14 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Baik atau Buruk Nilai Rapor itu, Libur Panjang adalah Reward Bagi Semua Siswa

I Kadek Susila Priangga by I Kadek Susila Priangga
December 31, 2022
in Esai
Baik atau Buruk Nilai Rapor itu, Libur Panjang adalah Reward Bagi Semua Siswa

Ilustrasi tatkala.co | Wiradinata

HARI LIBUR selalu disambut antusias oleh siswa. Moment itu dimulai ketika pembagian rapor selesai. Rapor merupakan hasil akhir dalam sebuah pencapaian siswa.

Pembagian rapor belakangan ini sepertinya bukanlah hari yang istimewa, bukan hari menegangkan, bukan juga hari yang menakutkan. Beda dengan dulu, siswa yang merasa nilainya bagus akan datang dengan penuh harap. Siapa tahu ia jadi bintang kelas. Bagi siswa yang merasa kurang pintar akan cemas, takut ketinggalan kelas, atau tidak naik kelas.

Pembagian rapor seolah-olah, seakan-akan, bukan hari yang dinantikan. Yang ditunggu-tunggu adalah libur panjang setelah pembagian rapor.

Hari libur memang menjadi hal yang di tunggu-tunggu oleh siswa, merasakan moment di mana mereka dapat tidur lebih malam dan bangun lebih siang. Rutinitas belajar di sekolah mungkin membuat mereka jenuh dan ingin cepat-cepat merasakan nikmatnya hari libur semester.

Dan tentunya ketika hari libur semeteran dibarengi dengan hari raya akan menambah waktu libur mereka. Hal itulah yang membuat mereka sangat menanti hari-hari seperti sekarang ini.

Moment liburan merupakan sebuah reward yang diberikan kepada semua siswa, ketika mereka sudah mampu mengikuti pembelajaran di sekolah selama satu semester. Reward yang hadir tiap enam bulan sekali itu diberikan agar siswa mendapat waktu bersama orang tua lebih banyak dan ikut beraktivitas bersama keluarga dan masyarakat.

Reward itu sering disalahartikan dan bahkan banyak orang tidak menyadari bahwa sebenarnya libur diberikan sebagai reward atau hadiah bagi seluruh siswa. Karena, tentu saja tak ada pengumuman dari guru yang mengatakan, “Ini hadiah untuk kalian, karena sudah menjalankan kewajiban belajar selama satu semester!”

Belakangan ini memang reward sudah jarang diberikan kepada siswa, berbeda dengan dulu ketika rapor masih tercantum adanya peringkat yang diraih siswa. Walau kini dalam rapor tidak lagi tercantum peringkat, namun banyak siswa masih tetap bertanya, peringkat berapa yang mereka raih.

Memang pemberian peringkat pada nilai rapor siswa mmemang masih menjadi polemik. Angka-angka yang didapat tentu bisa dijumlahkan, dari penjumlahan itulah dapat diketahui peringkat yang diraih. Akan berbeda ketika rapor hanya berisi deskripsi saja untuk menjelaskan capaian siswa.

Walau tidak tercantum di dalam rapor, peringkat tetap perlu disampaikan oleh wali kelas. Karena dari nilai dapat dicari peringkat masing-masing siswa yang bertujuan menjadi pemantik semangat belajar siswa kedepannya. Apalagi jika mereka tahu selisih nilai mereka tidak terlalu jauh dengan temannya yang dianggap peringkatnya lebih tinggi, maka mereka akan lebih bersemangat dalam mengejar selisih nilai itu.

Dan tambahan reward yang diberikan kepada siswa yang mendapat peringkat, akan menjadi pemantik yang sempurna untuk peningkatan prestasi mereka. Fungsi dari reward harus tetap dijaga dan dilestarikan.

Saya seorang wali, wali kelas 7A di SMP Negeri 3 Sukasada. Pada saat penyerahan rapor beberapa hari lalu  saya sengaja sisihkan uang untuk membeli buku dan pulpen untuk sebuah reward bagi siswa yang mendapat peringkat 1,2, dan 3 di kelas, sebagai sebuah penghargaan kepada mereka yang sudah belajar sehingga mencapai posisi itu.

Selain peringkat 1,2, dan 3 di kelas, saya tambahkan lagi 1 hadiah untuk absensi terbaik. Mungkin terdengar baru bagi sebagian kalangan, memberikan reward kepada siswa yang rekap absensinya bagus. Karena reward bukanlah semata diberikan bagi yang berprestasi di nilai pengetahuan saja. Ada banyak aspek yang perlu di perhatikan ketika berbicara prestasi. Ada prestasi akademik dan non akademik yang tentunya perlu mendapat perhatian juga.

