4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Karang Binangun dan Korona

Jaswanto by Jaswanto
April 17, 2020
in Esai
Priayi Kecil

Di kampung saya masih banyak sekali orang berkumpul. Masih menjalankan shalat Jumat. Juga masih melaksanakan shalat berjamaah di mushola-mushola. Padahal, pemerintah sudah memberikan imbauan untuk melaksanakan ibadah di rumah saja.

Beberapa minggu yang lalu, salah seorang kerabat saya meninggal. Karena kampung saya mayoritas NU, jadi di rumah duka tetap dilaksanakan tahlilan sampai 7 hari. Ini sudah menjadi tradisi yang mendarah daging. Semua keluarga besar berkumpul. Tetangga dekat dan kolega merapat. Seperti tidak sedang terjadi apa-apa. Tapi mau bagaimana lagi, toh tidak akan ada yang terinfeksi virus, kata seorang suatu ketika.

Saya agak berdebar—untuk tidak mengatakan takut—dan khawatir sebenarnya. Apalagi posisi saya baru saja pulang dari kota zona merah. Walaupun saya yakin tidak terinfeksi, tapi saya—dan kita semua—tetap berpotensi menularkan virus. Saya belum melakukan tes. Kemarin, pihak Puskesmas hanya mendata diri saya saja. Maka wajar jika saya merasa khawatir.

Semalam saya ikut nongkrong di gardu ronda. Beberapa pemuda asyik berkumpul main ML. Juga merasa tidak sedang terjadi apa-apa. Malahan, ada yang bilang kalau wabah ini tidak akan sampai ke kampung. Dan beberapa orang bilang, “Kami tidak takut pada corona. Kami hanya takut pada Allah.” Ah, yang benar saja, saat ada ular besar masuk rumah, misalnya, banyak juga yang takut. Apakah mereka tidak punya Tuhan, sehingga takut pada ular? Wong kamu juga takut sama gebetanmu, kan? Selingkuh aja masih ngumpet-ngumpet.

Selain itu, ada juga yang lain: “Kampung ini kan belum ada yang terinfeksi, nggak ada yang kena corona, kenapa shalat Jumat harus ditiadakan?” Sebenarnya, saya ingin menjawab begini: “Selama belum ada tes massal yang hasilnya terbukti kampung kita aman, maka semua orang dianggap berpotensi membawa virus corona meski terlihat sehat”. Tapi saya urungkan, wong saya ini hanya pemuda kemarin sore, kok. Tidak baik yang muda memberi nasihat atau membantah orang yang umurnya lebih tua. Nggak sopan. Ntar saya kualat.

Ada lagi pertanyaan yang terkesan agak kritis, tapi nir logika. Begini: “Kenapa masjid ditutup, padahal pasar atau warung tetap buka?”

Sebenarnya saya juga ingin menjawab—meminjam postingan Gus Nadirsyah Hosen —: “Masjid ditutup, kita masih bisa ibadah di rumah. Jumatan diganti zuhur itu ada tuntunan syar’inya. Tapi kalau mall/warung ditutup, apa opsi lain untuk memenuhi kebutuhan primer sehari-hari?” Tapi, lagi-lagi saya urungkan. Saya pendam saja dalam hati.

Dan terakhir, ini yang agak ngeri-ngeri sedap: “Lebih baik saya mati saat shalat di Masjid, daripada mati takut kena corona.”

Barangkali orang ini tidak tahu cara kerja virus ini, pikir saya dalam hati. Corona itu nggak bikin kamu mati seketika. Ada proses inkubasi 14 hari. Kamu terinfeksinya di masjid, terus dirawat di RS, dan matinya di kasur. Ini bukan jihad lho!, kata Gus Nadir.

Atau pertanyaan yang ini: “Bukannya mati itu sudah ketentuan Allah. Kita semua pasti mati. Kenapa takut corona?”

Mati memang sudah pasti, Kang. Tapi penyebab dan caranya kita nggak ada yang tahu. Kalau misal matinya kena corona, kamu malah berpotensi mati dan menulari keluarga, juga kawanmu untuk mati juga. Mau? Tapi lagi-lagi ini hanya saya ungkapkan dalam hati.

***

Meskipun begitu, saya percaya dengan apa yang dikatakan Paulo Coelho, setiap manusia diberi satu hak istimewa: kemampuan untuk memilih. Barang siapa tidak menggunakan hak istimewa ini, mengubahnya menjadi kutukan, dan orang-orang lainlah yang akan memilihkan bagi mereka.

Selain satu hak istimewa, barangkali setiap manusia juga memiliki legenda pribadi untuk diwujudkan, dan untuk itulah kita hidup di dunia. Legenda pribadi ini mengejawantah dalam antusiasme kita terhadap suatu tugas tertentu. Sedangkan tindakan adalah pikiran yang mengejawantah.

Harii-hari ini saya melihat “kemampuan untuk memilih” dan “antusiasme terhadap suatu tugas” itu ada dalam diri keluarga saya—dalam diri Emak, Bapak dan adik.

Di musim wabah yang tidak menentu seperti ini, mereka memilih untuk tetap antusias. Bapak menyiapkan lahan. Emak menebar benih. Ya, kami—saya, adik, Emak, dan Bapak—sedang antusias menanam benih kacang tanah di sela-sela jagung yang siap untuk dipanen sebentar lagi.

Saat hari menjelang siang, kami istirahat. Bapak mengumpulkan sayur-sayuran, kacang-kacangan, memetik cabai dan daun asam muda (sinom), mencabut singkong dan talas. Setelah terkumpul, Bapak membuat api, sedangkan Emak mencuci bahan-bahan, kemudian mengulek bumbu: cabai, sinom, dan garam secukupnya.

Api menyala. Air mendidih. Bahan-bahan dimasukkan. Bumbu dimasukkan. Sayur siap dihidangkan.

Melihat Emak dan Bapak saling bekerja sama; dan harmonis, dalam hati saya berdoa:

Tuhan, lindungilah kami, sebab Hidup ini adalah satu-satunya cara bagi kami untuk mengejawantahkan kuasa keajaiban-Mu. Kiranya bumi tetap mengolah benih menjadi jagung, kiranya kami bisa tetap mengubah jagung menjadi nasi. Dan semua ini hanya dimungkinkan apabila kami memiliki Kasih; karenanya, janganlah kami ditinggalkan seorang diri. Biarlah selalu ada Engkau di sisi kami, dan ada orang-orang lain—laki-laki dan perempuan-perempuan—yang menyimpan keraguan-keraguan, yang bertindak dan bermimpi dan merasakan antusiasme, yang menjalani setiap hari dengan sepenuhnya membaktikannya kepada kemuliaan-Mu. Amin.

Akhirnya, kami berempat makan dengan bahagia. Sambil mendengarkan lagu Michael Jackson yang berjudul ‘Heal the World’:

Heal the world. Make it a better place. For you and for me. And the entire human race. There are people dying. If you care enough for the living. Make it a better place. For you and for me.

Bahagia, kehidupan. [T]

Tags: covid 19kampungkampung halamanvirus corona
Share7TweetSendShareSend
Previous Post

Menuntut Keadilan Sejarah Melalui “Menjerat Gus Dur” Virdika Rizky Utama

Next Post

Dialog Burung Pelatuk dan Si Tupai di Perkebunan Pak Tani

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
Kisah Perjalanan Mangga dan Pisau Menuju Titik Nirwana

Dialog Burung Pelatuk dan Si Tupai di Perkebunan Pak Tani

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co