14 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tatkala May May May 2023 Sesi 2: Membaca Film Merangkai Kata Bersama Minikino

Musti Ariantini by Musti Ariantini
May 18, 2023
in Khas
Tatkala May May May 2023 Sesi 2: Membaca Film Merangkai Kata Bersama Minikino

Ahmad Fauzi, Minikino, saat memandu diskusi | Foto: Dok. Minikino

SUASANA MENJELANG malam Minggu kedua pada bulan Mei 2023, di Rumah Belajar Komunitas Mahima, Jl. Pantai Indah, No. 46 Singaraja, terasa berbeda dari bulan-bulan sebelumnya.

Ruang yang tak terlalu luas, namun cukup menampung 80-an orang itu tampak ramai. Di sudut ruangan terpasang layar lebar yang digunakan sebagai media pemutaran film dalam acara Tatkala May May May 2023—perayaan ulang tahun ke-7 Tatkala.co.

Pada Sabtu, 13 Mei 2023, bersama Minikino, Tatkala.co menyelenggarakan pemutaran film pendek dan workshop penulisan puisi merspon film dengan tajuk “Membaca Film Merangkai Kata”.

Sejak pukul 18.30 Wita, tim Minikino bersama teknisi Tatkala.co, sudah mempersiapkan semua keperluan acara dengan matang. Kabel-kabel terpasang pada posisinya, kursi-kursi pun sudah penuh oleh penonton.

Tepat pukul 19.10 Wita, MC menyambut penonton dengan ramah dan membuka acara pemutaran dua film pendek berjudul “Jamal” dan “Annah la Javanaise”.

Kadek Sri Widiastuti, MC acara / Foto: Dok. Tatkala.co

Pemutaran dua film pendek

Seluruh lampu di ruangan dipadamkan, suasana benar-benar seperti di bioskop.

Film mulai ditayangkan. Dikejauhan, layar tampak padang pasir dan setitik pohon, dengan iringan suara tangisan yang tersedu-sedu dan tahlil yang mengiringi jenazah yang hendak dikuburkan. Terlihat manusia-manusia dikejauhan membawa keranda jenazah dan akan dikuburkan tepat di bawah pohon.

Suasana pemutaran film / Foto: Dok. Minikino

Jenazah tersebut adalah korban TKI yang bekerja di Negeri Jiran (Malaysia). Orang yang menangis, menjerit dan meraung tersebut adalah istri dari  TKI yang meninggal—yang dikenal dengan istilah “Jamal”: Janda Malaysia.

Suasana menjadi senyap, semua menyelami film dengan berbagai imajinasi yang dimiliki dengan berbagai ekspresi yang terpatri berganti-ganti di setiap menitnya.

Beberapa berbisik dengan teman di sebelahnya terkait apa maksud dari adegan dalam film tersebut, atau pesan apa yang coba untuk sampaikan dengan wajah kebingungan.

Ada yang membuka hp untuk sekedar merekam beberapa cuplikan film—untuk di pamerkan di media sosialnya.

Bahkan, di sudut belakang, di Mini Bar Tatkala, beberapa orang bercumbu dengan kompor dan sebungkus mie sedap, yang disajikan untuk penonton.

Film “Jamal” merupakan karya kedua dari sutradara muda Lombok, Heri. Film dengan durasi 14 menit tersebut menggambarkan bagaimana duka seorang istri yang menerima kabar kedatangan suaminya dalam bentuk jasad, bahkan kemiskinan.

Setelah film pertama usai, disambung dengan film kedua, “Annah la Javanaise”, yang menggunakan perpaduan bahasa Jawa dan bahasa asing. Film ini mengisahkan tentang perbudakan perempuan, dengan setting pertama di keluarga kurang mampu. Sosok perempuan menceritakan kisah hidupnya yang dijual oleh ayahnya untuk melunasi hutang keluarga.

Salah satu scene dalam film Annah la Javanaise / Foto: Dok. Tatkala.co

Setting berganti pada tempat mewah, di mana sosok perempuan tadi dijadikan budak, harus menuruti keinginan laki-laki yang membelinya: membersihkan rumah, memasak dan melakukan banyak hal tanpa mengenal kata lelah dan tentu saja tanpa upah.

