14 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Wedhasmara dan Pesona Lagu-lagu Ciptaannya

Made Adnyana by Made Adnyana
July 22, 2023
in Esai
Wedhasmara dan Pesona Lagu-lagu Ciptaannya

Wedhasmara | Foto: Dok Pribadi

KETIKA saya masih kelas I di SMAK Swastiastu (sekarang SMAK Santo Yoseph) di Denpasar, satu saat pelajaran di kelas, seorang guru malah mengajak siswa menyanyikan lagu “Berpisah di St. Carolus”. Setelah itu siswa diajak mencermati kalimat demi kalimat dalam lagu itu serta menangkap makna tersirat di dalamnya.

Itu bukan baru pertama kalinya saya mendengar lagu tersebut. Bisa dikatakan cukup familiar bahkan hafal liriknya, karena sejak SD di kampung halaman di Pupuan, Tabanan, saya sering mendengar lagu itu dari pita kaset yang disetel Bapak di tape recorder masa itu.

Mungkin seperti kebanyakan orang juga saya hanya tahu lagunya dan sedikit tahu judulnya tapi kurang tahu dengan penyanyi bahkan penciptanya, meskipun di sampul kaset disebutkan Wedhasmara. Tak terbersit sedikitpun keinginan untuk mencari tahu siapa dia dan orang mana gerangan.

Nah, pertengahan 90-an ketika tamat kuliah dan mulai bekerja di salah satu media cetak ternama di Bali, tetiba ada seorang rekan wartawan yang membuat tulisan tentang Wedhasmara. Ia pun menunjukkan tulisan tersebut ke saya serta menyarankan saya untuk melakukan wawancara. Kebetulan tulisan saya memang lebih banyak tentang seni budaya khususnya musik dan film.

Ternyata, sosok yang dimaksud adalah orang Bali yang kemudian saya tahu tinggal di Jro Batan Moning, Banjar Gerenceng, di Jalan Sutomo, Denpasar. Pertemuan pertama saya dengan Wedhasmara untuk wawancara terjadi sekira tahun 1999 atau 2000.

Apa yang saya hadapi sangat jauh dari kesan sosok penyanyi juga pencipta lagu ternama nasional, yang dalam bayangan saya terkesan gemerlap dan mungkin sedikit jaga imej serta segala kesan tentang figur publik nasional umumnya.

Made Adnyana (penulis) pada Pergelaran Tribute to Maestro I Gusti Putu Gede Wedhasmara | Foto: Tim Kreatif FSBJ 2023

Wedhasmara boleh dikatakan sangat ramah dan senang diajak berbincang-bincang, terutama tentang karya juga kiprahnya selama tinggal di Jakarta puluhan tahun. Menariknya dia juga termasuk sederhana dan suka tampil apa adanya. Padahal kalau dilacak rekam jejaknya jelas dia bukan orang sembarangan di belantika musik nasional.

Ada begitu banyak penyanyi kenamaan nasional yang terangkat namanya karena lagu karya ciptanya. Bukan hanya satu dua bahkan mungkin puluhan mulai dari penyanyi tempo dulu seperti Ernie Djohan, Tetty Kade, Lilis Suryani, Anna  Mathovani,  Isnarti, M. Rivani, Titiek Sandhora, Broery Pesolima, hingga penyanyi Era 90-an seperti Rani Yuni Shara dan seterusnya.

Tak hanya itu, Wedhasmara juga banyak bersentuhan dengan tokoh-tokoh musik nasional seperti Ismail Marzuki, Idris Sardi, Bing Slamet, Cornelis Simanjuntak, dan Pranajaya yang konon banyak memberinya dorongan untuk semangat berkarya di musik nasional

Tribute to Maestro I Gusti Putu Gede Wedhasmara — Lagu-lagunya Melegenda Secara Nasional, Tapi Namanya Kurang Dikenal

Mulanya saya hanya kenal satu dua karya Wedhasmara terutama “Berpisah di Teras St. Carolus”, “Senja di Batas Kota”, dan “Kau Selalu di Hatiku”. Makin ke sini makin banyak lagu-lagunya yang menurut saya memang bagus dan menarik untuk didengarkan. Mulai dari lagu pop melankolis seperti “Bunga Flamboyan”, “Hasratku”,  juga sejumlah lagu keroncong seperti keroncong “Semalam di Kualalumpur”, ”Bintang Pujaan”,  hingga lagu berbahasa Bali “Kaden Saja”.

Menariknya, lagu pop Bali “Kaden Saja” diproduksi Lord Record, Jakarta, bukan label rekaman di Bali. Lagu ini terdapat di album berjudul sama, menampilkan sejumlah lagu berbahasa Bali dengan iringan band Pelangi Group di bawah pimpinan Sugeng, M.A. Selain “Kaden Saje” juga ada lagu “Kaje Kaje Luas ke Gunung”, “Mealih-alihan” dan “I Made Bawe”. Wedhasmara sendiri tampil bersama R. Moelyono, Seni Moelyono.

