3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Seandainya Persian Magnetism Menjadi Mata Kuliah di FKH

Eka Dharma Saputra by Eka Dharma Saputra
May 22, 2023
in Khas
Seandainya Persian Magnetism Menjadi Mata Kuliah di FKH

Dokter Hewan sedang mengobati sapi Bali | Foto: Dok. Eka Dharma Saputra

“Ina enggak mau jadi dokter hewan. Ina mau jadi pelukis aja,” kata putri saya yang masih TK ketika saya tanyakan cita-citanya kalau sudah besar nanti. “Ina enggak mau digigit kayak Bapak waktu periksa binatang,” tambah Ina melanjutkan.

Ya, beberapa kali tangan saya sempat digigit oleh anjing ketika melakukan pemeriksaan atau mengobati pasien.

Jawaban Ina tadi mengingatkan saya pada pertanyaan almarhum sahabat saya beberapa tahun yang lalu sewaktu saya menceritakan beberapa waktu lalu tangan saya sempat digigit anjing yang sedang rawat inap di klinik hewan tempat saya bekerja dulu.

“Dokter hewan kok digigit anjing? Kan harusnya tahu gimana caranya biar anjingnya nurut ketika diperiksa,” tanya almarhum waktu itu.

Ya iyalah, lha wong tiap hari nangani pasien yang enggak bisa diajak bicara baik-baik heart to heart, jadi harus siap jika si pasien tiba-tiba protes dan agresif saat diperiksa.

Sama seperti seorang tukang listrik yang enggak mungkin enggak pernah kena setrum ketika melakukan pekerjaannya. Setiap pekerjaan tentunya memiliki risikonya masing-masing, tinggal bagaimana kita mengelola risiko tersebut.

***

Berdasarkan pengalaman saya sebagai dokter hewan, prinsip utama yang harus dipegang saat menangani pasien adalah: Utamakan keselamatan diri terlebih dahulu sebelum menangani pasien. Jadi, pastikan hewan yang akan diperiksa sudah dihandle dengan baik oleh pemiliknya, baik itu dengan dipegang, diikat atau harus direstrain dengan cara tertentu. Enggak lucu khan, mau mengobati pasien jadinya malah harus masuk RS gara-gara diserang pasien.

Contohnya ketika akan memeriksa anjing, saya pastikan dulu si pemilik bisa memegang hewannya dengan benar sebelum diperiksa. Kalau pemiliknya aja enggak berani pegang peliharaannya, gimana jadinya kalau tiba-tiba ada orang asing (dokter hewan) yang sekonyong-konyong sok kenal sok dekat (SKSD) trus mulai menjamah badannya dengan waktu ”pedekate” yang sangat singkat? Apa si hewan enggak merasa terlecehkan sehingga akhirnya melampiaskan amarahnya kepada si penjamah?

Beberapa waktu yang lalu, di grup Whatsapp komunitas dokter hewan yang saya ikuti sempat diramaikan berita mengenai salah seorang kolega dokter hewan harus dirawat di RS karena tulang rusuknya retak pasca terkena tendang sapi Bali saat melakukan pelayanan kesehatan hewan di masyarakat.

Saya pun sempat menjadi korban sapi Bali yang terkenal dengan kegananasannya tersebut pada saat melakukan pengambilan sampel darah sapi.

Sapi tersebut tiba-tiba menjadi beringas pada saat saya sedang bersiap mengambil darah pada vena Jugularis yang berada di leher. Sapi yang berukuran besar tersebut meloncat secara tiba-tiba yang mengakibatkan saya sempat kena tendang oleh kaki depannya dan hampir saja diinjak-injak di kandang.

Melihat berbagai risiko yang dihadapi pada saat berhadapan dengan hewan, sangat penting seorang (calon) dokter hewan mengetahui karakter berbagai jenis binatang yang menjadi pasiennya. Termasuk juga memahami bahasa tubuh yang ditunjukkan oleh pasien dan jangan tertipu oleh wajah lucu nan imut pasien.

Jangan biarkan tampang lucu dan imut yang bikin geumush seekor kucing malah mengendorkan kewaspadaanmu, karena bisa saja dia malah mencakar dan menggigit ketika diobati.

***

Persian Magnetism yang merupakan ilmu kuno dari Persia sudah terbukti sejak dahulu digunakan oleh para pemburu dan pawang hewan dari Persia untuk menaklukkan dan menjinakkan hewan liar. Konon, hanya dengan tatapan dan sentuhan, pemilik ilmu tersebut dapat membuat hewan liar menjadi jinak dan penurut.

Bangsa Persia Kuno menggunakan elang, macan tutul dan cheetah yang telah terlatih sebagai sekutu pada saat berburu. Oleh karena itu bangsa Persia juga dikenal sebagai pemburu yang ulung. Selain itu, memelihara binatang buas menjadi lambang status sosial yang tinggi di kalangan bangsawan pada masa itu.

