22 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ganjar Sah Bakal Calon Presiden : Siapa King Maker-nya? Megawati atau Jokowi?

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
April 22, 2023
in Esai
Ganjar Sah Bakal Calon Presiden : Siapa King Maker-nya? Megawati atau Jokowi?

Ganjar Pranowo dan Jokowi dalam mobil | Foto: Instagram ganjar_pranowo

“Maka pada jam 13.45, dengan mengucapkan bismillahirahmanirahim menetapkan saudara Ganjar Pranowo, sekarang adalah Gubernur Jawa Tengah, sebagai kader dan petugas partai, untuk ditingkatkan penugasannya sebagai Calon Presiden RI dari PDI-Perjuangan.” –Megawati Soekarnoputri (Ketua Umum PDI-Perjuangan)

SAYA HARUS MENGAKUI bahwa figur Megawati Soekarnoputri adalah politisi matang dan satu-satunya politisi perempuan dengan kekuatan sangat besar di Indonesia, mungkin juga di dunia. Saat berita politik sedang sunyi, seluruh warga sedang menikmati kumpul dengan keluarga, di saat ini pula sang Ketua Umum membuat publik heboh dengan rencananya.

Tepat sehari sebelum umat muslim Indonesia merayakan hari kemenangan, Megawati Soekarnoputri justru memutuskan untuk mengumumkan Bakal Calon Presiden (bacapres) dari PDI-Perjuangan.

Tepat di hari Kartini, sang Ketua Umum seolah memberi pesan bahwa ia adalah sosok perempuan yang layak diperhitungkan dalam percaturan politik nasional. Ia menegaskan bahwa dirinya masih bertuah sebagai “King Maker” dalam konteks Pilpres 2024 mendatang.

Dalam Rapat DPP PDI-Perjuangan tersebut, Megawati mengumumkan Ganjar Pranowo sebagai bacapres yang akan diusung oleh partai dengan lambang banteng moncong putih ini. Tak hanya mengumumkan bacapres. Megawati juga menugaskan Puan Maharani sebagai Ketua Tim Pemenangan dalam kontestasi Pemilu 2024 mendatang.

Pengumuman dari PDI-Perjuangan ini sekaligus menjawab dugaan saya sebelumnya bahwa pada saat ribut-ribut Piala Dunia U-20, PDI-Perjuangan sedang menguji loyalitas seorang Ganjar Pranowo adalah benar adanya.

Meski berdampak pada merosotnya elektabilitas, Ganjar tetap bergeming dan tetap menyatakan kesetiaannya kepada partai yang telah membesarkannya sampai hari ini. Hm.., mungkin Bu Mega kagum dengan loyalitas yang ditunjukkan Ganjar kepada partai. Hehe.

Siapa “King Maker” Sesungguhnya?

Jika melihat secara kasat mata, maka jawaban dari pertanyaan di atas sangatlah sederhana. Jawabannya adalah sang Ketua Umum, Megawati Soekarnoputri. Tapi benarkah sesederhana itu? Tentu saja tidak. Saya menduga ini adalah keberhasilan Joko Widodo meyakinkan Megawati untuk menugaskan Ganjar sebagai bacapres dalam Pemilu 2024.

Jauh sebelum diumumkannya Ganjar sebagai bacapres dari PDI-Perjuangan, Megawati terlihat cenderung mendorong Puan Maharani sebagai bacapres. Pada akhir tahun 2022, Puan Maharani mendapatkan penugasan untuk melakukan penjajakan koalisi dengan partai-partai lainnya, serta melakukan kunjungan ke daerah-daerah. Lalu di saat yang sama, Ganjar mendapatkan peringatan agar mengurangi lawatannya ke luar daerah dan fokus membangun Jawa Tengah.

