2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pekik Semangat Krtaning Panarajon dari Perbukitan Cintamani Mmal

Ni Luh Meisa Wulandari by Ni Luh Meisa Wulandari
May 22, 2023
in Khas
Pekik Semangat Krtaning Panarajon dari Perbukitan Cintamani Mmal

Krtaning Panarajon | Foto: Dok. Diskominfosan

Krtaning Panarajon… Gas… Gass…. Gasss…. pasti bisa!

Adalah sebuah mantra yang kami ulang untuk saling mengingatkan dalam menjaga bara api semangat berkarya dan merawat energi yang sama hangatnya, di tengah dinginnya perbukitan Cintamani Mmal.

SEJAK RIBUAN tahun lalu, seni dikenal sebagai tiruan alam dan ciptaan manusia, beberapa hanya mengambil bagian alam untuk diolah menjadi karya seni, sedangkan beberapa lainnya menggunakan daya pikiran manusia untuk mencipta.

Cara pandang ini sekiranya dipahami betul oleh masyarakat Bali hingga menghasilkan sebuah karya seni melalui proses panjang. Inilah yang menjadikan proses adopsi seni dengan tetap merujuk asal sumber seni itu sendiri.

Ketika berbicara tentang seni, sejauh ini selalu mengingatkan saya tentang nilai estetika luar biasa yang tak pernah lepas dari peranan sastra. Bukankah tujuan ditulisnya catatan untuk mengingatkan kita pada warisan semesta untuk segala yang hidup?

Gurat tutur leluhur dalam lepitan pustaka berdebu itu kami persembahkan kepada yang senantiasa menjaga jernih alir peradaban, dari hulu masa lalu hingga hilir masa kini, yang dikemas secara apik dalam sebuah karya Sendratari Kolosal yang berjudul Krtaning Panarajon.

Dasar Krtaning Panarajon

Mengambil konsep dari Pegunungan Kintamani, yang merupakan kawasan strategis sebagai hulu geografis Bali, dikarenakan hutan yang ada di sepanjang kawasan perbukitan Cintamani Mmal (Ladang Permata Pikiran) menjadi sumber terpenting bagi Bali.

Melihat catatan sejarah masa silam, ditemukanlah catatan purba yang masih terjaga hingga kini di lereng utara perbukitan Cintamani Mmal, yaitu di daerah Sukawana yang dikenal sebagai Prasasti Sukawana AI.

Dalam catatan tersebut menyebutkan salah satu tokoh yang dikenal sebagai Senapati Danda Kumpi Mardaya, yang diutus oleh otoritas kuasa kala itu untuk membangun pertapaan dan pesanggrahan di daerah perburuan—karena tidak ada tempat bagi orang yang hilir mudik pada kawasan itu—dengan dibantu oleh Biksu Siwakangsita, Biksu Siwanirmala dan Biksu Siwaprajna, namun dihadang oleh Raksasa berkepala kerbau yang menghuni puncak Panarajon.

Akan tetapi, atas anugrah Ratu Daha Tua yang berstana di Luhur Tegeh Koripan, Senapati Danda Kumpi Mardaya berhasil mengalahkan kerbau itu dan disomya serta dipersembahkan kepada Hyang Siwa Sakti—yang sekarang berstana di Pura Puncak Panarajon/Pura Penulisan.

Ratu Daha Tua pun bersabda: “Bahwa tujuan dari segala pembangunan pesanggrahan ini untuk membuat wilayah Pegunungan Kintamani menjadi makmur (krta) masyarakatnya dan hening jiwanya”.

Pemuliaan dan pemujaan terhadap Ratu Daha Tua cukup popular dan fenomenal di kawasan Gebog Domas-Kintamani, mulai dari pusat Gebog Domas yang ada di situs Pura Puncak Penulisan—yang ada di Sukawana hingga ke desa-desa yang ada pada banua Gebog Satak.

Terkait dengan pemujaan Ratu Daha Tua, wujud benda kepurbakalaanya berupa palinggih bebaturan yang bersifat megalitik, dan beberapa bangunan suci (palinggih) yang sudah dimodifikasi sejalan dengan menguatnya pengaruh agama Hindu.

Pemujaan terhadap tokoh wanita Ratu Daha Tua dikaitkan dengan aspek sosial ekonomi masyarakat, kesuburan pertanian dan perternakan, perdagangan, kemakmuran, kesehatan masyarakat juga lingkungan.

Penting diketahui setelah berhasil dibangunnya pesanggrahan ini, raja pada masa itu juga membebaskan kewajiban kerja kasar, bahkan hingga membebaskan pajak jual-beli bagi para biksu dan orang-orang berkeluarga yang datang ke tempat tersebut.

Hal ini semakin membuktikan Kintamani memiliki potensi yang besar di bidang politik.

Sementara itu, I K S Wira Darma, seorang arkeolog muda lulusan Universitas Udayana, yang juga sering melakukan penelitian di daerah Sukawana mengatakan, bahwa sebenarnya Kbo Parud merupakan Raja Patih dalam catatan Prasasti Sukawana D—Raja patih Kbo Parud pada tahun 1222 Saka menganugrahkan prasasti kepada masyarakat Sukawana.