Melihat sejarahnya, ilmu ini sangat cocok dipelajari oleh dokter hewan. Akan lebih baik lagi jika dijadikan mata kuliah wajib bagi mahasiswa di Fakultas Kedokteran Hewan (FKH). Jadi ketika lulus kuliah dan menjadi seorang dokter hewan praktisi, mereka sudah siap “berhadapan” dengan hewan-hewan yang menjadi pasiennya.

Enggak peduli hewan kesayangan, hewan ternak, satwa liar, hewan buas baik kecil maupun besar bisa ditaklukan dan dijinakkan dengan ilmu yang sudah dimiliki. Jadi, enggak akan ada lagi ceritanya seorang dokter hewan digigit, dicakar, ditendang ataupun diserang pada saat memeriksa dan mengobati pasiennya. Bayangkan, hewan aja bisa dijinakkan dengan mudah apalagi calon mertua yang galaknya minta ampun.

Memang benar,  walaupun tanpa menerapkan ilmu Persian Magnetism pun, seorang dokter hewan bisa menangani hewan dengan berbagai karakter “sulit” berdasarkan pengalaman yang diperoleh baik secara langsung ataupun dari pengalaman kolega lainnya.

Tentu akan memerlukan lebih banyak waktu untuk trial and error hingga akhirnya bisa “menaklukan” pasien dengan mudah. Namun, jika dari semenjak di bangku kuliah sudah mempelajari ilmu praktis membuat hewan menjadi penurut, tentunya ini akan menjadi sebuah jalan pintas dan nilai tambah tersendiri bagi seorang dokter hewan.

Hal ini juga untuk mengantisipasi jika si pasien menyerang dengan tiba-tiba. Seperti pengalaman saya saat masih bekerja di klinik dulu, anjing pasien rawat inap yang sebelumnya jinak dan kalem tiba-tiba menyerang pada saat saya memeriksa infusnya setelah dirawat selama 3 hari.

Dasar anjing!!! Seandainya saja saya menguasai ilmu Persian Magnetism pada waktu itu, tentu akan beda lagi ceritanya. Saya enggak perlu berdarah-darah dan harus ke RS memeriksakan luka saya.

***

Dulu saat masih kuliah, saya dibuat kagum oleh senior dokter hewan yang dengan mudahnya menghandle sapi Bali yang beringas atau mampu menenangkan anjing yang galak. Waktu itu saya hanya bisa melongo melihatnya, belakangan saya malah curiga, jangan-jangan senior tersebut punya jimat penakluk hewan atau ajian Persian Magnetism. Siapa tahu?[T]

Tags: cerita dokterdokterdokter hewankisah nyata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Komunikasi dan Revitalisasi Kesenian Tradisional

Next Post

Kerabat Pejabat Menuju Gelanggang Politik

Eka Dharma Saputra

Eka Dharma Saputra

I Wayan Eka Dharma Saputra. Bapak dua anak. Hobi baca komik, ingin berbagi dan bercerita lewat tulisan

Related Posts

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails

Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

by Emi Suy
June 1, 2026
0
Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar...

Read moreDetails

Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

by I Nyoman Tingkat
May 28, 2026
0
Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)menggelar acara pelepasan Angkatan V pada Selasa Pon Waregadian, 26 Mei 2026, di Aula Jove...

Read moreDetails

Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

by I Wayan Artika
May 27, 2026
0
Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

DESA Pedawa di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, terkenal dengan gula Pedawa. Gula ini sejatinya adalah gula merah atau gula...

Read moreDetails

Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

by Dede Putra Wiguna
May 27, 2026
0
Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

BAGI sebagian siswa SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja, hari itu menjadi pengalaman pertama mengenal Canva. Ada yang masih bingung...

Read moreDetails

Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 26, 2026
0
Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

AULA SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pagi itu tidak seperti biasanya. Tidak ada suasana tegang ujian, tidak pula wajah-wajah...

Read moreDetails

Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

by Dede Putra Wiguna
May 25, 2026
0
Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

BAGI sebagian siswa, menulis puisi dan cerpen mungkin bukan perkara sulit. Namun membuatnya dalam bentuk kolektif dan memiliki benang merah...

Read moreDetails

Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

by Kardanis Mudawi Jaya
May 24, 2026
0
Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

SEJAK tahun 2018, saya tidak pernah lagi bertemu dan mengobrol lama sambil menikmati kopi dan kacang dalam satu lingkup kerja...

Read moreDetails

In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali

by Made Adnyana Ole
May 21, 2026
0
In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali

IA fotografer, ia mencintai kesenian Bali. Maka hidupnya diabdikan untuk mengabadikan segala bentuk kesenian Bali melalu foto-foto yang eksotik sekaligus...

Read moreDetails

Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

by Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti
May 20, 2026
0
Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

PANTAI Kedonganan di kawasan Kuta, Badung, Bali, perlahan hidup kembali. Menjelang sore, deretan meja di tepi pantai mulai terisi. Aroma...

Read moreDetails
Next Post
Kerabat Pejabat Menuju Gelanggang Politik

Kerabat Pejabat Menuju Gelanggang Politik

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co