4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Baik atau Buruk Nilai Rapor itu, Libur Panjang adalah Reward Bagi Semua Siswa

I Kadek Susila Priangga by I Kadek Susila Priangga
December 31, 2022
in Esai
Baik atau Buruk Nilai Rapor itu, Libur Panjang adalah Reward Bagi Semua Siswa

Ilustrasi tatkala.co | Wiradinata

HARI LIBUR selalu disambut antusias oleh siswa. Moment itu dimulai ketika pembagian rapor selesai. Rapor merupakan hasil akhir dalam sebuah pencapaian siswa.

Pembagian rapor belakangan ini sepertinya bukanlah hari yang istimewa, bukan hari menegangkan, bukan juga hari yang menakutkan. Beda dengan dulu, siswa yang merasa nilainya bagus akan datang dengan penuh harap. Siapa tahu ia jadi bintang kelas. Bagi siswa yang merasa kurang pintar akan cemas, takut ketinggalan kelas, atau tidak naik kelas.

Pembagian rapor seolah-olah, seakan-akan, bukan hari yang dinantikan. Yang ditunggu-tunggu adalah libur panjang setelah pembagian rapor.

Hari libur memang menjadi hal yang di tunggu-tunggu oleh siswa, merasakan moment di mana mereka dapat tidur lebih malam dan bangun lebih siang. Rutinitas belajar di sekolah mungkin membuat mereka jenuh dan ingin cepat-cepat merasakan nikmatnya hari libur semester.

Dan tentunya ketika hari libur semeteran dibarengi dengan hari raya akan menambah waktu libur mereka. Hal itulah yang membuat mereka sangat menanti hari-hari seperti sekarang ini.

Moment liburan merupakan sebuah reward yang diberikan kepada semua siswa, ketika mereka sudah mampu mengikuti pembelajaran di sekolah selama satu semester. Reward yang hadir tiap enam bulan sekali itu diberikan agar siswa mendapat waktu bersama orang tua lebih banyak dan ikut beraktivitas bersama keluarga dan masyarakat.

Reward itu sering disalahartikan dan bahkan banyak orang tidak menyadari bahwa sebenarnya libur diberikan sebagai reward atau hadiah bagi seluruh siswa. Karena, tentu saja tak ada pengumuman dari guru yang mengatakan, “Ini hadiah untuk kalian, karena sudah menjalankan kewajiban belajar selama satu semester!”

Belakangan ini memang reward sudah jarang diberikan kepada siswa, berbeda dengan dulu ketika rapor masih tercantum adanya peringkat yang diraih siswa. Walau kini dalam rapor tidak lagi tercantum peringkat, namun banyak siswa masih tetap bertanya, peringkat berapa yang mereka raih.

Memang pemberian peringkat pada nilai rapor siswa mmemang masih menjadi polemik. Angka-angka yang didapat tentu bisa dijumlahkan, dari penjumlahan itulah dapat diketahui peringkat yang diraih. Akan berbeda ketika rapor hanya berisi deskripsi saja untuk menjelaskan capaian siswa.

Walau tidak tercantum di dalam rapor, peringkat tetap perlu disampaikan oleh wali kelas. Karena dari nilai dapat dicari peringkat masing-masing siswa yang bertujuan menjadi pemantik semangat belajar siswa kedepannya. Apalagi jika mereka tahu selisih nilai mereka tidak terlalu jauh dengan temannya yang dianggap peringkatnya lebih tinggi, maka mereka akan lebih bersemangat dalam mengejar selisih nilai itu.

Dan tambahan reward yang diberikan kepada siswa yang mendapat peringkat, akan menjadi pemantik yang sempurna untuk peningkatan prestasi mereka. Fungsi dari reward harus tetap dijaga dan dilestarikan.

Saya seorang wali, wali kelas 7A di SMP Negeri 3 Sukasada. Pada saat penyerahan rapor beberapa hari lalu  saya sengaja sisihkan uang untuk membeli buku dan pulpen untuk sebuah reward bagi siswa yang mendapat peringkat 1,2, dan 3 di kelas, sebagai sebuah penghargaan kepada mereka yang sudah belajar sehingga mencapai posisi itu.

Selain peringkat 1,2, dan 3 di kelas, saya tambahkan lagi 1 hadiah untuk absensi terbaik. Mungkin terdengar baru bagi sebagian kalangan, memberikan reward kepada siswa yang rekap absensinya bagus. Karena reward bukanlah semata diberikan bagi yang berprestasi di nilai pengetahuan saja. Ada banyak aspek yang perlu di perhatikan ketika berbicara prestasi. Ada prestasi akademik dan non akademik yang tentunya perlu mendapat perhatian juga.

