12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Politik Catur Ala Erick Thohir

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
February 18, 2023
in Esai, Pilihan Editor
Politik Catur Ala Erick Thohir

Erick Thohir

Akhirnya penantian pecinta sepak bola Indonesia berakhir. Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) telah memiliki Ketua Umum yang baru. Ketua Umum terpilih tersebut akan memimpin PSSI hingga 2027 mendatang. Lalu, siapa yang terpilih menjadi Ketua Umum PSSI periode 2023-2027?

Erick Thohir akhirnya terpilih menjadi Ketua Umum PSSI setelah memperoleh 64 suara, jauh di atas pesaing terdekatnya, yakni La Nyala Mattalitti yang hanya mengantongi 22 suara. Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang berlangsung pada Kamis, 16 Februari 2023 di Hotel Sangrilla, Jakarta mendatangkan 87 pemilik suara. Adapun pemilik suara tersebut, diantaranya 34 Asosiasi Provinsi (Asprov), 18 Klub Liga 1, 16 Klub Liga 2, 16 Klub Liga 3, 1 Federasi Futsal Indonesia, dan 2 Asosiasi (Asosiasi Sepak Bola Wanita dan Asosiasi Pelatih).

Suksesnya Erick Thohir menduduki kursi Ketua Umum PSSI tidak terlepas dari pelbagai pengalamannya di bidang sepak bola. Ia pernah menjadi Wakil Presiden Komite Olimpiade Indonesia pada tahun 2011-2015, pernah ditunjuk sebagai Chef De Mission of Indonesia Contingent for the Olympic Games London 2012, sebagai pemilik D.C. United sejak 2012 hingga 2018.

Kemudian ia pernah menjadi Presiden dan pemilik klub Internazionale (Inter Milan) di tahun 2013, pernah menjadi Komite Olimpiade pada tahun 2015, menjadi Ketua Panitia Asian Games pada tahun 2018. Lalu menjadi pemilik klub sepak bola Oxford United, Inggris sejak 2019 hingga saat ini, dan terakhir ia menjadi pemilik saham Persis Solo sejak tahun 2021 sampai hari ini.

“Nyali” menjadi kata kunci Erick Thohir dalam membenahi PSSI. Namun apakah dengan nyali saja Erick mampu menyelesaikan begitu banyak masalah di PSSI?

Sejujurnya saya sendiri meragukan Erick Thohir mampu membereskan masalah-masalah di PSSI. Alasan saya cukup kuat, karena Erick Thohir hari ini masih menjabat sebagai Menteri BUMN RI. Saya meyakini rangkap jabatan tidak akan mendatangkan hasil yang baik bagi dua institusi yang dipimpin—pasti ada yang mesti dikorbankan. Dari sudut pandang ini, saya menganjurkan Bapak Erick Thohir untuk memilih salah satu jabatan tersebut, meskipun dalam Statuta PSSI tidak ada klausul yang melarang soal rangkap jabatan.

Langkah berani Erick Thohir mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PSSI, di saat ia masih menjabat sebagai Menteri BUMN, tentu tidak bisa dilepaskan dari restu dari Jokowi. Setidaknya itu yang saya yakini. Pernyataan Jokowi soal melarang jajaran Menterinya rangkap jabatan saya anggap hanya gincu politik belaka.

Ketua Umum PSSI: Bagian Dari Strategi Erick

Selain memiliki kemampuan dalam bidang mengelola perusahaan, jabatan Menteri BUMN yang diperoleh Erick Thohir pada Kabinet Indonesia Maju hari ini tidak bisa dilepaskan dari perannya sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf saat Pemilu 2019 yang berhasil memenangkan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019-2024. Posisi yang didapatkan Erick pun adalah hal yang wajar, mengingat dalam politik tidak lain dan tidak bukan adalah membagikan dan mengalokasikan nilai-nilai secara mengikat—jabatan Menteri adalah salah satunya.

