3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Di Balik Layar “Ketemu Made Sanggra Ring Bali Jani” : Siap Tanpa Persiapan

Made Suarjana Sanggra by Made Suarjana Sanggra
July 25, 2023
in Esai
Di Balik Layar “Ketemu Made Sanggra Ring Bali Jani” : Siap Tanpa Persiapan

Saya (penulis, Made Suarjana Sanggra) membaca puisi Suara Saking Setra dalam Pergelaran Tribute to Made Sanggra serangkaian Festival Seni Bali Jani V/2023 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Denpasar, Sabtu 22 Juli 2023 | Foto: Tim Kreatif FSBJ 2023

BELUM LAGI gladi bersih selesai pada Jumat malam, 21 Juli 2023, tiba-tiba Nick Jono rebah. Badannya dingin dan mengaku kepala pusing, dan muntah. Beberapa teman mengolesi badan Made Sujana, nama resmi Nick Jono, dengan berbagai jenis minyak urut, tergantung apa yang dibawa masing-masing mereka. Ada yang memijeti dan ada juga memberi bantuan “tenaga”, serta tak lupa nunas ice ring ida batara…

Nick Jono adalah salah seorang penampil dalam acara “Ketemu Made Sanggra ring Bali Jani”. Nick Jono akan membacakan dua karya Made Sanggra yaitu “Suara Saking Setra” dan “Tegal Jamblang”, pada acara yang merupakan bagian dari  “Tribute to Maestro” dalam Festival Bali Jani V, 2023. Malam itu, adalah pengenalan panggung sesungguhnya (gladi bersih) di Teater Tertutup  Ksirarnawa, Art Centre,  Denpasar, Bali, sebelum tampil besoknya, Sabtu, 22 Juli 2023.

Semua tim pentas diliputi kepanikan. Penata musik Ketut “Regen” Oka Bergawa pusing. “Sing nyidang pules, bene pentas nenenan (pentas ini membuat sulit tidur),” tulis Regen di WAG. “Ini saya masih diskusi. Ikut pusing,” sahut yang lain. Padahal itu sudah 22 Juli 2023 dini hari. Regen sedang memikirkan solusi bila Nick Jono tidak bisa tampil.

Pergelaran Tribute to Made Sanggra serangkaian Festival Seni Bali Jani V/2023 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Denpasar, Sabtu 22 Juli 2023 | Foto: Tim Kreatif FSBJ 2023

Ketika semua tim berkumpul pukul 09.00 di Art Centre, Nick Jono belum muncul. Semua anggota tim pentas was-was. Tapi, akhirnya semua bernafas lega dan bersyukur melihat Nick Jono didampingi istrinya hadir di tengah-tengah kami, sekitar pukul 13.00 Wita. Saya dan beberapa teman langsung minta Nick Jono istirahat di belakang panggung. Dia bisa cepat tidur, meski hanya beralaskan karpet yang digelar di lantai.

Pukul 15.00 Wita pementasan “Ketemu Made Sanggra ring Bali Jani” akan dimulai. Bergantian crew menengok, setidaknya menoleh ke arah tempat tidur Nick Jono. Regen kemudian mendekati Nick Jono yang sudah bangun.

“Kenken (bagaimana), Nick? Nyidang (bisa) main?”

“Kalau dipaksa, ya bisa saja,” kata Nick

“Ah, jangan dipaksa, nanti jatuh (pingsan) malah repot,” kata anggota lainnya.

Waktu pementasan masih tinggal sekitar satu jam lagi. Nick pun diminta kembali istirahat. Pimpinan produksi kembali berembug, sambil saling menguatkan dan membesarkan hati bahwa Nick Jono akan siap pada waktunya.

Saya sudah mulai membaca-baca puisi “Suara Saking Setra” yang sudah dilaminating agar tidak cepat koyak. Saya masih yakin Nick Jono akan mampu tampil membacakan puisi tersebut. Sosok Nick Jono tinggi besar dan sangat jarang sakit. Apalagi ia mantan anggota keamaman. Fisiknya terlatih. Suaranya terjaga karena sudah terbiasa dalam “mebasan” atau penterjamah dalam pesantian.

Sementara saya dalam kondisi tidak terlalu prima. Saya baru tiba di Bali, pada 19 Juli 2023. Hari pertama di rumah, saya tidak bisa tidur, sebagaimana kebiasaan saya selama bertahun-tahun. Pada hari H pementasan, 22 Juli 2023, saya masih melek rapat panitia hingga pukul 04.00 dini hari. Saya baru pergi tidur ketika ayam jantan sudah bangun dan berkokok pertama kalinya.

