2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pekik Semangat Krtaning Panarajon dari Perbukitan Cintamani Mmal

Ni Luh Meisa Wulandari by Ni Luh Meisa Wulandari
May 22, 2023
in Khas
Pekik Semangat Krtaning Panarajon dari Perbukitan Cintamani Mmal

Krtaning Panarajon | Foto: Dok. Diskominfosan

Krtaning Panarajon… Gas… Gass…. Gasss…. pasti bisa!

Adalah sebuah mantra yang kami ulang untuk saling mengingatkan dalam menjaga bara api semangat berkarya dan merawat energi yang sama hangatnya, di tengah dinginnya perbukitan Cintamani Mmal.

SEJAK RIBUAN tahun lalu, seni dikenal sebagai tiruan alam dan ciptaan manusia, beberapa hanya mengambil bagian alam untuk diolah menjadi karya seni, sedangkan beberapa lainnya menggunakan daya pikiran manusia untuk mencipta.

Cara pandang ini sekiranya dipahami betul oleh masyarakat Bali hingga menghasilkan sebuah karya seni melalui proses panjang. Inilah yang menjadikan proses adopsi seni dengan tetap merujuk asal sumber seni itu sendiri.

Ketika berbicara tentang seni, sejauh ini selalu mengingatkan saya tentang nilai estetika luar biasa yang tak pernah lepas dari peranan sastra. Bukankah tujuan ditulisnya catatan untuk mengingatkan kita pada warisan semesta untuk segala yang hidup?

Gurat tutur leluhur dalam lepitan pustaka berdebu itu kami persembahkan kepada yang senantiasa menjaga jernih alir peradaban, dari hulu masa lalu hingga hilir masa kini, yang dikemas secara apik dalam sebuah karya Sendratari Kolosal yang berjudul Krtaning Panarajon.

Dasar Krtaning Panarajon

Mengambil konsep dari Pegunungan Kintamani, yang merupakan kawasan strategis sebagai hulu geografis Bali, dikarenakan hutan yang ada di sepanjang kawasan perbukitan Cintamani Mmal (Ladang Permata Pikiran) menjadi sumber terpenting bagi Bali.

Melihat catatan sejarah masa silam, ditemukanlah catatan purba yang masih terjaga hingga kini di lereng utara perbukitan Cintamani Mmal, yaitu di daerah Sukawana yang dikenal sebagai Prasasti Sukawana AI.

Dalam catatan tersebut menyebutkan salah satu tokoh yang dikenal sebagai Senapati Danda Kumpi Mardaya, yang diutus oleh otoritas kuasa kala itu untuk membangun pertapaan dan pesanggrahan di daerah perburuan—karena tidak ada tempat bagi orang yang hilir mudik pada kawasan itu—dengan dibantu oleh Biksu Siwakangsita, Biksu Siwanirmala dan Biksu Siwaprajna, namun dihadang oleh Raksasa berkepala kerbau yang menghuni puncak Panarajon.

Akan tetapi, atas anugrah Ratu Daha Tua yang berstana di Luhur Tegeh Koripan, Senapati Danda Kumpi Mardaya berhasil mengalahkan kerbau itu dan disomya serta dipersembahkan kepada Hyang Siwa Sakti—yang sekarang berstana di Pura Puncak Panarajon/Pura Penulisan.

Ratu Daha Tua pun bersabda: “Bahwa tujuan dari segala pembangunan pesanggrahan ini untuk membuat wilayah Pegunungan Kintamani menjadi makmur (krta) masyarakatnya dan hening jiwanya”.

Pemuliaan dan pemujaan terhadap Ratu Daha Tua cukup popular dan fenomenal di kawasan Gebog Domas-Kintamani, mulai dari pusat Gebog Domas yang ada di situs Pura Puncak Penulisan—yang ada di Sukawana hingga ke desa-desa yang ada pada banua Gebog Satak.

Terkait dengan pemujaan Ratu Daha Tua, wujud benda kepurbakalaanya berupa palinggih bebaturan yang bersifat megalitik, dan beberapa bangunan suci (palinggih) yang sudah dimodifikasi sejalan dengan menguatnya pengaruh agama Hindu.

Pemujaan terhadap tokoh wanita Ratu Daha Tua dikaitkan dengan aspek sosial ekonomi masyarakat, kesuburan pertanian dan perternakan, perdagangan, kemakmuran, kesehatan masyarakat juga lingkungan.

Penting diketahui setelah berhasil dibangunnya pesanggrahan ini, raja pada masa itu juga membebaskan kewajiban kerja kasar, bahkan hingga membebaskan pajak jual-beli bagi para biksu dan orang-orang berkeluarga yang datang ke tempat tersebut.

Hal ini semakin membuktikan Kintamani memiliki potensi yang besar di bidang politik.

Sementara itu, I K S Wira Darma, seorang arkeolog muda lulusan Universitas Udayana, yang juga sering melakukan penelitian di daerah Sukawana mengatakan, bahwa sebenarnya Kbo Parud merupakan Raja Patih dalam catatan Prasasti Sukawana D—Raja patih Kbo Parud pada tahun 1222 Saka menganugrahkan prasasti kepada masyarakat Sukawana.

