3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menduniakan Sastra Indonesia, Pemerintah Bisa Tiru Korea

I Made Sujaya by I Made Sujaya
July 20, 2023
in Feature
Menduniakan Sastra Indonesia, Pemerintah Bisa Tiru Korea

Koh Young Un saat bicara dalam diskusi Temu Buku Beranda Pustaka serangkaian Festival Seni Bali Jani di ruang Vicon Citta Kelangen, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Rabu (19/7).

IKHTIAR menduniakan sastra Indonesia tidak cukup diupayakan oleh para sastrawan, tetapi juga perlu langkah konkret pemerintah Indonesia. Apa yang dilakukan pemerintah Korea Selatan dalam memperkenalkan sastra Korea ke dunia dengan membentuk badan penerjemahan dan membuka prodi terjemahan di sejumlah perguruan tinggi.

Hal ini terungkap dalam diskusi Temu Buku Beranda Pustaka serangkaian Festival Seni Bali Jani di ruang Vicon Citta Kelangen, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Rabu (19/7). Diskusi bertajuk “Diplomasi Sastra, Korea dan Kita” itu menghadirkan pembicara akademisi dan pengamat sastra dari Hankuk University of Foreign Studies, Korea, Koh Young Un serta sastrawan dan akademisi dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Badung, Nenden Lilis A.

Diskusi dipandu Engagement Director di BASAbali Wiki, Ni Nyoman Clara Listya Dewi. Diskusi ini juga sebagai perayaan 50 tahun hubungan diplomasi Indonesia—Korea.

Koh Young Un berpandangan karya sastra merupakan diplomat bagi suatu negara karena mewakili budaya dan masyarakat negara tersebut. Untuk memahami suatu negara, selain melalui pemberitaan di koran atau media massanya, lebih efektif melalui karya sastranya. Diplomasi di bidang budaya biasanya akan mendukung bidang-bidang lain. Contohnya, budaya K-Pop

Menurut Koh Young Un, Pemerintah Korea Selatan mendirikan Literature Translation Institute of Korea (LTI) yang bertugas menerjemahkan karya sastra Korea ke dalam berbagai bahasa asing di dunia. Tak hanya itu, lembaga ini juga menerjemahkan karya sastra asing ke dalam bahasa Korea.

Dengan begitu, tidak hanya sastra Korea bisa dikenal masyarakat dunia, masyarakat Korea juga mengenal sastra dunia. LTI bekerja sama dengan lembaga luar di bidang sastra serta mengelola Translation Academy.

“Sebagian karyawannya adalah sastrawan. Sastrawan di Korea juga sama, tidak bisa menggantungkan hidupnya dari karya sastranya, apalagi kalau tidak laris. Karena itu, mereka juga harus diberikan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya dalam bidang sastra,” kata Young Un.

Pemerintah Malaysia juga memiliki sistem anugerah bagi sastrawan, yaitu Sastrawan Negara. Mereka yang mendapatkan anugerah Sastrawan Negara mendapatkan banyak kemudahan, mulai dari dibiayai untuk menerbitkan karya-karyanya hingga gratis naik kereta api.  

Keterlibatan Pemerintah Korea dalam penerjemahan sastra Korea ke dunia berdampak besar pada banyaknya karya sastra Korea yang diterjemahkan ke berbagai bahasa asing di dunia. menerjemahkan karya sastra Korea ke dalam bahasa asing.

Hingga kini, LTI Korea berhasil menerbitkan 1.619 karya sastra Korea ke dalam bahasa asing, yaitu 820 judul dalam bahasa Eropa, 581 judul dalam bahasa Asia, dan 295 judul dalam bahasa Inggris.

Minim, Terjemahan Sastra Indonesia dalam Bahasa Korea

Khusus untuk terjemahan sastra Korea ke dalam bahasa Indonesia, sejak tahun 2007—2023, telah diterjemahkan 77 novel dan 6 kumpulan puisi. Penerjemahnya 77 orang Indonesia serta enam orang Korea.

Sementara karya sastra Indonesia yang diterjemahkan ke dalam bahasa Korea sejak tahun 1976—2022 hanya 11 novel dan 4 kumpulan puisi. Para penerjemahnya 100% orang Korea. “Ini bermakna orang Korea tidak begitu berminat terhadap sastra Indonesia. Sebabnya ada macam-macam,” kata Koh Young Un.

Karya sastra Indonesia yang diterjemahkan ke dalam bahasa Korea, di antaranya karya-karya Pramoedya Ananta Toer dan Eka Kurniawan. Pada tahun 2019, LTI menerjemahkan 22 cerpen karya 10 penulis berhasil mencerminkan kehidupan masyarakat Indonesia dengan sempurna. Cerpen-cerpen itu bertema keluarga, kemerdekaan, agama, dan isme (sayap kiri dan sayap kanan).

Para pengarang yang cerpennya diterjemahkan itu di antaranya Ben Sohib, Cok Sawitri, Iksaka Banu, Mona sylviana, Zen Hae, A.S. Laksana, Linda Christanty, Yusi Avianto Pareanom, Intan Paramanditha, Clara Ng. “Tapi, mutu terjemahannya jelek sekali karena yang menerjemahkan dua orang tapi tidak bisa berbahasa Indonesia. Mereka menggunakan edisi bahasa Inggris,” kata Koh Young Un.

