melenggang ke gelanggang politik?

  1. Atalia Praratya Kamil (istri Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat/Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar);
  2. Yane Ardian (istri Bima Arya, Wali Kota Bogor/Ketua DPP PAN);
  3. Diah Pikatan Orissa Putri Hapsari (anak dari Puan Maharani, Ketua DPR RI/Ketua DPP PDIP);
  4. Yuri Kemal Fadlullah (anak dari Yusril Ihza Mahendra, Ketua Umum PBB);
  5. Siti Hediati Heriyadi/Titiek Soeharto (mantan istri Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan RI/Ketua Umum Partai Gerindra);
  6. Futri Zulya Savitri (anak Menteri Perdagangan RI/Ketua Umum PAN);
  7. Danty Indriastuti Rukmana (cucu Soeharto, Presiden RI ke-2).

Fenomena tersebut bukan menjadi hal baru dalam perjalanan Indonesia sebagai sebuah negara. Sebelumnya pun, hal semacam ini kerap kali terjadi.

Sebut saja Dinasti Atut di Banten, mantan Gubernur Banten tersebut menempatkan kerabat-kerabatnya di pemerintahan, seperti anaknya, Andika Hazrumy menjabat sebagai anggota DPD RI utusan Banten periode 2009-2014.

Kemudian Ade Rossi Khoerunisa yang merupakan istri Andika Hazrumy menjabat sebagai anggota DPRD Kota Serang periode 2009-2014. Selanjutnya Ratu Tatu Chasanah yang merupakan saudara Atut, menjabat sebagai Wakil Bupati Kabupaten Serang periode 2010-2015.

Contoh politik dinasti selanjutnya dapat ditemukan di Kota Cimahi. Itoc Tochija yang merupakan Wali Kota Cimahi dua periode yang setelahnya digantikan oleh istrinya, Atty Suharti yang menjadi Wali Kota Cimahi periode 2012-2017.

Politik kekerabatan juga dapat dilihat di tataran pusat. Bagaimana kita bisa lihat Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo merestui anaknya Gibran Rakabuming Raka sebagai Wali Kota Surakarta dan menantunya Bobby Nasution sebagai Wali Kota Medan.

Kemudian anak Megawati Soekarnoputri, seperti Puan Maharani dan Prananda Prabowo memiliki kiprah cemerlang dalam politik.

Juga dapat dilihat bagaimana Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono mewariskan tahta Ketua Umum Partai Demokrat kepada Agus Harimurti Yudhoyono yang merupakan anak pertamanya.

Politik Kekerabatan Adalah Konsekuensi Negara Demokrasi

Secara etik tentu politik kekerabatan bukanlah hal yang elok untuk diperlihatkan oleh para pejabat yang sedang duduk di jabatan publik.

Namun secara aturan, fenomena tersebut menjadi hal yang “sah”, mengingat dalam sistem demokrasi, negara memberi ruang seluas-luasnya kepada warga negara untuk dipilih maupun memilih tanpa membeda-bedakan latar belakangnya.

Tetapi di sisi lain, politik kekerabatan menjadi sebuah jalan pintas untuk mendulang suara—tidak hanya untuk partai politik, tetapi juga bagi kerabat pejabat yang sedang berkontestasi.

Politik kekerabatan atau lebih dikenal dengan politik dinasti sendiri diartikan sebagai sebuah kekuasaan politik yang dijalankan oleh sekelompok orang yang masih terkait dalam hubungan keluarga.

Politik dinasti lebih identik dengan kerajaan, sebab kekuasaan akan diwariskan secara turun temurun dari ayah kepada anak agar kekuasaan tetap berada di lingkaran keluarga.

Hal ini diperkuat oleh Ari Dwipayana, Dosen Ilmu Politik Fisipol Universitas Gadjah Mada yang menyebutkan politik kekerabatan sebagai gejala neopatrimonialistik.

Benihnya sudah lama berakar secara tradisional, yakni berupa sistem patrimonial yang mengutamakan regenerasi politik berdasarkan ikatan genealogis, ketimbang merit sistem dalam menimbang prestasi. Atau bisa dikatakan politik kekerabatan adalah sistem patrimonial dengan strategi baru.

Suburnya politik kekerabatan belakangan ini tentu memiliki dampak negatif, seperti gagalnya partai politik menjalankan fungsinya, sehingga pada akhirnya partai politik hanya menargetkan kekuasaan.

Kemudian, partai politik dalam melakukan rekrutmen anggota hanya melihat popularitas dan kekayaan saja, tanpa memperhatikan kompetensi. Apa yang sebelumnya sudah disebutkan kemudian akan menimbulkan perputaran kekuasaan yang hanya berada di kalangan elit dan pengusaha saja.

Terakhir dan yang paling berbahaya adalah sulitnya negara dalam mewujudkan cita-cita demokrasi karena gagal menciptakan pemerintahan yang baik dan bersih.

Meski telah menjadi konsekuensi dalam negara demokrasi, politik kekerabatan harus diantisipasi oleh seluruh rakyat Indonesia sebagai pemegang kedaulatan tertinggi.

Suburnya politik kekerabatan juga tidak lepas dari peran rakyat yang menggunakan hak pilihnya untuk menyuburkan politik kekerabatan tersebut. Maka, sangat penting bagi rakyat untuk membekali diri dengan informasi yang mapan terkait dengan calon pemimpin yang akan dipilihnya.

Nah, setelah mengetahui fenomena politik kekerabatan di Indonesia, kemudian mengetahui dampak yang ditimbulkan, masihkah kita sebagai rakyat membiarkan praktik politik kekerabatan tumbuh subur di Indonesia? Silakan tentukan sikap Anda di bilik suara nanti.[T]

Jokowisme, Strategi Politik PSI Jelang Pemilu 2024
Ganjar Sah Bakal Calon Presiden : Siapa King Maker-nya? Megawati atau Jokowi?
Anas Urbaningrum dan Kemungkinan Serangan Balik untuk Demokrat
Tags: Analisa PolitikesaiPartai PolitikPolitikwacana politik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Seandainya Persian Magnetism Menjadi Mata Kuliah di FKH

Next Post

Pekik Semangat Krtaning Panarajon dari Perbukitan Cintamani Mmal

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Pekik Semangat Krtaning Panarajon dari Perbukitan Cintamani Mmal

Pekik Semangat Krtaning Panarajon dari Perbukitan Cintamani Mmal

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co