12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jokowisme, Strategi Politik PSI Jelang Pemilu 2024

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
May 18, 2023
in Esai
Jokowisme, Strategi Politik PSI Jelang Pemilu 2024

Logo PSI

PARTAI SOLIDARITAS INDONESIA atau disingkat PSI di awal kemunculannya menjadi sebuah partai yang lekat dengan identitas partainya anak muda. Tidak sedikit anak muda Indonesia yang kepincut untuk bergabung dengan partai yang saat ini dipimpin oleh Giring Ganesha atau yang lebih populer dikenal sebagai Giring “Nidji”.

Partai ini identik dengan warna merah terang, memang agak mirip dengan warna seniornya, yakni PDIP. Hm, mungkin PSI ingin mengikuti jejak sukses PDIP yang kini mau mencetak hattrick.

Sejak kemunculannya sebagai partai politik pada tahun 2014, cukup banyak narasi-narasi mendobrak yang dimunculkan oleh partai politik ini. Mulai dari narasi perlawanan terhadap Perda Syariah, Perda Injil, hingga massifnya serangan yang ditujukan kepada lawan politiknya, yaitu Anies Baswedan, bahkan sampai hari ini.

Di awal kemunculannya, partai yang digawangi oleh Grace Natalie dan Raja Juli Antoni ini mengumumkan dukungannya terhadap pemerintahan Joko Widodo. Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan, mengapa di awal-awal kemunculannya sudah mendukung kekuasaan? Apalagi kebanyakan anak muda, khususnya kalangan mahasiswa mengambil posisi untuk jadi mitra kritis kekuasaan.

Entahlah, mungkin itu adalah salah satu strategi politik yang digunakan PSI guna menggaet suara rakyat pada perhelatan Pemilu 2019.

Meski menjadi partai politik dengan segmen anak muda, nyatanya pada Pemilu 2019 PSI belum berhasil melenggang ke Senayan. PSI hanya memperoleh suara 2.650.361 (1,89 persen), masih kalah dengan partai politik baru lainnya, seperti Partai Berkarya dan Perindo yang masing-masing memperoleh 2.929.495 suara (2,09 persen) dan 3.738.320 suara (2,67 persen).

Meski belum sukses melenggang ke Senayan, PSI mampu meloloskan wakil-wakilnya di beberapa daerah, seperti Banten, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, NTT, dan Sulawesi Utara.

Tidak hanya itu, PSI juga berhasil menempatkan kader terbaiknya di jajaran kabinet Indonesia Maju, yaitu Surya Tjandra sebagai Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang RI (2019-2022) dan kemudian digantikan oleh Raja Juli Antoni dalam posisi yang sama (2022-sekarang).

Kader PSI juga saat ini menempati posisi strategis di tataran pemerintahan, seperti Dini Shanti Purwono yang kini menjabat sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Hukum, dan Faldo Maldini yang kini menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara Bidang Komunikasi dan Media. Keren kan?

Jelang Pemilu 2024, PSI kembali sukses melenggang sebagai salah satu partai politik peserta Pemilu yang telah ditetapkan oleh KPU RI pada Rabu, 14 Desember 2022 dan siap berkompetisi dengan partai politik lainnya. Tentu dalam keikutsertaannya yang kedua dalam Pemilu, PSI menargetkan mampu lolos dan duduk di Senayan. Bahkan PSI menargetkan untuk memperoleh 15 juta suara dalam Pemilu 2024 mendatang.

Kira-kira menurut kalian bisa nggak sih PSI mencapai targetnya itu? Eits, tunggu dulu. Untuk mencapai target tersebut tentu harus dibarengi dengan sebuah strategi jitu, agar target dapat tercapai, dan PSI dapat merealisasikan berbagai programnya kepada masyarakat.

Berharap Dari Efek Ekor Jas

Sistem proporsional terbuka yang kini dianut oleh Indonesia dalam pemilihan anggota DPR di tingkat pusat sampai ke daerah sesungguhnya memberi dampak positif bagi banyak partai politik. PSI adalah salah satunya.

