22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jokowisme, Strategi Politik PSI Jelang Pemilu 2024

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
May 18, 2023
in Esai
Jokowisme, Strategi Politik PSI Jelang Pemilu 2024

Logo PSI

PARTAI SOLIDARITAS INDONESIA atau disingkat PSI di awal kemunculannya menjadi sebuah partai yang lekat dengan identitas partainya anak muda. Tidak sedikit anak muda Indonesia yang kepincut untuk bergabung dengan partai yang saat ini dipimpin oleh Giring Ganesha atau yang lebih populer dikenal sebagai Giring “Nidji”.

Partai ini identik dengan warna merah terang, memang agak mirip dengan warna seniornya, yakni PDIP. Hm, mungkin PSI ingin mengikuti jejak sukses PDIP yang kini mau mencetak hattrick.

Sejak kemunculannya sebagai partai politik pada tahun 2014, cukup banyak narasi-narasi mendobrak yang dimunculkan oleh partai politik ini. Mulai dari narasi perlawanan terhadap Perda Syariah, Perda Injil, hingga massifnya serangan yang ditujukan kepada lawan politiknya, yaitu Anies Baswedan, bahkan sampai hari ini.

Di awal kemunculannya, partai yang digawangi oleh Grace Natalie dan Raja Juli Antoni ini mengumumkan dukungannya terhadap pemerintahan Joko Widodo. Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan, mengapa di awal-awal kemunculannya sudah mendukung kekuasaan? Apalagi kebanyakan anak muda, khususnya kalangan mahasiswa mengambil posisi untuk jadi mitra kritis kekuasaan.

Entahlah, mungkin itu adalah salah satu strategi politik yang digunakan PSI guna menggaet suara rakyat pada perhelatan Pemilu 2019.

Meski menjadi partai politik dengan segmen anak muda, nyatanya pada Pemilu 2019 PSI belum berhasil melenggang ke Senayan. PSI hanya memperoleh suara 2.650.361 (1,89 persen), masih kalah dengan partai politik baru lainnya, seperti Partai Berkarya dan Perindo yang masing-masing memperoleh 2.929.495 suara (2,09 persen) dan 3.738.320 suara (2,67 persen).

Meski belum sukses melenggang ke Senayan, PSI mampu meloloskan wakil-wakilnya di beberapa daerah, seperti Banten, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, NTT, dan Sulawesi Utara.

Tidak hanya itu, PSI juga berhasil menempatkan kader terbaiknya di jajaran kabinet Indonesia Maju, yaitu Surya Tjandra sebagai Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang RI (2019-2022) dan kemudian digantikan oleh Raja Juli Antoni dalam posisi yang sama (2022-sekarang).

Kader PSI juga saat ini menempati posisi strategis di tataran pemerintahan, seperti Dini Shanti Purwono yang kini menjabat sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Hukum, dan Faldo Maldini yang kini menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara Bidang Komunikasi dan Media. Keren kan?

Jelang Pemilu 2024, PSI kembali sukses melenggang sebagai salah satu partai politik peserta Pemilu yang telah ditetapkan oleh KPU RI pada Rabu, 14 Desember 2022 dan siap berkompetisi dengan partai politik lainnya. Tentu dalam keikutsertaannya yang kedua dalam Pemilu, PSI menargetkan mampu lolos dan duduk di Senayan. Bahkan PSI menargetkan untuk memperoleh 15 juta suara dalam Pemilu 2024 mendatang.

Kira-kira menurut kalian bisa nggak sih PSI mencapai targetnya itu? Eits, tunggu dulu. Untuk mencapai target tersebut tentu harus dibarengi dengan sebuah strategi jitu, agar target dapat tercapai, dan PSI dapat merealisasikan berbagai programnya kepada masyarakat.

Berharap Dari Efek Ekor Jas

Sistem proporsional terbuka yang kini dianut oleh Indonesia dalam pemilihan anggota DPR di tingkat pusat sampai ke daerah sesungguhnya memberi dampak positif bagi banyak partai politik. PSI adalah salah satunya.