Reward untuk siswa yang tingkat kehadirannya bagus tentu akan berdampak besar kepada siswa. Siswa rajin akan merasa mendapat perhatian dan tidak sia-sia selama satu semester rajin datang ke sekolah. Pada saat prestasi mereka yang kurang, mereka juga dapat hadiah dengan jalan lain. Kehadiran, kedisiplinan, kebersihan dan masih banyak aspek yang bisa menjadi tolak ukur siswa itu memiliki nilai lebih dibandingkan yang lain.

Di sanalah mereka merasa diperhatikan, dan memunculkan semangat di berbagai aspek yang bukan hanya prestasi pada nilai pengetahuan. Walau hanya tepuk tangan dan sorak-sorai sudah termasuk reward yang diberikan atas sebuah pencapaian. Rasa bangga dari pencapaian akan muncul dan memancing siswa lain untuk bersaing.

Ketika membahas reward, memang banyak sekali aspek yang dapat diambil sebagai salah satu pemantik semangat siswa. Kepekaan seorang guru dalam memandang fungsi utama reward perlu terus ditingkatkan. Banyak reward yang sudah selalu diberikan tanpa disadari, seperti ucapan terima kasih, ucapan maaf dan banyak hal-hal sederhana yang sebenarnya itu dapat menjadi sebuah reward bagi siswa.

Reward tidak selalu dalam bentuk hadiah mewah, bahkan tetap mendengarkan curhatan siswa pun dapat dikatakan sebuah reward yang kita berikan.

Ada reward tentu ada juga punishment. Ada sebuah penghargaan ada juga hukuman. Di tengah ketatnya aturan untuk tidak menghukum siswa baik secara verbal dan non verbal, yang bisa dilakukan guru hanyalah menghukum siswa dengan reward yang diberikan kepada siswa lain.

Dengan tidak memberi reward, mereka merasa mendapat hukuman secara tidak langsung. “Yang lain mendapat hadiah, kenapa saya tidak”.

Saya sebagai guru, ingin pikiran itu muncul di benak siswa, sehingga pemantik itu bekerja dengan baik. Ketika rasa penyesalan itu muncul, maka persaingan akan mulai terjadi. Persaingan untuk mendapat tempat di atas, persaingan untuk mendapat reward. Ketika persaingan itu ada dan berlangsung ketat, maka pemantik itu berjalan sesuai rencana.

Punishment ketika tidak mendapat reward tentu tidak melanggar aturan, karena hukuman itu terjadi ketika muncul rasa ”jengah” di benak mereka. Kalau rasa itu tidak muncul tentu hukuman itu tidak berdampak.

Setiap guru memiliki cara tersendiri dalam memberikan reward dan punishment. Yang tentunya bertujuan untuk peningkatan prestasi siswa di segala aspek. Karena reward berguna untuk memunculkan kebanggaan dan punishment untuk memunculkan penyesalan. Kebanggaan di posisi atas dan penyesalan berada di posisi bawah.

Begitu juga dengan reward yang diberikan dalam bentuk hari libur kepada siswa, kalau mereka paham akan tujuan diberikannya hari libur itu, maka tentu mereka akan memanfaatkannya dengan baik, bukan menjadi ajang untuk berpenampilan bebas tanpa aturan sekolah serta menghabiskan waktu di luar rumah tanpa ikatan membuat tugas dan bebas dari alarm yang berbunyi tiap pagi. [T]

[][][]

BACA artikel lain dari penulis SUSILA PRIANGGA

Renungkanlah; Tiada Lagi Rangking Siswa, Eh, Kini Muncul Euforia Guru Favorit
Idealnya Begitu, Tapi Bisa Juga Begini
Memberi Makna Pada Permainan Kotek-kotekan dalam Kehidupan Anak-anak – Sebuah Cocoklogi
Tags: guruhari liburPendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

13 Tahun Gus Dur Pergi

Next Post

Rahasia Gambuh | Cerpen Made Adnyana Ole

I Kadek Susila Priangga

I Kadek Susila Priangga

Lahir di Karangasem. Guru seni budaya di SMPN 3 Sukasada, Buleleng, Bali

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
Rahasia Gambuh | Cerpen Made Adnyana Ole

Rahasia Gambuh | Cerpen Made Adnyana Ole

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co