24 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Wedhasmara dan Pesona Lagu-lagu Ciptaannya

Made Adnyana by Made Adnyana
July 22, 2023
in Esai
Wedhasmara dan Pesona Lagu-lagu Ciptaannya

Wedhasmara | Foto: Dok Pribadi

KETIKA saya masih kelas I di SMAK Swastiastu (sekarang SMAK Santo Yoseph) di Denpasar, satu saat pelajaran di kelas, seorang guru malah mengajak siswa menyanyikan lagu “Berpisah di St. Carolus”. Setelah itu siswa diajak mencermati kalimat demi kalimat dalam lagu itu serta menangkap makna tersirat di dalamnya.

Itu bukan baru pertama kalinya saya mendengar lagu tersebut. Bisa dikatakan cukup familiar bahkan hafal liriknya, karena sejak SD di kampung halaman di Pupuan, Tabanan, saya sering mendengar lagu itu dari pita kaset yang disetel Bapak di tape recorder masa itu.

Mungkin seperti kebanyakan orang juga saya hanya tahu lagunya dan sedikit tahu judulnya tapi kurang tahu dengan penyanyi bahkan penciptanya, meskipun di sampul kaset disebutkan Wedhasmara. Tak terbersit sedikitpun keinginan untuk mencari tahu siapa dia dan orang mana gerangan.

Nah, pertengahan 90-an ketika tamat kuliah dan mulai bekerja di salah satu media cetak ternama di Bali, tetiba ada seorang rekan wartawan yang membuat tulisan tentang Wedhasmara. Ia pun menunjukkan tulisan tersebut ke saya serta menyarankan saya untuk melakukan wawancara. Kebetulan tulisan saya memang lebih banyak tentang seni budaya khususnya musik dan film.

Ternyata, sosok yang dimaksud adalah orang Bali yang kemudian saya tahu tinggal di Jro Batan Moning, Banjar Gerenceng, di Jalan Sutomo, Denpasar. Pertemuan pertama saya dengan Wedhasmara untuk wawancara terjadi sekira tahun 1999 atau 2000.

Apa yang saya hadapi sangat jauh dari kesan sosok penyanyi juga pencipta lagu ternama nasional, yang dalam bayangan saya terkesan gemerlap dan mungkin sedikit jaga imej serta segala kesan tentang figur publik nasional umumnya.

Made Adnyana (penulis) pada Pergelaran Tribute to Maestro I Gusti Putu Gede Wedhasmara | Foto: Tim Kreatif FSBJ 2023

Wedhasmara boleh dikatakan sangat ramah dan senang diajak berbincang-bincang, terutama tentang karya juga kiprahnya selama tinggal di Jakarta puluhan tahun. Menariknya dia juga termasuk sederhana dan suka tampil apa adanya. Padahal kalau dilacak rekam jejaknya jelas dia bukan orang sembarangan di belantika musik nasional.

Ada begitu banyak penyanyi kenamaan nasional yang terangkat namanya karena lagu karya ciptanya. Bukan hanya satu dua bahkan mungkin puluhan mulai dari penyanyi tempo dulu seperti Ernie Djohan, Tetty Kade, Lilis Suryani, Anna  Mathovani,  Isnarti, M. Rivani, Titiek Sandhora, Broery Pesolima, hingga penyanyi Era 90-an seperti Rani Yuni Shara dan seterusnya.

Tak hanya itu, Wedhasmara juga banyak bersentuhan dengan tokoh-tokoh musik nasional seperti Ismail Marzuki, Idris Sardi, Bing Slamet, Cornelis Simanjuntak, dan Pranajaya yang konon banyak memberinya dorongan untuk semangat berkarya di musik nasional

Tribute to Maestro I Gusti Putu Gede Wedhasmara — Lagu-lagunya Melegenda Secara Nasional, Tapi Namanya Kurang Dikenal

Mulanya saya hanya kenal satu dua karya Wedhasmara terutama “Berpisah di Teras St. Carolus”, “Senja di Batas Kota”, dan “Kau Selalu di Hatiku”. Makin ke sini makin banyak lagu-lagunya yang menurut saya memang bagus dan menarik untuk didengarkan. Mulai dari lagu pop melankolis seperti “Bunga Flamboyan”, “Hasratku”,  juga sejumlah lagu keroncong seperti keroncong “Semalam di Kualalumpur”, ”Bintang Pujaan”,  hingga lagu berbahasa Bali “Kaden Saja”.

Menariknya, lagu pop Bali “Kaden Saja” diproduksi Lord Record, Jakarta, bukan label rekaman di Bali. Lagu ini terdapat di album berjudul sama, menampilkan sejumlah lagu berbahasa Bali dengan iringan band Pelangi Group di bawah pimpinan Sugeng, M.A. Selain “Kaden Saje” juga ada lagu “Kaje Kaje Luas ke Gunung”, “Mealih-alihan” dan “I Made Bawe”. Wedhasmara sendiri tampil bersama R. Moelyono, Seni Moelyono.