Raihan suara PSI yang cukup gemilang tersebut tak lepas dari popularitas beberapa tokohnya, seperti Grace Natalie, Tsamara Amany, hingga Giring Ganesha. Pada Pemilu 2019 lalu, masing-masing tokoh tersebut berhasil memperoleh suara yang gemilang di daerah pemilihan (dapil).

Grace Natalie berhasil mengantongi 179.949 suara, Tsamara Amany memperoleh 140.557 suara, dan Giring Ganesha memperoleh 47.069 suara. Melalui tokoh-tokoh tersebut, PSI mampu mendulang suara yang sangat besar dan hal tersebut mesti dimaksimalkan oleh PSI apabila memiliki keinginan kuat untuk lolos ke Senayan.

Lantas, apalagi strategi yang dimiliki oleh PSI? salah satu hal yang menurut saya menarik adalah narasi “Jokowisme” yang digaungkan oleh partai yang konon digandrungi oleh anak muda ini.

Dalam keterangannya setelah menyerahkan nama-nama bakal calon legislatif (bacaleg) ke KPU RI, Giring Ganesha selaku Ketua Umum PSI menyebutkan bahwa narasi “Jokowisme” yang dilontarkan partainya bukan tanpa alasan. Bagi partai yang dipimpinnya, Jokowi tidak hanya seorang negarawan, Jokowi kini sudah menjadi sebuah ide dan gagasan besar tentang Indonesia yang dicita-citakan rakyat Indonesia.

Tidak hanya sampai di sana, PSI menyebutkan bahwa Jokowi telah memperlihatkan bahwa Indonesia adalah negara yang hebat, maju, dan membanggakan. Setidaknya itulah yang diyakini PSI hari ini dan mungkin saja dijadikan modal untuk berkompetisi dalam Pemilu 2024 mendatang.

Apa yang dilakukan PSI dengan menjadikan sosok Joko Widodo sebagai paham “Jokowisme” tak bisa dilepaskan dari strategi politik PSI untuk mendongkrak suara mereka dalam pesta demokrasi mendatang.

Menurut hasil survei yang dikeluarkan oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI), tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden RI Ir. H. Joko Widodo mencapai 82 persen. Berangkat dari angka yang sangat tinggi tersebut, bisa diduga PSI menilai bahwa Jokowi masih memiliki pengaruh yang besar di tengah masyarakat. Hal ini coba dimanfaatkan oleh PSI dengan melempar narasi “Jokowisme” ke publik dengan harapan mendapat simpati dari pendukung Jokowi dan kemudian melabuhkan pilihannya kepada PSI.

Tentu dalam gelanggang politik hal tersebut adalah cara yang “sah”, apalagi Machiavelli menyebutkan untuk mendapatkan kekuasaan, seseorang boleh menghalalkan segala cara, asal berhasil memperoleh kekuasaan.

Bagaimana menurut kalian, apakah PSI akan berhasil duduk di lingkar kekuasaan? [T]

Pemilu 2024: Nahdliyin Adalah Kunci
Jawa Timur Adalah Kunci Kemenangan Pilpres
Anas Urbaningrum dan Kemungkinan Serangan Balik untuk Demokrat
Tags: JokowiPartai PolitikPartai Solidaritas IndonesiaPemilu 2024PolitikPresiden JokowiPSI
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tatkala May May May 2023 Sesi 2: Membaca Film Merangkai Kata Bersama Minikino

Next Post

Dari Palugada Hingga Dokter Spesialis | Kisah Dokter Hewan yang Jarang Diketahui

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Dari Palugada Hingga Dokter Spesialis | Kisah Dokter Hewan yang Jarang Diketahui

Dari Palugada Hingga Dokter Spesialis | Kisah Dokter Hewan yang Jarang Diketahui

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co