24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Politik Catur Ala Erick Thohir

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
February 18, 2023
in Esai, Pilihan Editor
Politik Catur Ala Erick Thohir

Erick Thohir

Akhirnya penantian pecinta sepak bola Indonesia berakhir. Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) telah memiliki Ketua Umum yang baru. Ketua Umum terpilih tersebut akan memimpin PSSI hingga 2027 mendatang. Lalu, siapa yang terpilih menjadi Ketua Umum PSSI periode 2023-2027?

Erick Thohir akhirnya terpilih menjadi Ketua Umum PSSI setelah memperoleh 64 suara, jauh di atas pesaing terdekatnya, yakni La Nyala Mattalitti yang hanya mengantongi 22 suara. Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang berlangsung pada Kamis, 16 Februari 2023 di Hotel Sangrilla, Jakarta mendatangkan 87 pemilik suara. Adapun pemilik suara tersebut, diantaranya 34 Asosiasi Provinsi (Asprov), 18 Klub Liga 1, 16 Klub Liga 2, 16 Klub Liga 3, 1 Federasi Futsal Indonesia, dan 2 Asosiasi (Asosiasi Sepak Bola Wanita dan Asosiasi Pelatih).

Suksesnya Erick Thohir menduduki kursi Ketua Umum PSSI tidak terlepas dari pelbagai pengalamannya di bidang sepak bola. Ia pernah menjadi Wakil Presiden Komite Olimpiade Indonesia pada tahun 2011-2015, pernah ditunjuk sebagai Chef De Mission of Indonesia Contingent for the Olympic Games London 2012, sebagai pemilik D.C. United sejak 2012 hingga 2018.

Kemudian ia pernah menjadi Presiden dan pemilik klub Internazionale (Inter Milan) di tahun 2013, pernah menjadi Komite Olimpiade pada tahun 2015, menjadi Ketua Panitia Asian Games pada tahun 2018. Lalu menjadi pemilik klub sepak bola Oxford United, Inggris sejak 2019 hingga saat ini, dan terakhir ia menjadi pemilik saham Persis Solo sejak tahun 2021 sampai hari ini.

“Nyali” menjadi kata kunci Erick Thohir dalam membenahi PSSI. Namun apakah dengan nyali saja Erick mampu menyelesaikan begitu banyak masalah di PSSI?

Sejujurnya saya sendiri meragukan Erick Thohir mampu membereskan masalah-masalah di PSSI. Alasan saya cukup kuat, karena Erick Thohir hari ini masih menjabat sebagai Menteri BUMN RI. Saya meyakini rangkap jabatan tidak akan mendatangkan hasil yang baik bagi dua institusi yang dipimpin—pasti ada yang mesti dikorbankan. Dari sudut pandang ini, saya menganjurkan Bapak Erick Thohir untuk memilih salah satu jabatan tersebut, meskipun dalam Statuta PSSI tidak ada klausul yang melarang soal rangkap jabatan.

Langkah berani Erick Thohir mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PSSI, di saat ia masih menjabat sebagai Menteri BUMN, tentu tidak bisa dilepaskan dari restu dari Jokowi. Setidaknya itu yang saya yakini. Pernyataan Jokowi soal melarang jajaran Menterinya rangkap jabatan saya anggap hanya gincu politik belaka.

Ketua Umum PSSI: Bagian Dari Strategi Erick

Selain memiliki kemampuan dalam bidang mengelola perusahaan, jabatan Menteri BUMN yang diperoleh Erick Thohir pada Kabinet Indonesia Maju hari ini tidak bisa dilepaskan dari perannya sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf saat Pemilu 2019 yang berhasil memenangkan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019-2024. Posisi yang didapatkan Erick pun adalah hal yang wajar, mengingat dalam politik tidak lain dan tidak bukan adalah membagikan dan mengalokasikan nilai-nilai secara mengikat—jabatan Menteri adalah salah satunya.