Saat tiba di Art Centre, sekitar pukul 10.00 Wita, suara saya sudah “bindeng”, karena kerongkongan serak akibat kurang tidur. Jadi saya masih sangat berharap pementasan berlangsung tanpa perubahan. Mereka sudah berlatih sejak Mei lalu. Sungguh tidak elok kalau tiba-tiba penampil diganti. Karena itu, saya tetap berharap Nick Jono bisa bugar dan tampil di pentas.

Sekitar 15 menit sebelum pentas dimulai, diputuskan Nick Jono batal tampil dengan puisi “Suara Saking Setra:”. Tapi, dia berharap masih bisa manggung pada kesempatan ke dua dengan puisi “Tegal Jamblang”.  Semua sepakat. Masalahnya sekarang, bagaimana menyikapinya? Apa solusinya? apakah dibiarkan kosong atau cari gantinya.

Regen kemudian mendekati saya dan menyampaikan agar saya membacakan puisi ayah saya tersebut. Saya kemudian menemui Nick Jono, minta izin untuk menggantikan dia membaca “Suara Saking Setra”. Tentu Nick Jono tidak keberatan, karena kami masih bersaudara dan ini adalah acara  keluarga besar kami.

Oh ya, sebagian besar pendukung pementasan ini adalah sanak keluarga, anak cucu, sepupu, misan mindon, dari Made Sanggra. Tentu ada beberapa bintang tamu, termasuk nara sumber dalam acara talkshow.

Saya kemudian membaca teks puisi tersebut. Berusaha mengatur nafas agar suara tidak putus. Mulai latihan pernafasan dan menggerakkan badan. Anggota keluarga yang melihat saya, menganggap saya ketakukan atau gugup. Mereka pada bercanda berusaha menurunkan ketegangan. Saya berusaha tetap menjaga konsentrasi. Seorang adik sepupu datang dan mencolekkan bawang merah di dahi saya.

Sebagai anak perantauan yang sejak 1979 sudah meninggalkan Bali, terus terang saja, hal-hal seperti itu masih mengambang di ruang kepercayaan saya. Masih ada, belum hilang sama sekali, tapi melayang-layang begitulah. Namun saat itu, ada dorongan agar saya minta izin pada almarhum ayah dan juga kakak saya tertua Prof. Windia (meninggal 1 April 2023).

Saya (penulis, Made Suarjana Sanggra) membaca puisi Suara Saking Setra dalam Pergelaran Tribute to Made Sanggra serangkaian Festival Seni Bali Jani V/2023 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Denpasar, Sabtu 22 Juli 2023 | Foto: Tim Kreatif FSBJ 2023

Ketika masih siswa SMA Negeri Gianyar (1975-1978/79), beberapa kali saya membacakan puisi ini, saat berlatih teater di rumah Nyoman Manda. Pak Nyoman Manda, sahabat erat Made Sanggra—ayah saya. Pak Manda sekaligus juga guru kami di sekolah. Di bawah bimbingan Pak Manda, kami mendirikan Teater Malini.

Ayah pernah menyaksikan sekali saya baca “Suara Saking Setra”, dan menilai saya belum mendapatkan roh dari puisi tersebut. Sementara, kakak saya almarhum Prof. Windia, pernah menyaksikan saya baca “Suara Saking Setra”, dan berkomentar positif. Makanya, pada beliau berdoa saya minta tuntunan.

Sebelum minta izin pada ayah dan kakak, saya minta izin pada “siapa saja yang tak tampak” di sekeliling areal Art Centre. Kakak perempuan saya datang dengan tirta dan ning cokor, lalu menyiratkan ke kepala saya dan menyuruh minum tiga kali, dan terakhir meraupkan di wajah.

Begitu Gamelan Slonding yang dipimpin Agus “Bracuk” Dwipayana, mulai mengalun, kemudian dibarengi suara organ dari Regen, saya menyelinap masuk dalam kegelapan panggung. Suara lolongan anjing dan suara burung kinasih, menyentuh dan menyayat hati.

Saya berposisi tidur miring di balik keranda jenazah yang ditutup kain hitam, di pojok panggung. Pada saat sudah terasa pada puncak “keseraman”,  saya berteriak: “Haaaaaaaa…ha…ha…ha…” sambil mengangkat satu tangan. Saya mainkan jari-jari saya beberapa detik sebelum bangkit, seakan-akan keluar dari kuburan, dilanjut membaca bait pertama…

Haaaaa…ha…ha…ha…

Hiiiiiiiiii…hi…hi…hi…

Suud ja, suud…! entegang bayune

Tidak terasa teks habis dan saya keluar panggung. Saya sangat bersyukur. Tidak ada salah ucap dan tidak ada kata-kata yang terlewati saya baca. Ini cukup mengherankan bagi diri saya sendiri. Sebagai orang yang berusia 63 tahun, saya sudah terganggu akibat berkurangnya daya hapal, daya eja dan daya nulis/mengetik tanpa salah.

