22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Politik Catur Ala Erick Thohir

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
February 18, 2023
in Esai, Pilihan Editor
Politik Catur Ala Erick Thohir

Erick Thohir

Akhirnya penantian pecinta sepak bola Indonesia berakhir. Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) telah memiliki Ketua Umum yang baru. Ketua Umum terpilih tersebut akan memimpin PSSI hingga 2027 mendatang. Lalu, siapa yang terpilih menjadi Ketua Umum PSSI periode 2023-2027?

Erick Thohir akhirnya terpilih menjadi Ketua Umum PSSI setelah memperoleh 64 suara, jauh di atas pesaing terdekatnya, yakni La Nyala Mattalitti yang hanya mengantongi 22 suara. Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang berlangsung pada Kamis, 16 Februari 2023 di Hotel Sangrilla, Jakarta mendatangkan 87 pemilik suara. Adapun pemilik suara tersebut, diantaranya 34 Asosiasi Provinsi (Asprov), 18 Klub Liga 1, 16 Klub Liga 2, 16 Klub Liga 3, 1 Federasi Futsal Indonesia, dan 2 Asosiasi (Asosiasi Sepak Bola Wanita dan Asosiasi Pelatih).

Suksesnya Erick Thohir menduduki kursi Ketua Umum PSSI tidak terlepas dari pelbagai pengalamannya di bidang sepak bola. Ia pernah menjadi Wakil Presiden Komite Olimpiade Indonesia pada tahun 2011-2015, pernah ditunjuk sebagai Chef De Mission of Indonesia Contingent for the Olympic Games London 2012, sebagai pemilik D.C. United sejak 2012 hingga 2018.

Kemudian ia pernah menjadi Presiden dan pemilik klub Internazionale (Inter Milan) di tahun 2013, pernah menjadi Komite Olimpiade pada tahun 2015, menjadi Ketua Panitia Asian Games pada tahun 2018. Lalu menjadi pemilik klub sepak bola Oxford United, Inggris sejak 2019 hingga saat ini, dan terakhir ia menjadi pemilik saham Persis Solo sejak tahun 2021 sampai hari ini.

“Nyali” menjadi kata kunci Erick Thohir dalam membenahi PSSI. Namun apakah dengan nyali saja Erick mampu menyelesaikan begitu banyak masalah di PSSI?

Sejujurnya saya sendiri meragukan Erick Thohir mampu membereskan masalah-masalah di PSSI. Alasan saya cukup kuat, karena Erick Thohir hari ini masih menjabat sebagai Menteri BUMN RI. Saya meyakini rangkap jabatan tidak akan mendatangkan hasil yang baik bagi dua institusi yang dipimpin—pasti ada yang mesti dikorbankan. Dari sudut pandang ini, saya menganjurkan Bapak Erick Thohir untuk memilih salah satu jabatan tersebut, meskipun dalam Statuta PSSI tidak ada klausul yang melarang soal rangkap jabatan.

Langkah berani Erick Thohir mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PSSI, di saat ia masih menjabat sebagai Menteri BUMN, tentu tidak bisa dilepaskan dari restu dari Jokowi. Setidaknya itu yang saya yakini. Pernyataan Jokowi soal melarang jajaran Menterinya rangkap jabatan saya anggap hanya gincu politik belaka.

Ketua Umum PSSI: Bagian Dari Strategi Erick

Selain memiliki kemampuan dalam bidang mengelola perusahaan, jabatan Menteri BUMN yang diperoleh Erick Thohir pada Kabinet Indonesia Maju hari ini tidak bisa dilepaskan dari perannya sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf saat Pemilu 2019 yang berhasil memenangkan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019-2024. Posisi yang didapatkan Erick pun adalah hal yang wajar, mengingat dalam politik tidak lain dan tidak bukan adalah membagikan dan mengalokasikan nilai-nilai secara mengikat—jabatan Menteri adalah salah satunya.

Pertanyaannya apakah jabatan Ketua Umum PSSI juga menjadi salah satu jabatan yang harus diambil Erick, mengingat ia sudah menduduki kursi yang bergengsi? Sebagai politisi, Erick Thohir saya kira sangat mengetahui kalau posisi Ketua Umum PSSI adalah salah satu posisi strategis. Federasi yang menaungi olahraga yang memiliki jumlah penggemar paling besar di Indonesia—dalam politik, hal ini menjadi komoditi yang berharga.

