2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pameran Seni Rupa “Politik Titik Titik”, Grafis, Koruptor dan Anjing | Catatan dari Perupa

I Kadek Susila Priangga by I Kadek Susila Priangga
May 11, 2023
in Ulas Rupa
Pameran Seni Rupa “Politik Titik Titik”, Grafis, Koruptor dan Anjing | Catatan dari Perupa

PENGUNJUNG PAMERAN SENI RUPA “Politik Titik Titik”di Rumah Belajar Komunitas Mahima, Singaraja, akan melihat sejumlah suguhan karya seni rupa yang menggelitik hati, barangkali juga menggelitik emosi.

Pameran itu menghadirkan tiga jenis karya rupa dengan teknik dan proses kekaryaan yang berbeda. Ada lukisan di atas kanvas, lukisan kaca,  dan grafis. Sesuai topik yang diangkat, setiap karya menyentil isu-isu politik, kebijakan pemerintah, dan isu tindak korupsi dalam lembaga-lembaga formal.

Pameran seni rupa “Politik Titik Titik” digelar serangkaian perayaan dan pemaknaan ulang tahun ke-7, Tatkala.co, sebuah media yang mengembangkan jurnalisme sastra dan jurnalisme warga dengan perhatian besar pada seni, budaya, dan aktivitas manusia. Tatkala.co juga senantiasa mengembangkan wacana baru sebagai bahan diskusi dan sekadar perenungan bersama.

Pameran itu dibuka Minggu, 7 Mei, dan dibuka hingga Minggu 28 Mei 2023. Di tengah-tengah acara pameran, juga digelar berbagai acara lain seperti pementasan, diskusi dan workshop.

***

Dalam ajang kritik mengkritik, salah satu yang umum dan sering digunakan dalam karya seni rupa, adalah karya grafis. Kebanyakan karya grafis berisi kritik dan sentilan terhadap pemerintahan.

Grafis adalah salah satu cabang seni rupa dua dimensi yang di buat dengan cara mencetak. Ada 4 teknik di dalam cetak grafis. Cetak tinggi, cetak dalam, cetak saring dan cetak datar.

Penulis/perupa dengan latar lukisan karya grafisnya | Foto: Dok Pribadi

Saya adalah satu perupa muda yang masih mencari kemungkinan-kemungkinan kreatif yang bisa dikembangkan seni grafis. Dalam pameran “Politik Titik Titik”, saya turut memajang karya grafis dengan upaya-upaya terbatas memberi makna pada kritik-kritik sosial yang ada di negara ini.

Dalam pameran “Politik Titik Titik”, saya sebagai perupa menghadirkan karya grafis dengan teknik cetak tinggi.

Sederhananya, cetak tinggi dalam keseharian adalah stempel/cap. Diawali dengan membuat cetakan, dengan proses mencukil bahan yang bisa terbuat dari karet lino atau bisa dengan menggunakan hardboard. Kemudian karet atau hardboard itu dilapisi dengan tinta dan dicetak di atas media kertas atau kanvas.

***

Saya sebagai perupa yang ikut memamerkan karya grafis akan membahas konsep karya seni grafis itu dan pesan apa yang hendak saya sampaikan. Bahasan ini bukanlah pembelaan diri, bukan pula sebagai upaya creator untuk menjelas-jelaskan karyanya sendiri agar dianggap bagus. Bukan.

Penikmat seni tetap bisa memberikan persepsi, asumsi, dugaan-dugaan, sekaligus juga kesimpulan.

Namun penting rasanya saya menjelaskan kehendak saya dalam menciptakan karya seni, agar asumsi penikmat seni tidak terlalu liar atau jauh menyimpang. Walaupun ketika pengunjung berasumsi, menerka dan memiliki penilaian sendiri terhadap sebuah karya adalah sebuah bentuk apresiasi yang besar dirasakan oleh seniman seperti saya.

Judul : Never Let It Go, Teknik : Lino Cut On Paper, Cetakan : 3/4, Ukuran : 23×32, Tahun : 2016

Dalam pameran itu terdapat karya grafis grouping, yang mengangkat isu korupsi dengan teknik cetak tinggi yang terdiri dari 4 karya buatan saya sendiri. Karya ini merupakan karya lama yang kini keluar kandang lagi. Karya itu menggambarkan tokoh pejabat namun kepala tokoh tersebut diganti dengan kepala anjing.

