2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

13 Tahun Gus Dur Pergi

Teguh Alfaidzin by Teguh Alfaidzin
December 30, 2022
in Esai
13 Tahun Gus Dur Pergi

Gus Dur

TEPAT HARI INI 13 tahun lalu, 30 Desember 2009, Abdurrahman Ad Dakhil atau Abdurrahman Wahid atau yang lebih akrab disapa Gus Dur, pulang. Kepergian Gus Dur menjadi duka mendalam dan kehilangan besar bagi Indonesia terkhusus bagi warga Nahdliyin dan kelompok minoritas. Gus Dur mengembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, pada Rabu (30/12/2009), pukul 18.45 WIB. 

Gus Dur adalah seorang tokoh yang tak pernah selesai. Meskipun jasadnya telah wafat 13 tahun silam namun warisan pemikiran beliau masih dan akan terus diperbincangkan sebab memahami pemikiran Gus Dur amatlah sulit tapi menyenangkan. Sulit karena kadang kala pemikiranya terkesan “nyeleneh”, liberal, bahkan dianggap keluar dari pakem Nahdlatul Ulama sekaligus menyenangkan sebab pemikiranya yang tegas, tanpa tedeng aling-aling.

Tidak sedikit yang mengatakan bahwa Gus Dur adalah seorang yang jauh melampaui zamannya, seorang yang mempunyai lompatan pemikiran. Jika meminjam pernyataan Yenni Wahid dalam salah satu episode Kick Andy (2008) “Gus dur ibaratnya kepala lokomotif kereta Jepang yang sangat supersonic sementara gerbongnya adalah gerbong kereta kita gaya baru expres atau gaya baru malam, jadi terseok-seok tidak bisa mengikuti”. 

Padahal kalau coba saya telisik semua itu akan terasa sangat wajar, bagaimana tidak bayangkan saja Gus Dur melanglang buana mengenyam pendidikan di berbagai kampus dan negara, diawali dari Pesantren Tegal Rejo Magelang, Pesantren Tambakberas Jombang, Universitas Al Azhar, Universitas Baghdad, Universitas Mc Gill, Belanda, Jerman Prancis sebelum akhirnya Kembali ke Indonesia dan bergabung menjadi akademisi di Universitas Hasyim As’ari. Lewat petualangan itulah Gusdur memiliki ilmu pengetahuan yang matang serta komprehensif sehingga wajar saja banyak menuduh yang bukan-bukan.

Dalam sebuah esai berjudul “Suatu Kali Ketika Jatuh Hati Pada Ikhwanul Muslimin yang terhimpun dalam buku yang berjudul Gus Dur Sang Kosmopolit Hairus Salim HS (2020), saat petualanganya ke luar negri Gus Dur muda “pernah” kepincut dengan gagasan Ikhwanul Muslimin. Sekali lagi menurut saya ini adalah peristiwa yang amat wajar dan biasa sebab Gus Dur muda telah berkenalan dengan bacaan-bacaan ilmu sosial dan filsafat barat.

Jika lagi meminjam salah satu lirik lagu Raja Dangdut Roma Irama “Masa muda masa yang berapi-api” Gus Dur muda tak pernah segan untuk mendalami gagasan apapun termasuk Ikhwanul Muslimin. Semangatnya untuk menemukan jawaban atas ketidakadilan, kemiskinan dan ketertindasan adalah faktor yang melatarbelakangi.

Walau pada akhirnya Gus Dur berkesimpulan bahwa gagasan IM terlalu absolut dan formalistik. Visi perjuangan yang eksklusif dan tertutup hanya akan membuahkan konfrontasi dan kekerasan yang tidak berkesudahan. Bagi Gus Dur, gagasan IM sama seperti komunisme. Gagal memberikan jawaban yang lengkap dan manusiawi terhadap masalah yang dihadapi masyarakat.

Greg Barton penulis buku biografi Gus Dur menyebutnya adalah seorang pemikir neo modernis, dicirikan dengan adanya impian meliberlisasi pemikiran Islam dalam usaha menjawab tantangan masyarakat modern. ciri pemikiran neo modernis ialah pekat dengan pluralisme, demokrasi, termasuk hubungan agama dan negara.

