23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Wedhasmara dan Pesona Lagu-lagu Ciptaannya

Made Adnyana by Made Adnyana
July 22, 2023
in Esai
Wedhasmara dan Pesona Lagu-lagu Ciptaannya

Wedhasmara | Foto: Dok Pribadi

KETIKA saya masih kelas I di SMAK Swastiastu (sekarang SMAK Santo Yoseph) di Denpasar, satu saat pelajaran di kelas, seorang guru malah mengajak siswa menyanyikan lagu “Berpisah di St. Carolus”. Setelah itu siswa diajak mencermati kalimat demi kalimat dalam lagu itu serta menangkap makna tersirat di dalamnya.

Itu bukan baru pertama kalinya saya mendengar lagu tersebut. Bisa dikatakan cukup familiar bahkan hafal liriknya, karena sejak SD di kampung halaman di Pupuan, Tabanan, saya sering mendengar lagu itu dari pita kaset yang disetel Bapak di tape recorder masa itu.

Mungkin seperti kebanyakan orang juga saya hanya tahu lagunya dan sedikit tahu judulnya tapi kurang tahu dengan penyanyi bahkan penciptanya, meskipun di sampul kaset disebutkan Wedhasmara. Tak terbersit sedikitpun keinginan untuk mencari tahu siapa dia dan orang mana gerangan.

Nah, pertengahan 90-an ketika tamat kuliah dan mulai bekerja di salah satu media cetak ternama di Bali, tetiba ada seorang rekan wartawan yang membuat tulisan tentang Wedhasmara. Ia pun menunjukkan tulisan tersebut ke saya serta menyarankan saya untuk melakukan wawancara. Kebetulan tulisan saya memang lebih banyak tentang seni budaya khususnya musik dan film.

Ternyata, sosok yang dimaksud adalah orang Bali yang kemudian saya tahu tinggal di Jro Batan Moning, Banjar Gerenceng, di Jalan Sutomo, Denpasar. Pertemuan pertama saya dengan Wedhasmara untuk wawancara terjadi sekira tahun 1999 atau 2000.

Apa yang saya hadapi sangat jauh dari kesan sosok penyanyi juga pencipta lagu ternama nasional, yang dalam bayangan saya terkesan gemerlap dan mungkin sedikit jaga imej serta segala kesan tentang figur publik nasional umumnya.

Made Adnyana (penulis) pada Pergelaran Tribute to Maestro I Gusti Putu Gede Wedhasmara | Foto: Tim Kreatif FSBJ 2023

Wedhasmara boleh dikatakan sangat ramah dan senang diajak berbincang-bincang, terutama tentang karya juga kiprahnya selama tinggal di Jakarta puluhan tahun. Menariknya dia juga termasuk sederhana dan suka tampil apa adanya. Padahal kalau dilacak rekam jejaknya jelas dia bukan orang sembarangan di belantika musik nasional.

Ada begitu banyak penyanyi kenamaan nasional yang terangkat namanya karena lagu karya ciptanya. Bukan hanya satu dua bahkan mungkin puluhan mulai dari penyanyi tempo dulu seperti Ernie Djohan, Tetty Kade, Lilis Suryani, Anna  Mathovani,  Isnarti, M. Rivani, Titiek Sandhora, Broery Pesolima, hingga penyanyi Era 90-an seperti Rani Yuni Shara dan seterusnya.

Tak hanya itu, Wedhasmara juga banyak bersentuhan dengan tokoh-tokoh musik nasional seperti Ismail Marzuki, Idris Sardi, Bing Slamet, Cornelis Simanjuntak, dan Pranajaya yang konon banyak memberinya dorongan untuk semangat berkarya di musik nasional

Tribute to Maestro I Gusti Putu Gede Wedhasmara — Lagu-lagunya Melegenda Secara Nasional, Tapi Namanya Kurang Dikenal

Mulanya saya hanya kenal satu dua karya Wedhasmara terutama “Berpisah di Teras St. Carolus”, “Senja di Batas Kota”, dan “Kau Selalu di Hatiku”. Makin ke sini makin banyak lagu-lagunya yang menurut saya memang bagus dan menarik untuk didengarkan. Mulai dari lagu pop melankolis seperti “Bunga Flamboyan”, “Hasratku”,  juga sejumlah lagu keroncong seperti keroncong “Semalam di Kualalumpur”, ”Bintang Pujaan”,  hingga lagu berbahasa Bali “Kaden Saja”.

Menariknya, lagu pop Bali “Kaden Saja” diproduksi Lord Record, Jakarta, bukan label rekaman di Bali. Lagu ini terdapat di album berjudul sama, menampilkan sejumlah lagu berbahasa Bali dengan iringan band Pelangi Group di bawah pimpinan Sugeng, M.A. Selain “Kaden Saje” juga ada lagu “Kaje Kaje Luas ke Gunung”, “Mealih-alihan” dan “I Made Bawe”. Wedhasmara sendiri tampil bersama R. Moelyono, Seni Moelyono.