Isi penting dalam prasasti tersebut adalah penetapan batas-batas wilayah Desa Sukawana. Selain itu, diatur pula masalah hak dan kewajiban masyarakat Sukawana seperti pungutan yang berkenaan dengan pekerjaan mereka, baik yang harus dibayar maupun dibebaskan. Masyarakat Sukawana juga dibebaskan untuk bejualan kapas, kerbau dan komoditi lainnya. 

Inilah yang menjadi dasar dalam penggarapan sebuah karya seni yang secara khusus dipersembahkan oleh anak muda asli Kintamani dalam rangka memeriahkan serangkaian HUT Kota Bangli yang ke- 819 dan dipentaskan pada tanggal 21 Mei 2023.

Proses penggarapan

Garapan ini sudah dikerjakan hampir dua bulan lamanya dan sekitar lima belas kali latihan yang diawali dengan membentuk tim dan membahas konsep garap. Ada sekitar 10 tim penggarap, 150 orang penari dan penabuh, 3 gerong serta 20 tim properti.

Kemampuan menyandur, merancang, dan mengolah naskah yang sangat cemerlang ini tidak terlepas dari peran anak muda Kintamani yang gigih dan tekun melakukan riset dan latihan.

I Putu Ardiyasa, S.Sn. M.Sn, adalah seorang dalang juga Dosen STAHN Mpu Kuturan yang menjadi sutradara dan berperan penting dalam penulisan cerita serta pencipta teks naskah gerong pada garapan ini.

Adapun pimpinan produksi, Krtaning Panarajon, yang selalu memberikan semangat pada kami yang dikenal dengan sebutan Jhon Babe.

Selain itu, pemuda asal Batur bernama I G S Bagas Karayana, S.Sn, menjadi artistik direktur pada garapan kali ini mengatakan, peranan ini sangat penting untuk mewujudkan terciptanya visual yang baik dari nuansa garapan perbabak hingga menjadi nuansa yang benar-benar nyata sehingga menghasilkan suatu pertunjukan yang spektakuler.

“Kesulitannya terletak pada cara mengarahkan teman-teman menjadi satu kesatuan baik karakter, idealis, rasa hingga garapan ini menjadi sukses,” ujarnya.

Tidak hanya itu, para penyusun tari telah memikirkan dengan saksama bagaimana langkah dan gerakan yang akan dibawakan oleh penari hingga menjadi sebuah karya tari yang indah, tentu saja hal ini dilakukan oleh penata tari yang berbakat asal kintamani, yaitu I Komang Adhi Suryaga Pratama, S.SN, I Kadek Apridana, S.Pd, dkk.

Sebuah tarian tidaklah lengkap tanpa iringan tabuh, ini menjadi suatu hal yang unik, karena penggarap ingin menampilkan sisi maskulin dari karya seni ini dengan menggunakan tabuh Adi Mredangga—yang merupakan pengembangan dari Baleganjur, gamelan pengiring tradisional yang biasa dimainkan sambil berjalan.

Beberapa alat musiknya dimasalkan dan beberapa tenik pukulannya diperkaya dengan motif drum band modern. Perpaduan inilah yang menjadikan tabuh Adi Mredangga juga disebut drum band tradisional. Gamelan yang baru muncul sekitar tahun 1984.

“Dalam barungan ini bisa menggunakan puluhan kendang, yang tidak pernah terjadi pada gamelan Bali manpun,” kata I Ketut Widia Rama, S.Sn, pemuda asal Desa Songan yang sekaligus menjadi penata tabuh.

Semangat terus mengalir hingga menyatukan generasi muda dari 48 Desa Kintamani sebagai penari, penabuh juga gerong untuk mengeskpresikan kreativitas, ekspresi emosional yang di dukung secara menyeluruh hingga terbentuk keharmonisan.

Sedikit bercerita, kami yang bertugas sebagai gerong (sinden), berlatih kurang dari satu minggu, sama sekali tidak menyurutkan semangat, justru memacu kami agar bisa menampilkan yang terbaik.

Tidak ada perjuangan yang sia-sia, apapun yang dilakukan dengan sungguh maka hasilnya akan tetap baik. Akhirnya kami telah menyelesaikan tugas kami menampilkan sebuah garapan dengan ketulusan hati, semoga pesan yang kami sampaikan dapat dipahami secara mendalam.

Setiap perjalanan pasti menemui ujung, terimakasih kawan-kawan. Terimakasih kepada penari dan penabuh, tim produksi, media partner, pegiat seni dan para penonton yang bersedia hadir dan memberi apresiasi terhadap pementasan Krtaning Panarajon.

Saran dan masukan telah kami catat sebagai bekal di hari depan nanti. Kelak, semakin banyak ruang untuk kita saling berbagi cerita, mengasah diri, dan menentukan hidup kita.

Salam hangat dari Perbukitan Cintamani Mmal.[T]

Tags: baliKintamaniSeniseni taritari bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kerabat Pejabat Menuju Gelanggang Politik

Next Post

Religiusitas Pertemuan

Ni Luh Meisa Wulandari

Ni Luh Meisa Wulandari

Lahir di Batur Tengah, 9 Mei 1998. Kini mahasiswa Jurusaan Kesehatan Gigi Poltekkes Denpasar

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Religiusitas Pertemuan

Religiusitas Pertemuan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co