4 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Artis Nyaleg: Bentuk Nyata Pragmatisme Partai Politik

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
May 25, 2023
in Esai
Artis Nyaleg: Bentuk Nyata Pragmatisme Partai Politik

Gambar-gambar diambil dari berbagai sumber/Google

MENGEMUKANYA SALAH SATU pesohor negeri, Aldi Taher yang kedapatan “nyaleg” lewat dua partai politik berbeda, juga di kamar kontestasi yang berbeda pula sedikit tidaknya menghebohkan publik, sekaligus membikin pusing KPU. Aldi Taher diketahui telah dicalonkan menjadi bakal calon legislatif (bacaleg) DPRD DKI Jakarta oleh Partai Bulan Bintang (PBB).

Namun, belakangan nama Aldi Taher juga didaftarkan sebagai bacaleg DPR RI lewat Partai Perindo. Sebagai penyelenggara, KPU kemudian meminta Aldi Taher untuk sesegera mungkin memutuskan lewat partai mana, dan mau berkontestasi di kamar mana dirinya akan maju. Ini pesan buat Aldi Taher—yuk bisa yuk segera pilih, jangan bikin pusing kita semua!

Fenomena Aldi Taher yang terjun ke dunia politik bukanlah hal baru. Sebelumnya, rekan-rekan artisnya pun telah lebih dulu merasakan indahnya dunia politik. Sebut saja Eko Hendro Purnomo atau lebih beken dikenal Eko Patrio berhasil duduk di Senayan, bahkan saat ini dipercaya sebagai Ketua DPW PAN DKI Jakarta.

Selanjutnya Rieke Diah Pitaloka atau lebih dikenal dengan nama Oneng ‘Bajaj Bajuri’ dari PDIP. Juga ada Dede Yusuf Macan Effendi yang sukses dilantik jadi anggota DPR RI lewat Partai Demokrat.

Hm, bisa dibilang hadirnya artis di dunia politik adalah garam yang harus ada setiap memasak sayuran. Kalau kata Mbak Inul Daratista, tanpa artis dalam politik itu ibarat sayur tanpa garam—kurang enak dan kurang sedap. Hahaha.

Naa, jelang Pemilu 2024, empuknya kursi Senayan sepertinya masih memiliki daya tarik yang kuat untuk menggoda para pesohor negeri. Setelah seluruh partai politik menyerahkan bacaleg ke KPU pada Minggu, 14 Mei 2023, tercatat puluhan artis siap masuk ke gelanggang politik.

Siapa saja mereka? Ini dia nama-nama pesohor negeri yang siap nyaleg di Pemilu 2024:

  1. PDIP            :  Rano Karno, Rieke Diah Pitaloka, Krisdayanti, Harvey Malaiholo, Junico Siahaan, Once Mekel, Lita Zein, Marcell Siahaan, Taufik Hidayat, Denny Cagur, Tamara Geraldine, Sari Koeswoyo, Andre Hehanusia, dan Lucky Perdana.
  2. Gerindra      : Ahmad Dhani, Melly Goeslaw, Ari Sihasale, Rachel Maryam, dan Jamal Mirdad.
  3. Golkar          : Charles Bonas Sirait, Nurul Arifin, dan Tetty Kadi.
  4. PAN             : Eko Patrio, Sigit Purnomo Said (Pasha Ungu), Opie Kumis, Ely Sugigi, Uya Kuya, Astrid Kuya, Desy Ratnasari, Verrel Bramasta, Primus Yustisio, dan Tom Liwafa.
  5. Nasdem       : Reza Artamevia, Choky Sitohang, dan Anisa Bahar.
  6. PKS             : Narji.
  7. Hanura         : Benny Rhamdani.
  8. PKB             : Tommy Kurniawan, Iyeth Bustami, Arzeti Bilbina, Camelia Lubis, Zora Vidyanata, dan Norman Kamaru.
  9. Demokrat     : Dede Yusuf, Ingrid Kansil, Dina Lorenza, Emilia Contessa, dan Arumi Bachsin.
  10. PSI               : Giring Ganesha, Badai (eks Kerispatih), Mongol.
  11. Perindo        : Ustadz Yusuf Mansur, Prabu Revolusi, Aiman Witjaksono, Ratu Nabila, Dian Mirza, Tama S Langkun, Ferry Kurnia Riziyansyah, Zee Zee Shihab, Venna Melinda, Vicky Prasetyo, Chef Arnold, hingga Aldi Taher.

Wah, banyak ya. Utamanya PDIP dan Perindo yang mengusung belasan nama populer untuk jadi bacalegnya di Pemilu 2024. Hm, tampaknya PDIP sangat serius untuk mengejar kemenangannya yang ketiga alias “Hattrick” di pemilu mendatang.

Lantas, Perindo juga tampak cukup serius untuk sesegera mungkin lolos ke Senayan. Melihat fakta tersebut, Perindo kelihatannya berharap banyak kepada artis-artis tersebut untuk mendulang suara untuk partai yang digawangi Harry Tanoe si pengusaha sukses. melampaui Parliamentary Threshold (PT) sebesar 4 persen adalah syarat mutlak bagi partai politik duduk di Senayan. Saya menduga cara ini adalah jalan pintas bagi partai politik untuk mengantongi suara dalam pemilu.

