2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Koster, Besakih, dan Manuver Dua Jari

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
April 19, 2023
in Esai
Koster, Besakih, dan Manuver Dua Jari

Wayan Koster | Ilustrasi diolah dari sumber Google

LINIMASA Instagram saya beberapa kali menampilkan Gubernur Bali, I Wayan Koster dengan ramah menyapa umat Hindu yang akan atau baru saja selesai sembahyang di Pura Besakih. Tak lupa Koster berfoto bersama dengan umat di sana. Sampai di sini saya menganggap hal-hal semacam ini adalah fenomena yang biasa, namun menjadi berbeda saat pose yang digunakan di setiap fotonya hampir selalu sama.

Dua jari dipamerkan oleh Koster dan setiap orang yang berfoto di dalamnya, tak lupa senyum optimis juga disunggingkan. Jelang tahun politik di Bali, tentu pose ini cukup mudah bagi saya dan anda menerjemahkannya.

Pose dua jari yang beberapa kali diunggah oleh Instagram @pemprov_bali bagi saya adalah sebuah informasi bahwa Koster dan juga rakyat Bali (tidak semua ya) siap menyambut periode kedua dari Koster sebagai Gubernur Bali.

Mengapa Koster sudah melakukan “kampanye” sejak hari ini, padahal pemilihan kepala daerah (pilkada) masih cukup jauh?

Pasca Piala Dunia U-20

Harus diakui bahwa pasca Gubernur Bali mengirimkan surat kepada Menpora RI perihal penolakan kehadiran Israel di gelaran ini, Koster menerima banyak “serangan” dari warga—khususnya lewat sosial media. Benar saja, akun resmi @pemprov_bali dan @gubernur.bali melakukan antisipasi dengan membatasi kolom komentarnya. Cara klasik yang biasa dilakukan pejabat publik yang pengecut saat menghadapi kemarahan warganet.

Bahkan Pengamat Politik dari Universitas Udayana, Kadek Dwita Apriani, mengingatkan Koster soal elektabilitasnya, apalagi masyarakat Bali sudah menganggap Koster sebagai biang kerok kegagalan terselenggaranya Piala Dunia U-20. Tentu isu ini bisa saja menjadi senjata bagi lawan politik Koster pada saat pilkada nanti. Hal ini harus diwaspadai Koster apabila ingin memimpin Bali dua periode.

Namun belum surut benar kemarahan masyarakat Bali soal Piala Dunia U-20, beberapa waktu lalu kembali muncul potongan video Koster yang menurut saya cukup blunder. Dalam video tersebut, Koster menyebutkan bahwa meskipun dirinya kecil, tetapi memiliki khasiat yang luar biasa. Ia melanjutkan bahwa hanya dia satu-satunya gubernur yang berani menolak Israel. Berangkat dari video tersebut, saya sampai pada kesimpulan bahwa Koster bukanlah pemimpin yang mampu membaca psikologis rakyatnya sendiri.

Mungkin saja Koster menganggap bahwa rakyat Bali memandang dirinya sebagai seorang pahlawan dan layak mendapat pujian. Benarkah demikian? Menurut saya sih tidak.

Mengapa tidak? Mudah saja.

Pertama, Koster bukanlah satu-satunya gubernur yang menolak kehadiran Israel. Masih ada Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah yang menyuarakan penolakan—juga bernaung di partai yang sama.

Kedua, menggunakan Permenlu No. 3 Tahun 2019 tentang Panduan Umum Hubungan Luar Negeri oleh Pemerintah Daerah pun tidak tepat sasaran. Hal ini juga sudah diterangkan oleh pihak Kemenlu RI.

Ketiga, sikap Koster tersebut telah dianggap mendatangkan kerugian yang besar bagi sepak bola Indonesia, dan berpotensi mendatangkan kerugian bagi pariwisata Bali yang sampai saat ini masih jadi “Panglima Ekonomi”.

Dua Jari dan Upaya Menaikkan Elektabilitas

Kembali ke pose dua jari ala Koster. Bagi saya, ini adalah upaya Koster untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap dirinya yang cukup berantakan pasca penolakan Israel di Piala Dunia U-20 yang berujung pada batalnya perhelatan event ini.