Raihan suara PSI yang cukup gemilang tersebut tak lepas dari popularitas beberapa tokohnya, seperti Grace Natalie, Tsamara Amany, hingga Giring Ganesha. Pada Pemilu 2019 lalu, masing-masing tokoh tersebut berhasil memperoleh suara yang gemilang di daerah pemilihan (dapil).

Grace Natalie berhasil mengantongi 179.949 suara, Tsamara Amany memperoleh 140.557 suara, dan Giring Ganesha memperoleh 47.069 suara. Melalui tokoh-tokoh tersebut, PSI mampu mendulang suara yang sangat besar dan hal tersebut mesti dimaksimalkan oleh PSI apabila memiliki keinginan kuat untuk lolos ke Senayan.

Lantas, apalagi strategi yang dimiliki oleh PSI? salah satu hal yang menurut saya menarik adalah narasi “Jokowisme” yang digaungkan oleh partai yang konon digandrungi oleh anak muda ini.

Dalam keterangannya setelah menyerahkan nama-nama bakal calon legislatif (bacaleg) ke KPU RI, Giring Ganesha selaku Ketua Umum PSI menyebutkan bahwa narasi “Jokowisme” yang dilontarkan partainya bukan tanpa alasan. Bagi partai yang dipimpinnya, Jokowi tidak hanya seorang negarawan, Jokowi kini sudah menjadi sebuah ide dan gagasan besar tentang Indonesia yang dicita-citakan rakyat Indonesia.

Tidak hanya sampai di sana, PSI menyebutkan bahwa Jokowi telah memperlihatkan bahwa Indonesia adalah negara yang hebat, maju, dan membanggakan. Setidaknya itulah yang diyakini PSI hari ini dan mungkin saja dijadikan modal untuk berkompetisi dalam Pemilu 2024 mendatang.

Apa yang dilakukan PSI dengan menjadikan sosok Joko Widodo sebagai paham “Jokowisme” tak bisa dilepaskan dari strategi politik PSI untuk mendongkrak suara mereka dalam pesta demokrasi mendatang.

Menurut hasil survei yang dikeluarkan oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI), tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden RI Ir. H. Joko Widodo mencapai 82 persen. Berangkat dari angka yang sangat tinggi tersebut, bisa diduga PSI menilai bahwa Jokowi masih memiliki pengaruh yang besar di tengah masyarakat. Hal ini coba dimanfaatkan oleh PSI dengan melempar narasi “Jokowisme” ke publik dengan harapan mendapat simpati dari pendukung Jokowi dan kemudian melabuhkan pilihannya kepada PSI.

Tentu dalam gelanggang politik hal tersebut adalah cara yang “sah”, apalagi Machiavelli menyebutkan untuk mendapatkan kekuasaan, seseorang boleh menghalalkan segala cara, asal berhasil memperoleh kekuasaan.

Bagaimana menurut kalian, apakah PSI akan berhasil duduk di lingkar kekuasaan? [T]

Pemilu 2024: Nahdliyin Adalah Kunci
Jawa Timur Adalah Kunci Kemenangan Pilpres
Anas Urbaningrum dan Kemungkinan Serangan Balik untuk Demokrat
Tags: JokowiPartai PolitikPartai Solidaritas IndonesiaPemilu 2024PolitikPresiden JokowiPSI
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tatkala May May May 2023 Sesi 2: Membaca Film Merangkai Kata Bersama Minikino

Next Post

Dari Palugada Hingga Dokter Spesialis | Kisah Dokter Hewan yang Jarang Diketahui

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Dari Palugada Hingga Dokter Spesialis | Kisah Dokter Hewan yang Jarang Diketahui

Dari Palugada Hingga Dokter Spesialis | Kisah Dokter Hewan yang Jarang Diketahui

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co