4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Anom Ranuara, Drama Klasik dan Kesetiaan Berkarya Tiada Henti

I Made Sujaya by I Made Sujaya
July 24, 2023
in Panggung
Anom Ranuara, Drama Klasik dan Kesetiaan Berkarya Tiada Henti

Anom Ranuara pada pergelaran Tribute to Anom Ranuara pada Festival Seni Bali Jani 2023

JIKA Anda tinggal di Bali, dan kini berusia 50 tahun ke atas, Anda pasti punya kenangan tak nterlupakan tentang sebuah acara di TVRI Denpasar (kini TVRI Bali) sekira tahun 1980-an hingga 1990-an. Acara ini ditunggu-tunggu, dan penggemarnya biasanya akan duduk di depan TV hitam-putih sejak sore hari.

Acara itu bernama Drama Klasik yang dimainkan oleh Teater Mini Badung. Drama ini biasanya mengisahkan tentang sekuel-sekuel dalam epos besar Mahabharata. Bahasa pada dialog tokoh-tokohnya biasanya dikemas sangat puitis, menyentuh hati, dan lekat cukup lama dalam ingatan.

Selain tayang di TVRI, drama itu biasanya pentas secara live di Pesta Kesenian Bali (PKB). Dengan begitu, para penggemarnya juga sangat akrab dengan wajah para pemainnya. Tak pelak drama klasik menjadi genre baru dalam seni drama di Bali menyusul sendratari maupun drama gong.

Ada satu nama yang hingga kini masih diinggat dan tokohnya eksis hingga kini, yakni Ni Putu Putri Suastini, yang kini dikenal sebagai istri Gubernur Bali Wayan Koster.

Putri Suastini adalah penggagas Festival Seni Bali Jani yang pada tahun 2023 sudah masuk pada tahun kelima. Selain seni pertunjukan, festival ini juga menyuguhkan program untuk menghormati tokoh-tokoh seni modern yang memiliki rekam jejak dalam kesetiaan berkatya hingga kini, atau hingga tokoh itu berpulang.

Pada Festival Seni Bali Jani tahun 2023 ini terdapat satu acara pergelaran Tribute to Ida Bagus Anom Ranuara di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Denpasar, Jumat, 21 Juli 2023. Pergelaran ini tentu saja untuk memberi hormat sebesar-besarnya kepada Ida Bagus Anom Ranuara.

Siapa Anom Ranuara? Dia-lah tokoh pendiri Teater Mini Badung (kini disebut Sanggar Teater Mini) yang karya drama klasik-nya tayang di TVRI, yang hingga kini, hingga usianya 80 tahun, ia terus berkarya di panggung drama atau panggung teater modern di Bali.

Bermula dari Kelompok Drama Janger

Ida Bagus Anom Ranuara berasal dari Desa Blahkiuh, Badung. Dia lahir pada 18 Juni 1943 serta besar di Denpasar. Kepiawaiannya berteater bermula dari kegiatannya dalam kelompok “drama janger” di Desa Blahkiuh, kampung halaman sekaligus tempatnya mengabdi sebagai guru sekolah dasar (SD) pada tahun 1962.

Pascatahun 1965, Anom Ranuara pindah tugas ke Denpasar. Di Denpasar dia bertemu penekun permainan tradisional, Made Taro dan Ida Bagus Mayun, seorang karyawan Kanwil Depdikbud Bali yang juga doyan sastra. Mereka bekerja sama membentuk kelompok Drasula yang merupakan perpaduan antara seni drama, sulap, dan lawak.

Anom Ranuara mempertunjukkan adegan latihan drama klasik pada pergelaran Tribute to Anom Ranuara di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, di Denpasar | Foto: Tim Kreatif FSBJ 2023

Baru pada tahun 1978, Anom Ranuara mendirikan Teater Mini Badung dan mementaskan drama klasik. Sejak tahun 1979, sudah lebih dari 100 lakon drama klasik yang ditulis dan dipentaskannya. Belakangan Teater Mini Badung berubah menjadi Sanggar Teater Mini.

Istilah drama klasik memang sengaja dimunculkan Anom Ranuara untuk menunjukkan perbedaan dengan genre drama lainnya, seperti sendratari dan drama gong. Drama klasik mementaskan lakon cerita pewayangan atau cerita rakyat, menggunakan kostum tradisional, diiringi gamelan tradisional dan musik modern, serta menggunakan bahasa Indonesia. Drama klasik pun menjadi identik dengan Anom Ranuara.

