5 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menduniakan Sastra Indonesia, Pemerintah Bisa Tiru Korea

I Made Sujaya by I Made Sujaya
July 20, 2023
in Feature
Menduniakan Sastra Indonesia, Pemerintah Bisa Tiru Korea

Koh Young Un saat bicara dalam diskusi Temu Buku Beranda Pustaka serangkaian Festival Seni Bali Jani di ruang Vicon Citta Kelangen, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Rabu (19/7).

IKHTIAR menduniakan sastra Indonesia tidak cukup diupayakan oleh para sastrawan, tetapi juga perlu langkah konkret pemerintah Indonesia. Apa yang dilakukan pemerintah Korea Selatan dalam memperkenalkan sastra Korea ke dunia dengan membentuk badan penerjemahan dan membuka prodi terjemahan di sejumlah perguruan tinggi.

Hal ini terungkap dalam diskusi Temu Buku Beranda Pustaka serangkaian Festival Seni Bali Jani di ruang Vicon Citta Kelangen, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Rabu (19/7). Diskusi bertajuk “Diplomasi Sastra, Korea dan Kita” itu menghadirkan pembicara akademisi dan pengamat sastra dari Hankuk University of Foreign Studies, Korea, Koh Young Un serta sastrawan dan akademisi dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Badung, Nenden Lilis A.

Diskusi dipandu Engagement Director di BASAbali Wiki, Ni Nyoman Clara Listya Dewi. Diskusi ini juga sebagai perayaan 50 tahun hubungan diplomasi Indonesia—Korea.

Koh Young Un berpandangan karya sastra merupakan diplomat bagi suatu negara karena mewakili budaya dan masyarakat negara tersebut. Untuk memahami suatu negara, selain melalui pemberitaan di koran atau media massanya, lebih efektif melalui karya sastranya. Diplomasi di bidang budaya biasanya akan mendukung bidang-bidang lain. Contohnya, budaya K-Pop

Menurut Koh Young Un, Pemerintah Korea Selatan mendirikan Literature Translation Institute of Korea (LTI) yang bertugas menerjemahkan karya sastra Korea ke dalam berbagai bahasa asing di dunia. Tak hanya itu, lembaga ini juga menerjemahkan karya sastra asing ke dalam bahasa Korea.

Dengan begitu, tidak hanya sastra Korea bisa dikenal masyarakat dunia, masyarakat Korea juga mengenal sastra dunia. LTI bekerja sama dengan lembaga luar di bidang sastra serta mengelola Translation Academy.

“Sebagian karyawannya adalah sastrawan. Sastrawan di Korea juga sama, tidak bisa menggantungkan hidupnya dari karya sastranya, apalagi kalau tidak laris. Karena itu, mereka juga harus diberikan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya dalam bidang sastra,” kata Young Un.

Pemerintah Malaysia juga memiliki sistem anugerah bagi sastrawan, yaitu Sastrawan Negara. Mereka yang mendapatkan anugerah Sastrawan Negara mendapatkan banyak kemudahan, mulai dari dibiayai untuk menerbitkan karya-karyanya hingga gratis naik kereta api.  

Keterlibatan Pemerintah Korea dalam penerjemahan sastra Korea ke dunia berdampak besar pada banyaknya karya sastra Korea yang diterjemahkan ke berbagai bahasa asing di dunia. menerjemahkan karya sastra Korea ke dalam bahasa asing.

Hingga kini, LTI Korea berhasil menerbitkan 1.619 karya sastra Korea ke dalam bahasa asing, yaitu 820 judul dalam bahasa Eropa, 581 judul dalam bahasa Asia, dan 295 judul dalam bahasa Inggris.

Minim, Terjemahan Sastra Indonesia dalam Bahasa Korea

Khusus untuk terjemahan sastra Korea ke dalam bahasa Indonesia, sejak tahun 2007—2023, telah diterjemahkan 77 novel dan 6 kumpulan puisi. Penerjemahnya 77 orang Indonesia serta enam orang Korea.

Sementara karya sastra Indonesia yang diterjemahkan ke dalam bahasa Korea sejak tahun 1976—2022 hanya 11 novel dan 4 kumpulan puisi. Para penerjemahnya 100% orang Korea. “Ini bermakna orang Korea tidak begitu berminat terhadap sastra Indonesia. Sebabnya ada macam-macam,” kata Koh Young Un.

Karya sastra Indonesia yang diterjemahkan ke dalam bahasa Korea, di antaranya karya-karya Pramoedya Ananta Toer dan Eka Kurniawan. Pada tahun 2019, LTI menerjemahkan 22 cerpen karya 10 penulis berhasil mencerminkan kehidupan masyarakat Indonesia dengan sempurna. Cerpen-cerpen itu bertema keluarga, kemerdekaan, agama, dan isme (sayap kiri dan sayap kanan).