Isi penting dalam prasasti tersebut adalah penetapan batas-batas wilayah Desa Sukawana. Selain itu, diatur pula masalah hak dan kewajiban masyarakat Sukawana seperti pungutan yang berkenaan dengan pekerjaan mereka, baik yang harus dibayar maupun dibebaskan. Masyarakat Sukawana juga dibebaskan untuk bejualan kapas, kerbau dan komoditi lainnya. 

Inilah yang menjadi dasar dalam penggarapan sebuah karya seni yang secara khusus dipersembahkan oleh anak muda asli Kintamani dalam rangka memeriahkan serangkaian HUT Kota Bangli yang ke- 819 dan dipentaskan pada tanggal 21 Mei 2023.

Proses penggarapan

Garapan ini sudah dikerjakan hampir dua bulan lamanya dan sekitar lima belas kali latihan yang diawali dengan membentuk tim dan membahas konsep garap. Ada sekitar 10 tim penggarap, 150 orang penari dan penabuh, 3 gerong serta 20 tim properti.

Kemampuan menyandur, merancang, dan mengolah naskah yang sangat cemerlang ini tidak terlepas dari peran anak muda Kintamani yang gigih dan tekun melakukan riset dan latihan.

I Putu Ardiyasa, S.Sn. M.Sn, adalah seorang dalang juga Dosen STAHN Mpu Kuturan yang menjadi sutradara dan berperan penting dalam penulisan cerita serta pencipta teks naskah gerong pada garapan ini.

Adapun pimpinan produksi, Krtaning Panarajon, yang selalu memberikan semangat pada kami yang dikenal dengan sebutan Jhon Babe.

Selain itu, pemuda asal Batur bernama I G S Bagas Karayana, S.Sn, menjadi artistik direktur pada garapan kali ini mengatakan, peranan ini sangat penting untuk mewujudkan terciptanya visual yang baik dari nuansa garapan perbabak hingga menjadi nuansa yang benar-benar nyata sehingga menghasilkan suatu pertunjukan yang spektakuler.

“Kesulitannya terletak pada cara mengarahkan teman-teman menjadi satu kesatuan baik karakter, idealis, rasa hingga garapan ini menjadi sukses,” ujarnya.

Tidak hanya itu, para penyusun tari telah memikirkan dengan saksama bagaimana langkah dan gerakan yang akan dibawakan oleh penari hingga menjadi sebuah karya tari yang indah, tentu saja hal ini dilakukan oleh penata tari yang berbakat asal kintamani, yaitu I Komang Adhi Suryaga Pratama, S.SN, I Kadek Apridana, S.Pd, dkk.

Sebuah tarian tidaklah lengkap tanpa iringan tabuh, ini menjadi suatu hal yang unik, karena penggarap ingin menampilkan sisi maskulin dari karya seni ini dengan menggunakan tabuh Adi Mredangga—yang merupakan pengembangan dari Baleganjur, gamelan pengiring tradisional yang biasa dimainkan sambil berjalan.

Beberapa alat musiknya dimasalkan dan beberapa tenik pukulannya diperkaya dengan motif drum band modern. Perpaduan inilah yang menjadikan tabuh Adi Mredangga juga disebut drum band tradisional. Gamelan yang baru muncul sekitar tahun 1984.

“Dalam barungan ini bisa menggunakan puluhan kendang, yang tidak pernah terjadi pada gamelan Bali manpun,” kata I Ketut Widia Rama, S.Sn, pemuda asal Desa Songan yang sekaligus menjadi penata tabuh.

Semangat terus mengalir hingga menyatukan generasi muda dari 48 Desa Kintamani sebagai penari, penabuh juga gerong untuk mengeskpresikan kreativitas, ekspresi emosional yang di dukung secara menyeluruh hingga terbentuk keharmonisan.

Sedikit bercerita, kami yang bertugas sebagai gerong (sinden), berlatih kurang dari satu minggu, sama sekali tidak menyurutkan semangat, justru memacu kami agar bisa menampilkan yang terbaik.

Tidak ada perjuangan yang sia-sia, apapun yang dilakukan dengan sungguh maka hasilnya akan tetap baik. Akhirnya kami telah menyelesaikan tugas kami menampilkan sebuah garapan dengan ketulusan hati, semoga pesan yang kami sampaikan dapat dipahami secara mendalam.

Setiap perjalanan pasti menemui ujung, terimakasih kawan-kawan. Terimakasih kepada penari dan penabuh, tim produksi, media partner, pegiat seni dan para penonton yang bersedia hadir dan memberi apresiasi terhadap pementasan Krtaning Panarajon.

Saran dan masukan telah kami catat sebagai bekal di hari depan nanti. Kelak, semakin banyak ruang untuk kita saling berbagi cerita, mengasah diri, dan menentukan hidup kita.

Salam hangat dari Perbukitan Cintamani Mmal.[T]

Tags: baliKintamaniSeniseni taritari bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kerabat Pejabat Menuju Gelanggang Politik

Next Post

Religiusitas Pertemuan

Ni Luh Meisa Wulandari

Ni Luh Meisa Wulandari

Lahir di Batur Tengah, 9 Mei 1998. Kini mahasiswa Jurusaan Kesehatan Gigi Poltekkes Denpasar

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Religiusitas Pertemuan

Religiusitas Pertemuan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co