2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Wedhasmara dan Pesona Lagu-lagu Ciptaannya

Made Adnyana by Made Adnyana
July 22, 2023
in Esai
Wedhasmara dan Pesona Lagu-lagu Ciptaannya

Wedhasmara | Foto: Dok Pribadi

KETIKA saya masih kelas I di SMAK Swastiastu (sekarang SMAK Santo Yoseph) di Denpasar, satu saat pelajaran di kelas, seorang guru malah mengajak siswa menyanyikan lagu “Berpisah di St. Carolus”. Setelah itu siswa diajak mencermati kalimat demi kalimat dalam lagu itu serta menangkap makna tersirat di dalamnya.

Itu bukan baru pertama kalinya saya mendengar lagu tersebut. Bisa dikatakan cukup familiar bahkan hafal liriknya, karena sejak SD di kampung halaman di Pupuan, Tabanan, saya sering mendengar lagu itu dari pita kaset yang disetel Bapak di tape recorder masa itu.

Mungkin seperti kebanyakan orang juga saya hanya tahu lagunya dan sedikit tahu judulnya tapi kurang tahu dengan penyanyi bahkan penciptanya, meskipun di sampul kaset disebutkan Wedhasmara. Tak terbersit sedikitpun keinginan untuk mencari tahu siapa dia dan orang mana gerangan.

Nah, pertengahan 90-an ketika tamat kuliah dan mulai bekerja di salah satu media cetak ternama di Bali, tetiba ada seorang rekan wartawan yang membuat tulisan tentang Wedhasmara. Ia pun menunjukkan tulisan tersebut ke saya serta menyarankan saya untuk melakukan wawancara. Kebetulan tulisan saya memang lebih banyak tentang seni budaya khususnya musik dan film.

Ternyata, sosok yang dimaksud adalah orang Bali yang kemudian saya tahu tinggal di Jro Batan Moning, Banjar Gerenceng, di Jalan Sutomo, Denpasar. Pertemuan pertama saya dengan Wedhasmara untuk wawancara terjadi sekira tahun 1999 atau 2000.

Apa yang saya hadapi sangat jauh dari kesan sosok penyanyi juga pencipta lagu ternama nasional, yang dalam bayangan saya terkesan gemerlap dan mungkin sedikit jaga imej serta segala kesan tentang figur publik nasional umumnya.

Made Adnyana (penulis) pada Pergelaran Tribute to Maestro I Gusti Putu Gede Wedhasmara | Foto: Tim Kreatif FSBJ 2023

Wedhasmara boleh dikatakan sangat ramah dan senang diajak berbincang-bincang, terutama tentang karya juga kiprahnya selama tinggal di Jakarta puluhan tahun. Menariknya dia juga termasuk sederhana dan suka tampil apa adanya. Padahal kalau dilacak rekam jejaknya jelas dia bukan orang sembarangan di belantika musik nasional.

Ada begitu banyak penyanyi kenamaan nasional yang terangkat namanya karena lagu karya ciptanya. Bukan hanya satu dua bahkan mungkin puluhan mulai dari penyanyi tempo dulu seperti Ernie Djohan, Tetty Kade, Lilis Suryani, Anna  Mathovani,  Isnarti, M. Rivani, Titiek Sandhora, Broery Pesolima, hingga penyanyi Era 90-an seperti Rani Yuni Shara dan seterusnya.

Tak hanya itu, Wedhasmara juga banyak bersentuhan dengan tokoh-tokoh musik nasional seperti Ismail Marzuki, Idris Sardi, Bing Slamet, Cornelis Simanjuntak, dan Pranajaya yang konon banyak memberinya dorongan untuk semangat berkarya di musik nasional

Tribute to Maestro I Gusti Putu Gede Wedhasmara — Lagu-lagunya Melegenda Secara Nasional, Tapi Namanya Kurang Dikenal

Mulanya saya hanya kenal satu dua karya Wedhasmara terutama “Berpisah di Teras St. Carolus”, “Senja di Batas Kota”, dan “Kau Selalu di Hatiku”. Makin ke sini makin banyak lagu-lagunya yang menurut saya memang bagus dan menarik untuk didengarkan. Mulai dari lagu pop melankolis seperti “Bunga Flamboyan”, “Hasratku”,  juga sejumlah lagu keroncong seperti keroncong “Semalam di Kualalumpur”, ”Bintang Pujaan”,  hingga lagu berbahasa Bali “Kaden Saja”.

Menariknya, lagu pop Bali “Kaden Saja” diproduksi Lord Record, Jakarta, bukan label rekaman di Bali. Lagu ini terdapat di album berjudul sama, menampilkan sejumlah lagu berbahasa Bali dengan iringan band Pelangi Group di bawah pimpinan Sugeng, M.A. Selain “Kaden Saje” juga ada lagu “Kaje Kaje Luas ke Gunung”, “Mealih-alihan” dan “I Made Bawe”. Wedhasmara sendiri tampil bersama R. Moelyono, Seni Moelyono.

