12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pemilu 2024: Nahdliyin Adalah Kunci

Teguh Alfaidzin by Teguh Alfaidzin
May 11, 2023
in Esai
Pemilu 2024: Nahdliyin Adalah Kunci

Empat tokoh NU yang disebut-sebut bakal jadi calon wapres | Foto: Google

PESTA DEMOKRASI PEMILU 2024 semakin dekat. Para elite mulai memanaskan mesin parpol demi meraup suara maksimal. Silaturahmi sana sini gencar dilaksanakan, saling berebut restu dan dukungan. Mereka yang dianggap memiliki magnet sudah pasti masuk dalam list safari politik.

Sampai hari ini terbentuk empat poros atau koalisi yang siap mengusung putra terbaik bangsa menuju tampuk tertinggi kepemimpinan−Presiden, setidaknya tiga nama Bakal Calon Presiden yang sudah deklarasi dan siap maju berkontestasi.

Adalah yang terbaru Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah yang diusung PDIP. Sebelumnya nama Anies Baswedan eks Gubernur DKI Jakarta sudah lebih dahulu deklarasi, diusung oleh Koalisi Perubahan untuk Persatuan/KPP (Partai Nasdem, Partai Demokrat dan PKS).

Walau belum deklarasi, nama lawas Prabowo Subianto sudah jauh hari mantap maju, diusung oleh Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya/KKIR (Partai Gerindra, Partai Kebangkitan Bangsa). Sisanya Koalisi Indonesia Bersatu/KIB (Partai Golkar, PAN, PPP) masih abu-abu, belum jelas kemana arah berlayar setelah PPP hengkang dan mendukung Ganjar Pranowo.

Pilpres 2024 agaknya lebih menarik ketimbang pilpres 2019. Mengapa demikian? Alasanya sederhana lebih kompetitif.

Pertama, tidak ada calon incumbent yang akan bertarung sebagaimana Joko Widodo pada pilpres 2019.

Alasan kedua, adalah pengumuman atau deklarasi capres dari masing-masing koalisi yang jauh lebih cepat dibandingkan pilpres sebelumnya, walaupun masih sangat cair dan banyak kemungkinan terjadi, tapi tentu ini adalah langkah apik agar publik juga dapat leluasa menilai kapasitas capres.

Di sisi lain, deklarasi cepat ini juga menjadi tantangan capres dan koalisi pengusung, sejauh mana konsistensi mereka.

Alasan ketiga, pada pilpres sebelumnya, Joko Widodo di berbagai survei selalu unggul atas Prabowo Subianto, Nah ini yang tidak dimiliki para kandidat di atas alias tidak ada yang dominan.

Dari berbagai survei selisihnya tipis-tipis. Misalnya yang dilakukan Saiful Mujani Research dan Consulting (SMRC) 25-28 April 2023, dengan hasil teratas Ganjar Pranowo 20,8 persen, disusul Prabowo Subianto 15,8 persen dan Anies Baswedan 11,4 persen. Surveior lain Lembaga Survei Indonesia (LSI) 12-17 April 2023, dengan hasil teratas Prabowo Subianto 18,3 persen disusul Ganjar Pranowo 16,2 persen, dan Anies Baswedan 13,1 persen.

Meminjam istilah Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi, seperti “roler koster” ada yang tertinggi kemudian turun peringkat dua, ada yang peringkat dua naik ke peringkat pertama, ada yang turun ada yang naik artinya apa? Ketidakpastianya lebih tinggi, maka banyak pengamat politik mengatakan bahwa cawapres adalah kunci penting, bisa menguatkan bisa juga menjadi boomerang dan mendegradasi.

Pengamat politik lainya Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari menyampaikan bahwa kunci kemenangan capres ada di tangan cawapres yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama. Tentu pernyataan tersebut patut dipertimbangkan, NU sendiri adalah ormas dengan jumlah anggota yang fantastis, dikutip dari laman detik.com memiliki anggota seratus juta lebih.

Tak hanya berhenti pada jumlah anggota, setidaknya saya mencatat ada lima politikus NU yang berpotensi maju sebagai cawapres, siapa saja mereka?

