23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

I Ketut Santosa, Pelukis Wayang Kaca yang Santun dan Sederhana Itu Telah Berpulang

I Kadek Susila Priangga by I Kadek Susila Priangga
November 27, 2022
in Khas
I Ketut Santosa, Pelukis Wayang Kaca yang Santun dan Sederhana Itu Telah Berpulang

I Ketut Santosa | Foto: FB

ADA SEBUAH RUMAH di sisi sungai, di tepi jalan kecil yang agak menanjak di sudut Desa Nagasepaha, Kecamatan Buleleng, Bali. Di rumah itu terpampang banyak lukisan kaca serta benda-benda hasil kerajinan. Setiap ke rumah itu, saya selalu merasa senang. Tuan rumahnya ramah, suka bercanda.

Rumah itu adalah milik I Ketut Santosa. Ia adalah salah satu pelukis kaca, atau lukisan di atas kaca, yang sangat dikenal, bukan hanya di Buleleng dan Bali, melainkan juga di Indonesia bahkan luar negeri. Lukisan kaca yang terpampang banyak di rumahnya adalah karya dia sendiri.

Saya sering singgah ke rumah itu. Bahkan tak jarang juga, saat pulang dari mengajar di sekolah saya sering ikut ke rumah itu untuk “ngidih nasi” dan makan bersama. Di rumah itu ia akan dengan bangga memperlihatkan karya-karya spektakuler lukis kaca, kepada saya, atau kepada siapa pun yang berkunjung ke rumahnya.

Saya bersumpah, Pak Santos, begitu saya memanggilnya, adalah orang yang baik, seniman yang sederhana, dan bisa bergaul dengan siapa saja. Rumahnya kerap didatangi tamu asing, baik kolektor lukisan maupun turis biasa, namun ia tetap tak berubah. Ia tetap  menunjukkan diri sebagai lelaki biasa.

Kini, seniman besar itu sudah tiada. I Ketut Santosa telah berpulang ke hadapan sang pencipta. Seniman lukis kaca yang namanya sedang melejit itu menghembuskan napas terakhir setelah kecelakaan yang menimpanya di Jalan Raya Singaraja-Denpasar, seputaran Baturiti. Tabanan.

Saat itu, Rabu, 23 November 2022, ia sedang dalam perjalanan ke Denpasar untuk membawa lukisa yang hendak dipamerkan di Taman Budaya Provinsi Bali. Ketika sedang melajukan kendaraannya, tiba-tiba seorang ibu yang mengendarai sepeda motor muncul dan mengagetkan, sehingga kendaraan yang dikendaran Santosa oleng dan terjatuh.

Luka retak di kepala bagian belakang mengakibatkan ia tak sadarkan diri, dan dilarikan ke rumah sakit. Ia mendapat perawatan selama tiga hari di Rumah Sakit Mangusada, Badung, hingga akhirnya menghembuskan napas terakhirnya 26 November 2022 malam.

Yang mengherankan, hasil karya yang dibawa almarhum masih utuh. Hasil karya itu berupa lukisan dengan media kaca yang rentan pecah jika berbenturan. Namun lukisan itu masih terbungkus utuh dan tidak pecah sama sekali.

Upacara Mekinsan di geni akan dilakukan pada hari Jumat 2 Desember 2022 di Setra Nagasepaha.

[][][]

I Ketut Santosa merupakan seniman lukis Wayang Kaca generasi ketiga dari keturunan Jero Dalang Diah yang dikenal sebagai penemu teknik melukis di media kaca di Nagasepaha.

Santosa pernah bekerja menjadi tukang kebun di SMP Negeri 3 Sukasada dan aktif mengajar ekstrakurikuler lukis kaca di sekolah itu. Pada September 2022, ia diangkat menjadi tenaga pengajar di SMK Negeri 1 Sukasada dan berbagi ilmu tentang lukis kaca di sekolah itu.

Santosa adalah pribadi yang ramah dan murah senyum. Ketika masih bekerja di SMP Negeri 3 Sukasada saya sering bercanda dengannya, karena kebetulan saya juga menjadi guru seni budaya di sekolah itu.

