2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pemilu 2024: Nahdliyin Adalah Kunci

Teguh Alfaidzin by Teguh Alfaidzin
May 11, 2023
in Esai
Pemilu 2024: Nahdliyin Adalah Kunci

Empat tokoh NU yang disebut-sebut bakal jadi calon wapres | Foto: Google

PESTA DEMOKRASI PEMILU 2024 semakin dekat. Para elite mulai memanaskan mesin parpol demi meraup suara maksimal. Silaturahmi sana sini gencar dilaksanakan, saling berebut restu dan dukungan. Mereka yang dianggap memiliki magnet sudah pasti masuk dalam list safari politik.

Sampai hari ini terbentuk empat poros atau koalisi yang siap mengusung putra terbaik bangsa menuju tampuk tertinggi kepemimpinan−Presiden, setidaknya tiga nama Bakal Calon Presiden yang sudah deklarasi dan siap maju berkontestasi.

Adalah yang terbaru Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah yang diusung PDIP. Sebelumnya nama Anies Baswedan eks Gubernur DKI Jakarta sudah lebih dahulu deklarasi, diusung oleh Koalisi Perubahan untuk Persatuan/KPP (Partai Nasdem, Partai Demokrat dan PKS).

Walau belum deklarasi, nama lawas Prabowo Subianto sudah jauh hari mantap maju, diusung oleh Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya/KKIR (Partai Gerindra, Partai Kebangkitan Bangsa). Sisanya Koalisi Indonesia Bersatu/KIB (Partai Golkar, PAN, PPP) masih abu-abu, belum jelas kemana arah berlayar setelah PPP hengkang dan mendukung Ganjar Pranowo.

Pilpres 2024 agaknya lebih menarik ketimbang pilpres 2019. Mengapa demikian? Alasanya sederhana lebih kompetitif.

Pertama, tidak ada calon incumbent yang akan bertarung sebagaimana Joko Widodo pada pilpres 2019.

Alasan kedua, adalah pengumuman atau deklarasi capres dari masing-masing koalisi yang jauh lebih cepat dibandingkan pilpres sebelumnya, walaupun masih sangat cair dan banyak kemungkinan terjadi, tapi tentu ini adalah langkah apik agar publik juga dapat leluasa menilai kapasitas capres.

Di sisi lain, deklarasi cepat ini juga menjadi tantangan capres dan koalisi pengusung, sejauh mana konsistensi mereka.

Alasan ketiga, pada pilpres sebelumnya, Joko Widodo di berbagai survei selalu unggul atas Prabowo Subianto, Nah ini yang tidak dimiliki para kandidat di atas alias tidak ada yang dominan.

Dari berbagai survei selisihnya tipis-tipis. Misalnya yang dilakukan Saiful Mujani Research dan Consulting (SMRC) 25-28 April 2023, dengan hasil teratas Ganjar Pranowo 20,8 persen, disusul Prabowo Subianto 15,8 persen dan Anies Baswedan 11,4 persen. Surveior lain Lembaga Survei Indonesia (LSI) 12-17 April 2023, dengan hasil teratas Prabowo Subianto 18,3 persen disusul Ganjar Pranowo 16,2 persen, dan Anies Baswedan 13,1 persen.

Meminjam istilah Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi, seperti “roler koster” ada yang tertinggi kemudian turun peringkat dua, ada yang peringkat dua naik ke peringkat pertama, ada yang turun ada yang naik artinya apa? Ketidakpastianya lebih tinggi, maka banyak pengamat politik mengatakan bahwa cawapres adalah kunci penting, bisa menguatkan bisa juga menjadi boomerang dan mendegradasi.

Pengamat politik lainya Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari menyampaikan bahwa kunci kemenangan capres ada di tangan cawapres yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama. Tentu pernyataan tersebut patut dipertimbangkan, NU sendiri adalah ormas dengan jumlah anggota yang fantastis, dikutip dari laman detik.com memiliki anggota seratus juta lebih.

Tak hanya berhenti pada jumlah anggota, setidaknya saya mencatat ada lima politikus NU yang berpotensi maju sebagai cawapres, siapa saja mereka?