Sekarang kita agak serius nih, menurut Ramlan Surbakti, ideologi merupakan hal terpenting bagi partai politik, setiap partai politik mesti memiliki ideologi yang berfungsi tidak hanya sebagai identitas pemersatu, tetapi juga sebagai tujuan perjuangan partai.

Namun dalam perkembangannya, partai politik modern masuk ke dalam kategori yang oleh Otto Kirchheimer diistilahkan sebagai “catch all party” atau “partai tangkap semua”. Istilah “catch all party” ini menunjuk kepada partai politik yang secara drastis mengurangi muatan ideologis mereka dalam rangka untuk memenuhi sebanyak mungkin jumlah pemilih dan kemenangan dalam pemilu.

Partai yang masuk kategori “catch all party” tidak lagi menjadikan ideologi sebagai platform dalam menentukan sikap politik. Sehingga pusat-pusat kekuasaan dan kewenangan yang tersebar, menjadikan pertimbangan rasional dalam mengambil keputusan-keputusan politik, atau dapat dikatakan bahwa partai politik seperti ini hanya mengedepankan pragmatisme semata. Jadi, sampai sini sudah agak jelas kan? Hehe.

Well, bisa dibilang kalau perekrutan pesohor negeri oleh partai politik dengan dasar pertimbangan popularitas adalah salah satu bukti bahwa partai politik hanya mengedepankan pragmatisme belaka dalam kontestasi pemilu 2024.

Popularitas yang sudah dimiliki oleh artis-artis memudahkan partai politik dalam mengenalkan diri ke tengah masyarakat. Tingginya popularitas yang dimiliki oleh artis ini kemudian memberi dampak pada tingkat keterpilihannya—juga berdampak pada suara partai politik.

Perekrutan artis yang dapat dikatakan instan tersebut juga memperlihatkan bahwa dalam proses kaderisasinya, partai politik tidak lagi berfokus pada ideologi yang dipedomani. Partai politik justru menitikberatkan pada popularitas dan kekayaan (baca: logistic).

Fakta ini kemudian menyadarkan kita semua, bahwa partai politik hari ini sedang mengalami krisis dalam menjalani fungsinya sebagai sarana dalam melakukan rekrutmen politik yang berpedoman pada ideologi. Penyebabnya sudah jelas, partai politik berlomba-lomba memperluas spektrum politiknya guna mendulang suara sebesar-besarnya.

Buat saya, artis boleh saja terjun ke dunia politik. Apalagi kalau melihat realita hari ini, tidak sedikit artis yang sukses dalam dunia penuh intrik ini. Sebenarnya rakyat harus menyoroti partai politik, karena idealnya partai politik harus teguh dengan spektrum ideologi yang dimilikinya.

Melihat fenomena ini, bagaimana pendapat Anda? [T]

Kerabat Pejabat Menuju Gelanggang Politik
Jokowisme, Strategi Politik PSI Jelang Pemilu 2024
Ganjar Sah Bakal Calon Presiden : Siapa King Maker-nya? Megawati atau Jokowi?
Anas Urbaningrum dan Kemungkinan Serangan Balik untuk Demokrat
Tags: artisPemilu 2024Politik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Telenovela

Next Post

Suara Perlawanan dalam Alunan Musikalisasi Puisi Budang Bading Badung | Catatan Tatkala May May May 2023

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 4, 2026
0
Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

DI tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat, generasi muda Bali menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Mereka...

Read moreDetails

Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

by Angga Wijaya
June 4, 2026
0
Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

SIANG hari beberapa waktu lalu saat pulang kampung, saya membuka sebuah kotak lama berisi tumpukan surat. Kertas-kertas itu mulai menguning....

Read moreDetails

Pertemuan William James dan Vivekananda

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
0
Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

Read moreDetails

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails
Next Post
Suara Perlawanan dalam Alunan Musikalisasi Puisi Budang Bading Badung | Catatan Tatkala May May May 2023

Suara Perlawanan dalam Alunan Musikalisasi Puisi Budang Bading Badung | Catatan Tatkala May May May 2023

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat
Panggung

‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat

SOROT lampu panggung perlahan menghangatkan Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, Sabtu malam, 30 Mei 2026. Setelah denting gamelan...

by Dede Putra Wiguna
June 4, 2026
Cukup Telulas?
Bahasa

Cukup Telulas?

BISA jadi telanjur terbentuk stigma tiga belas identik dengan celaka, sial, dan segala bentuk ketidakberuntungan maka sangat penting diupayakan menghindari...

by Komang Berata
June 4, 2026
Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin
Esai

Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

DI tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat, generasi muda Bali menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Mereka...

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 4, 2026
Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?
Esai

Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

SIANG hari beberapa waktu lalu saat pulang kampung, saya membuka sebuah kotak lama berisi tumpukan surat. Kertas-kertas itu mulai menguning....

by Angga Wijaya
June 4, 2026
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co