2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Politik Catur Ala Erick Thohir

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
February 18, 2023
in Esai, Pilihan Editor
Politik Catur Ala Erick Thohir

Erick Thohir

Akhirnya penantian pecinta sepak bola Indonesia berakhir. Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) telah memiliki Ketua Umum yang baru. Ketua Umum terpilih tersebut akan memimpin PSSI hingga 2027 mendatang. Lalu, siapa yang terpilih menjadi Ketua Umum PSSI periode 2023-2027?

Erick Thohir akhirnya terpilih menjadi Ketua Umum PSSI setelah memperoleh 64 suara, jauh di atas pesaing terdekatnya, yakni La Nyala Mattalitti yang hanya mengantongi 22 suara. Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang berlangsung pada Kamis, 16 Februari 2023 di Hotel Sangrilla, Jakarta mendatangkan 87 pemilik suara. Adapun pemilik suara tersebut, diantaranya 34 Asosiasi Provinsi (Asprov), 18 Klub Liga 1, 16 Klub Liga 2, 16 Klub Liga 3, 1 Federasi Futsal Indonesia, dan 2 Asosiasi (Asosiasi Sepak Bola Wanita dan Asosiasi Pelatih).

Suksesnya Erick Thohir menduduki kursi Ketua Umum PSSI tidak terlepas dari pelbagai pengalamannya di bidang sepak bola. Ia pernah menjadi Wakil Presiden Komite Olimpiade Indonesia pada tahun 2011-2015, pernah ditunjuk sebagai Chef De Mission of Indonesia Contingent for the Olympic Games London 2012, sebagai pemilik D.C. United sejak 2012 hingga 2018.

Kemudian ia pernah menjadi Presiden dan pemilik klub Internazionale (Inter Milan) di tahun 2013, pernah menjadi Komite Olimpiade pada tahun 2015, menjadi Ketua Panitia Asian Games pada tahun 2018. Lalu menjadi pemilik klub sepak bola Oxford United, Inggris sejak 2019 hingga saat ini, dan terakhir ia menjadi pemilik saham Persis Solo sejak tahun 2021 sampai hari ini.

“Nyali” menjadi kata kunci Erick Thohir dalam membenahi PSSI. Namun apakah dengan nyali saja Erick mampu menyelesaikan begitu banyak masalah di PSSI?

Sejujurnya saya sendiri meragukan Erick Thohir mampu membereskan masalah-masalah di PSSI. Alasan saya cukup kuat, karena Erick Thohir hari ini masih menjabat sebagai Menteri BUMN RI. Saya meyakini rangkap jabatan tidak akan mendatangkan hasil yang baik bagi dua institusi yang dipimpin—pasti ada yang mesti dikorbankan. Dari sudut pandang ini, saya menganjurkan Bapak Erick Thohir untuk memilih salah satu jabatan tersebut, meskipun dalam Statuta PSSI tidak ada klausul yang melarang soal rangkap jabatan.

Langkah berani Erick Thohir mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PSSI, di saat ia masih menjabat sebagai Menteri BUMN, tentu tidak bisa dilepaskan dari restu dari Jokowi. Setidaknya itu yang saya yakini. Pernyataan Jokowi soal melarang jajaran Menterinya rangkap jabatan saya anggap hanya gincu politik belaka.

Ketua Umum PSSI: Bagian Dari Strategi Erick

Selain memiliki kemampuan dalam bidang mengelola perusahaan, jabatan Menteri BUMN yang diperoleh Erick Thohir pada Kabinet Indonesia Maju hari ini tidak bisa dilepaskan dari perannya sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf saat Pemilu 2019 yang berhasil memenangkan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019-2024. Posisi yang didapatkan Erick pun adalah hal yang wajar, mengingat dalam politik tidak lain dan tidak bukan adalah membagikan dan mengalokasikan nilai-nilai secara mengikat—jabatan Menteri adalah salah satunya.

