24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Memberi Makna Pada Permainan Kotek-kotekan dalam Kehidupan Anak-anak – Sebuah Cocoklogi

I Kadek Susila Priangga by I Kadek Susila Priangga
December 22, 2022
in Esai
Memberi Makna Pada Permainan Kotek-kotekan dalam Kehidupan Anak-anak – Sebuah Cocoklogi

Ilustrasi tatkala.co } Wiradinata

SEBELUM GADGET mulai dipegang anak-anak, banyak sekali permainan yang mengisi hari-hari setiap anak. Ada permainan kartu-kartu bergambar, kelereng, karet gelang dan masih banyak lagi. Permainan-permainan itu ada musimnya, seperti siklus di setiap tahun.

Belakangan ini mulai ada lagi permainan lato-lato. Permainan anak-anak ini dulu sempat ramai, dan  kini sepertinya muncul kembali. Anak-anak di Buleleng atau di daerah lain di Bali, lato-lato biasanya juga disebut dengan permainan kotek-kotekan. Penamaan itu tidak lepas dari suara yang ditimbulkan ketika memainkannya. Tek, tek, tek…

Alat permainan ini sederhana. Dua buah bola keras dengan tali sebagai penggantungnya. Cara memainkannya, bola keras itu dipantul-pantulkan sehingga menimbulkan suara yang keras dan nyaring. Tek, tek, tek…

Permainan ini pernah muncul di tahun 2000-an dan ramai dimainkan anak-anak, bahkan remaja dan orang dewasa. Dua buah bola kecil itu terbuat dari plastik yang cukup padat, sehingga ketika terbentur akan menghasilkan bunyi dan memantul.

Permainan ini membutuhkan keseimbangan. Kedua bola itu harus tetap berbenturan dan terus saling memantul, di bagian atas dan bawah. Ketika keseimbangan itu hilang, maka dua bola tidak akan berbenturan dengan sempurna.

Ketika benturan tidak sempurna, kemungkinan besar pergelangan tanganlah yang menjadi sasaran bola. Atau, jika bola itu dekat dengan wajah, bola bisa membentur jidat atau mulut.

Meskipun permainan ini tergolong berbahaya, namun tetap saja dimainkan dengan asyik oleh anak-anak, karena permainan ini seakan menguji keahlian dan kesabaran si pemainnya..

Tak jarang, orang tua melarang anaknya untuk bermain lato-lato ini karena takut tangan anak bisa lebam serta beresiko terkena bagian kepala. Namun sebagian orang tua dengan senang hati membelikan permainan ini, karena dapat menjauhkan anak dari gadget untuk sementara waktu. Kadang sebagian orang merasa risih juga dengan suara yang ditimbulkan oleh permainan itu, karena dianggap menggangu waktu istirahat.

Padahal, jika dicocok-cocokkan, banyak hal positif yang bisa diambil dari permainan ini. Selain dapat menjauhkan anak dari gadget, juga bisa menambah sosialisasi anak dengan teman di lingkungannya.

Banyak juga yang memaknai permainan ini dengan menghubungkan ke hal positif. Melatih keseimbangan misalnya. Tentu anak dilatih untuk konsentrasi dan melatih keseimbangan dalam memainkan lato-lato ini. Anak-anak bisa berlatih mengayunkan tali bola dengan irama yang benar sehingga benturan bisa teratur dan tahan lama. Konsentrasi pada anak pun terbentuk dengan baik.

Bisa juga untuk melatih kesabaran anak. Banyak anak mengalami kegagalan di awal memainkan permainan ini. Lebam di tangan tidak menyurutkan latihan mereka, tetap dicoba sampai benar-benar bisa. Menangis, dimarahi orang tua, tidak serta merta membuat mereka menyerah untuk terus belajar.

Setidaknya permainan ini dapat menciptakan karakter anak yang tidak mudah menyerah dan mau terus mencoba, walau sering mengalami kegagalan.

Bermain lato-lato juga bermain irama. Irama ayunan akan menciptakan suara yang dihasilkan memiliki tempo yang berbeda. Banyak anak yang sudah mahir, dapat dengan mudah memainkan suara yang dihasilkan. Dari pelan, sedang, sampai cepat. Ketika dipadukan dalam sekali permainan akan menghasilkan irama yang bagus. Hal ini menambah penasaran anak untuk berlatih hal baru dengan satu permainan.

Selain hal positif untuk anak, banyak juga yang memaknai permainan ini dengan mengkaitkannya pada kehidupan. Dua bola itu diibaratkan kehidupan. Menghadapi kehidupan ini banyak mengalami benturan atau cobaan. Baik di posisi bawah atau sedang terpuruk, maupun sudah di posisi atas atau kesuksesan.

Benturan-benturan itu akan senantiasa ada untuk menguji. Di balik benturan itu akan ada irama kehidupan yang dihasilkan. Irama itu akan terdengar oleh orang, dan dikomentari. Ada yang suka dan ada pula yang tidak suka. Ada yang risih dengan pencapaian, ada pula yang kagum.

Tentang keseimbangan, di dalam menghadapi kehidupan ini membutuhkan keseimbangan dan saling memahami orang lain. Bersosialisasi dengan orang lain, walau terkadang ada hal yang menyebabkan benturan. Namun ketika dicoba berulang kali, maka akan menghasilkan hal baik dan semua itu bisa dilalui dengan baik pula.

Ada pula yang memaknai dua bola itu adalah dua orang dan tangan yang mengayunkan adalah ego serta bunyi yang dihasilkan adalah perkataan atau ucapan. Ketika ego mulai mucul, dua orang itu mulai bertentangan. Semakin keras ego tersebut maka ucapan yang dilontarkan akan semakin keras pula, sehingga pertentangan itu pun terjadi terus menerus. Di mana pun mereka bertemu, akan tetap beradu ego dan ucapan keras. Pertentangan dapat berakhir ketika ego mulai lemah dan ucapan mulai sedikit melemah.

Ada banyak hal yang bisa dipetik dari sebuah permainan jadul yang kini mulai ramai lagi dimainkan. Tergantung kita melihat dan memaknai sebuah kejadian yang ada di sekitar kita. Ingin memaknainya ke hal yang positif ataupun sebaliknya, walaupun banyak pula yang menganggap semua itu adalah ilmu cocoklogi. Ilmu mengkaitkan fenomena yang ada dengan kehidupan ini. [T]

Anak-anak Tabanan Merdeka Bermain Lumpur di Sawah
Menghadirkan Ekspresi Keceriaan Anak-anak Secara Natural dalam Foto
Pada Malam-malam Pandemi, Anak-anak Mewarnai Langit
Tags: anak-anaklato-latopermainan anak-anakpermainan tradisional anak-anak
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ngurah Parsua dan Karyanya: Prosa yang Reflektif, Puisi yang Jernih

Next Post

Pencarian Ibu Hanya Bisa Kau Temukan Jika Kau Menerima Anak-anak Tanpa Memikirkan Mereka Siapa

I Kadek Susila Priangga

I Kadek Susila Priangga

Lahir di Karangasem. Guru seni budaya di SMPN 3 Sukasada, Buleleng, Bali

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Pencarian Ibu Hanya Bisa Kau Temukan Jika Kau Menerima Anak-anak  Tanpa Memikirkan Mereka Siapa

Pencarian Ibu Hanya Bisa Kau Temukan Jika Kau Menerima Anak-anak Tanpa Memikirkan Mereka Siapa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co