24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Baik atau Buruk Nilai Rapor itu, Libur Panjang adalah Reward Bagi Semua Siswa

I Kadek Susila Priangga by I Kadek Susila Priangga
December 31, 2022
in Esai
Baik atau Buruk Nilai Rapor itu, Libur Panjang adalah Reward Bagi Semua Siswa

Ilustrasi tatkala.co | Wiradinata

HARI LIBUR selalu disambut antusias oleh siswa. Moment itu dimulai ketika pembagian rapor selesai. Rapor merupakan hasil akhir dalam sebuah pencapaian siswa.

Pembagian rapor belakangan ini sepertinya bukanlah hari yang istimewa, bukan hari menegangkan, bukan juga hari yang menakutkan. Beda dengan dulu, siswa yang merasa nilainya bagus akan datang dengan penuh harap. Siapa tahu ia jadi bintang kelas. Bagi siswa yang merasa kurang pintar akan cemas, takut ketinggalan kelas, atau tidak naik kelas.

Pembagian rapor seolah-olah, seakan-akan, bukan hari yang dinantikan. Yang ditunggu-tunggu adalah libur panjang setelah pembagian rapor.

Hari libur memang menjadi hal yang di tunggu-tunggu oleh siswa, merasakan moment di mana mereka dapat tidur lebih malam dan bangun lebih siang. Rutinitas belajar di sekolah mungkin membuat mereka jenuh dan ingin cepat-cepat merasakan nikmatnya hari libur semester.

Dan tentunya ketika hari libur semeteran dibarengi dengan hari raya akan menambah waktu libur mereka. Hal itulah yang membuat mereka sangat menanti hari-hari seperti sekarang ini.

Moment liburan merupakan sebuah reward yang diberikan kepada semua siswa, ketika mereka sudah mampu mengikuti pembelajaran di sekolah selama satu semester. Reward yang hadir tiap enam bulan sekali itu diberikan agar siswa mendapat waktu bersama orang tua lebih banyak dan ikut beraktivitas bersama keluarga dan masyarakat.

Reward itu sering disalahartikan dan bahkan banyak orang tidak menyadari bahwa sebenarnya libur diberikan sebagai reward atau hadiah bagi seluruh siswa. Karena, tentu saja tak ada pengumuman dari guru yang mengatakan, “Ini hadiah untuk kalian, karena sudah menjalankan kewajiban belajar selama satu semester!”

Belakangan ini memang reward sudah jarang diberikan kepada siswa, berbeda dengan dulu ketika rapor masih tercantum adanya peringkat yang diraih siswa. Walau kini dalam rapor tidak lagi tercantum peringkat, namun banyak siswa masih tetap bertanya, peringkat berapa yang mereka raih.

Memang pemberian peringkat pada nilai rapor siswa mmemang masih menjadi polemik. Angka-angka yang didapat tentu bisa dijumlahkan, dari penjumlahan itulah dapat diketahui peringkat yang diraih. Akan berbeda ketika rapor hanya berisi deskripsi saja untuk menjelaskan capaian siswa.

Walau tidak tercantum di dalam rapor, peringkat tetap perlu disampaikan oleh wali kelas. Karena dari nilai dapat dicari peringkat masing-masing siswa yang bertujuan menjadi pemantik semangat belajar siswa kedepannya. Apalagi jika mereka tahu selisih nilai mereka tidak terlalu jauh dengan temannya yang dianggap peringkatnya lebih tinggi, maka mereka akan lebih bersemangat dalam mengejar selisih nilai itu.

Dan tambahan reward yang diberikan kepada siswa yang mendapat peringkat, akan menjadi pemantik yang sempurna untuk peningkatan prestasi mereka. Fungsi dari reward harus tetap dijaga dan dilestarikan.

Saya seorang wali, wali kelas 7A di SMP Negeri 3 Sukasada. Pada saat penyerahan rapor beberapa hari lalu  saya sengaja sisihkan uang untuk membeli buku dan pulpen untuk sebuah reward bagi siswa yang mendapat peringkat 1,2, dan 3 di kelas, sebagai sebuah penghargaan kepada mereka yang sudah belajar sehingga mencapai posisi itu.

Selain peringkat 1,2, dan 3 di kelas, saya tambahkan lagi 1 hadiah untuk absensi terbaik. Mungkin terdengar baru bagi sebagian kalangan, memberikan reward kepada siswa yang rekap absensinya bagus. Karena reward bukanlah semata diberikan bagi yang berprestasi di nilai pengetahuan saja. Ada banyak aspek yang perlu di perhatikan ketika berbicara prestasi. Ada prestasi akademik dan non akademik yang tentunya perlu mendapat perhatian juga.