Perempuan tersebut hidup layaknya di dalam sangkar, seluruh hak dirampas bahkan diperlakukan seperti bukan manusia. Film tersebut sungguh menggambarkan kehidupan perempuan desa yang dijual oleh keluarganya untuk membayar hutang. Kehidupan yang sangat suram.

Film “Annah la Javanaise” merupakan karya dari Fatimah Tobing Rony, seorang Professor and Chair, Film & Media Studies, School of Humanities, University of California, Irvine. Film tersebut digambarkan dengan animasi.

Menulis puisi merespon film

Seusai pemutaran film, dilanjutkan dengan workshp penulisan puisi merspon film.

Workshop dipandu Ahmad Fauzi, Tim Minikino, dan Made Adnyana Ole, Sastrawa sekaligus Pimred Tatkala.co, sebagai narasumbernya.

Penggunaan media film pendek dalam pembelajaran merupakan alat yang dapat membantu kita agar lebih mudah memahami teknik penulisan puisi. Dengan media film pendek tersebut, kita akan memiliki gambaran yang lebih fokus tentang peristiwa yang telah disaksikan.

Selain itu, media film pendek juga merangsang kecerdasan, membuka wawasan, dan pemikiran kita serta dapat mengingat materi pembelajaran dengan lebih baik. Hal tersebut disebabkan karena film mengandung unsur visual, audio, dan dramatik yang menggugah perasaan sehingga mempermudah kita dalam menuangkan gagasan.

“Film pendek juga memiliki unsur-unsur film pada umumnya, seperti tokoh, suasana, tema dan konflik, dari unsur tersebut pastinya pesan yang ingin disampaikan tersebut akan sampai kepada penonton,” terang Ahmad Fauzi.

Menurut Made Adnyana Ole, dalam kedua film tersebut, semua bisa dijadikan puisi. Kita cukup menangkap pesan, kesan dan rasa yang paling menggugah untuk ditulis. “Lalu hubungkan dengan suasana atau adegan yang digambarkan dalam film tersebut,” jelasnya.

Setelah sesi workshop, penonton diminta untuk merespon film tersebut dengan menuliskannya menjadi puisi dengan waktu 15 menit. Tim Minikino menyebarkan selembaran kertas kosong dan juga sebuah pena.

Peserta workshop sedang serius menulis puisi / Foto: Dok. Tatkala.co

Waktu 15 menit bergulir dengan cepat, semua penonton mengumpulkan torehan penanya—yang mungkin sudah bisa disebut puisi kepada Tim Minikino.

Puisi-puisi tersebut kemudian dibacakan oleh penonton dan selanjutnya dinilai oleh Made Adnyana Ole.

Salah satu peserta membacakan puisinya / Foto: Dok. Minikino

“Sebagian puisi tersebut sudah ada kerangkanya, tahap selanjutnya, hanya tinggal mempercantik dengan pilihan-pilihan kata,” kata sastrawa yang akrab dipanggil Ole itu, saat menilai beberapa puisi yang telah dibacakan.

Wartawan senior itu menambahkan, merespon film menjadi puisi juga tidak terlepas dari latar belakang seseorang, misal orang spiritual, ia akan membawa tulisannya ke arah spiritual, seorang pelukis akan membawa tulisannya layaknya kuas di atas kanvas.

Karya-karya tersebut kemudian diarsipkan oleh pihak Minikino, yang kemudian barangkali akan dijadikan inspirasi untuk karya-karya mereka selanjutnya.

Setelah sesi pembacaan puisi usai, MC kembali mengambil alih acara. Pemutaran film ditutup dengan foto bersama.[T]

Pers Kampus Hari Ini: Wadah Berpikir Kritis, tapi Darurat Perlindungan! | Catatan Tatkala May May May 2023

Seni Foto Jurnalistik Olahraga ala Dicky Bisinglasi | Catatan Tatkala May May May 2023
Yoga Pratama: Mencoba Mendengar Masa Lalu dari Piringan Hitam
Tags: film pendekMinikinoMinikino Film WeekPuisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sebuah Sketsa dalam Karya Buya Hamka

Next Post

Jokowisme, Strategi Politik PSI Jelang Pemilu 2024

Musti Ariantini

Musti Ariantini

Admin tatkala.co

Related Posts

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
0
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

Read moreDetails

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails
Next Post
Jokowisme, Strategi Politik PSI Jelang Pemilu 2024

Jokowisme, Strategi Politik PSI Jelang Pemilu 2024

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co