23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tribute to Maestro I Gusti Putu Gede Wedhasmara — Lagu-lagunya Melegenda Secara Nasional, Tapi Namanya Kurang Dikenal

I Made Sujaya by I Made Sujaya
July 21, 2023
in Panggung
Tribute to Maestro I Gusti Putu Gede Wedhasmara — Lagu-lagunya Melegenda Secara Nasional, Tapi Namanya Kurang Dikenal

Pertunjukan Tribute to Maestro I Gusti Putu Gede Wedhasmara dalam ajang Festival Seni Bali Jani (FSBJ) di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Kamis 20 Juli 2023 sore.

Kau selalu di hatiku
Terpaut di dalam sukma
Tiada kubimbang tiada kuragu
Akan setia janjimu

DI ERA tahun 1970-an, lagu “Kau Selalu di Hatiku” begitu akrab di telinga para pecinta lagu Indonesia. Hingga kini pun, lagu yang dipopulerkan Ernie Djohan itu, masih sering didengar di radio-radio, kanal youtube atau dinyanyikan orang-orang saat menyanyi karaoke. Namun, tak banyak yang tahu bahwa pencipta lagu itu berasal dari Bali.

Orang-orang hanya tahu, sang pencipta lagu itu bernama Wedhasmara. Begitu yang tercantum dalam kaset-kaset. Padahal, nama lengkapnya I Gusti Putu Gede Wedhasmara, seorang komponis dari Jero Batan Moning, Gerenceng, Denpasar, Bali. Hingga kini, belum ada lagi komponis Bali yang lagu-lagu ciptaannya melegenda secara nasional seperti Wedhasmara. Karena itu, tak keliru menyebut Wedhasmara sebagai maestro.

Mengenang perjalanan proses kreatif sang maestro, Sanggar Melati mempersembahkan pertunjukan Tribute to Maestro I Gusti Putu Gede Wedhasmara dalam ajang Festival Seni Bali Jani (FSBJ) di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Kamis 20 Juli 2023 sore.  Pergelaran bertajuk “Kau Selalu di Hatiku” itu disutradarai jurnalis sekaligus pengamat musik, I Made Adnyana.

Pergelaran Tribute to Maestro I Gusti Putu Gede Wedhasmara | Foto: Tim Kreatif FSBJ 2023

Pergelaran dikemas dalam bentuk pementasan lagu-lagu Wedhasmara oleh sejumlah penyanyi Bali, seperti Dewi Pradewi, Ayu Carmen, Agung Wirasutha dan penyanyi remaja Gung Mas Pemayun dengan diiringi band Yayak n Friends. Selain itu, turut tampil juga  electronic dance music (EDM) oleh Margarani, film dokumenter garapan Andy Duarsa, dramatisasi lagu Wedhasmara oleh Teater Kini Berseri serta gelar wicara (talkshow) bersama I Made Adnyana dan Ayu Carmen dengan dipandu presenter Galuh Praba. Akademisi Prof. I Nyoman Darma Putra ikut memberikan testimoni melalui rekaman video.

Menurut Darma Putra, Wedhasmara merupakan musisi nasional yang karyanya abadi sampai sekarang. Akan tetapi dalam sejarah perkembangan lagu pop Indonesia, lagunya lebih terkenal dari orangnya. Dia sendiri merasa tidak banyak yang mengenal namanya.

“Belakangan setelah pemerintah memberikan penghargaan, barulah dia dikenal. Ini to pencipta lagu ‘Senja di Batas Kota’. Ini to pengarang lagu ‘Berpisah di St. Carolus’. Ini to pencipta lagu ‘Kau Selalu di Hatiku’,” ujar Darma Putra seraya menambahkan, secara universal, memang penyanyi cenderung lebih dikenal daripada pencipta lagunya.

Lagu-lagu Wedhasmara, menurut Darma Putra, cenderung romantis dan mengangkat tema perpisahan. Namun, perpisahan dimaknai sebagai bagian kebersamaan, bukan tanda kepergian.

Wedhasmara dan Pesona Lagu-lagu Ciptaannya

Tema perpisahan itu tak hanya tampak dalam lirik lagunya, tapi juga diakui dalam cerita Wedhasmara. Lagu ‘Senja di Batas Kota’ misalnya, diciptakan Wedhasmara karena mendapat inspirasi di Jakarta dia melihat seorang gadis memberikan sapu tangan kepada kekasihnya yang akan pergi ke medan perang.

Begitu juga lagu “Berpisah di St Carolus” bercerita tentang pasien yang sudah sembuh lalu berpisah dengan dokter dan perawat di rumah sakit. Secara fisik mereka berpisah, tapi secara spiritual, psikologis, emosional, tidak. Lagu-lagu itu menyampaikan bahwa meski berpisah, mereka tetap bersatu.

“Syair-syair lagunya powerfull. Satu lagu hanya satu bait atau empat bait. Satu bait tiga atau empat baris. Satu baris tiga atau empat kata. Liriknya luar biasa. Pendek, powerfull, juga meaningfull,” kata Darma Putra.

