3 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tribute to Maestro I Gusti Putu Gede Wedhasmara — Lagu-lagunya Melegenda Secara Nasional, Tapi Namanya Kurang Dikenal

I Made Sujaya by I Made Sujaya
July 21, 2023
in Panggung
Tribute to Maestro I Gusti Putu Gede Wedhasmara — Lagu-lagunya Melegenda Secara Nasional, Tapi Namanya Kurang Dikenal

Pertunjukan Tribute to Maestro I Gusti Putu Gede Wedhasmara dalam ajang Festival Seni Bali Jani (FSBJ) di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Kamis 20 Juli 2023 sore.

Kau selalu di hatiku
Terpaut di dalam sukma
Tiada kubimbang tiada kuragu
Akan setia janjimu

DI ERA tahun 1970-an, lagu “Kau Selalu di Hatiku” begitu akrab di telinga para pecinta lagu Indonesia. Hingga kini pun, lagu yang dipopulerkan Ernie Djohan itu, masih sering didengar di radio-radio, kanal youtube atau dinyanyikan orang-orang saat menyanyi karaoke. Namun, tak banyak yang tahu bahwa pencipta lagu itu berasal dari Bali.

Orang-orang hanya tahu, sang pencipta lagu itu bernama Wedhasmara. Begitu yang tercantum dalam kaset-kaset. Padahal, nama lengkapnya I Gusti Putu Gede Wedhasmara, seorang komponis dari Jero Batan Moning, Gerenceng, Denpasar, Bali. Hingga kini, belum ada lagi komponis Bali yang lagu-lagu ciptaannya melegenda secara nasional seperti Wedhasmara. Karena itu, tak keliru menyebut Wedhasmara sebagai maestro.

Mengenang perjalanan proses kreatif sang maestro, Sanggar Melati mempersembahkan pertunjukan Tribute to Maestro I Gusti Putu Gede Wedhasmara dalam ajang Festival Seni Bali Jani (FSBJ) di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Kamis 20 Juli 2023 sore.  Pergelaran bertajuk “Kau Selalu di Hatiku” itu disutradarai jurnalis sekaligus pengamat musik, I Made Adnyana.

Pergelaran Tribute to Maestro I Gusti Putu Gede Wedhasmara | Foto: Tim Kreatif FSBJ 2023

Pergelaran dikemas dalam bentuk pementasan lagu-lagu Wedhasmara oleh sejumlah penyanyi Bali, seperti Dewi Pradewi, Ayu Carmen, Agung Wirasutha dan penyanyi remaja Gung Mas Pemayun dengan diiringi band Yayak n Friends. Selain itu, turut tampil juga  electronic dance music (EDM) oleh Margarani, film dokumenter garapan Andy Duarsa, dramatisasi lagu Wedhasmara oleh Teater Kini Berseri serta gelar wicara (talkshow) bersama I Made Adnyana dan Ayu Carmen dengan dipandu presenter Galuh Praba. Akademisi Prof. I Nyoman Darma Putra ikut memberikan testimoni melalui rekaman video.

Menurut Darma Putra, Wedhasmara merupakan musisi nasional yang karyanya abadi sampai sekarang. Akan tetapi dalam sejarah perkembangan lagu pop Indonesia, lagunya lebih terkenal dari orangnya. Dia sendiri merasa tidak banyak yang mengenal namanya.

“Belakangan setelah pemerintah memberikan penghargaan, barulah dia dikenal. Ini to pencipta lagu ‘Senja di Batas Kota’. Ini to pengarang lagu ‘Berpisah di St. Carolus’. Ini to pencipta lagu ‘Kau Selalu di Hatiku’,” ujar Darma Putra seraya menambahkan, secara universal, memang penyanyi cenderung lebih dikenal daripada pencipta lagunya.

Lagu-lagu Wedhasmara, menurut Darma Putra, cenderung romantis dan mengangkat tema perpisahan. Namun, perpisahan dimaknai sebagai bagian kebersamaan, bukan tanda kepergian.

Wedhasmara dan Pesona Lagu-lagu Ciptaannya

Tema perpisahan itu tak hanya tampak dalam lirik lagunya, tapi juga diakui dalam cerita Wedhasmara. Lagu ‘Senja di Batas Kota’ misalnya, diciptakan Wedhasmara karena mendapat inspirasi di Jakarta dia melihat seorang gadis memberikan sapu tangan kepada kekasihnya yang akan pergi ke medan perang.

Begitu juga lagu “Berpisah di St Carolus” bercerita tentang pasien yang sudah sembuh lalu berpisah dengan dokter dan perawat di rumah sakit. Secara fisik mereka berpisah, tapi secara spiritual, psikologis, emosional, tidak. Lagu-lagu itu menyampaikan bahwa meski berpisah, mereka tetap bersatu.

“Syair-syair lagunya powerfull. Satu lagu hanya satu bait atau empat bait. Satu bait tiga atau empat baris. Satu baris tiga atau empat kata. Liriknya luar biasa. Pendek, powerfull, juga meaningfull,” kata Darma Putra.

Menurut I Made Adnyana, pencapaian Wedhasmara tergolong luar biasa. Lagu-lagunya tak hanya menasional tapi juga melegenda karena hingga kini masih dinyanyikan dan tetap bisa dinikmati.