Gagasan ini muncul ketika muncul semacam kebencian saya terhadap pejabat yang berlaku korup. Muncul ide untuk menghujat si koruptor dengan sebuah karya.

Umumnya koruptor dilambangkan sebagai seekor tikus, yang diambil dari kebiasaan tikus yang menggerogoti seisi perabotan di rumah. Tikus menjadi lambang koruptor karena dianggap menggerogoti uang rakyat.

Namun saya merasa kurang puas, ketika ingin menghujat koruptor dengan sebutan tikus. Simbol itu terasa kurang tajam dan terkesan lucu ketika koruptor dibilang tikus. Terbukti, sampai saat ini, koruptor masih merajalela, hilang satu tumbuh seribu.

Saya beranggapan, ketika simbol diganti dengan binatang lain yang konotasinya menghujat dan memaki, mungkin koruptor akan merasa risih dan takut melakukan hal yang sama berulang kali.

Judul : Terkurung Bebas, Teknik : Lino Cut On Paper, Cetakan : 5/5, Ukuran : 50×60, Tahun : 2016

Ya, “anjing” menjadi pilihan. Ketika kata anjing dilontarkan kepada seseorang, akan muncul konotasi kasar, bisa makian, bisa hujatan. Ketika koruptor kita sebut anjing, maka tingkat kepuasan dalam meluapkan amarah kita dapat tersalurkan. Terbukti saat ini, kata anjing, anjay, anjir, yang konotasinya sama, selalu dilontarkan ketika merasakan kesal terhadap sesuatu.

Selain hujatan, anjing adalah salah satu hewan penurut. Ya, penurut kepada tuannya. Seniman juga ingin menggambarkan, bahwa setiap pejabat memiliki tuannya masing-masing yang wajib dipatuhi segala perintahnya. Bahkan petinggi-petinggi yang mengatasnamakan rakyat, selalu mengambil keputusan atas perintah majikannya. Bagi saya, anjing adalah sebutan yang pas buat mereka yang berperilaku seperti itu.

Saya memang banyak mengadopsi kebiasaan anjing untuk dijadikan  simbol dalam karya. Menjilat, mengendus, mencari kesalahan orang, bahkan pendendam. Semua itu juga tersirat pada sifat-sifat dan kebiasaan oknum pejabat yang korup dan suka menyelewengkan wewenang dan kekuasaan.

Judul : Authorization’s Fight, Teknik : Lino Cut On Paper, Cetakan : 5/5, Ukuran : 23×32, Tahun : 2016

Judul : I Like Money, Teknik : Lino Cut On Paper, Cetakan : 6/6, Ukuran : 42×64, Tahun : 2016

Selain itu, dalam karya itu  juga terselip siluet Tugu Monas (Monumen Nasional) di dalam karya. Itu menyiratkan bahwa kejadian itu terjadi di Indonesia. Monas sebagai simbol Jakarta yang menjadi pusat dari pemerintahan di negara ini.

Setiap karya menceritakan kejadian tersendiri. Salah satu karya dengan judul “Terkurung Bebas” menggambarkan oknum pejabat yang berada di dalam penjara dengan kasus korupsi. Namun, keadaan di dalam penjara terkesan nyaman dan tak seperti penjara pada umumnya. Terlihat gembok penjara yang terbuka, menyiratkan kebebasan mereka untuk keluar masuk dengan laluasa. Di satu sisi masyarakat melihat mereka sudah terpenjara, namun kenyataan mereka masih bebas berkeliaran.

Banyak pesan yang ingin seniman sampaikan. Dan karya yang tercipta menyiratkan isi hati sang seniman kepada oknum pejabat yang berprilaku korup. Hanya dengan karya, seniman menghujat dan memaki. Walau mungkin makian dan hujatan itu takkan sampai di telinga mereka, namun kepuasan seniman telah tersalurkan pada sebuah karya.

Pameran Politik Titik Titik ini berlangsung sampai 28 Mei 2023 dan dibuka setiap hari. Mari kunjungi dan apresiasi, serta biarkan pikiran liar menerka pesan yang ingin seniman sampaikan lewat karya, yang tentunya karya menggelitik. [T]

Yoga Pratama: Mencoba Mendengar Masa Lalu dari Piringan Hitam
Malam Pembukaan Tatkala May May May 2023: Ada Puisi, Tarian, dan Piringan Hitam
Tags: Pameran Seni RupaPolitikSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Anak-anak yang Menjelma Burung Rantau