Menurut I Made Adnyana, pencapaian Wedhasmara tergolong luar biasa. Lagu-lagunya tak hanya menasional tapi juga melegenda karena hingga kini masih dinyanyikan dan tetap bisa dinikmati.

“Meskipun sudah puluhan tahun, lagu-lagu Wedhasmara dinyanyikan kapan pun, tak kalah dengan lagu-lagu sekarang,” kata Adnyana.

Made Adnyana (tengah) pada Pergelaran Tribute to Maestro I Gusti Putu Gede Wedhasmara | Foto: Tim Kreatif FSBJ 2023

Ayu Carmen mengenang Wedhasmara sebagai sosok yang ramah dan rendah hati. Dia pernah bekerja sama dengan Wedhasmara tahun 2009. Saat itu, Ayu Carmen meminta izin untuk menyanyikan lagu Wedhasmara yang berbahasa Bali, “Kaden Saja”. Ternyata, Wedhasmara sangat terbuka dan bisa menerima generasi yang jauh di bawahnya.

Wedhasmara dilahirkan di Denpasar, 10 September 1932. Dia sudah menyukai musik sejak kecil.  Setamat SMP di Denpasar, Wedhasmara melanjutkan pendidikan ke Yogyakarta. Dia sempat tinggal di Jakarta, bekerja di Jawatan Pertanian Jakarta. Dia sempat bergabung beberapa kelompok musik.

Lagu-lagunya dikenal luas tahun1960-an hingga 1970-an. Lagu “Senja di Batas Kota” dan “Kau Selalu di Hatiku” dipopulerkan Ernie Djohan, lagu “Berpisah di St. Carolus” dipopulerkan Retno serta “Bunga Flamboyan” dibawakan Broery Pesolima. Wedhasmara juga menciptakan lagu berbahasa Bali, “Kaden Saja” yang awalnya dinyanyikannya sendiri.

Majalah Rolling Stones Indonesia pada tahun 2014 menobatkan Wedhasmara sebagai 100 pencipta lagu terbaik Indonesia. Wedhasmara menghembuskan nafas terakhir pada 21 April 2017 dalam usia 85 tahun. [T]

Animasi dan Kartun, Peluang dan Tantangannya
Jejak Historis I Ketut Rina Bersama “Cak Tarian Rina”
Antara Keindahan dan Kekuatan Jiwa: Dari Pameran Multimedia Karya I Gusti Nyoman Lempad
Tags: Festival Seni Bali Janilagumusikmusik pop indonesiaWehasmara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Animasi dan Kartun, Peluang dan Tantangannya

Next Post

Wedhasmara dan Pesona Lagu-lagu Ciptaannya

I Made Sujaya

I Made Sujaya

Wartawan, sastrawan, dosen. Pengelola balisaja.com

Related Posts

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
0
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

Read moreDetails

150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

KEMEGAHAN menyambut malam pembukaan Buleleng Festival 2026. Sebanyak 150 penari tampil memukau dalam kolaborasi akbar, mengawali peresmian festival yang dibuka...

Read moreDetails

Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

LELAKI muda duduk di sebuah kursi panjang di bawah pohon kamboja di Palemahan Kangin, Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja,...

Read moreDetails

“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

by I Putu Gede Pradipta Utama
August 17, 2026
0
“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

DI tengah kehidupan masyarakat Desa Metra, Yang Api, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, masih lestari sebuah seni pertunjukan ritual yang memiliki...

Read moreDetails

Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

MATAHARI perlahan muncul ketika alunan musik mulai mengisi udara pagi di Pantai Sanur. Di antara suara ombak dan cahaya matahari...

Read moreDetails

Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari

ANAK-ANAK bergerak mengikuti irama. Ada yang mengepakkan tangan seperti burung, melangkah dalam barisan, memainkan properti, hingga berpindah formasi bersama teman-temannya....

Read moreDetails

Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

by Nyoman Budarsana
August 16, 2026
0
Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

ANAK-ANAK itu menebar senyum ceria. Di tengah halaman hijau yang teduh, mereka berlari, bermain, bernyanyi, dan berinteraksi bersama teman-temannya. Ruang...

Read moreDetails

Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
0
Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

SALAH satu momen menarik ketika Salamander Big Band tampil membuka Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026 pada Jumat, 7...

Read moreDetails

Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
0
Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

SORAK sorai suporter terdengar dari sudut aula. Tepuk tangan menyambut setiap penampilan, sementara tawa pecah di antara adegan-adegan drama yang...

Read moreDetails

Ubud FolkFest 2026: Menanam Seni dan Budaya untuk Masa Depan

by Nyoman Budarsana
August 15, 2026
0
Ubud FolkFest 2026: Menanam Seni dan Budaya untuk Masa Depan

KETIKA suling mulai dimainkan, suasana seketika berubah. Para pemain Genjek Pondok Pekak, Ubud, bergerak dengan ekspresi yang kuat. Penari laki-laki...

Read moreDetails
Next Post
Wedhasmara dan Pesona Lagu-lagu Ciptaannya

Wedhasmara dan Pesona Lagu-lagu Ciptaannya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co