“Meskipun sudah puluhan tahun, lagu-lagu Wedhasmara dinyanyikan kapan pun, tak kalah dengan lagu-lagu sekarang,” kata Adnyana.

Made Adnyana (tengah) pada Pergelaran Tribute to Maestro I Gusti Putu Gede Wedhasmara | Foto: Tim Kreatif FSBJ 2023

Ayu Carmen mengenang Wedhasmara sebagai sosok yang ramah dan rendah hati. Dia pernah bekerja sama dengan Wedhasmara tahun 2009. Saat itu, Ayu Carmen meminta izin untuk menyanyikan lagu Wedhasmara yang berbahasa Bali, “Kaden Saja”. Ternyata, Wedhasmara sangat terbuka dan bisa menerima generasi yang jauh di bawahnya.

Wedhasmara dilahirkan di Denpasar, 10 September 1932. Dia sudah menyukai musik sejak kecil.  Setamat SMP di Denpasar, Wedhasmara melanjutkan pendidikan ke Yogyakarta. Dia sempat tinggal di Jakarta, bekerja di Jawatan Pertanian Jakarta. Dia sempat bergabung beberapa kelompok musik.

Lagu-lagunya dikenal luas tahun1960-an hingga 1970-an. Lagu “Senja di Batas Kota” dan “Kau Selalu di Hatiku” dipopulerkan Ernie Djohan, lagu “Berpisah di St. Carolus” dipopulerkan Retno serta “Bunga Flamboyan” dibawakan Broery Pesolima. Wedhasmara juga menciptakan lagu berbahasa Bali, “Kaden Saja” yang awalnya dinyanyikannya sendiri.

Majalah Rolling Stones Indonesia pada tahun 2014 menobatkan Wedhasmara sebagai 100 pencipta lagu terbaik Indonesia. Wedhasmara menghembuskan nafas terakhir pada 21 April 2017 dalam usia 85 tahun. [T]

Animasi dan Kartun, Peluang dan Tantangannya
Jejak Historis I Ketut Rina Bersama “Cak Tarian Rina”
Antara Keindahan dan Kekuatan Jiwa: Dari Pameran Multimedia Karya I Gusti Nyoman Lempad
Tags: Festival Seni Bali Janilagumusikmusik pop indonesiaWehasmara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Animasi dan Kartun, Peluang dan Tantangannya

Next Post

Wedhasmara dan Pesona Lagu-lagu Ciptaannya

I Made Sujaya

I Made Sujaya

Wartawan, sastrawan, dosen. Pengelola balisaja.com

Related Posts

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
0
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

Read moreDetails

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
0
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

Read moreDetails

Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
0
Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

 “Perempuan punya hak atas tubuhnya sendiri!” Kalimat itu meluncur tegas dari Sasti Gotama saat membahas novel Korpus Uterus di Singaraja...

Read moreDetails

Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 31, 2026
0
Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

 “Rumah itu sebenarnya apa?” Pertanyaan itu terus mengemuka sepanjang diskusi buku Rumah karya J.S. Khairen pada hari ketiga Singaraja Literary...

Read moreDetails

13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

by Wahyu Mahaputra
July 30, 2026
0
13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

Di tengah menjamurnya festival musik yang kian mengaburkan batas antar-genre demi menjangkau pasar yang lebih luas, Sthala Ubud Village Jazz...

Read moreDetails

“Yang Hilang Yang Terus Berjuang”, Pertunjukan 30 Tahun Kudatuli di Singaraja

by Yahya Umar
July 28, 2026
0
“Yang Hilang Yang Terus Berjuang”, Pertunjukan 30 Tahun Kudatuli di Singaraja

jika rakyat pergiketika penguasa pidatokita harus hati-hatibarangkali mereka putus asa kalau rakyat sembunyidan berbisik-bisikketika membicarakan masalahnya sendiripenguasa harus waspada dan...

Read moreDetails

‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
0
‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

RUANGAN Gedung Ksirarnawa mendadak sunyi. Lampu panggung meredup, hanya menyisakan seberkas cahaya yang jatuh pada seorang lelaki yang duduk di...

Read moreDetails

“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
0
“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

KETIKA Bagus Diarsa tampak sibuk menatap layar telepon genggamnya, di sampingnya berdiri sosok berwajah penuh riasan, berbusana merah menyala. Dialah...

Read moreDetails

Siap-siap ke Lovina Festival 2026

by Komang Puja Savitri
July 24, 2026
0
Siap-siap ke Lovina Festival 2026

"Hari ini kesiapan sudah seratus persen," ucap Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra membuka jumpa pers di Spice Dive Beach Club,...

Read moreDetails

Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

by Nyoman Budarsana
July 23, 2026
0
Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

PERTIKAIAN dan peperangan kerap melahirkan penderitaan, kebencian, dendam, serta luka yang membekas dalam jiwa. Namun, di balik kehancuran itu selalu...

Read moreDetails
Next Post
Wedhasmara dan Pesona Lagu-lagu Ciptaannya

Wedhasmara dan Pesona Lagu-lagu Ciptaannya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co