Reward untuk siswa yang tingkat kehadirannya bagus tentu akan berdampak besar kepada siswa. Siswa rajin akan merasa mendapat perhatian dan tidak sia-sia selama satu semester rajin datang ke sekolah. Pada saat prestasi mereka yang kurang, mereka juga dapat hadiah dengan jalan lain. Kehadiran, kedisiplinan, kebersihan dan masih banyak aspek yang bisa menjadi tolak ukur siswa itu memiliki nilai lebih dibandingkan yang lain.

Di sanalah mereka merasa diperhatikan, dan memunculkan semangat di berbagai aspek yang bukan hanya prestasi pada nilai pengetahuan. Walau hanya tepuk tangan dan sorak-sorai sudah termasuk reward yang diberikan atas sebuah pencapaian. Rasa bangga dari pencapaian akan muncul dan memancing siswa lain untuk bersaing.

Ketika membahas reward, memang banyak sekali aspek yang dapat diambil sebagai salah satu pemantik semangat siswa. Kepekaan seorang guru dalam memandang fungsi utama reward perlu terus ditingkatkan. Banyak reward yang sudah selalu diberikan tanpa disadari, seperti ucapan terima kasih, ucapan maaf dan banyak hal-hal sederhana yang sebenarnya itu dapat menjadi sebuah reward bagi siswa.

Reward tidak selalu dalam bentuk hadiah mewah, bahkan tetap mendengarkan curhatan siswa pun dapat dikatakan sebuah reward yang kita berikan.

Ada reward tentu ada juga punishment. Ada sebuah penghargaan ada juga hukuman. Di tengah ketatnya aturan untuk tidak menghukum siswa baik secara verbal dan non verbal, yang bisa dilakukan guru hanyalah menghukum siswa dengan reward yang diberikan kepada siswa lain.

Dengan tidak memberi reward, mereka merasa mendapat hukuman secara tidak langsung. “Yang lain mendapat hadiah, kenapa saya tidak”.

Saya sebagai guru, ingin pikiran itu muncul di benak siswa, sehingga pemantik itu bekerja dengan baik. Ketika rasa penyesalan itu muncul, maka persaingan akan mulai terjadi. Persaingan untuk mendapat tempat di atas, persaingan untuk mendapat reward. Ketika persaingan itu ada dan berlangsung ketat, maka pemantik itu berjalan sesuai rencana.

Punishment ketika tidak mendapat reward tentu tidak melanggar aturan, karena hukuman itu terjadi ketika muncul rasa ”jengah” di benak mereka. Kalau rasa itu tidak muncul tentu hukuman itu tidak berdampak.

Setiap guru memiliki cara tersendiri dalam memberikan reward dan punishment. Yang tentunya bertujuan untuk peningkatan prestasi siswa di segala aspek. Karena reward berguna untuk memunculkan kebanggaan dan punishment untuk memunculkan penyesalan. Kebanggaan di posisi atas dan penyesalan berada di posisi bawah.

Begitu juga dengan reward yang diberikan dalam bentuk hari libur kepada siswa, kalau mereka paham akan tujuan diberikannya hari libur itu, maka tentu mereka akan memanfaatkannya dengan baik, bukan menjadi ajang untuk berpenampilan bebas tanpa aturan sekolah serta menghabiskan waktu di luar rumah tanpa ikatan membuat tugas dan bebas dari alarm yang berbunyi tiap pagi. [T]

[][][]

BACA artikel lain dari penulis SUSILA PRIANGGA

Renungkanlah; Tiada Lagi Rangking Siswa, Eh, Kini Muncul Euforia Guru Favorit
Idealnya Begitu, Tapi Bisa Juga Begini
Memberi Makna Pada Permainan Kotek-kotekan dalam Kehidupan Anak-anak – Sebuah Cocoklogi
Tags: guruhari liburPendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

13 Tahun Gus Dur Pergi

Next Post

Rahasia Gambuh | Cerpen Made Adnyana Ole

I Kadek Susila Priangga

I Kadek Susila Priangga

Lahir di Karangasem. Guru seni budaya di SMPN 3 Sukasada, Buleleng, Bali

Related Posts

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
0
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

Read moreDetails

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

Read moreDetails

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails
Next Post
Rahasia Gambuh | Cerpen Made Adnyana Ole

Rahasia Gambuh | Cerpen Made Adnyana Ole

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co