Maka bisa dikatakan Wedhasmara adalah pelopor sesungguhnya dalam rekaman lagu pop Bali meskipun tidak seperti kebanyakan lagu pop Bali yang memang diproduksi di Bali dan beredar di Bali. Jika mendengarkan rekaman pertama dan asli lagu kadang saja cukup mengejutkan juga karena justru Irama musiknya memakai model musik gurun pasir dan cengkok khas Wedhasmara.

Siapa menyangkal kalau karya-karya Wedhasmara tidak hanya beragam dari segi tema — yang konon banyak tercipta dari pengalaman aslinya sehari-hari — juga disajikan dalam tata kalimat yang lugas dan sederhana namun penuh makna. Tak kalah istimewa, sebagian besar lagu Wedhasmara bisa dinyanyikan atau cocok dialihkan ke dalam berbagai irama misalnya saja “Senja Di Batas Kota” mulai dari versi pop, bossas, jazz, dan sebagainya

Pergelaran Tribute to Maestro I Gusti Putu Gede Wedhasmara | Foto: Tim Kreatif FSBJ 2023

Kalau kemudian ada mengatakan karya-karya Wedhasmara legendaris atau bahkan immortal kirannya bukan berlebihan. Ketika lagu-lagu hits tercipta di masanya, Wedhasmara seperti tak terbawa oleh trend yang berkembang pada masa itu. Karenanya lintas zaman pun lagu-lagunya masih enak didengar dan bisa beradaptasi dengan perkembangan musik masa kini. Karena itulah ketika kita mencari judul-judul lagu Wedhasmara di kanal YouTube misalnya akan ada begitu banyak versi jenis musik maupun aransemen yang berbeda-beda dengan penyanyi yang membawakannya pun berbeda-beda.

Bahwa ternyata justru masyarakat Bali justru tidak banyak yang tahu kalau pencipta lagu-lagu hits nasional itu adalah asli putra Bali, mungkin memang ironis. Namun hal ini juga tak terlepas dari sikap Wedhasmara yang cenderung tidak mau menonjolkan kebaliannya saat berkarya di tingkat nasional. Sehingga bahkan banyak orang luar Bali pun tak menyangka kalau pencipta lagu “Kau Selalu di Hatiku”, “Senja di Batas Kota” adalah putra Bali.

Dari cerita salah satu sahabatnya, Wedhasmara memang sempat merasa sedih karena sepulangnya ke Bali tak banyak orang yang ngeh atau tahu akan sosoknya. Namun semuanya telah berlalu dan yang jelas karya-karya Wedhasmara masih tetap digemari hingga saat ini. Barangkali saja generasi zaman sekarang tidak tahu judul lagunya, tidak tahu penciptanya, namun ketika dinyanyikan satu dua bait lagu-lagu wedhasmara, sebagian besar mengatakan tahu atau pernah mendengarkan.

Maka ketika pergelaran Tribute to Maestro sebagai salah satu mata acara dalam Festival Seni Bali Jani mengangkat sosok Wedhasmara, sangatlah tepat. Momentum ini dapat dijadikan sebagai upaya mengingatkan kembali masyarakat bahwa Bali pernah memiliki seorang putra daerah yang cukup besar pengaruhnya dalam perkembangan musik di Tanah Air.

Selain itu tentu saja acara yang digelar 20 Juli lalu juga sekaligus menjadi kesempatan memperkenalkan seuntaian lagu-lagu bagus yang pernah diciptakan oleh Wedhasmara. Karya-karya yang punya pesona tersendiri, ya… pesona ala Wedhasmara.

Zaman memang telah berubah, sejarah pun akan terus berganti, namun demikian bukan berarti kita melupakan begitu saja apa yang catatan perjalanan salah satu Putra terbaik dari Bali seperti Wedhasmara. Sesuai judul lagunya, tepat kiranya kita mengucapkan, “Kau Selalu di Hatiku”. [T]

Adi Sewaka Nugraha Kepada I Ketut Santosa Untuk Kesetiaannya Mengembangkan Seni Lukis Kaca Nagasepaha
Jejak Historis I Ketut Rina Bersama “Cak Tarian Rina”
Tags: Lagu Pop Balimusik pop indonesiaWedhasmara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tribute to Maestro I Gusti Putu Gede Wedhasmara — Lagu-lagunya Melegenda Secara Nasional, Tapi Namanya Kurang Dikenal

Next Post

Tiga Sastrawan Berbagi Proses Kreatif: Platform Menulis Makin Beragam, Tapi Tetap Kontrol Diri

Made Adnyana

Made Adnyana

Dosen, penulis musik, host podcast "Oke Made"

Related Posts

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails
Next Post
Tiga Sastrawan Berbagi Proses Kreatif: Platform Menulis Makin Beragam, Tapi Tetap Kontrol Diri

Tiga Sastrawan Berbagi Proses Kreatif: Platform Menulis Makin Beragam, Tapi Tetap Kontrol Diri

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif
Khas

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”
Panggung

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co