22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Seandainya Persian Magnetism Menjadi Mata Kuliah di FKH

Eka Dharma Saputra by Eka Dharma Saputra
May 22, 2023
in Khas
Seandainya Persian Magnetism Menjadi Mata Kuliah di FKH

Dokter Hewan sedang mengobati sapi Bali | Foto: Dok. Eka Dharma Saputra

“Ina enggak mau jadi dokter hewan. Ina mau jadi pelukis aja,” kata putri saya yang masih TK ketika saya tanyakan cita-citanya kalau sudah besar nanti. “Ina enggak mau digigit kayak Bapak waktu periksa binatang,” tambah Ina melanjutkan.

Ya, beberapa kali tangan saya sempat digigit oleh anjing ketika melakukan pemeriksaan atau mengobati pasien.

Jawaban Ina tadi mengingatkan saya pada pertanyaan almarhum sahabat saya beberapa tahun yang lalu sewaktu saya menceritakan beberapa waktu lalu tangan saya sempat digigit anjing yang sedang rawat inap di klinik hewan tempat saya bekerja dulu.

“Dokter hewan kok digigit anjing? Kan harusnya tahu gimana caranya biar anjingnya nurut ketika diperiksa,” tanya almarhum waktu itu.

Ya iyalah, lha wong tiap hari nangani pasien yang enggak bisa diajak bicara baik-baik heart to heart, jadi harus siap jika si pasien tiba-tiba protes dan agresif saat diperiksa.

Sama seperti seorang tukang listrik yang enggak mungkin enggak pernah kena setrum ketika melakukan pekerjaannya. Setiap pekerjaan tentunya memiliki risikonya masing-masing, tinggal bagaimana kita mengelola risiko tersebut.

***

Berdasarkan pengalaman saya sebagai dokter hewan, prinsip utama yang harus dipegang saat menangani pasien adalah: Utamakan keselamatan diri terlebih dahulu sebelum menangani pasien. Jadi, pastikan hewan yang akan diperiksa sudah dihandle dengan baik oleh pemiliknya, baik itu dengan dipegang, diikat atau harus direstrain dengan cara tertentu. Enggak lucu khan, mau mengobati pasien jadinya malah harus masuk RS gara-gara diserang pasien.

Contohnya ketika akan memeriksa anjing, saya pastikan dulu si pemilik bisa memegang hewannya dengan benar sebelum diperiksa. Kalau pemiliknya aja enggak berani pegang peliharaannya, gimana jadinya kalau tiba-tiba ada orang asing (dokter hewan) yang sekonyong-konyong sok kenal sok dekat (SKSD) trus mulai menjamah badannya dengan waktu ”pedekate” yang sangat singkat? Apa si hewan enggak merasa terlecehkan sehingga akhirnya melampiaskan amarahnya kepada si penjamah?

Beberapa waktu yang lalu, di grup Whatsapp komunitas dokter hewan yang saya ikuti sempat diramaikan berita mengenai salah seorang kolega dokter hewan harus dirawat di RS karena tulang rusuknya retak pasca terkena tendang sapi Bali saat melakukan pelayanan kesehatan hewan di masyarakat.

Saya pun sempat menjadi korban sapi Bali yang terkenal dengan kegananasannya tersebut pada saat melakukan pengambilan sampel darah sapi.

Sapi tersebut tiba-tiba menjadi beringas pada saat saya sedang bersiap mengambil darah pada vena Jugularis yang berada di leher. Sapi yang berukuran besar tersebut meloncat secara tiba-tiba yang mengakibatkan saya sempat kena tendang oleh kaki depannya dan hampir saja diinjak-injak di kandang.

Melihat berbagai risiko yang dihadapi pada saat berhadapan dengan hewan, sangat penting seorang (calon) dokter hewan mengetahui karakter berbagai jenis binatang yang menjadi pasiennya. Termasuk juga memahami bahasa tubuh yang ditunjukkan oleh pasien dan jangan tertipu oleh wajah lucu nan imut pasien.