Maka bisa dikatakan Wedhasmara adalah pelopor sesungguhnya dalam rekaman lagu pop Bali meskipun tidak seperti kebanyakan lagu pop Bali yang memang diproduksi di Bali dan beredar di Bali. Jika mendengarkan rekaman pertama dan asli lagu kadang saja cukup mengejutkan juga karena justru Irama musiknya memakai model musik gurun pasir dan cengkok khas Wedhasmara.

Siapa menyangkal kalau karya-karya Wedhasmara tidak hanya beragam dari segi tema — yang konon banyak tercipta dari pengalaman aslinya sehari-hari — juga disajikan dalam tata kalimat yang lugas dan sederhana namun penuh makna. Tak kalah istimewa, sebagian besar lagu Wedhasmara bisa dinyanyikan atau cocok dialihkan ke dalam berbagai irama misalnya saja “Senja Di Batas Kota” mulai dari versi pop, bossas, jazz, dan sebagainya

Pergelaran Tribute to Maestro I Gusti Putu Gede Wedhasmara | Foto: Tim Kreatif FSBJ 2023

Kalau kemudian ada mengatakan karya-karya Wedhasmara legendaris atau bahkan immortal kirannya bukan berlebihan. Ketika lagu-lagu hits tercipta di masanya, Wedhasmara seperti tak terbawa oleh trend yang berkembang pada masa itu. Karenanya lintas zaman pun lagu-lagunya masih enak didengar dan bisa beradaptasi dengan perkembangan musik masa kini. Karena itulah ketika kita mencari judul-judul lagu Wedhasmara di kanal YouTube misalnya akan ada begitu banyak versi jenis musik maupun aransemen yang berbeda-beda dengan penyanyi yang membawakannya pun berbeda-beda.

Bahwa ternyata justru masyarakat Bali justru tidak banyak yang tahu kalau pencipta lagu-lagu hits nasional itu adalah asli putra Bali, mungkin memang ironis. Namun hal ini juga tak terlepas dari sikap Wedhasmara yang cenderung tidak mau menonjolkan kebaliannya saat berkarya di tingkat nasional. Sehingga bahkan banyak orang luar Bali pun tak menyangka kalau pencipta lagu “Kau Selalu di Hatiku”, “Senja di Batas Kota” adalah putra Bali.

Dari cerita salah satu sahabatnya, Wedhasmara memang sempat merasa sedih karena sepulangnya ke Bali tak banyak orang yang ngeh atau tahu akan sosoknya. Namun semuanya telah berlalu dan yang jelas karya-karya Wedhasmara masih tetap digemari hingga saat ini. Barangkali saja generasi zaman sekarang tidak tahu judul lagunya, tidak tahu penciptanya, namun ketika dinyanyikan satu dua bait lagu-lagu wedhasmara, sebagian besar mengatakan tahu atau pernah mendengarkan.

Maka ketika pergelaran Tribute to Maestro sebagai salah satu mata acara dalam Festival Seni Bali Jani mengangkat sosok Wedhasmara, sangatlah tepat. Momentum ini dapat dijadikan sebagai upaya mengingatkan kembali masyarakat bahwa Bali pernah memiliki seorang putra daerah yang cukup besar pengaruhnya dalam perkembangan musik di Tanah Air.

Selain itu tentu saja acara yang digelar 20 Juli lalu juga sekaligus menjadi kesempatan memperkenalkan seuntaian lagu-lagu bagus yang pernah diciptakan oleh Wedhasmara. Karya-karya yang punya pesona tersendiri, ya… pesona ala Wedhasmara.

Zaman memang telah berubah, sejarah pun akan terus berganti, namun demikian bukan berarti kita melupakan begitu saja apa yang catatan perjalanan salah satu Putra terbaik dari Bali seperti Wedhasmara. Sesuai judul lagunya, tepat kiranya kita mengucapkan, “Kau Selalu di Hatiku”. [T]

Adi Sewaka Nugraha Kepada I Ketut Santosa Untuk Kesetiaannya Mengembangkan Seni Lukis Kaca Nagasepaha
Jejak Historis I Ketut Rina Bersama “Cak Tarian Rina”
Tags: Lagu Pop Balimusik pop indonesiaWedhasmara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tribute to Maestro I Gusti Putu Gede Wedhasmara — Lagu-lagunya Melegenda Secara Nasional, Tapi Namanya Kurang Dikenal

Next Post

Tiga Sastrawan Berbagi Proses Kreatif: Platform Menulis Makin Beragam, Tapi Tetap Kontrol Diri

Made Adnyana

Made Adnyana

Dosen, penulis musik, host podcast "Oke Made"

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Tiga Sastrawan Berbagi Proses Kreatif: Platform Menulis Makin Beragam, Tapi Tetap Kontrol Diri

Tiga Sastrawan Berbagi Proses Kreatif: Platform Menulis Makin Beragam, Tapi Tetap Kontrol Diri

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co