Ngomongin soal politisi, setidaknya kita bisa membaginya menjadi dua. Pertama adalah politisi pemikir—mereka jumlahnya sedikit, dan bertugas untuk merancang serta mengatur strategi dan juga operasi yang diperlukan. Kedua adalah politisi operator—politisi ini jumlahnya sangat banyak. Mereka bertugas untuk melaksanakan strategi yang sudah dirangkai oleh politisi pemikir, bahkan kerap kali mereka tidak mengetahui grand desain dari strategi yang sedang dijalankan. Politisi pemikir atau istilah kerennya the thingker juga terbagi menjadi tiga jenis, yaitu politisi pemain catur, politisi pemain kartu, dan politisi pemain catur sekaligus pemain kartu.

Politisi pemain catur memiliki ciri khas, yaitu menganggap dirinya sebagai seseorang yang memiliki kekuasaan dalam menentukan strateginya. Lazimnya pemain catur, mereka tidak akan langsung menyerang sasaran utama. Mereka akan memainkan bidak-bidak yang dimilikinya sebelum melancarkan serangan “skakmat” pada lawan.

Politisi pemain kartu cenderung tidak menjalankan strategi serumit politisi pemain catur. Lazimnya pemain kartu, saat mendapatkan kartu yang bagus, mereka akan langsung melancarkan serangan pamungkas sembari mengeluarkan gertakan untuk memetakan kartu dan membaca strategi lawan. Sedangkan untuk jenis ketiga adalah kombinasi dari dua jenis politisi yang bisa dikatakan sebagai jenis politisi yang jenius.

Kembali ke Erick Thohir, apakah duduk di kursi Ketua Umum PSSI adalah niatan murni seorang Erick Thohir untuk memperbaiki sepak bola Indonesia. Atau justru posisi ini adalah bagian dari strateginya untuk mencapai posisi yang lebih strategis? Hal ini didukung dari apa yang pernah dikatakan oleh Franklin D. Roosevelt “In politics, nothing happens by accident”. Artinya apa yang terjadi dalam dunia politik adalah sesuatu yang segalanya sudah dipersiapkan.

Saya melihat bahwa Erick Thohir sendiri merupakan kombinasi antara politisi pemikir jenis pemain catur dan politisi operator. Ini dibuktikan dengan duduknya ia di kursi Ketua Umum PSSI—ia menggunakan dirinya sebagai bidak dalam strategi yang disusunnya. Ia memikirkan strategi yang harus dilakukan, dan juga menjadikan dirinya sebagai operator guna mensukseskan strateginya. Namun itu baru asumsi saya saja.

Terbuka kemungkinan lainnya—Erick Thohir adalah politisi operator yang hanya bertugas menjalankan strategi yang telah disusun oleh politisi pemikir. Pertanyaan selanjutnya adalah, siapa politisi pemikir yang berada di balik Erick Thohir? [T]

Filsafat Sepak Bola dalam “Geguritan Darmapada” – Mencari dan Mendalami Isi Kosong
Sihir Sepakbola dan Fanatisme Mengambang
Mari Berikan Standing Applause Buat “The Atlas Lions”
Tags: Erick ThohirolahragaPolitikPSSIsepakbola
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pasar Anyar Singaraja, Jokowi Effect, dan Filosofi Kesederhanaan

Next Post

Paradoks Olahraga Buleleng: Prestasi Naik, Anggaran Turun

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails

Dialog di Atas Naskah dan Tradisi — Menjawab Catatan Kritis dari IGA Darma Putra

by I Made Sudiana
October 19, 2026
0
Dialog di Atas Naskah dan Tradisi — Menjawab Catatan Kritis dari IGA Darma Putra

SEBUAH tulisan di ruang publik pada hakikatnya adalah undangan terbuka untuk berdiskusi. Melalui tanggapan kritis yang disampaikan oleh IGA Darma...

Read moreDetails
Next Post
Paradoks Olahraga Buleleng: Prestasi Naik, Anggaran Turun

Paradoks Olahraga Buleleng: Prestasi Naik, Anggaran Turun

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran
Bahasa

“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran

DUNIA kuliner di Bali saat ini sedang ramai-ramainya dengan berbagai pilihan olahan. Dari tradisi babi guling yang legendaris hingga tren...

by I Made Sudiana
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co