Jangan biarkan tampang lucu dan imut yang bikin geumush seekor kucing malah mengendorkan kewaspadaanmu, karena bisa saja dia malah mencakar dan menggigit ketika diobati.

***

Persian Magnetism yang merupakan ilmu kuno dari Persia sudah terbukti sejak dahulu digunakan oleh para pemburu dan pawang hewan dari Persia untuk menaklukkan dan menjinakkan hewan liar. Konon, hanya dengan tatapan dan sentuhan, pemilik ilmu tersebut dapat membuat hewan liar menjadi jinak dan penurut.

Bangsa Persia Kuno menggunakan elang, macan tutul dan cheetah yang telah terlatih sebagai sekutu pada saat berburu. Oleh karena itu bangsa Persia juga dikenal sebagai pemburu yang ulung. Selain itu, memelihara binatang buas menjadi lambang status sosial yang tinggi di kalangan bangsawan pada masa itu.

Melihat sejarahnya, ilmu ini sangat cocok dipelajari oleh dokter hewan. Akan lebih baik lagi jika dijadikan mata kuliah wajib bagi mahasiswa di Fakultas Kedokteran Hewan (FKH). Jadi ketika lulus kuliah dan menjadi seorang dokter hewan praktisi, mereka sudah siap “berhadapan” dengan hewan-hewan yang menjadi pasiennya.

Enggak peduli hewan kesayangan, hewan ternak, satwa liar, hewan buas baik kecil maupun besar bisa ditaklukan dan dijinakkan dengan ilmu yang sudah dimiliki. Jadi, enggak akan ada lagi ceritanya seorang dokter hewan digigit, dicakar, ditendang ataupun diserang pada saat memeriksa dan mengobati pasiennya. Bayangkan, hewan aja bisa dijinakkan dengan mudah apalagi calon mertua yang galaknya minta ampun.

Memang benar,  walaupun tanpa menerapkan ilmu Persian Magnetism pun, seorang dokter hewan bisa menangani hewan dengan berbagai karakter “sulit” berdasarkan pengalaman yang diperoleh baik secara langsung ataupun dari pengalaman kolega lainnya.

Tentu akan memerlukan lebih banyak waktu untuk trial and error hingga akhirnya bisa “menaklukan” pasien dengan mudah. Namun, jika dari semenjak di bangku kuliah sudah mempelajari ilmu praktis membuat hewan menjadi penurut, tentunya ini akan menjadi sebuah jalan pintas dan nilai tambah tersendiri bagi seorang dokter hewan.

Hal ini juga untuk mengantisipasi jika si pasien menyerang dengan tiba-tiba. Seperti pengalaman saya saat masih bekerja di klinik dulu, anjing pasien rawat inap yang sebelumnya jinak dan kalem tiba-tiba menyerang pada saat saya memeriksa infusnya setelah dirawat selama 3 hari.

Dasar anjing!!! Seandainya saja saya menguasai ilmu Persian Magnetism pada waktu itu, tentu akan beda lagi ceritanya. Saya enggak perlu berdarah-darah dan harus ke RS memeriksakan luka saya.

***

Dulu saat masih kuliah, saya dibuat kagum oleh senior dokter hewan yang dengan mudahnya menghandle sapi Bali yang beringas atau mampu menenangkan anjing yang galak. Waktu itu saya hanya bisa melongo melihatnya, belakangan saya malah curiga, jangan-jangan senior tersebut punya jimat penakluk hewan atau ajian Persian Magnetism. Siapa tahu?[T]

Tags: cerita dokterdokterdokter hewankisah nyata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Komunikasi dan Revitalisasi Kesenian Tradisional

Next Post

Kerabat Pejabat Menuju Gelanggang Politik

Eka Dharma Saputra

Eka Dharma Saputra

I Wayan Eka Dharma Saputra. Bapak dua anak. Hobi baca komik, ingin berbagi dan bercerita lewat tulisan

Related Posts

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Kerabat Pejabat Menuju Gelanggang Politik

Kerabat Pejabat Menuju Gelanggang Politik

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co