Bagi Gus Dur islam tidak pernah mengenal doktrin tentang bentuk negara. Hal ini tergantung dengan kesepakatan masyarakat dalam suatu negara apakah menggunakan bentuk negara seperti demokrasi, teokrasi, dan monarki sebab doktrin islam yang sesungguhnya adalah keadilan.

Bagi Gus Dur sepanjang corak bentuk negara tidak mengganggu dan bertentangan dengan keyakinan islam tidak ada masalah. Sekalipun tidak di akomodir oleh undang-undang. Nyatanya sampai hari ini banyak terbentuk “masyarakat Qur’ani” bukankah hal tersebut sudah termasuk kategori negara islam?

Keinginan Gus Dur untuk tidak memformalkan islam sebagai bentuk negara sejalan dengan Ulama & masyarakat Nahdliyin, selain islam tidak mengenal doktrin bentuk negara kelompok minoritas juga punya hak untuk hidup di tanah Indonesia sekaligus punya andil dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia.  Tentu gagasan ini bukan berarti islam Indonesia pekat dengan sekulerisme dalam arti memisahkan urusan agama dari negara tetapi tidak lebih pada keadaan negara yang sangat multiagama atau multikultural. 

KH Ahmad Muwafiq dalam salah satu ceramahnya menjelaskan bahwa pada zaman Rasull di Mekah dan Madinah ketika bertemu dengan bangsa yang berbeda, Rasulullah membentuk konsep Baladil Amin, kemudian konsep Baladil Amin-nya apa? Konsep Baladil Aminya adalah Piagam Madinah.

Rasul tidak membentuk negara islam karena negara islam hanya untuk orang islam, tapi konsep kekuasaan islam itu Baladil Amin, sehingga terbentuk ketentraman sebuah bangsa dan negara, setelah terbentuk keamanan dan ketentraman, pilih model atau bentuk negara apa saja terserah, kalau yang buat aman dengan demokrasi ya pakai demokrasi, amanya kerajaan bentuklah kerajaan, amanya dengan republik bentuklah sistem republik karena islam mengerjakan konsep besar Namanya Baladil Amin.

Sekarang di Indonesia bertemu bangsa yang berbeda kemudian diusulkan khilafah ya tidak terbentuk konsep Baladil Amin, jangankan di bangsa yang berbeda beda bangsa arab saja dibikin konsep khilafah tawuran sekarang.

Ditambah mengapa Islam timur tengah hancur lebur, porak poranda, identik dengan peperangan dan saling membenci sesama anak bangsa? Karena mereka ditanamkan kuat kecintaan kepada agama tapi tidak ditanamkan kuat kecintaan kepada bangsa dan negara. Lantas jika Indonesia menerapkan konsep khilafah ditengah masyarakatnya yang multiagama & multikultural bukankah akan timbul gejolak dan perpecahan? bukankah menolak perbedaan menolak sunnatullah?

Gus Dur sudah membangun pondasi penting hubungan islam dan negara, lantas tugas kita selanjutnya apa? Adalah memperkokoh pondasi tersebut dari berbagai ancaman yang coba menggusur dan merobohkan. [T]

Never Ending Spirit of Gus Dur dan Upaya Mencecap Masa Lalu yang Ber(Ter)serak
Menuntut Keadilan Sejarah Melalui “Menjerat Gus Dur” Virdika Rizky Utama
Ziarah ke Makam Gus Dur; Batu Nisan Tertulis Indah, Tempat Berbaring Seorang Pejuang Kemanusiaan
Tags: Gus DurMuslimnasionalismeNU
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Yang Terhubung: Ancaman dan Harapan | Catatan Pentas Kala Teater

Next Post

Baik atau Buruk Nilai Rapor itu, Libur Panjang adalah Reward Bagi Semua Siswa

Teguh Alfaidzin

Teguh Alfaidzin

PMII Denpasar

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Baik atau Buruk Nilai Rapor itu, Libur Panjang adalah Reward Bagi Semua Siswa

Baik atau Buruk Nilai Rapor itu, Libur Panjang adalah Reward Bagi Semua Siswa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co