13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Adi Sewaka Nugraha Kepada I Ketut Santosa Untuk Kesetiaannya Mengembangkan Seni Lukis Kaca Nagasepaha

I Kadek Susila Priangga by I Kadek Susila Priangga
July 20, 2023
in Khas
Adi Sewaka Nugraha Kepada I Ketut Santosa Untuk Kesetiaannya Mengembangkan Seni Lukis Kaca Nagasepaha

Dua anak almarhum Ketut Santosa, Made Wijana dan Ni Luh Widari | Foto: Dok

I KETUT SANTOSA berpulang setelah mengalami kecelakaan lalu-lintas pada November 2022. Dan, tujuh bulan kemudian, tepatnya pada saat penutupan Pesta Kesenian Bali (PKB) 2023, ia diberikan penghargaan Adi Sewaka Nugraha oleh Gubernur Bali.

Aras penghargaan itu, anak dan istri I Ketut Santosa yang ditinggalkanya tentu saja berbahagia, meski kesdihan belum sepenuhnya bisa dilenyapkan dari lubuk hati. Yang berbahagia tentu juga seniman yang selama ini menkuni seni lukis kaca di Desa Nagasepaha, karena penghargaan itu bisa disebut sebagai penghargaan kepada kesetiaan untuk merawat tumbuhnya seni lukis kaca di desa itu.

Dengan diberikan penghargaan kepada Ketut Santosa yang beralamt di Banjar Dinas Delod Margi, Desa Nagasepaha, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng itu, kita bisa merenungkan kembali tentang kesetiaan seorang seniman untuk tetap fokus pada jalan kesenian yang dilakoninya.

Ya, Ketut Santosa adalah seniman yang setia. Ia adalah seniman sederhana yang tetap memberikan kontribusinya dengan karya yang ditinggalkan. Di setiap ajang Pesta Kesenian Bali, karya-karya seni lukis kaca selalu mendapat ruang dalam pameran dan selalu menyuguhkan karya yang memanjakan mata.

I Ketut Santosa, Pelukis Wayang Kaca yang Santun dan Sederhana Itu Telah Berpulang

Ketekunannya dalam berkarya, dan terus berusaha memperkenalkan lukis kaca ke hadapan publik, kini mendapat apresiasi dalam bentuk penghargaan dari Pemerintah Provinsi Bali.

Adi Sewaka Nugraha

Adi Sewaka Nugraha adalah pengharagan terhadap seniman Bali yang berkontribusi penuh dalam melestarikan budaya dan kesenian yang ada di Bali. Penghargaan ini diberikan tiap tahunnya, biasanya berbarengan dengan penutupan Pesta Kesenian Bali. Diberikan kepada seniman di semua bidang seni, melalui seleksi dari tim yang telah dibentuk. Bertujuan untuk mematik seniman-seniman Bali untuk tetap menjaga dan melestarikan seni dan budaya Bali.

Selain ketut Santosa, terdapat sembilan seniman lain yang juga mendapatkan penghargaan yang sama, yang diserahkan Gubernur bali Wayan Koster pada acara penutupan Pesta Kesenian Bali (PKB) 2023.

Sembilan seniman lainnya adalah Wayan Darya, S.Sn., M.Ag. yang merupakan seniman karawitan (komposer) asal Banjar Kebon, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar.

Sepuluh seniman, termasuk Ketut Santosa, saat menerima penghargaan Adi Sewaka Nugraha dari Gubernur Bali | Foto: Dok

Lalu, Bagus Suteja Yasa, seniman Tari asal Banjar Dinas Kelodan Desa Bubunan Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng ; I Wayan Gama Astawa, S.Sn., seniman karawitan (komposer) asal Lingkungan Bilukpoh Kelurahan Tegalcangkring Kecamatan Mendoyo Kabupaten Jembrana; dan Dr. Anak Agung Gede Rai Ramawa, M.Sn., seniman (undagi) beralamat Jalan Letda I Dewa Gede Hadnyana, Gang Elang, Batubulan Sukawati, Gianyar.

Kemudian  I Made Sukadana, seniman pedalangan, asal Lingkungan Banjar Ubud Kaja, Desa Ubud, Kecamatan Ubud, Gianyar; I Wayan Butuantara, M.Si., seniman tari Topeng, Jalan Kenyeri, Gang Pucuk, Desa Sumerta Kaja, Kota Denpasar;  dan I Putu Purnawan, S.Pd., seniman tari alamat Jalan Gunung Agung, Gang XX No. 1, Kelurahan Dajan Peken, Kabupaten Tabanan.

Selain itu ada juga I Komang Parwata, seniman Tari Banjar Dinas Dukuh, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem dan Ni Wayan Sirat, seniman Drama Gong, Banjar Pande, Kelurahan Cempaga, Bangli.