Next Post

Pemilu 2024: Nahdliyin Adalah Kunci

I Kadek Susila Priangga

I Kadek Susila Priangga

Lahir di Karangasem. Guru seni budaya di SMPN 3 Sukasada, Buleleng, Bali

Related Posts

Mantra Visual Made Wiradana

by Hartanto
August 2, 2026
0
Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

Read moreDetails

SAMATRA: Membaca Isyarat-Isyarat Kecil dari Buki Gallery di Bumi Kinar Ubud

by Gustra Adnyana
July 31, 2026
0
SAMATRA: Membaca Isyarat-Isyarat Kecil dari Buki Gallery di Bumi Kinar Ubud

Di tepian aliran sungai Petanu, sebuah ruang seni baru tumbuh di tengah lanskap hijau Ubud. Buki Gallery di Bumi Kinar...

Read moreDetails

Ketika Semut Membangun Seorang Ratu—Membaca “Memayu Hayuning Bawana: Build the Queen” karya Dyan Brew

by Angga Wijaya
July 30, 2026
0
Ketika Semut Membangun Seorang Ratu—Membaca “Memayu Hayuning Bawana: Build the Queen” karya Dyan Brew

ADA perubahan yang menarik dalam lanskap seni kriya Indonesia dalam dua dekade terakhir. Jika dahulu kriya lebih sering dipahami sebagai...

Read moreDetails

Empat Jejak Abstraksi dan Figurasi Bali Kontemporer

by Hartanto
July 30, 2026
0
Empat Jejak Abstraksi dan Figurasi Bali Kontemporer

EMPAT karya dari empat pelukis Bali kontemporer yang turut berpartisipasi dalam Jogja Annual Art ke-11, yakni I Made Ruta, Ida...

Read moreDetails

Tanah yang Mengingat ——Membaca “Pataka Majapahit III” Karya Dr. Noor Sudiyati

by Angga Wijaya
July 28, 2026
0
Tanah yang Mengingat ——Membaca “Pataka Majapahit III” Karya Dr. Noor Sudiyati

TIDAK semua peninggalan masa lalu hadir sebagai bangunan megah atau artefak yang tersimpan di museum. Ada warisan yang jauh lebih...

Read moreDetails

Orkestra Warna Kun Adnyana

by Hartanto
July 25, 2026
0
Orkestra Warna Kun Adnyana

YOGYA Annual Art ke-11 tahun 2026 dengan tema Direction (Arah) ini, menurut saya, dibuka dengan sebuah kesadaran yang tajam: bahwa...

Read moreDetails

Semesta di Dalam Tanah Liat: Membaca Karya-Karya Keramik Dr. Dra. Ni Made Rai Sunarini, M.Si.

by Angga Wijaya
July 24, 2026
0
Semesta di Dalam Tanah Liat: Membaca Karya-Karya Keramik Dr. Dra. Ni Made Rai Sunarini, M.Si.

BARANGKALI kita terlalu sering memandang alam sebagai sesuatu yang berada di luar diri. Gunung adalah bentang yang dikunjungi ketika musim...

Read moreDetails

Musikal Visual Karya Wayan Sujana Suklu

by Hartanto
July 24, 2026
0
Musikal Visual Karya Wayan Sujana Suklu

Pameran Yogya Annual Art ke-11 yang mengambil tema Direction (Arah) digelar di Bale Banjar Sangkring, Nitiprayan No. 88, Ngestiharjo, Kasihan,...

Read moreDetails

Kosmologi Sulur Wayan Setem

by Hartanto
July 23, 2026
0
Kosmologi Sulur Wayan Setem

PAMERAN Yogya Annual Art #11 dengan tema Direction (Arah) sangatlah menarik. Sebab, pameran ini menghadirkan medan ‘refleksi’ yang unik, terutama...

Read moreDetails

Ketika Kebaya Menjadi Cara Membaca Bali —[Membaca “Sundari Rajata” Karya Ida Ayu Kade Sri Sukmadewi]

by Angga Wijaya
July 23, 2026
0
Ketika Kebaya Menjadi Cara Membaca Bali —[Membaca “Sundari Rajata” Karya Ida Ayu Kade Sri Sukmadewi]

JIKA seni memiliki kemampuan mengembalikan sesuatu yang biasa menjadi luar biasa, maka Sundari Rajata melakukannya melalui sebuah kebaya. Busana yang...

Read moreDetails
Next Post
Pemilu 2024: Nahdliyin Adalah Kunci

Pemilu 2024: Nahdliyin Adalah Kunci

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co