Pertanyaannya apakah jabatan Ketua Umum PSSI juga menjadi salah satu jabatan yang harus diambil Erick, mengingat ia sudah menduduki kursi yang bergengsi? Sebagai politisi, Erick Thohir saya kira sangat mengetahui kalau posisi Ketua Umum PSSI adalah salah satu posisi strategis. Federasi yang menaungi olahraga yang memiliki jumlah penggemar paling besar di Indonesia—dalam politik, hal ini menjadi komoditi yang berharga.

Ngomongin soal politisi, setidaknya kita bisa membaginya menjadi dua. Pertama adalah politisi pemikir—mereka jumlahnya sedikit, dan bertugas untuk merancang serta mengatur strategi dan juga operasi yang diperlukan. Kedua adalah politisi operator—politisi ini jumlahnya sangat banyak. Mereka bertugas untuk melaksanakan strategi yang sudah dirangkai oleh politisi pemikir, bahkan kerap kali mereka tidak mengetahui grand desain dari strategi yang sedang dijalankan. Politisi pemikir atau istilah kerennya the thingker juga terbagi menjadi tiga jenis, yaitu politisi pemain catur, politisi pemain kartu, dan politisi pemain catur sekaligus pemain kartu.

Politisi pemain catur memiliki ciri khas, yaitu menganggap dirinya sebagai seseorang yang memiliki kekuasaan dalam menentukan strateginya. Lazimnya pemain catur, mereka tidak akan langsung menyerang sasaran utama. Mereka akan memainkan bidak-bidak yang dimilikinya sebelum melancarkan serangan “skakmat” pada lawan.

Politisi pemain kartu cenderung tidak menjalankan strategi serumit politisi pemain catur. Lazimnya pemain kartu, saat mendapatkan kartu yang bagus, mereka akan langsung melancarkan serangan pamungkas sembari mengeluarkan gertakan untuk memetakan kartu dan membaca strategi lawan. Sedangkan untuk jenis ketiga adalah kombinasi dari dua jenis politisi yang bisa dikatakan sebagai jenis politisi yang jenius.

Kembali ke Erick Thohir, apakah duduk di kursi Ketua Umum PSSI adalah niatan murni seorang Erick Thohir untuk memperbaiki sepak bola Indonesia. Atau justru posisi ini adalah bagian dari strateginya untuk mencapai posisi yang lebih strategis? Hal ini didukung dari apa yang pernah dikatakan oleh Franklin D. Roosevelt “In politics, nothing happens by accident”. Artinya apa yang terjadi dalam dunia politik adalah sesuatu yang segalanya sudah dipersiapkan.

Saya melihat bahwa Erick Thohir sendiri merupakan kombinasi antara politisi pemikir jenis pemain catur dan politisi operator. Ini dibuktikan dengan duduknya ia di kursi Ketua Umum PSSI—ia menggunakan dirinya sebagai bidak dalam strategi yang disusunnya. Ia memikirkan strategi yang harus dilakukan, dan juga menjadikan dirinya sebagai operator guna mensukseskan strateginya. Namun itu baru asumsi saya saja.

Terbuka kemungkinan lainnya—Erick Thohir adalah politisi operator yang hanya bertugas menjalankan strategi yang telah disusun oleh politisi pemikir. Pertanyaan selanjutnya adalah, siapa politisi pemikir yang berada di balik Erick Thohir? [T]

Filsafat Sepak Bola dalam “Geguritan Darmapada” – Mencari dan Mendalami Isi Kosong
Sihir Sepakbola dan Fanatisme Mengambang
Mari Berikan Standing Applause Buat “The Atlas Lions”
Tags: Erick ThohirolahragaPolitikPSSIsepakbola
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pasar Anyar Singaraja, Jokowi Effect, dan Filosofi Kesederhanaan

Next Post

Paradoks Olahraga Buleleng: Prestasi Naik, Anggaran Turun

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
Paradoks Olahraga Buleleng: Prestasi Naik, Anggaran Turun

Paradoks Olahraga Buleleng: Prestasi Naik, Anggaran Turun

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co