24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

13 Tahun Gus Dur Pergi

Teguh Alfaidzin by Teguh Alfaidzin
December 30, 2022
in Esai
13 Tahun Gus Dur Pergi

Gus Dur

TEPAT HARI INI 13 tahun lalu, 30 Desember 2009, Abdurrahman Ad Dakhil atau Abdurrahman Wahid atau yang lebih akrab disapa Gus Dur, pulang. Kepergian Gus Dur menjadi duka mendalam dan kehilangan besar bagi Indonesia terkhusus bagi warga Nahdliyin dan kelompok minoritas. Gus Dur mengembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, pada Rabu (30/12/2009), pukul 18.45 WIB. 

Gus Dur adalah seorang tokoh yang tak pernah selesai. Meskipun jasadnya telah wafat 13 tahun silam namun warisan pemikiran beliau masih dan akan terus diperbincangkan sebab memahami pemikiran Gus Dur amatlah sulit tapi menyenangkan. Sulit karena kadang kala pemikiranya terkesan “nyeleneh”, liberal, bahkan dianggap keluar dari pakem Nahdlatul Ulama sekaligus menyenangkan sebab pemikiranya yang tegas, tanpa tedeng aling-aling.

Tidak sedikit yang mengatakan bahwa Gus Dur adalah seorang yang jauh melampaui zamannya, seorang yang mempunyai lompatan pemikiran. Jika meminjam pernyataan Yenni Wahid dalam salah satu episode Kick Andy (2008) “Gus dur ibaratnya kepala lokomotif kereta Jepang yang sangat supersonic sementara gerbongnya adalah gerbong kereta kita gaya baru expres atau gaya baru malam, jadi terseok-seok tidak bisa mengikuti”. 

Padahal kalau coba saya telisik semua itu akan terasa sangat wajar, bagaimana tidak bayangkan saja Gus Dur melanglang buana mengenyam pendidikan di berbagai kampus dan negara, diawali dari Pesantren Tegal Rejo Magelang, Pesantren Tambakberas Jombang, Universitas Al Azhar, Universitas Baghdad, Universitas Mc Gill, Belanda, Jerman Prancis sebelum akhirnya Kembali ke Indonesia dan bergabung menjadi akademisi di Universitas Hasyim As’ari. Lewat petualangan itulah Gusdur memiliki ilmu pengetahuan yang matang serta komprehensif sehingga wajar saja banyak menuduh yang bukan-bukan.

Dalam sebuah esai berjudul “Suatu Kali Ketika Jatuh Hati Pada Ikhwanul Muslimin yang terhimpun dalam buku yang berjudul Gus Dur Sang Kosmopolit Hairus Salim HS (2020), saat petualanganya ke luar negri Gus Dur muda “pernah” kepincut dengan gagasan Ikhwanul Muslimin. Sekali lagi menurut saya ini adalah peristiwa yang amat wajar dan biasa sebab Gus Dur muda telah berkenalan dengan bacaan-bacaan ilmu sosial dan filsafat barat.

Jika lagi meminjam salah satu lirik lagu Raja Dangdut Roma Irama “Masa muda masa yang berapi-api” Gus Dur muda tak pernah segan untuk mendalami gagasan apapun termasuk Ikhwanul Muslimin. Semangatnya untuk menemukan jawaban atas ketidakadilan, kemiskinan dan ketertindasan adalah faktor yang melatarbelakangi.

Walau pada akhirnya Gus Dur berkesimpulan bahwa gagasan IM terlalu absolut dan formalistik. Visi perjuangan yang eksklusif dan tertutup hanya akan membuahkan konfrontasi dan kekerasan yang tidak berkesudahan. Bagi Gus Dur, gagasan IM sama seperti komunisme. Gagal memberikan jawaban yang lengkap dan manusiawi terhadap masalah yang dihadapi masyarakat.

Greg Barton penulis buku biografi Gus Dur menyebutnya adalah seorang pemikir neo modernis, dicirikan dengan adanya impian meliberlisasi pemikiran Islam dalam usaha menjawab tantangan masyarakat modern. ciri pemikiran neo modernis ialah pekat dengan pluralisme, demokrasi, termasuk hubungan agama dan negara.