Pertanyaannya apakah jabatan Ketua Umum PSSI juga menjadi salah satu jabatan yang harus diambil Erick, mengingat ia sudah menduduki kursi yang bergengsi? Sebagai politisi, Erick Thohir saya kira sangat mengetahui kalau posisi Ketua Umum PSSI adalah salah satu posisi strategis. Federasi yang menaungi olahraga yang memiliki jumlah penggemar paling besar di Indonesia—dalam politik, hal ini menjadi komoditi yang berharga.

Ngomongin soal politisi, setidaknya kita bisa membaginya menjadi dua. Pertama adalah politisi pemikir—mereka jumlahnya sedikit, dan bertugas untuk merancang serta mengatur strategi dan juga operasi yang diperlukan. Kedua adalah politisi operator—politisi ini jumlahnya sangat banyak. Mereka bertugas untuk melaksanakan strategi yang sudah dirangkai oleh politisi pemikir, bahkan kerap kali mereka tidak mengetahui grand desain dari strategi yang sedang dijalankan. Politisi pemikir atau istilah kerennya the thingker juga terbagi menjadi tiga jenis, yaitu politisi pemain catur, politisi pemain kartu, dan politisi pemain catur sekaligus pemain kartu.

Politisi pemain catur memiliki ciri khas, yaitu menganggap dirinya sebagai seseorang yang memiliki kekuasaan dalam menentukan strateginya. Lazimnya pemain catur, mereka tidak akan langsung menyerang sasaran utama. Mereka akan memainkan bidak-bidak yang dimilikinya sebelum melancarkan serangan “skakmat” pada lawan.

Politisi pemain kartu cenderung tidak menjalankan strategi serumit politisi pemain catur. Lazimnya pemain kartu, saat mendapatkan kartu yang bagus, mereka akan langsung melancarkan serangan pamungkas sembari mengeluarkan gertakan untuk memetakan kartu dan membaca strategi lawan. Sedangkan untuk jenis ketiga adalah kombinasi dari dua jenis politisi yang bisa dikatakan sebagai jenis politisi yang jenius.

Kembali ke Erick Thohir, apakah duduk di kursi Ketua Umum PSSI adalah niatan murni seorang Erick Thohir untuk memperbaiki sepak bola Indonesia. Atau justru posisi ini adalah bagian dari strateginya untuk mencapai posisi yang lebih strategis? Hal ini didukung dari apa yang pernah dikatakan oleh Franklin D. Roosevelt “In politics, nothing happens by accident”. Artinya apa yang terjadi dalam dunia politik adalah sesuatu yang segalanya sudah dipersiapkan.

Saya melihat bahwa Erick Thohir sendiri merupakan kombinasi antara politisi pemikir jenis pemain catur dan politisi operator. Ini dibuktikan dengan duduknya ia di kursi Ketua Umum PSSI—ia menggunakan dirinya sebagai bidak dalam strategi yang disusunnya. Ia memikirkan strategi yang harus dilakukan, dan juga menjadikan dirinya sebagai operator guna mensukseskan strateginya. Namun itu baru asumsi saya saja.

Terbuka kemungkinan lainnya—Erick Thohir adalah politisi operator yang hanya bertugas menjalankan strategi yang telah disusun oleh politisi pemikir. Pertanyaan selanjutnya adalah, siapa politisi pemikir yang berada di balik Erick Thohir? [T]

Filsafat Sepak Bola dalam “Geguritan Darmapada” – Mencari dan Mendalami Isi Kosong
Sihir Sepakbola dan Fanatisme Mengambang
Mari Berikan Standing Applause Buat “The Atlas Lions”
Tags: Erick ThohirolahragaPolitikPSSIsepakbola
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pasar Anyar Singaraja, Jokowi Effect, dan Filosofi Kesederhanaan

Next Post

Paradoks Olahraga Buleleng: Prestasi Naik, Anggaran Turun

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Paradoks Olahraga Buleleng: Prestasi Naik, Anggaran Turun

Paradoks Olahraga Buleleng: Prestasi Naik, Anggaran Turun

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co