Pertama adalah Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin atau Gus AMI. Cak Imin memiliki insting politik yang tajam, terbukti pilpres 2004, 2009, 2014, 2019, partai yang ia pimpin (PKB) tak pernah salah dalam mengusung capres alias selalu menang.

Kedua adalah Erick Tohir. Ia resmi menjadi anggota Banser setelah lulus diklatsar 2021 silam, lanjut Erick ditunjuk oleh PBNU untuk menjadi ketua panitia 1 abad Nahdlatul Ulama.

Ketiga adalah Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur sekaligus ketua Muslimat NU.

Keempat Mahfud MD, Menkopolhukan yang akhir ini namanya kian melambung karena membongkar jejak transaksi janggal 300T di Kemenkeu.

Dengan banyaknya kandidat cawapres primadona dari NU bukankah malah mengancam dan rawan terjadi pembelahan masyarakat akar rumput karena “satu dukung sana satu dukung sini”?

Bagaimana jika misal ketiga-tiganya (baca: capres) menggaet cawapres dari kelompok NU yang saya sebutkan di atas? Bagimana ketika ormas terbesar ini didistorsikan menjadi kuda tunggangan untuk kepentingan kekuasaan sesaat? Maka saya menyebut NU adalah “battleground” sesungguhnya.

Apalagi sejak kecil sikap−tindakan ta’dzim (hormat kepada guru, orang tua) selalu tertanam bagi mereka yang lahir dan besar di lingkungan NU apalagi pedesaan termasuk saya. Memang NU memiliki tipikal kultur dan sistem nilai yang mengakar kuat, dua identitas inilah yang membedakan dengan sejumlah ormas di Indonesia.

Masih ingatkah saat GusDur di wawancarai dalam salah satu episode Kick Andy (2008) yang mencerminkan sikap−tindakan ta’dzim?

Saat Andy F Noya melontarkan pertanyaan: teman-teman dekat anda menyesalkan kenapa anda dulu jadi presiden, anda sebenarnya lebih layak menjadi guru bangsa ga usah ikut perpolitikan yang ga jelas itu.

GusDur menjawab: saya diperintah oleh lima orang sesepuh saya itu saja kalau mereka mau memerintahkan apa saja masuk api, masuk api. Tanpa perlu berpikir? Tanpa perlu berpikir. Kenapa begitu? Saya ini orang pesantren disuruh nurut orang tua. Itu tidak bisa ditawar gus? Ga bisa ditawar.

Terakhir, Karena resiko yang teramat besar  sudah seyogyanya NU  dalam hal ini PBNU mengambil jarak kepada siapa saja yang memiliki kepentingan. Iniliah momen yang tepat untuk menangih janji ketua PBNU KH Yahya Cholil Staquf yang dulu lantang mengatakan bahwa akan mereformasi tubuh NU, salah satunya adalah menghilangkan politik praktis. [T]

13 Tahun Gus Dur Pergi
Ziarah ke Makam Gus Dur; Batu Nisan Tertulis Indah, Tempat Berbaring Seorang Pejuang Kemanusiaan
Jawa Timur Adalah Kunci Kemenangan Pilpres
Tags: Gus DurpemiluPemilu 2024Pilpres
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pameran Seni Rupa “Politik Titik Titik”, Grafis, Koruptor dan Anjing | Catatan dari Perupa

Next Post

Kesanga Menuju Kedasa dan dari Campuhan, Taman, Menuju Batur | Formulasi Proses Penciptaan Rejang Baris Jong Pari Dengan Prinsip Gadamerian

Teguh Alfaidzin

Teguh Alfaidzin

PMII Denpasar

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Kesanga Menuju Kedasa dan dari Campuhan, Taman, Menuju Batur | Formulasi Proses Penciptaan Rejang Baris Jong Pari Dengan Prinsip Gadamerian

Kesanga Menuju Kedasa dan dari Campuhan, Taman, Menuju Batur | Formulasi Proses Penciptaan Rejang Baris Jong Pari Dengan Prinsip Gadamerian

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co