Diterima Sang Istri

Penghargaan untuk I Ketut Santosa diterima oleh Ni Nyoman Ari Suteni, istri dari almarhum. Penghargaan itu juga disambut dengan baik oleh dua anak almarhum, Made Wijana dan Ni Luh Widari.

.

Ni Nyoman Ari Suteni, istri dari almarhum I Ketut Santosa menerima piagam penghargaan untuk suaminya yang diserahkan oleh Gubernur bali Wayan Koster | Foto: Dok

Penghargaan bergengsi ini tentu saja didapat dari jerih payah Ketut Santosa yang tetap melestarikan seni lukis kaca Nagasepaha. Walau I Ketut Santosa kini telah tiada, nama besarnya semakin dikenal dan mendapat apresiasi di mana-mana. Ini merupakan hal yang sering sekali terjadi pada seniman-seniman di masa lalu.

Dari pencetus Lukis Kaca Nagasepaha, Jro Dalang Diah, juga mengalami hal yang serupa. Karya-karyanya dilirik jauh setelah senimannya tiada.

Telah banyak pencapaian yang didapat I Ketut Santosa, berbagai penghargaan baik kepada dirinya maupun Sanggar Seni Lukis Kaca Nagasepaha yang di bangunnya. Hal itu adalah bukti bahwa ia serius dan memiliki semangat yang luar biasa dalam melestarikan seni lukis kaca Nagasepaha. Hal itu juga telah berdampak pada banyak orang.

Lukis Kaca Nagasepaha semakin dikenal, seniman-seniman baru bermunculan. Yang dulunya enggan melukis dan memilih pekerjaan lain, kini kemampuan luar biasa dalam lukis kaca mulai diasah kembali.

Jadi seniman memang istimewa, karya yang dibuat bisa jadi dilirik kapan saja. Bahkan setelah memiliki nama besar, karya yang dibuat saat usia anak-anak menjadi menarik untuk dibahas dan dikoleksi banyak orang.

Dua anak almarhum Ketut Santosa, Made Wijana dan Ni Luh Widari | Foto: Dok

Namun di balik keistimewaan itu, banyak seniman tidak merasakan pencapaian itu selama hidupnya. Pencapaian dan nama besarnya seakan menjadi harta warisan yang di turunkan ke generasi selanjutnya.

Yang namanya harta warisan, kini tergantung generasi pewarisnya yang memilih. Mau dilanjutkan perjuangan pendahulunya, atau akan kandas begitu saja. Tentu saja, harapan banyak pihak, Lukis Kaca Nagasepaha yang telah mendunia, harus tetap dilestarikan keberadaannya serta mendapat ruang dan perhatian lebih dari semua pihak.

Terimakasih Pak Santosa, jerih payahmu tak sia-sia. Namamu masih terpatri bersama seniman-seniman hebat lainnya. [T]

Putu Dudik Ariawan: Melukis di Atas Lontar dan Mengubah Hobi Menjadi Profesi
I Ketut Wisana Ariyanto: Guru Muda Pelukis Naturalis
Tags: desa nagasepahalukisan wayang kacaPesta Kesenian BaliSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menduniakan Sastra Indonesia, Pemerintah Bisa Tiru Korea

Next Post

Menikah Bukan Untuk Bercerai

I Kadek Susila Priangga

I Kadek Susila Priangga

Lahir di Karangasem. Guru seni budaya di SMPN 3 Sukasada, Buleleng, Bali

Related Posts

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
0
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

Read moreDetails

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
0
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

Read moreDetails

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

Read moreDetails

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
0
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

Read moreDetails

Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

by Chandra Manikan
July 9, 2026
0
Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

SAMPAI HARI INI, pupuh itu mengendap lebih lama di pikiranku. Buku “Bali, Pandemi, Refleksi: Dinamika Politik Kebijakan dan Kritisme Komunitas”,...

Read moreDetails

Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 8, 2026
0
Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

“SETIAP penyair kalau ia menyuarakan lukanya, ia sebenarnya menyuarakan luka manusia.” Kalimat itu meluncur dari Yahya Umar, Sabtu, 4 Juli...

Read moreDetails

Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
0
Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

AROMA kopi yang baru diseduh bercampur dengan wangi siobak dan tipat santok menyambut setiap langkah pengunjung di belakang panggung utama...

Read moreDetails

Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

by Agung Sudarsa
July 7, 2026
0
Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

MINGGU, 21 Juni 2026, di Griya Yangloni milik Dokter Ida Bagus Kesnawa, MM, di Banjar Buruan, Gianyar, sebuah pengalaman sederhana...

Read moreDetails

Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 6, 2026
0
Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

BAGAI pasukan di medan perang, petugas kebersihan dalam ajang Singaraja Literary Festival (SLF) 2026 tak membiarkan sepotong sampah pun tertinggal....

Read moreDetails
Next Post
Menikah Bukan Untuk Bercerai

Menikah Bukan Untuk Bercerai

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co