Maka bisa dikatakan Wedhasmara adalah pelopor sesungguhnya dalam rekaman lagu pop Bali meskipun tidak seperti kebanyakan lagu pop Bali yang memang diproduksi di Bali dan beredar di Bali. Jika mendengarkan rekaman pertama dan asli lagu kadang saja cukup mengejutkan juga karena justru Irama musiknya memakai model musik gurun pasir dan cengkok khas Wedhasmara.

Siapa menyangkal kalau karya-karya Wedhasmara tidak hanya beragam dari segi tema — yang konon banyak tercipta dari pengalaman aslinya sehari-hari — juga disajikan dalam tata kalimat yang lugas dan sederhana namun penuh makna. Tak kalah istimewa, sebagian besar lagu Wedhasmara bisa dinyanyikan atau cocok dialihkan ke dalam berbagai irama misalnya saja “Senja Di Batas Kota” mulai dari versi pop, bossas, jazz, dan sebagainya

Pergelaran Tribute to Maestro I Gusti Putu Gede Wedhasmara | Foto: Tim Kreatif FSBJ 2023

Kalau kemudian ada mengatakan karya-karya Wedhasmara legendaris atau bahkan immortal kirannya bukan berlebihan. Ketika lagu-lagu hits tercipta di masanya, Wedhasmara seperti tak terbawa oleh trend yang berkembang pada masa itu. Karenanya lintas zaman pun lagu-lagunya masih enak didengar dan bisa beradaptasi dengan perkembangan musik masa kini. Karena itulah ketika kita mencari judul-judul lagu Wedhasmara di kanal YouTube misalnya akan ada begitu banyak versi jenis musik maupun aransemen yang berbeda-beda dengan penyanyi yang membawakannya pun berbeda-beda.

Bahwa ternyata justru masyarakat Bali justru tidak banyak yang tahu kalau pencipta lagu-lagu hits nasional itu adalah asli putra Bali, mungkin memang ironis. Namun hal ini juga tak terlepas dari sikap Wedhasmara yang cenderung tidak mau menonjolkan kebaliannya saat berkarya di tingkat nasional. Sehingga bahkan banyak orang luar Bali pun tak menyangka kalau pencipta lagu “Kau Selalu di Hatiku”, “Senja di Batas Kota” adalah putra Bali.

Dari cerita salah satu sahabatnya, Wedhasmara memang sempat merasa sedih karena sepulangnya ke Bali tak banyak orang yang ngeh atau tahu akan sosoknya. Namun semuanya telah berlalu dan yang jelas karya-karya Wedhasmara masih tetap digemari hingga saat ini. Barangkali saja generasi zaman sekarang tidak tahu judul lagunya, tidak tahu penciptanya, namun ketika dinyanyikan satu dua bait lagu-lagu wedhasmara, sebagian besar mengatakan tahu atau pernah mendengarkan.

Maka ketika pergelaran Tribute to Maestro sebagai salah satu mata acara dalam Festival Seni Bali Jani mengangkat sosok Wedhasmara, sangatlah tepat. Momentum ini dapat dijadikan sebagai upaya mengingatkan kembali masyarakat bahwa Bali pernah memiliki seorang putra daerah yang cukup besar pengaruhnya dalam perkembangan musik di Tanah Air.

Selain itu tentu saja acara yang digelar 20 Juli lalu juga sekaligus menjadi kesempatan memperkenalkan seuntaian lagu-lagu bagus yang pernah diciptakan oleh Wedhasmara. Karya-karya yang punya pesona tersendiri, ya… pesona ala Wedhasmara.

Zaman memang telah berubah, sejarah pun akan terus berganti, namun demikian bukan berarti kita melupakan begitu saja apa yang catatan perjalanan salah satu Putra terbaik dari Bali seperti Wedhasmara. Sesuai judul lagunya, tepat kiranya kita mengucapkan, “Kau Selalu di Hatiku”. [T]

Adi Sewaka Nugraha Kepada I Ketut Santosa Untuk Kesetiaannya Mengembangkan Seni Lukis Kaca Nagasepaha
Jejak Historis I Ketut Rina Bersama “Cak Tarian Rina”
Tags: Lagu Pop Balimusik pop indonesiaWedhasmara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tribute to Maestro I Gusti Putu Gede Wedhasmara — Lagu-lagunya Melegenda Secara Nasional, Tapi Namanya Kurang Dikenal

Next Post

Tiga Sastrawan Berbagi Proses Kreatif: Platform Menulis Makin Beragam, Tapi Tetap Kontrol Diri

Made Adnyana

Made Adnyana

Dosen, penulis musik, host podcast "Oke Made"

Related Posts

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails
Next Post
Tiga Sastrawan Berbagi Proses Kreatif: Platform Menulis Makin Beragam, Tapi Tetap Kontrol Diri

Tiga Sastrawan Berbagi Proses Kreatif: Platform Menulis Makin Beragam, Tapi Tetap Kontrol Diri

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari...

by Nyoman Budarsana
June 23, 2026
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara
Budaya

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

by tatkala
June 23, 2026
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng
Khas

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026
’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co