22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

IGP Weda Adi Wangsa by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
in Esai
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium puja. Beberapa kakawin menyebutkan istilah ‘candya nireng bhasa’, ‘candya nireng palambang’ yang berarti menstanakannya dalam kakawin’. Sastra layaknya sebuah candi yang dikonstruksi oleh aksara dan bahasa. Melalui karya sastra, seorang penyair memuja sang dewata pujaan dan berharap dapat mencapai kebahagiaan abadi bahkan menyatu dengan sang dewata. Sehingga karya sastra Jawa Kuno khususnya kakawin selain sebagai media seni, juga merupakan media religius bagi penyair.

Monumen puja juga merujuk pada candi dalam bentuk bangunan fisik. Ia disusun dengan bebatuan dirangkai dengan teknik arsitektur. Setelah candi terbangun pada akhirnya akan difungsikan sebagai tempat pemujaan sang dewata junjungan. Candi oleh masyarakat Jawa Kuno juga merupakan yantra (piranti puja) yang amat penting. Sebab candi akan digunakan sebagai lingga stana sang dewata dan melalui candi para baktanya akan memujanya.

Ida Sri Pandita Buddha Raksita berasal dari Grya Taman Kencana, Beratan, Buleleng. Catatan kecil ini merupakan penjelajahan awal, setelah saya melaksanakan penelitian skripsi. Tentu, jejak spiritualitas beliau masih sangat luas. Sehingga membuka peluang untuk dijelajahi lebih dalam.

Akirti Sastra: Karya Sastra Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

Ida Sri Pandita Buddha Raksita, seorang bakta Buddha, yang mewujudkan bakti tidak hanya melalui puja dan mantra semata. Ia juga pemuja Saraswati, sehingga pengetahuannya diabadikan melalui wija-wija aksara. Sebagai seorang kawi-wiku (penyair sekaligus pendeta) setidaknya mengarang tiga karya sastra yang baru saya temukan. Karya sastra tersebut berupa satu kakawin berjudul Kakawin Siddharthayana, dan dua geguritan berjudul Gaguritan Galang Sasih dan Gaguritan Grhasta Winaya.

Kakawin Siddharthayana menceritakan perjalanan panjang dari pangeran Siddhartha hingga menjadi Buddha[i]. Sedangkan Gaguritan Galang Sasih pada bagian awal berisi pemujaan kepada Bhatara Buddha yang mencapai kesempurnaan spiritual tepat setiap Purnama Waisaka. Kemudian dilanjutkan dengan dialog antara seorang ayah dan anak yang membahas mengenai hakikat kehidupan. Sedangkan Gaguritan Grhasta Winaya menjelaskan mengenai beberapa kewajiban manusia ketika sebagai anak, ayah, suami, istri, dan teman.

 Ketiga karya sastra tersebut ditemukan dalam bentuk yang berbeda. Kakawin Siddharthayana ditemukan di Pusat Dokumentasi Kebudayaan Bali dalam bentuk manuskrip. Sedangkan dua geguritan lainnya dalam bentuk ketikan di salah satu website salah satu vihara di Buleleng.

Buddha Yantra: Stana Sang Buddha

Selain mengarang karya sastra bertema Buddhisme, Ida Sri Pandita Buddha Raksitha juga membangun candi di wilayah Danau Beratan, Tabanan. Candi tersebut bernama Candi Buddhalaya[ii]. Melalui koleksi kliping dari sang anak, Bapak Agung Sapande, penulis mendapatkan informasi penting mengenai candi ini. ‘Buddhalaya’ berarti Sorga Buddha, berada pada areal taman bunga suasana di candi ini memang layak disebut sebagai sorga.

Berdasarkan kliping tersebut candi ini dibangun pada tahun 1964 atas prakarsa dari Ida Sri Pandita Buddha Raksitha. Candi ini berada di utara menghadap keselatan. Struktur candi ini terdiri dari tiga tingkat dan berbentuk persegi delapan. Pada tingkat pertama terdapat 5 anak tangga untuk mengakses struktur tingkat kedua, di sisi kiri dan kanannya dilengkapi dua patung gajah. Pada tingkat kedua terdapat arca Buddha pada sisi depan, belakang, kiri, dan kanan. Sedangkan pada tingkat ketiga terdapat arca Buddha pada bagian depan dan belakang. Serta memiliki atap bertumpuk lima dan satu atap dengan bentuk agak menjulang dan memiliki delapan sisi. Candi ini belum tersentuh oleh penelitian ilmiah, sehingga dimensinya tidak dapat diketahui..  

Menuntun dan Membangun

Menurut informasi yang saya baca melalui kliping yang dimuat oleh media “Vimutti”, Ida Sri Pandita Buddha Raksitha merupakan seorang penganut Buddhis Theravada. Uniknya walaupun beliau seorang bante buddhis, masyarakat Desa Beratan menganggap beliau sebagai sulinggih. Sehingga ketika berada di kampung halaman sapaan akrab beliau adalah ‘Sri Empu’ panggilan untuk sulinggih dari golongan Pande di Bali.