Meski demikian, nyatanya elektabilitas Puan Maharani tak juga menanjak. Sedangkan elektabilitas Gubernur Jawa Tengah justru semakin menjulang meninggalkan dua pesaing terdekatnya, yakni Prabowo Subianto dan Anies Baswedan. Peluang Ganjar semakin menguat tatkala Ganjar terlihat amat dekat dengan Presiden RI Joko Widodo dan juga Menhan RI Prabowo Subianto pada saat panen raya di Kebumen di bulan Maret lalu.

Terpilihnya Ganjar Pranowo sebagai bacapres dari PDI-Perjuangan tidak serta merta adalah keputusan tunggal dari Megawati, tetapi hal ini juga tidak bisa dilepaskan dari peran Joko Widodo yang saat ini masih menjadi Presiden RI.

Sebagai orang nomor satu di Indonesia, restu dari Joko Widodo menjadi sangat penting bagi kelancaran calon pemimpin selanjutnya. Dan kehadiran Joko Widodo di Istana Batu Tulis, secara tidak langsung menunjukkan bahwa restu sang Presiden sudah ditujukan kepada Ganjar Pranowo.

Bagaimana Nasib Koalisi Besar?

Hadirnya Megawati Soekarnoputri dan Joko Widodo di Istana Batu Tulis mematahkan segala asumsi publik yang menyatakan bahwa pilihan dua tokoh tersebut terkait Presiden RI selanjutnya berbeda. Bahkan pesan ini diperkuat dengan hadirnya Puan Maharani dalam forum yang sama.

Artinya PDI-Perjuangan ke depan solid bergerak untuk memenangkan Ganjar Pranowo sebagai Presiden RI masa jabatan 2024-2029. Jika Koalisi Perubahan sudah jelas bergerak dengan Anies Baswedan, dan disusul PDI-Perjuangan dengan Ganjar Pranowo, lalu bagaimana dengan Koalisi Besar?

Setelah Megawati memberi pengumuman bacapres yang diusung PDI-Perjuangan, sesungguhnya sangatlah menarik menanti manuver dari dua koalisi lainnya, yakni KIB yang diisi oleh Golkar, PAN, dan PPP, serta KKIR yang diisi oleh Gerindra dan PKB.

Meski sudah berkumpul dalam buka bersama yang juga dihadiri oleh Presiden RI, tetapi kelima partai politik ini belum juga memastikan apakah koalisi besar ini dapat terbentuk, atau justru mengambil jalannya masing-masing.

Sampai saat ini saya masih membaca bahwa Golkar dan Gerindra masih ngotot untuk mengusung Ketua Umumnya untuk menjadi bacapres. Golkar masih komitmen mengusung Airlangga sebagai calon presidennya karena ini adalah hasil Munas partai, sedangkan

Gerindra juga masih pada komitmen mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden berangkat dari keputusan Rapimnas. Namun berbeda dengan PAN, partai ini bahkan saat pelaksanaan Rapimnas di Semarang beberapa waktu lalu sudah secara terang-terangan memasang-masangkan Ganjar-Erick sebagai capres dan cawapres yang akan diusungnya.

Meski demikian, saya pikir kelima partai ini akan tetap menunggu arahan dari Joko Widodo selaku Presiden RI, sekaligus pemimpin Kabinet Indonesia Maju yang notabene kelima partai yang tergabung dalam KIB dan KKIR menjadi bagian dari kabinet Joko Widodo.

Jadi nggak salah dong kalau saya menyebut bahwa Joko Widodo adalah “King Maker” dalam Pemilu 2024 mendatang? [T]

Koster, Besakih, dan Manuver Dua Jari
Anas Urbaningrum dan Kemungkinan Serangan Balik untuk Demokrat
Tolak Israel, PDIP Uji Ganjar?
Tags: Calon PresidenGanjar PranowoJokowiMegawati Soekarno PutriPDIPPemilu 2024Pilpres
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Self Harm:  Sebuah Pencarian Identitas Diri

Next Post

Libur Idulfitri, Belajar dari Denpasar yang Sepi

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post
Libur Idulfitri, Belajar dari Denpasar yang Sepi

Libur Idulfitri, Belajar dari Denpasar yang Sepi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co