3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Memberi Makna Pada Permainan Kotek-kotekan dalam Kehidupan Anak-anak – Sebuah Cocoklogi

I Kadek Susila Priangga by I Kadek Susila Priangga
December 22, 2022
in Esai
Memberi Makna Pada Permainan Kotek-kotekan dalam Kehidupan Anak-anak – Sebuah Cocoklogi

Ilustrasi tatkala.co } Wiradinata

SEBELUM GADGET mulai dipegang anak-anak, banyak sekali permainan yang mengisi hari-hari setiap anak. Ada permainan kartu-kartu bergambar, kelereng, karet gelang dan masih banyak lagi. Permainan-permainan itu ada musimnya, seperti siklus di setiap tahun.

Belakangan ini mulai ada lagi permainan lato-lato. Permainan anak-anak ini dulu sempat ramai, dan  kini sepertinya muncul kembali. Anak-anak di Buleleng atau di daerah lain di Bali, lato-lato biasanya juga disebut dengan permainan kotek-kotekan. Penamaan itu tidak lepas dari suara yang ditimbulkan ketika memainkannya. Tek, tek, tek…

Alat permainan ini sederhana. Dua buah bola keras dengan tali sebagai penggantungnya. Cara memainkannya, bola keras itu dipantul-pantulkan sehingga menimbulkan suara yang keras dan nyaring. Tek, tek, tek…

Permainan ini pernah muncul di tahun 2000-an dan ramai dimainkan anak-anak, bahkan remaja dan orang dewasa. Dua buah bola kecil itu terbuat dari plastik yang cukup padat, sehingga ketika terbentur akan menghasilkan bunyi dan memantul.

Permainan ini membutuhkan keseimbangan. Kedua bola itu harus tetap berbenturan dan terus saling memantul, di bagian atas dan bawah. Ketika keseimbangan itu hilang, maka dua bola tidak akan berbenturan dengan sempurna.

Ketika benturan tidak sempurna, kemungkinan besar pergelangan tanganlah yang menjadi sasaran bola. Atau, jika bola itu dekat dengan wajah, bola bisa membentur jidat atau mulut.

Meskipun permainan ini tergolong berbahaya, namun tetap saja dimainkan dengan asyik oleh anak-anak, karena permainan ini seakan menguji keahlian dan kesabaran si pemainnya..

Tak jarang, orang tua melarang anaknya untuk bermain lato-lato ini karena takut tangan anak bisa lebam serta beresiko terkena bagian kepala. Namun sebagian orang tua dengan senang hati membelikan permainan ini, karena dapat menjauhkan anak dari gadget untuk sementara waktu. Kadang sebagian orang merasa risih juga dengan suara yang ditimbulkan oleh permainan itu, karena dianggap menggangu waktu istirahat.

Padahal, jika dicocok-cocokkan, banyak hal positif yang bisa diambil dari permainan ini. Selain dapat menjauhkan anak dari gadget, juga bisa menambah sosialisasi anak dengan teman di lingkungannya.

Banyak juga yang memaknai permainan ini dengan menghubungkan ke hal positif. Melatih keseimbangan misalnya. Tentu anak dilatih untuk konsentrasi dan melatih keseimbangan dalam memainkan lato-lato ini. Anak-anak bisa berlatih mengayunkan tali bola dengan irama yang benar sehingga benturan bisa teratur dan tahan lama. Konsentrasi pada anak pun terbentuk dengan baik.

Bisa juga untuk melatih kesabaran anak. Banyak anak mengalami kegagalan di awal memainkan permainan ini. Lebam di tangan tidak menyurutkan latihan mereka, tetap dicoba sampai benar-benar bisa. Menangis, dimarahi orang tua, tidak serta merta membuat mereka menyerah untuk terus belajar.

Setidaknya permainan ini dapat menciptakan karakter anak yang tidak mudah menyerah dan mau terus mencoba, walau sering mengalami kegagalan.

Bermain lato-lato juga bermain irama. Irama ayunan akan menciptakan suara yang dihasilkan memiliki tempo yang berbeda. Banyak anak yang sudah mahir, dapat dengan mudah memainkan suara yang dihasilkan. Dari pelan, sedang, sampai cepat. Ketika dipadukan dalam sekali permainan akan menghasilkan irama yang bagus. Hal ini menambah penasaran anak untuk berlatih hal baru dengan satu permainan.

Selain hal positif untuk anak, banyak juga yang memaknai permainan ini dengan mengkaitkannya pada kehidupan. Dua bola itu diibaratkan kehidupan. Menghadapi kehidupan ini banyak mengalami benturan atau cobaan. Baik di posisi bawah atau sedang terpuruk, maupun sudah di posisi atas atau kesuksesan.

Benturan-benturan itu akan senantiasa ada untuk menguji. Di balik benturan itu akan ada irama kehidupan yang dihasilkan. Irama itu akan terdengar oleh orang, dan dikomentari. Ada yang suka dan ada pula yang tidak suka. Ada yang risih dengan pencapaian, ada pula yang kagum.

Tentang keseimbangan, di dalam menghadapi kehidupan ini membutuhkan keseimbangan dan saling memahami orang lain. Bersosialisasi dengan orang lain, walau terkadang ada hal yang menyebabkan benturan. Namun ketika dicoba berulang kali, maka akan menghasilkan hal baik dan semua itu bisa dilalui dengan baik pula.

Ada pula yang memaknai dua bola itu adalah dua orang dan tangan yang mengayunkan adalah ego serta bunyi yang dihasilkan adalah perkataan atau ucapan. Ketika ego mulai mucul, dua orang itu mulai bertentangan. Semakin keras ego tersebut maka ucapan yang dilontarkan akan semakin keras pula, sehingga pertentangan itu pun terjadi terus menerus. Di mana pun mereka bertemu, akan tetap beradu ego dan ucapan keras. Pertentangan dapat berakhir ketika ego mulai lemah dan ucapan mulai sedikit melemah.

Ada banyak hal yang bisa dipetik dari sebuah permainan jadul yang kini mulai ramai lagi dimainkan. Tergantung kita melihat dan memaknai sebuah kejadian yang ada di sekitar kita. Ingin memaknainya ke hal yang positif ataupun sebaliknya, walaupun banyak pula yang menganggap semua itu adalah ilmu cocoklogi. Ilmu mengkaitkan fenomena yang ada dengan kehidupan ini. [T]

Anak-anak Tabanan Merdeka Bermain Lumpur di Sawah
Menghadirkan Ekspresi Keceriaan Anak-anak Secara Natural dalam Foto
Pada Malam-malam Pandemi, Anak-anak Mewarnai Langit
Tags: anak-anaklato-latopermainan anak-anakpermainan tradisional anak-anak
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ngurah Parsua dan Karyanya: Prosa yang Reflektif, Puisi yang Jernih

Next Post

Pencarian Ibu Hanya Bisa Kau Temukan Jika Kau Menerima Anak-anak Tanpa Memikirkan Mereka Siapa

I Kadek Susila Priangga

I Kadek Susila Priangga

Lahir di Karangasem. Guru seni budaya di SMPN 3 Sukasada, Buleleng, Bali

Related Posts

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails
Next Post
Pencarian Ibu Hanya Bisa Kau Temukan Jika Kau Menerima Anak-anak  Tanpa Memikirkan Mereka Siapa

Pencarian Ibu Hanya Bisa Kau Temukan Jika Kau Menerima Anak-anak Tanpa Memikirkan Mereka Siapa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co