Maka bisa dikatakan Wedhasmara adalah pelopor sesungguhnya dalam rekaman lagu pop Bali meskipun tidak seperti kebanyakan lagu pop Bali yang memang diproduksi di Bali dan beredar di Bali. Jika mendengarkan rekaman pertama dan asli lagu kadang saja cukup mengejutkan juga karena justru Irama musiknya memakai model musik gurun pasir dan cengkok khas Wedhasmara.

Siapa menyangkal kalau karya-karya Wedhasmara tidak hanya beragam dari segi tema — yang konon banyak tercipta dari pengalaman aslinya sehari-hari — juga disajikan dalam tata kalimat yang lugas dan sederhana namun penuh makna. Tak kalah istimewa, sebagian besar lagu Wedhasmara bisa dinyanyikan atau cocok dialihkan ke dalam berbagai irama misalnya saja “Senja Di Batas Kota” mulai dari versi pop, bossas, jazz, dan sebagainya

Pergelaran Tribute to Maestro I Gusti Putu Gede Wedhasmara | Foto: Tim Kreatif FSBJ 2023

Kalau kemudian ada mengatakan karya-karya Wedhasmara legendaris atau bahkan immortal kirannya bukan berlebihan. Ketika lagu-lagu hits tercipta di masanya, Wedhasmara seperti tak terbawa oleh trend yang berkembang pada masa itu. Karenanya lintas zaman pun lagu-lagunya masih enak didengar dan bisa beradaptasi dengan perkembangan musik masa kini. Karena itulah ketika kita mencari judul-judul lagu Wedhasmara di kanal YouTube misalnya akan ada begitu banyak versi jenis musik maupun aransemen yang berbeda-beda dengan penyanyi yang membawakannya pun berbeda-beda.

Bahwa ternyata justru masyarakat Bali justru tidak banyak yang tahu kalau pencipta lagu-lagu hits nasional itu adalah asli putra Bali, mungkin memang ironis. Namun hal ini juga tak terlepas dari sikap Wedhasmara yang cenderung tidak mau menonjolkan kebaliannya saat berkarya di tingkat nasional. Sehingga bahkan banyak orang luar Bali pun tak menyangka kalau pencipta lagu “Kau Selalu di Hatiku”, “Senja di Batas Kota” adalah putra Bali.

Dari cerita salah satu sahabatnya, Wedhasmara memang sempat merasa sedih karena sepulangnya ke Bali tak banyak orang yang ngeh atau tahu akan sosoknya. Namun semuanya telah berlalu dan yang jelas karya-karya Wedhasmara masih tetap digemari hingga saat ini. Barangkali saja generasi zaman sekarang tidak tahu judul lagunya, tidak tahu penciptanya, namun ketika dinyanyikan satu dua bait lagu-lagu wedhasmara, sebagian besar mengatakan tahu atau pernah mendengarkan.

Maka ketika pergelaran Tribute to Maestro sebagai salah satu mata acara dalam Festival Seni Bali Jani mengangkat sosok Wedhasmara, sangatlah tepat. Momentum ini dapat dijadikan sebagai upaya mengingatkan kembali masyarakat bahwa Bali pernah memiliki seorang putra daerah yang cukup besar pengaruhnya dalam perkembangan musik di Tanah Air.

Selain itu tentu saja acara yang digelar 20 Juli lalu juga sekaligus menjadi kesempatan memperkenalkan seuntaian lagu-lagu bagus yang pernah diciptakan oleh Wedhasmara. Karya-karya yang punya pesona tersendiri, ya… pesona ala Wedhasmara.

Zaman memang telah berubah, sejarah pun akan terus berganti, namun demikian bukan berarti kita melupakan begitu saja apa yang catatan perjalanan salah satu Putra terbaik dari Bali seperti Wedhasmara. Sesuai judul lagunya, tepat kiranya kita mengucapkan, “Kau Selalu di Hatiku”. [T]

Adi Sewaka Nugraha Kepada I Ketut Santosa Untuk Kesetiaannya Mengembangkan Seni Lukis Kaca Nagasepaha
Jejak Historis I Ketut Rina Bersama “Cak Tarian Rina”
Tags: Lagu Pop Balimusik pop indonesiaWedhasmara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tribute to Maestro I Gusti Putu Gede Wedhasmara — Lagu-lagunya Melegenda Secara Nasional, Tapi Namanya Kurang Dikenal

Next Post

Tiga Sastrawan Berbagi Proses Kreatif: Platform Menulis Makin Beragam, Tapi Tetap Kontrol Diri

Made Adnyana

Made Adnyana

Dosen, penulis musik, host podcast "Oke Made"

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Tiga Sastrawan Berbagi Proses Kreatif: Platform Menulis Makin Beragam, Tapi Tetap Kontrol Diri

Tiga Sastrawan Berbagi Proses Kreatif: Platform Menulis Makin Beragam, Tapi Tetap Kontrol Diri

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co