24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pemilu 2024: Nahdliyin Adalah Kunci

Teguh Alfaidzin by Teguh Alfaidzin
May 11, 2023
in Esai
Pemilu 2024: Nahdliyin Adalah Kunci

Empat tokoh NU yang disebut-sebut bakal jadi calon wapres | Foto: Google

PESTA DEMOKRASI PEMILU 2024 semakin dekat. Para elite mulai memanaskan mesin parpol demi meraup suara maksimal. Silaturahmi sana sini gencar dilaksanakan, saling berebut restu dan dukungan. Mereka yang dianggap memiliki magnet sudah pasti masuk dalam list safari politik.

Sampai hari ini terbentuk empat poros atau koalisi yang siap mengusung putra terbaik bangsa menuju tampuk tertinggi kepemimpinan−Presiden, setidaknya tiga nama Bakal Calon Presiden yang sudah deklarasi dan siap maju berkontestasi.

Adalah yang terbaru Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah yang diusung PDIP. Sebelumnya nama Anies Baswedan eks Gubernur DKI Jakarta sudah lebih dahulu deklarasi, diusung oleh Koalisi Perubahan untuk Persatuan/KPP (Partai Nasdem, Partai Demokrat dan PKS).

Walau belum deklarasi, nama lawas Prabowo Subianto sudah jauh hari mantap maju, diusung oleh Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya/KKIR (Partai Gerindra, Partai Kebangkitan Bangsa). Sisanya Koalisi Indonesia Bersatu/KIB (Partai Golkar, PAN, PPP) masih abu-abu, belum jelas kemana arah berlayar setelah PPP hengkang dan mendukung Ganjar Pranowo.

Pilpres 2024 agaknya lebih menarik ketimbang pilpres 2019. Mengapa demikian? Alasanya sederhana lebih kompetitif.

Pertama, tidak ada calon incumbent yang akan bertarung sebagaimana Joko Widodo pada pilpres 2019.

Alasan kedua, adalah pengumuman atau deklarasi capres dari masing-masing koalisi yang jauh lebih cepat dibandingkan pilpres sebelumnya, walaupun masih sangat cair dan banyak kemungkinan terjadi, tapi tentu ini adalah langkah apik agar publik juga dapat leluasa menilai kapasitas capres.

Di sisi lain, deklarasi cepat ini juga menjadi tantangan capres dan koalisi pengusung, sejauh mana konsistensi mereka.

Alasan ketiga, pada pilpres sebelumnya, Joko Widodo di berbagai survei selalu unggul atas Prabowo Subianto, Nah ini yang tidak dimiliki para kandidat di atas alias tidak ada yang dominan.

Dari berbagai survei selisihnya tipis-tipis. Misalnya yang dilakukan Saiful Mujani Research dan Consulting (SMRC) 25-28 April 2023, dengan hasil teratas Ganjar Pranowo 20,8 persen, disusul Prabowo Subianto 15,8 persen dan Anies Baswedan 11,4 persen. Surveior lain Lembaga Survei Indonesia (LSI) 12-17 April 2023, dengan hasil teratas Prabowo Subianto 18,3 persen disusul Ganjar Pranowo 16,2 persen, dan Anies Baswedan 13,1 persen.

Meminjam istilah Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi, seperti “roler koster” ada yang tertinggi kemudian turun peringkat dua, ada yang peringkat dua naik ke peringkat pertama, ada yang turun ada yang naik artinya apa? Ketidakpastianya lebih tinggi, maka banyak pengamat politik mengatakan bahwa cawapres adalah kunci penting, bisa menguatkan bisa juga menjadi boomerang dan mendegradasi.

Pengamat politik lainya Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari menyampaikan bahwa kunci kemenangan capres ada di tangan cawapres yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama. Tentu pernyataan tersebut patut dipertimbangkan, NU sendiri adalah ormas dengan jumlah anggota yang fantastis, dikutip dari laman detik.com memiliki anggota seratus juta lebih.

Tak hanya berhenti pada jumlah anggota, setidaknya saya mencatat ada lima politikus NU yang berpotensi maju sebagai cawapres, siapa saja mereka?