Hal yang lebih membuat saya kaget, satu per satu anggota kru pementasan, termasuk Jengki Sunarta yang akan tampil berikutnya,  menyalami saya. Sambil mengacungkan jempol, Jengki, si penyair tunggal (maksudnya Jomblo) berkata: “Bagus bli, rohnya Bapak masuk”.  “Memag bli Dek yang harus membaca puisi Bapak itu,” kata salah seorang adik sepupu saya lain.

Bahkan, ada penonton yang sengaja keluar gedung mencari saya dan menyalami, dengan ucapan senada. “Mule De, orine mace puisine Bapak ento,”. (Memang kamu disuruh baca puisi tersebut)

Tapi yang sangat menggembirakan, Nick Jono merasa sehat dan mengatakan siap membaca puisi jatahnya yang kedua,  berjudul “Tegal Jamblang”. Saya copot kain hitam yang saya pakai dan serahkan pada Nick Jono karena itu memang properti dia.

Pada saat  Nick Jono tampil, kami putuskan dia membaca puisi sambil duduk, untuk mengantisipasi agar dia tidak jatuh. Kami juga siapkan dua “tenaga” di belakang panggung, untuk jaga-jaga, kalau-kalau Nick Jono tiba-tiba rubuh, mereka akan menggotong keluar.

Eh, Nick Jono betul-betul sudah bugar saat itu dan siap tampil. Selama membaca “Tegal Jamblang”, dia tampil prima sebagaimana yang dipertunjukkan saat latihan. Vokalnya terjaga. Geraknya terukur dan “rasa” puisinya dia dapat, sehingga penampilannya sungguh bagus menurut saya.

Akhirnya, pementasan yang dikelola Yayasan Wahana Dharma Sastra Made Sanggra Sukawati, itu berakhir dengan lancar dan sukses. Dua karya masterpiece Made Sanggra, puisi “Suara Saking Setra” dan cerpen “Ketemu ring Tampaksiring”, sama-sama sebagai Juara Pertama dalam sayembara Sastra Bali 1971, itu kembali menggema.

Bahkan, saat keluarga berkumpul dan bersyukur Minggu, 23 Juli 2023 pagi, salah seorang anggota keluarga nyeletuk, melihat peristiwa pementasan  “Suara Saking Setra” kali ini, agar puisi  tersebut  diperlakukan berbeda dengan puisi-pisisi ciptaan ayah lainnya.

Menurut dia, “Suara Saking Setra” sudah berposisi setara dengan lontar-lontar milik leluhur kami yang disimpan di tempat suci. Bila ada yang akan mementaskan puisi itu, harus matur piuning atau minta izin secara niskala.

Saya hanya garuk-garuk kepala. Tidak berani berkomentar, apalagi membantah dalam pertemuan keluarga besar semacam itu. Takut jadi perdebatan tak berujung. Untuk menerima usul ini saya harus betul-betul harus ada persiapan untuk siap, tidak bersifat dadakan, seperti pementasan kemarin.

Saya kemudian buru-buru keluar rumah, menuju Bandara Ngurah Rai, selanjutnya terbang ke Jakarta mekuli kembali…

Haaaaaaa….hahaha…hiiiiiii… suud…. je suud… [T]

  • BACA JUGA
Made Sanggra Adalah Federico Garcia Lorca dari Bali
Anom Ranuara, Drama Klasik dan Kesetiaan Berkarya Tiada Henti
Tribute to Maestro I Gusti Putu Gede Wedhasmara — Lagu-lagunya Melegenda Secara Nasional, Tapi Namanya Kurang Dikenal
Tags: Festival Seni Bali JaniMade Sanggrasastra bali modern
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Golput: Komunikasi Politik yang Gagal

Next Post

131 Desa Adat di Kabupaten Buleleng Punya Pararem Penanggulangan Rabies

Made Suarjana Sanggra

Made Suarjana Sanggra

Jurnalis, tinggal di Jakarta

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
131 Desa Adat di Kabupaten Buleleng Punya Pararem Penanggulangan Rabies

131 Desa Adat di Kabupaten Buleleng Punya Pararem Penanggulangan Rabies

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co