Sebagai seorang yang telah menjadi bantesekaligus sulinggih, Ida Sri Pandita Buddha Raksitha menjalankan swadharmanya dengan tulus. Penelitian dari I Gde Pitana menjelaskan, walaupun Ida Sri Pandita Buddha Raksitha diketahui menganut Buddhisme, masyarakat Hindu di Bali tidak mempermasalahkannya. Ketika diminta untuk melaksanakan puja oleh umat Hindu, Sri Pandita tidak menggunakan piranti seperti sulinggih pada umumnya. Beliau hanya menggunakan piranti yang disiapkan, apapun akan diterimanya. Ketulusannya memberikan sinar yang berbeda, terang namun menghangatkan. Sehingga beberapa calon sulinggih memilihnya menjadi seorang nabe (guru bagi calon sulinggih).

Beberapa murid beliau adalah Ida Sri Mpu Dharma Dasi (Tamanbali, Bangli), Ida Sri Mpu Karuna Putra (Budeng, Jembrana), Ida Sri Mpu Upaksa Priya (Tusan, Klungkung), dan Ida Sri Mpu Mudita Baja (Budaga, Klungkung/Donggala)[iii].

Semangat beliau terus berlanjut dalam mengembangkan Buddhisme di Bali, khususnya di daerah Bali Utara. Melalui tangan dinginnya, beberapa Vihara berhasil dibangun. Salah satunya adalah Vihara Giri Manggala yang terletak di Desa Alasangker, Buleleng. Atas segala jasa dalam mengabdi dan mengembangkan Buddha di Bali, pada tahun 2008 Majelis Agama Buddha Theravada Indonesia (Magabudhi) menghaturkan penghargaan “Upadhika Dharmmarakkhita Utama” kepada Ida Sri Pandita Buddha Raksitha.

Jejak spiritualitas beliau yang teralirkan melalui sungi sastra mengindikasikan bahwa Ida Sri Pandita Buddha Raksitha tidak memandang status pemuka agama hanya untuk memimpin upacara semata. Nyatanya jalan yoga dipilih sama seperti beberapa kawi-wiku pendahulunya yakni Ida Pedanda Ngurah, Ida Pedanda Made Sidemen, dan Ida Pedanda Panida Wanasara yang melakukan yoga melalui sastra. Dengan meminjam istilah dari Agastia, yoga sastra sangat memungkinkan seorang kawi-wiku mencapai tingkat kenirmalaan yang sempurna. Sebab tidak mungkin seseorang dapat mengarang suatu karya sastra seperti kakawin, tanpa memiliki sumber bacaan yang tidak saja banyak secara kuantitas namun juga berkualitas tinggi. Walaupun beliau lahir dari rahim Buddhisme Theravada, kebudayaan Nusantara yang adi luhung tetap dipelajari bahkan dikusai dengan baik. Mengarang kakawin termasuk geguritan, menuntut pemahaman yang baik terhadap perihal aksara Bali dan bahasa Bali, bahasa Jawa Kuno, serta pengetahuan tattwa (filsafat). Ida Sri Pandita Buddha Raksitha telah memberikan gambaran sinkritisme Siwa-Buddha yang menubuh pada dirinya. Menjadi seorang bante sekaligus sri empu bukanlah hal yang mudah. Namun dengan segala bukti yang ditinggalkannya, maka kita yakin beliau adalah kawi-wiku yang berkualitas. [T]


[i] Wangsa, I Gusti Putu Weda Adi. (2026). Transformasi Spiritual Siddhartha dalam Kakawin Siddharthayana: Analisis Semiotik: Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana

[ii] Majalah Vimutti koleksi Bapak Agung Sapande

[iii] Pitana, I Gde. (1997). Origin Groups, Status and Identity in Contemporary Bali: Doctor of Philosophy, Australian National University

Tags: sastrasastra balisastra bali klasikSpiritual
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

Next Post

Puisi-puisi Eddy Pranata PNP | Pusat Cahaya

IGP Weda Adi Wangsa

IGP Weda Adi Wangsa

I Gusti Putu Weda Adi Wangsa, mahasiswa Prodi Jawa Kuno, FIB Unud. Akun Instagram: igstngrweda_

Related Posts

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails

Dialog di Atas Naskah dan Tradisi — Menjawab Catatan Kritis dari IGA Darma Putra

by I Made Sudiana
October 19, 2026
0
Dialog di Atas Naskah dan Tradisi — Menjawab Catatan Kritis dari IGA Darma Putra

SEBUAH tulisan di ruang publik pada hakikatnya adalah undangan terbuka untuk berdiskusi. Melalui tanggapan kritis yang disampaikan oleh IGA Darma...

Read moreDetails

Idealisme Pers dan Perjuangan Menghidupi Media

by Angga Wijaya
October 18, 2026
0
Idealisme Pers dan Perjuangan Menghidupi Media

MALAM  itu saya menghubungi Aryantha Soethama melalui WhatsApp. Ia adalah penulis senior asal Bali yang mengawali kegiatan menulis sejak remaja,...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Eddy Pranata PNP | Pusat Cahaya

Puisi-puisi Eddy Pranata PNP | Pusat Cahaya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran
Bahasa

“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran

DUNIA kuliner di Bali saat ini sedang ramai-ramainya dengan berbagai pilihan olahan. Dari tradisi babi guling yang legendaris hingga tren...

by I Made Sudiana
October 19, 2026
Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional
Pendidikan

Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional

SINGARAJA | TATKALA.CO -- Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan teknologi di Kabupaten Buleleng. Langit Biru, siswa Timedoor Academy Singaraja,...

by Rusdy Ulu
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co