Pertama adalah Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin atau Gus AMI. Cak Imin memiliki insting politik yang tajam, terbukti pilpres 2004, 2009, 2014, 2019, partai yang ia pimpin (PKB) tak pernah salah dalam mengusung capres alias selalu menang.

Kedua adalah Erick Tohir. Ia resmi menjadi anggota Banser setelah lulus diklatsar 2021 silam, lanjut Erick ditunjuk oleh PBNU untuk menjadi ketua panitia 1 abad Nahdlatul Ulama.

Ketiga adalah Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur sekaligus ketua Muslimat NU.

Keempat Mahfud MD, Menkopolhukan yang akhir ini namanya kian melambung karena membongkar jejak transaksi janggal 300T di Kemenkeu.

Dengan banyaknya kandidat cawapres primadona dari NU bukankah malah mengancam dan rawan terjadi pembelahan masyarakat akar rumput karena “satu dukung sana satu dukung sini”?

Bagaimana jika misal ketiga-tiganya (baca: capres) menggaet cawapres dari kelompok NU yang saya sebutkan di atas? Bagimana ketika ormas terbesar ini didistorsikan menjadi kuda tunggangan untuk kepentingan kekuasaan sesaat? Maka saya menyebut NU adalah “battleground” sesungguhnya.

Apalagi sejak kecil sikap−tindakan ta’dzim (hormat kepada guru, orang tua) selalu tertanam bagi mereka yang lahir dan besar di lingkungan NU apalagi pedesaan termasuk saya. Memang NU memiliki tipikal kultur dan sistem nilai yang mengakar kuat, dua identitas inilah yang membedakan dengan sejumlah ormas di Indonesia.

Masih ingatkah saat GusDur di wawancarai dalam salah satu episode Kick Andy (2008) yang mencerminkan sikap−tindakan ta’dzim?

Saat Andy F Noya melontarkan pertanyaan: teman-teman dekat anda menyesalkan kenapa anda dulu jadi presiden, anda sebenarnya lebih layak menjadi guru bangsa ga usah ikut perpolitikan yang ga jelas itu.

GusDur menjawab: saya diperintah oleh lima orang sesepuh saya itu saja kalau mereka mau memerintahkan apa saja masuk api, masuk api. Tanpa perlu berpikir? Tanpa perlu berpikir. Kenapa begitu? Saya ini orang pesantren disuruh nurut orang tua. Itu tidak bisa ditawar gus? Ga bisa ditawar.

Terakhir, Karena resiko yang teramat besar  sudah seyogyanya NU  dalam hal ini PBNU mengambil jarak kepada siapa saja yang memiliki kepentingan. Iniliah momen yang tepat untuk menangih janji ketua PBNU KH Yahya Cholil Staquf yang dulu lantang mengatakan bahwa akan mereformasi tubuh NU, salah satunya adalah menghilangkan politik praktis. [T]

13 Tahun Gus Dur Pergi
Ziarah ke Makam Gus Dur; Batu Nisan Tertulis Indah, Tempat Berbaring Seorang Pejuang Kemanusiaan
Jawa Timur Adalah Kunci Kemenangan Pilpres
Tags: Gus DurpemiluPemilu 2024Pilpres
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pameran Seni Rupa “Politik Titik Titik”, Grafis, Koruptor dan Anjing | Catatan dari Perupa

Next Post

Kesanga Menuju Kedasa dan dari Campuhan, Taman, Menuju Batur | Formulasi Proses Penciptaan Rejang Baris Jong Pari Dengan Prinsip Gadamerian

Teguh Alfaidzin

Teguh Alfaidzin

PMII Denpasar

Related Posts

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails
Next Post
Kesanga Menuju Kedasa dan dari Campuhan, Taman, Menuju Batur | Formulasi Proses Penciptaan Rejang Baris Jong Pari Dengan Prinsip Gadamerian

Kesanga Menuju Kedasa dan dari Campuhan, Taman, Menuju Batur | Formulasi Proses Penciptaan Rejang Baris Jong Pari Dengan Prinsip Gadamerian

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co