Para pengarang yang cerpennya diterjemahkan itu di antaranya Ben Sohib, Cok Sawitri, Iksaka Banu, Mona sylviana, Zen Hae, A.S. Laksana, Linda Christanty, Yusi Avianto Pareanom, Intan Paramanditha, Clara Ng. “Tapi, mutu terjemahannya jelek sekali karena yang menerjemahkan dua orang tapi tidak bisa berbahasa Indonesia. Mereka menggunakan edisi bahasa Inggris,” kata Koh Young Un.

Namun, Koh Young Un juga mengingatkan, sebelum diperkenalkan ke dunia, sastra Indonesia perlu dipromosikan dulu di dalam negeri. “Seandainya orang Indonesia sendiri tidak membaca karya sastra Indonesia, mana mungkin orang asing membacanya?” kritik Koh Youn Un.

Kemiripan Sejarah Sastra Indonesia dan Korea

Senada dengan Koh Young Un, Nenden Lilis A. juga menilai sastra memiliki fungsi dan kedudukan yang sangat penting dalam peradaban manusia. Dalam kaitan dengan  hubungan diplomatik antar negara, keberadaan sastra tak bisa diabaikan. Namun, kerja sama Korea dan Indonesia dalam konteks sastra selama ini kebanyakan berlangsung antarmasyarakat. Karena itu, perlu didorong keterlibatan pemerintah lebih besar dalam diplomasi sastra Indonesia-Korea.

Antara sastra Indonesia dan Korea, kata Nenden, memiliki kemiripan. Perkembangan sastra modernnya sama-sama dimulai tahun 1920-an yang ditandai dengan munculnya nasionalisme. Korea dan Indonesia juga sama-sama mengalami kepahitan hidup akibat imperialisme Jepang yang memunculkan karya sastra yang beraliran realis yang berisi kenyataan sosial dan perlawanan. Setelah kemerdekaan (Korea merdeka 15 Agustus 1945 dan Indonesia merdeka 17 Agustus 1945), kedua negara sama-sama mengalami masa transisi dan tarik-menarik dari ideologi sosialis-komunis.

Kedua negara juga sama-sama pernah mengalami pemerintahan otoriter (1960-1990-an). Kesusastraan masa ini didominasi kritik sosial-politik terhadap represi penguasa. Tak jarang para sastrawan pun mengalami pemenjaraaan dan pencekalan. Pada masa setelahnya (yang di Indonesia disebut masa reformasi), bentuk, jenis, dan estetika sastra mulai beragam. Kesetaraan gender (feminisme) pun sama-sama mulai mendapat tempat.

Sastrawan Tan Lioe Ie yang turut hadir dalam diskusi menilai minimnya karya sastra Indonesia yang diterjemahkan ke dalam bahasa asing juga disebabkan oleh tidak adanya lagi pencatatan sejarah sastra Indonesia seperti dilakukan A. Teeuw atau H.B. Jassin setelah tahun 1970-an. Ini menyebabkan masyarakat di luar Indonesia tidak tahu perkembangan sastra Indonesia pasca-1970.

Padahal, hal ini sudah dibantah oleh Sutardji Calzoum Bachri yang menunjukkan setelah tahun 1970-an banyak bermunculan sastrawan Indonesia yang tak kalah hebat. Karena itu, menurut Yoki –panggilan akrab penyair dan pemusik itu—perlu dilakukan pencatatan yang cermat terhadap perkembangan sastra Indonesia mutakhir. [T]

Semarapura Rumah Sejarah: Membaca Klungkung dalam Sajak
Sepanjang Jalan Sunyi: Emha Ainun Nadjib  dalam Pusaran Rindu-Dendam Puisi
Ngurah Parsua dan Karyanya: Prosa yang Reflektif, Puisi yang Jernih
Tags: Festival Seni Bali JanisastraSastra IndonesiaSastra Korea
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jejak Historis I Ketut Rina Bersama “Cak Tarian Rina”

Next Post

Adi Sewaka Nugraha Kepada I Ketut Santosa Untuk Kesetiaannya Mengembangkan Seni Lukis Kaca Nagasepaha

I Made Sujaya

I Made Sujaya

Wartawan, sastrawan, dosen. Pengelola balisaja.com

Related Posts

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
0
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

Read moreDetails

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
0
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails
Next Post
Adi Sewaka Nugraha Kepada I Ketut Santosa Untuk Kesetiaannya Mengembangkan Seni Lukis Kaca Nagasepaha

Adi Sewaka Nugraha Kepada I Ketut Santosa Untuk Kesetiaannya Mengembangkan Seni Lukis Kaca Nagasepaha

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co