Pertanyaannya apakah jabatan Ketua Umum PSSI juga menjadi salah satu jabatan yang harus diambil Erick, mengingat ia sudah menduduki kursi yang bergengsi? Sebagai politisi, Erick Thohir saya kira sangat mengetahui kalau posisi Ketua Umum PSSI adalah salah satu posisi strategis. Federasi yang menaungi olahraga yang memiliki jumlah penggemar paling besar di Indonesia—dalam politik, hal ini menjadi komoditi yang berharga.

Ngomongin soal politisi, setidaknya kita bisa membaginya menjadi dua. Pertama adalah politisi pemikir—mereka jumlahnya sedikit, dan bertugas untuk merancang serta mengatur strategi dan juga operasi yang diperlukan. Kedua adalah politisi operator—politisi ini jumlahnya sangat banyak. Mereka bertugas untuk melaksanakan strategi yang sudah dirangkai oleh politisi pemikir, bahkan kerap kali mereka tidak mengetahui grand desain dari strategi yang sedang dijalankan. Politisi pemikir atau istilah kerennya the thingker juga terbagi menjadi tiga jenis, yaitu politisi pemain catur, politisi pemain kartu, dan politisi pemain catur sekaligus pemain kartu.

Politisi pemain catur memiliki ciri khas, yaitu menganggap dirinya sebagai seseorang yang memiliki kekuasaan dalam menentukan strateginya. Lazimnya pemain catur, mereka tidak akan langsung menyerang sasaran utama. Mereka akan memainkan bidak-bidak yang dimilikinya sebelum melancarkan serangan “skakmat” pada lawan.

Politisi pemain kartu cenderung tidak menjalankan strategi serumit politisi pemain catur. Lazimnya pemain kartu, saat mendapatkan kartu yang bagus, mereka akan langsung melancarkan serangan pamungkas sembari mengeluarkan gertakan untuk memetakan kartu dan membaca strategi lawan. Sedangkan untuk jenis ketiga adalah kombinasi dari dua jenis politisi yang bisa dikatakan sebagai jenis politisi yang jenius.

Kembali ke Erick Thohir, apakah duduk di kursi Ketua Umum PSSI adalah niatan murni seorang Erick Thohir untuk memperbaiki sepak bola Indonesia. Atau justru posisi ini adalah bagian dari strateginya untuk mencapai posisi yang lebih strategis? Hal ini didukung dari apa yang pernah dikatakan oleh Franklin D. Roosevelt “In politics, nothing happens by accident”. Artinya apa yang terjadi dalam dunia politik adalah sesuatu yang segalanya sudah dipersiapkan.

Saya melihat bahwa Erick Thohir sendiri merupakan kombinasi antara politisi pemikir jenis pemain catur dan politisi operator. Ini dibuktikan dengan duduknya ia di kursi Ketua Umum PSSI—ia menggunakan dirinya sebagai bidak dalam strategi yang disusunnya. Ia memikirkan strategi yang harus dilakukan, dan juga menjadikan dirinya sebagai operator guna mensukseskan strateginya. Namun itu baru asumsi saya saja.

Terbuka kemungkinan lainnya—Erick Thohir adalah politisi operator yang hanya bertugas menjalankan strategi yang telah disusun oleh politisi pemikir. Pertanyaan selanjutnya adalah, siapa politisi pemikir yang berada di balik Erick Thohir? [T]

Filsafat Sepak Bola dalam “Geguritan Darmapada” – Mencari dan Mendalami Isi Kosong
Sihir Sepakbola dan Fanatisme Mengambang
Mari Berikan Standing Applause Buat “The Atlas Lions”
Tags: Erick ThohirolahragaPolitikPSSIsepakbola
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pasar Anyar Singaraja, Jokowi Effect, dan Filosofi Kesederhanaan

Next Post

Paradoks Olahraga Buleleng: Prestasi Naik, Anggaran Turun

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Paradoks Olahraga Buleleng: Prestasi Naik, Anggaran Turun

Paradoks Olahraga Buleleng: Prestasi Naik, Anggaran Turun

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co