Koster cukup rajin datang ke Pura Besakih, selain untuk sembahyang tentu saja untuk berpose dua jari bersama umat yang antusias menghaturkan sembah bhakti. Saya menduga lewat foto-foto tersebut, Koster ingin memberi pesan bahwa dirinya masih mendapat dukungan dari rakyat Bali dan siap kembali memimpin Bali di periode kedua.

Keinginan Koster untuk kembali berkuasa bukanlah satu hal yang aneh di tengah kehidupan berpolitik di Indonesia. Apabila Koster terpilih kembali sebagai gubernur di periode kedua, maka secara tidak langsung ia meneguhkan diri sebagai ahli strategi dan juga dicintai oleh sebagian rakyat Bali. Dalam ilmu sosiologi, hal ini dapat dijelaskan lewat teori inersia yang menyebutkan bahwa kaum kelas atas akan melakukan berbagai upaya untuk mempertahankan posisinya agar tetap di atas.

Berangkat dari hal tersebut, pose dua jari yang dipamerkan Koster di akun sosial media pemerintah provinsi Bali dapat diduga menjadi salah satu upayanya untuk mendapatkan kembali kepercayaan masyarakat Bali yang mungkin hilang karena batalnya Piala Dunia U-20.

Pose tersebut juga dapat dibaca bahwa Koster ingin menyampaikan pesan bahwa dirinya ingin memimpin Bali hingga periode kedua. Lalu pertanyaan kemudian, mengapa harus di Pura Besakih?

Seperti yang sudah diketahui bersama, hari-hari ini di Pura Besakih sedang berlangsung Upacara Karya Ida Bhatara Turun Kabeh. Seluruh umat Hindu di Bali dan luar Bali sebisa mungkin menyempatkan diri untuk menghaturkan sembah baktinya kepada Ida Sang Hyang Widhi.

Saya menduga Koster mengambil momentum ini untuk mendulang kembali popularitasnya di tengah masyarakat Bali yang bisa dikatakan kini titik kumpulnya berada di Pura Besakih. Selain itu Koster juga memiliki legacy bahwa di bawah kepemimpinannya-lah penataan kawasan suci Pura Besakih terlaksana dan manfaatnya dapat dirasakan oleh umat Hindu.

Jika mengacu pada teori inersia yang sudah dijelaskan di atas, saya menduga di sisa kepemimpinannya hingga 5 September 2023 mendatang, Koster akan melakukan berbagai cara untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitasnya ke masyarakat Bali. Hal tersebut akan lebih mudah dilakukan karena saat ini dirinya memegang kendali atas berbagai instrumen negara.

Kemudian kalau bicara soal sosial media, maka saat dirinya masih menjabat sebagai gubernur-lah dirinya akan lebih mudah mendapatkan konten yang siap diunggah ke sosial media. Jadi layak ditunggu, manuver apa yang akan dibuat oleh Koster di sisa masa jabatannya? [T]

BACA esai-esai politik lain dari penulis TEDDY CHRISPRIMANATA PUTRA

Anas Urbaningrum dan Kemungkinan Serangan Balik untuk Demokrat
Tolak Israel, PDIP Uji Ganjar?
Jas Kuning Adalah Identitas Baru Ridwan Kamil
Politik Catur Ala Erick Thohir
Tags: Gubernur BaliPemilu 2024Pilkada BaliPolitikPura BesakihWayan Koster
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Hari Libur Adalah Hari Yang Sakral, Harus Dihargai (Catatan Pasca-sarjana)

Next Post

DPRD Buleleng Serius Bahas Tiga Ranperda: 1 Inisiatif Dewan, 2 Diajukan Eksekutif

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
DPRD Buleleng Serius Bahas Tiga Ranperda: 1 Inisiatif Dewan, 2 Diajukan Eksekutif

DPRD Buleleng Serius Bahas Tiga Ranperda: 1 Inisiatif Dewan, 2 Diajukan Eksekutif

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co