23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menuntut Keadilan Sejarah Melalui “Menjerat Gus Dur” Virdika Rizky Utama

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
April 16, 2020
in Ulasan
Menuntut Keadilan Sejarah Melalui “Menjerat Gus Dur” Virdika Rizky Utama
  • Judul Buku                   : Menjerat Gus Dur
  • Penulis                         : Virdika Rizky Utama
  • Penerbit                       : PT. Numedia Digital Indonesia
  • ISBN                             : 978-602-52420-6-9
  • Halaman                      : xxi + 376

_____

Akhir tahun 2019 kalangan elit politik cukup diguncangkan dengan terbitnya sebuah buku yang dapat membuka tabir kebenaran masa lalu yang selama kurang lebih 20 tahun ini dipendam sangat dalam. Salah satu peristiwa bersejarah bagi bangsa Indonesia yakni, proses lengsernya Presiden RI ke-4 K.H. Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur.

Setelah peristiwa tersebut, sebagian besar rakyat Indonesia hanya mengetahui bahwa Gus Dur dilengserkan oleh MPR RI kala itu karena Gus Dur kala itu melakukan kesalahan yang bahkan hingga hari ini belum bisa dibuktikan secara hukum. Tetapi melalui buku ini Virdi mencoba mengungkap kebenaran sesungguhnya dan menguak siapa dalang dibalik runtuhnya pemerintahan Gus Dur kala itu. Persekongkolan apa yang terjadi kala itu hingga berhasil memaksa Gus Dur menanggalkan jabatan Presiden RI?

Keberadaan buku ini semakin membuat saya tertarik karena kebetulan di Bali akan diselenggarakan acara bedah buku di PWNU Bali dan yang paling ditunggu-tunggu adalah acara ini mendatangkan penulis buku “Menjerat Gus Dur” Virdika Rizky Utama.

Tentu saya sangat antusias untuk mengikuti acara ini dan tentu menyiapkan uang untuk membeli buku ini hehe. Diskusi yang berlangsung hingga tengah malam ini membuat saya semakin tidak sabar untuk membaca buku ini, apalagi Bang Virdi dalam sesi diskusi mengatakan secara jelas bahwa Gus Dur murni di kudeta oleh oknum-oknum yang nama-namanya sudah disebutkan secara gamblang dalam buku ini. Mari kita bahas beberapa hal menarik dalam buku ini.

Buku yang terdiri dari 376 halaman ini tujuh bab ini menuturkan secara runut dari awal orde baru hingga klimaks buku ini yaitu lengsernya Gus Dur dari kursi kepresidenan. Pertama, dalam buku ini mengungkap alasan Soeharto menggunakan Islam sebagai salah satu kepentingan politiknya diawal tahun 1990 hingga secara singkat juga diungkapkan penyebab utama Soeharto tak bisa mempertahankan kekuasaannya. Kedua, diungkap secara singkat pula berbagai upaya yang dilakukan Habibie selaku Presiden RI ke-3 guna mereformasi segala sisi kepemerintahan. Ketiga, Virdi mengungkap alasan Gus Dur tak melanjutkan pendidikannya ke luar negeri dan memilih mengurus Nahdatul Ulama kala itu. Dan tentu yang paling penting adalah disini secara terang benderang disampaikan bagaimana proses pelengseran Gus Dur serta pihak mana saja yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

Menjadi presiden nampaknya bukan hal yang mengejutkan bagi Gus Dur, hal ini pun juga sempat ia sampaikan pada awal tahun 1990an bahwa ia suatu saat nanti akan menjadi Presiden RI. Entah itu hanya lelucon atau tidak, yang pasti bahwa apa yang disampaikan oleh Gus Dur kala itu menjadi nyata pada 20 Oktober 1999. Gus Dur menjadi Presiden RI ke-4 dengan mengantongi 373 suara anggota MPR RI 1999-2004 mengalahkan Megawati yang hanya mengantongi 313 suara saja. Menjadi presiden karena kerja mesin politik yang disebut poros tengah itu tidak membuat Gus Dur tunduk pada partai pengusungnya. Tipe kepemimpinannya yang tak mengenal kompromi ini diikuti dengan berbagai keputusan dan kebijakan yang dianggap kontroversial kala itu. Berbagai kontroversi yang disebabkan oleh Gus Dur ini pun membuat partai pengusung di parlemen merasa waswas dan menganggap bahwa manuver Gus Dur mesti dibatasi.

Tipe kepemimpinan Gus Dur yang Non Kompromistis inilah yang membuat poros tengah menganggap bahwa Gus Dur ini liar dan sulit untuk dikendalikan. Sampai pada titik dimana Gus Dur memberhentikan dua menteri yang berasal dari partai pendulang suara terbanyak ke-1 dan ke-2 pada Pemilu 1999 yang menjadi awal mula panasnya hubungan Istana dengan Senayan.

Berbagai cara dilakukan parlemen untuk menggugat manuver-manuver yang dilakukan oleh Gus Dur, puncaknya adalah dibentuknya Pansus Buloggate dan Bruneigate oleh DPR RI dibawah pimpinan H. Bachtiar Chamsyah, SE selaku Ketua Pansus dari Fraksi PPP. Pansus yang bertugas untuk mengadakan penyelidikan terhadap kasus dana miliki Yayasan Dana Sejahtera (Yanatera) Badan Urusan Logistik (Bulog) dan Kasus Dana Bantuan Sultan Brunei DS. Kepada Presiden RI ini berakhir pada kesimpulan bahwa patut diduga Presiden Abdurrahman Wahid berperan dalam pencairan dan penggunaan dana Yanatera Bulog.

Dengan kasus tersebut, ditambah jatuhnya Memorandum I dan II membuat langkah perlawanan Gus Dur terhadap Parlemen semakin sulit, puncaknya pada 23 Juli 2001 walaupun Gus Dur mengeluarkan Dekrit Presiden yang isinya sangat kontroversial tetapi secara resmi Presiden Ri ke-4 K.H. Abdurrahman Wahid diberhentikan oleh MPR RI pada Sidang Istimewa yang sekaligus melantik Megawati Soekarno Putri menjadi Presiden RI ke-5.

Dengan terbitnya buku ini bisa dikatakan merupakan wujud konkret dari jawaban Gus Dur dulu yang selalu memberikan jawaban diplomatis kepada siapapun ketika ditanya apa penyebab ia lengser. Gus Dur selalu menjawab bahwa “Biarkanlah sejarah yang menjawab” dan sejarah telah menjawab dengan ditemukannya dokumen-dokumen otentik pelengseran Gus Dur dan terbitnya buku yang berjudul “Menjerat Gus Dur” ini. Jika kalian penasaran dengan isi buku ini, silahkan baca bukunya. [T]

Denpasar, 23 Februari 2020

Tags: BukuGus Durresensi buku
Share25TweetSendShareSend
Previous Post

Perjuangan, Kerinduan dan Keyakinan

Next Post

Karang Binangun dan Korona

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post
Priayi Kecil

Karang Binangun dan Korona

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co