Reward untuk siswa yang tingkat kehadirannya bagus tentu akan berdampak besar kepada siswa. Siswa rajin akan merasa mendapat perhatian dan tidak sia-sia selama satu semester rajin datang ke sekolah. Pada saat prestasi mereka yang kurang, mereka juga dapat hadiah dengan jalan lain. Kehadiran, kedisiplinan, kebersihan dan masih banyak aspek yang bisa menjadi tolak ukur siswa itu memiliki nilai lebih dibandingkan yang lain.

Di sanalah mereka merasa diperhatikan, dan memunculkan semangat di berbagai aspek yang bukan hanya prestasi pada nilai pengetahuan. Walau hanya tepuk tangan dan sorak-sorai sudah termasuk reward yang diberikan atas sebuah pencapaian. Rasa bangga dari pencapaian akan muncul dan memancing siswa lain untuk bersaing.

Ketika membahas reward, memang banyak sekali aspek yang dapat diambil sebagai salah satu pemantik semangat siswa. Kepekaan seorang guru dalam memandang fungsi utama reward perlu terus ditingkatkan. Banyak reward yang sudah selalu diberikan tanpa disadari, seperti ucapan terima kasih, ucapan maaf dan banyak hal-hal sederhana yang sebenarnya itu dapat menjadi sebuah reward bagi siswa.

Reward tidak selalu dalam bentuk hadiah mewah, bahkan tetap mendengarkan curhatan siswa pun dapat dikatakan sebuah reward yang kita berikan.

Ada reward tentu ada juga punishment. Ada sebuah penghargaan ada juga hukuman. Di tengah ketatnya aturan untuk tidak menghukum siswa baik secara verbal dan non verbal, yang bisa dilakukan guru hanyalah menghukum siswa dengan reward yang diberikan kepada siswa lain.

Dengan tidak memberi reward, mereka merasa mendapat hukuman secara tidak langsung. “Yang lain mendapat hadiah, kenapa saya tidak”.

Saya sebagai guru, ingin pikiran itu muncul di benak siswa, sehingga pemantik itu bekerja dengan baik. Ketika rasa penyesalan itu muncul, maka persaingan akan mulai terjadi. Persaingan untuk mendapat tempat di atas, persaingan untuk mendapat reward. Ketika persaingan itu ada dan berlangsung ketat, maka pemantik itu berjalan sesuai rencana.

Punishment ketika tidak mendapat reward tentu tidak melanggar aturan, karena hukuman itu terjadi ketika muncul rasa ”jengah” di benak mereka. Kalau rasa itu tidak muncul tentu hukuman itu tidak berdampak.

Setiap guru memiliki cara tersendiri dalam memberikan reward dan punishment. Yang tentunya bertujuan untuk peningkatan prestasi siswa di segala aspek. Karena reward berguna untuk memunculkan kebanggaan dan punishment untuk memunculkan penyesalan. Kebanggaan di posisi atas dan penyesalan berada di posisi bawah.

Begitu juga dengan reward yang diberikan dalam bentuk hari libur kepada siswa, kalau mereka paham akan tujuan diberikannya hari libur itu, maka tentu mereka akan memanfaatkannya dengan baik, bukan menjadi ajang untuk berpenampilan bebas tanpa aturan sekolah serta menghabiskan waktu di luar rumah tanpa ikatan membuat tugas dan bebas dari alarm yang berbunyi tiap pagi. [T]

[][][]

BACA artikel lain dari penulis SUSILA PRIANGGA

Renungkanlah; Tiada Lagi Rangking Siswa, Eh, Kini Muncul Euforia Guru Favorit
Idealnya Begitu, Tapi Bisa Juga Begini
Memberi Makna Pada Permainan Kotek-kotekan dalam Kehidupan Anak-anak – Sebuah Cocoklogi
Tags: guruhari liburPendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

13 Tahun Gus Dur Pergi

Next Post

Rahasia Gambuh | Cerpen Made Adnyana Ole

I Kadek Susila Priangga

I Kadek Susila Priangga

Lahir di Karangasem. Guru seni budaya di SMPN 3 Sukasada, Buleleng, Bali

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Rahasia Gambuh | Cerpen Made Adnyana Ole

Rahasia Gambuh | Cerpen Made Adnyana Ole

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co