Pertama adalah Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin atau Gus AMI. Cak Imin memiliki insting politik yang tajam, terbukti pilpres 2004, 2009, 2014, 2019, partai yang ia pimpin (PKB) tak pernah salah dalam mengusung capres alias selalu menang.

Kedua adalah Erick Tohir. Ia resmi menjadi anggota Banser setelah lulus diklatsar 2021 silam, lanjut Erick ditunjuk oleh PBNU untuk menjadi ketua panitia 1 abad Nahdlatul Ulama.

Ketiga adalah Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur sekaligus ketua Muslimat NU.

Keempat Mahfud MD, Menkopolhukan yang akhir ini namanya kian melambung karena membongkar jejak transaksi janggal 300T di Kemenkeu.

Dengan banyaknya kandidat cawapres primadona dari NU bukankah malah mengancam dan rawan terjadi pembelahan masyarakat akar rumput karena “satu dukung sana satu dukung sini”?

Bagaimana jika misal ketiga-tiganya (baca: capres) menggaet cawapres dari kelompok NU yang saya sebutkan di atas? Bagimana ketika ormas terbesar ini didistorsikan menjadi kuda tunggangan untuk kepentingan kekuasaan sesaat? Maka saya menyebut NU adalah “battleground” sesungguhnya.

Apalagi sejak kecil sikap−tindakan ta’dzim (hormat kepada guru, orang tua) selalu tertanam bagi mereka yang lahir dan besar di lingkungan NU apalagi pedesaan termasuk saya. Memang NU memiliki tipikal kultur dan sistem nilai yang mengakar kuat, dua identitas inilah yang membedakan dengan sejumlah ormas di Indonesia.

Masih ingatkah saat GusDur di wawancarai dalam salah satu episode Kick Andy (2008) yang mencerminkan sikap−tindakan ta’dzim?

Saat Andy F Noya melontarkan pertanyaan: teman-teman dekat anda menyesalkan kenapa anda dulu jadi presiden, anda sebenarnya lebih layak menjadi guru bangsa ga usah ikut perpolitikan yang ga jelas itu.

GusDur menjawab: saya diperintah oleh lima orang sesepuh saya itu saja kalau mereka mau memerintahkan apa saja masuk api, masuk api. Tanpa perlu berpikir? Tanpa perlu berpikir. Kenapa begitu? Saya ini orang pesantren disuruh nurut orang tua. Itu tidak bisa ditawar gus? Ga bisa ditawar.

Terakhir, Karena resiko yang teramat besar  sudah seyogyanya NU  dalam hal ini PBNU mengambil jarak kepada siapa saja yang memiliki kepentingan. Iniliah momen yang tepat untuk menangih janji ketua PBNU KH Yahya Cholil Staquf yang dulu lantang mengatakan bahwa akan mereformasi tubuh NU, salah satunya adalah menghilangkan politik praktis. [T]

13 Tahun Gus Dur Pergi
Ziarah ke Makam Gus Dur; Batu Nisan Tertulis Indah, Tempat Berbaring Seorang Pejuang Kemanusiaan
Jawa Timur Adalah Kunci Kemenangan Pilpres
Tags: Gus DurpemiluPemilu 2024Pilpres
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pameran Seni Rupa “Politik Titik Titik”, Grafis, Koruptor dan Anjing | Catatan dari Perupa

Next Post

Kesanga Menuju Kedasa dan dari Campuhan, Taman, Menuju Batur | Formulasi Proses Penciptaan Rejang Baris Jong Pari Dengan Prinsip Gadamerian

Teguh Alfaidzin

Teguh Alfaidzin

PMII Denpasar

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Kesanga Menuju Kedasa dan dari Campuhan, Taman, Menuju Batur | Formulasi Proses Penciptaan Rejang Baris Jong Pari Dengan Prinsip Gadamerian

Kesanga Menuju Kedasa dan dari Campuhan, Taman, Menuju Batur | Formulasi Proses Penciptaan Rejang Baris Jong Pari Dengan Prinsip Gadamerian

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co