Bagi Gus Dur islam tidak pernah mengenal doktrin tentang bentuk negara. Hal ini tergantung dengan kesepakatan masyarakat dalam suatu negara apakah menggunakan bentuk negara seperti demokrasi, teokrasi, dan monarki sebab doktrin islam yang sesungguhnya adalah keadilan.

Bagi Gus Dur sepanjang corak bentuk negara tidak mengganggu dan bertentangan dengan keyakinan islam tidak ada masalah. Sekalipun tidak di akomodir oleh undang-undang. Nyatanya sampai hari ini banyak terbentuk “masyarakat Qur’ani” bukankah hal tersebut sudah termasuk kategori negara islam?

Keinginan Gus Dur untuk tidak memformalkan islam sebagai bentuk negara sejalan dengan Ulama & masyarakat Nahdliyin, selain islam tidak mengenal doktrin bentuk negara kelompok minoritas juga punya hak untuk hidup di tanah Indonesia sekaligus punya andil dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia.  Tentu gagasan ini bukan berarti islam Indonesia pekat dengan sekulerisme dalam arti memisahkan urusan agama dari negara tetapi tidak lebih pada keadaan negara yang sangat multiagama atau multikultural. 

KH Ahmad Muwafiq dalam salah satu ceramahnya menjelaskan bahwa pada zaman Rasull di Mekah dan Madinah ketika bertemu dengan bangsa yang berbeda, Rasulullah membentuk konsep Baladil Amin, kemudian konsep Baladil Amin-nya apa? Konsep Baladil Aminya adalah Piagam Madinah.

Rasul tidak membentuk negara islam karena negara islam hanya untuk orang islam, tapi konsep kekuasaan islam itu Baladil Amin, sehingga terbentuk ketentraman sebuah bangsa dan negara, setelah terbentuk keamanan dan ketentraman, pilih model atau bentuk negara apa saja terserah, kalau yang buat aman dengan demokrasi ya pakai demokrasi, amanya kerajaan bentuklah kerajaan, amanya dengan republik bentuklah sistem republik karena islam mengerjakan konsep besar Namanya Baladil Amin.

Sekarang di Indonesia bertemu bangsa yang berbeda kemudian diusulkan khilafah ya tidak terbentuk konsep Baladil Amin, jangankan di bangsa yang berbeda beda bangsa arab saja dibikin konsep khilafah tawuran sekarang.

Ditambah mengapa Islam timur tengah hancur lebur, porak poranda, identik dengan peperangan dan saling membenci sesama anak bangsa? Karena mereka ditanamkan kuat kecintaan kepada agama tapi tidak ditanamkan kuat kecintaan kepada bangsa dan negara. Lantas jika Indonesia menerapkan konsep khilafah ditengah masyarakatnya yang multiagama & multikultural bukankah akan timbul gejolak dan perpecahan? bukankah menolak perbedaan menolak sunnatullah?

Gus Dur sudah membangun pondasi penting hubungan islam dan negara, lantas tugas kita selanjutnya apa? Adalah memperkokoh pondasi tersebut dari berbagai ancaman yang coba menggusur dan merobohkan. [T]

Never Ending Spirit of Gus Dur dan Upaya Mencecap Masa Lalu yang Ber(Ter)serak
Menuntut Keadilan Sejarah Melalui “Menjerat Gus Dur” Virdika Rizky Utama
Ziarah ke Makam Gus Dur; Batu Nisan Tertulis Indah, Tempat Berbaring Seorang Pejuang Kemanusiaan
Tags: Gus DurMuslimnasionalismeNU
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Yang Terhubung: Ancaman dan Harapan | Catatan Pentas Kala Teater

Next Post

Baik atau Buruk Nilai Rapor itu, Libur Panjang adalah Reward Bagi Semua Siswa

Teguh Alfaidzin

Teguh Alfaidzin

PMII Denpasar

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
Baik atau Buruk Nilai Rapor itu, Libur Panjang adalah Reward Bagi Semua Siswa

Baik atau Buruk Nilai Rapor itu, Libur Panjang adalah Reward Bagi Semua Siswa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co