Namun, Koh Young Un juga mengingatkan, sebelum diperkenalkan ke dunia, sastra Indonesia perlu dipromosikan dulu di dalam negeri. “Seandainya orang Indonesia sendiri tidak membaca karya sastra Indonesia, mana mungkin orang asing membacanya?” kritik Koh Youn Un.

Kemiripan Sejarah Sastra Indonesia dan Korea

Senada dengan Koh Young Un, Nenden Lilis A. juga menilai sastra memiliki fungsi dan kedudukan yang sangat penting dalam peradaban manusia. Dalam kaitan dengan  hubungan diplomatik antar negara, keberadaan sastra tak bisa diabaikan. Namun, kerja sama Korea dan Indonesia dalam konteks sastra selama ini kebanyakan berlangsung antarmasyarakat. Karena itu, perlu didorong keterlibatan pemerintah lebih besar dalam diplomasi sastra Indonesia-Korea.

Antara sastra Indonesia dan Korea, kata Nenden, memiliki kemiripan. Perkembangan sastra modernnya sama-sama dimulai tahun 1920-an yang ditandai dengan munculnya nasionalisme. Korea dan Indonesia juga sama-sama mengalami kepahitan hidup akibat imperialisme Jepang yang memunculkan karya sastra yang beraliran realis yang berisi kenyataan sosial dan perlawanan. Setelah kemerdekaan (Korea merdeka 15 Agustus 1945 dan Indonesia merdeka 17 Agustus 1945), kedua negara sama-sama mengalami masa transisi dan tarik-menarik dari ideologi sosialis-komunis.

Kedua negara juga sama-sama pernah mengalami pemerintahan otoriter (1960-1990-an). Kesusastraan masa ini didominasi kritik sosial-politik terhadap represi penguasa. Tak jarang para sastrawan pun mengalami pemenjaraaan dan pencekalan. Pada masa setelahnya (yang di Indonesia disebut masa reformasi), bentuk, jenis, dan estetika sastra mulai beragam. Kesetaraan gender (feminisme) pun sama-sama mulai mendapat tempat.

Sastrawan Tan Lioe Ie yang turut hadir dalam diskusi menilai minimnya karya sastra Indonesia yang diterjemahkan ke dalam bahasa asing juga disebabkan oleh tidak adanya lagi pencatatan sejarah sastra Indonesia seperti dilakukan A. Teeuw atau H.B. Jassin setelah tahun 1970-an. Ini menyebabkan masyarakat di luar Indonesia tidak tahu perkembangan sastra Indonesia pasca-1970.

Padahal, hal ini sudah dibantah oleh Sutardji Calzoum Bachri yang menunjukkan setelah tahun 1970-an banyak bermunculan sastrawan Indonesia yang tak kalah hebat. Karena itu, menurut Yoki –panggilan akrab penyair dan pemusik itu—perlu dilakukan pencatatan yang cermat terhadap perkembangan sastra Indonesia mutakhir. [T]

Semarapura Rumah Sejarah: Membaca Klungkung dalam Sajak
Sepanjang Jalan Sunyi: Emha Ainun Nadjib  dalam Pusaran Rindu-Dendam Puisi
Ngurah Parsua dan Karyanya: Prosa yang Reflektif, Puisi yang Jernih
Tags: Festival Seni Bali JanisastraSastra IndonesiaSastra Korea
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jejak Historis I Ketut Rina Bersama “Cak Tarian Rina”

Next Post

Adi Sewaka Nugraha Kepada I Ketut Santosa Untuk Kesetiaannya Mengembangkan Seni Lukis Kaca Nagasepaha

I Made Sujaya

I Made Sujaya

Wartawan, sastrawan, dosen. Pengelola balisaja.com

Related Posts

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Ke Pacet Mereka Kembali

by Jaswanto
June 2, 2026
0
Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

Read moreDetails

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

Read moreDetails

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails

Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

by Emi Suy
June 1, 2026
0
Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Dari Laut hingga Ladang, Ubud Food Festival 2026 Resmi Dibuka dengan Semangat Menjaga Pangan

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Dari Laut hingga Ladang, Ubud Food Festival 2026 Resmi Dibuka dengan Semangat Menjaga Pangan

MALAM baru saja turun di Taman Kuliner Ubud, Kamis, 28 Mei 2026. Di hadapan para tamu undangan, pelaku industri kuliner,...

Read moreDetails

Ubud Food Festival 2026 Dibuka dengan Seruan Menjaga Tanah dan Pangan Indonesia

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
0
Ubud Food Festival 2026 Dibuka dengan Seruan Menjaga Tanah dan Pangan Indonesia

MEMASUKI tahun kesebelas penyelenggaraannya, Ubud Food Festival kembali digelar di Taman Kuliner Ubud dengan mengusung tema “Farmers: Guardians of Land...

Read moreDetails

Mereka Menunggu di Setia Darma 

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
0
Mereka Menunggu di Setia Darma 

LANGIT mendung siang itu terasa menenangkan. Sepasang turis asing berjalan pelan menyusuri jalan kecil yang dikelilingi semak dan rimbun pohon....

Read moreDetails
Next Post
Adi Sewaka Nugraha Kepada I Ketut Santosa Untuk Kesetiaannya Mengembangkan Seni Lukis Kaca Nagasepaha

Adi Sewaka Nugraha Kepada I Ketut Santosa Untuk Kesetiaannya Mengembangkan Seni Lukis Kaca Nagasepaha

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co