 “Om Swastiastu, Pak Bupati Karangasem!” Begitu biasanya ia menyapa saya, ketika bertemu sambil memegang selang air menyiram kebun sekolah. Tentu saja ia bercanda, karena saya bukanlah Bupati Karangasem, dan hanya kebetulan berasal dari Karangasem.

 “Swastiastu, Pak Mekel!” Saya akan menjawab dengan bercanda juga. Karena tentu saja ia bukan Pak Mekel atau kepala desa.

Keramahan Ketut Santosa selalu membuat suasana sekolah hidup. Lantunan genjek yang ia nyanyikan mengisi setiap sudut sekolah sembari mencabut rumput liar yang ada di halaman sekolah.

Sapaan santun Ketut Santosa dan nada bicara yang terbata-bata ketika serius mungkin menjadi ciri khasnya dalam berbicara. Kata “bos” tak ragu dia sematkan kepada siapa pun yang ia ajak bercanda.

Dan candaannya masih melekat walau sudah tidak menjadi keluarga besar SMPN 3 Sukasada lagi. Saya sering menirukan polahnya ketika saya menyiram tanaman di jam istirahat. misalnya menirukan candaannya dan kidung serta genjek yang biasa ia lakukan ketika menyiram tanaman seperti biasanya.

Candaan itu hilang ketika pada pertengahan bulan September, ia  berpamitan dari SMPN 3 Sukasada untuk berkarir di SMKN 1 Sukasada. Dengan senyum dan canda tawa ia membagikan nasi bungkus sebagai acara perpisahan. Di situlah terakhir kali saya bertemu langsung dengan Santosa dan tak pernah bertemu lagi sampai ia dipanggil kembali ke rumah sang pencipta.

[][][]

Lukis kaca nagasepaha berhasil diakui menjadi Warisan Budaya Tak Benda yang tercatat oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Santosa sukses membawa lukis wayang kaca yang mengambil tema Mahabarata dan Baratayudha dengan sentuhan kontemporer ini ke kancah internasional.

Terbukti banyak turis asing yang membeli hasil karyanya. Pameran-pameran bergengsi pun sering ia ikuti serta menjadi narasumber dalam workshop dan bincang-bincang seni.

Santosa kini meninggalkan seorang anak yang bekerja sebagai guru seni budaya di SMP Negeri 1 Sukasada dan aktif melukis kaca dengan tema yang lebih modern. Anaknya itu, I Made Wijana, yang sering disapa Mangut, menjadi generasi ke empat yang melestarikan Lukis Wayang Kaca Nagasepaha.

Kini seniman lukis kaca sudah berpulang, ia mendahului kita dan meninggalkan nama besar atas keberhasilannya mengharumkan nama Buleleng. Semoga ia mendapat tempat terbaik dan menyatu dengan Brahman. Terimakasih Pak Ketut Santosa, namamu akan tetap dikenang, sebagai maskot lukis kaca Nagasepaha.[T]

Lukisan Kaca Nagasepaha Dipamerkan di Bentara Budaya Bali
Hardiman dan Suklu Bicarakan Masa Depan Seni Lukis Kaca di Bentara Budaya Bali
Tags: bulelengdesa nagasepahain memoriamlukisan wayang kacaSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi Jang Sukmanbrata Bagi Soni Farid Maulana

Next Post

Dulu 55 Emas, Kini Target 60 Dapatnya 75 Emas, Begitulah Buleleng di Porprov 2022

I Kadek Susila Priangga

I Kadek Susila Priangga

Lahir di Karangasem. Guru seni budaya di SMPN 3 Sukasada, Buleleng, Bali

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Next Post
Dulu 55 Emas, Kini Target 60 Dapatnya 75 Emas, Begitulah Buleleng di Porprov 2022

Dulu 55 Emas, Kini Target 60 Dapatnya 75 Emas, Begitulah Buleleng di Porprov 2022

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co