Tribute to Ida Bagus Anom Ranuara

Acara Tribute to Ida Bagus Anom Ranuara di Festival Seni Bali Jani tahun 2023 ini adalah bentuk apresiasi terhadap dedikasi dan pencapaian Anom Ranuara dalam dunia seni drama klasik.

Pergelaran Tribute to Ida Bagus Anom Ranuara itu diproduksi Kuta Tunas Visual dan disutradarai Gede Sustrawan. Dalam pergelaran itu, Anom Ranuara tak hanya tampil mengisi sesi gelar wicara (talkshow) namun juga masih mampu tampil mempertunjukkan adegan latihan drama klasik bersama anggota Sanggar Teater Mini.

Sayangnya, dokumentasi drama klasik yang pernah dimainkan Teater Mini tak terselamatkan.

“Kita hanya bisa bercerita, Banyak drama klasik yang kita mainkan di TVRI ternyata file-nya nggak ada. Kita tak punya file. Mestinya terawat dengan baik. Karena perpindahan teknologi. Dulu kita memakai pita, pitanya jamuran, sudah rusak. Kalau sekarang digital masih lebih mending. Tapi memang sudah tidak ada lagi. Kami hanya bisa bercerita. Yang bisa kini diselamatkan hanya naskah-naskah beliau dalam bentuk buku,” kata Ni Putu Putri Suastini dalam acara pergelaran itu.

Putri Suastini bertutur tentang Anom Ranuara pada pergelaran Tribute to Anom Ranuara di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, di Denpasar | Foto: Tim Kreatif FSBJ 2023

Murid-muridnya di Teater Mini meniali Anom Ranuara sebagai sosok yang disiplin dan konsisten. Putri Suastini Koster menyebut Anom Ranuara sebagai seniman sejati. Landasan berkaryanya ngayah, fokus pada seni. Anom Ranuara, kata Putri Suastini Koster, kontinu dan konsisten dengan dunia seni yang ditekuninya.

Yang menarik, lanjut Putri Suastini, Anom Ranuara jarang memuji anak didiknya. Namun, kalau anak didiknuya keliru, Anom Ranuara tak segan-segan

Hal senada juga dinyatakan IB Purwasila, aktor Teater Mini yang bersama Putri Suastini menjadi bintang Teater Mini Badung. Menurut Gus Purwa –begitu dia akrab dipanggil–, karakter Anom Ranuara termasuk perfeksionis. Disiplin terbentuk dari perfeksionis. Selain selalu tepat waktu, naskah-naskah yang dibuat, tata bahasanya indah dan sulit untuk diubah. Justru kalau diubah, pemain bisa kebingungan sendiri.

Anom Ranuara yang turut hadir dalam sesi gelar wicara mengatakan dirinya memang rutin menulis. “Seperti orang minum kopi, tak dapat kopi bisa pengeng. Saya kalau tak dapat menulis juga pengeng,” katanya.

Menurut Anom Ranuara, untuk bisa menulis naskah drama dengan baik, resepnya tiada lain banyak membaca. Tatkala hendak menulis naskah drama klasik, dia mengaku membaca buku-buku pewayangan. Selain itu, dia juga rajin menonton pertunjukan.

Menurutnya, dari menonton pertunjukan, pasti ada saja yang didapatkan. Anom Ranuara menuturkan doyan menonton film, topeng, arja, wayang, dan berbagai pertunjukan lain. “Usai menonton film cowboy, saya merasa menjadi cowboy. Itu sebetulnya proses berteater, proses memungut karakter,” kata Anom Ranuara.

IB Purwasila bertutur tentang Anom Ranuara pada pergelaran Tribute to Anom Ranuara di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, di Denpasar | Foto: Tim Kreatif FSBJ 2023

Karena itu, Anom Ranuara mengkritik seniman kini yang merasa sudah besar, tidak mau menonton pertunjukan orang lain. “Menonton saja, pasti ada yang akan didapat. Paling tidak, apresiasi kepada teman,” kata Anom Ranuara.

Meski sudah uzur, energi Anom Ranuara terbilang masih relatif terjaga. Usai mengisi sesi gelar wicara, Anom Ranuara masih mengisi sesi pertunjukan latihan drama klasik di atas panggung bersama anggota Teater Mini. Melalui pertunjukan latihan itu, penonton bisa mengetahui bagaimana dinamika di balik panggung sebelum pementasan disuguhkan ke hadapan penonton dan secara tidak langsung belajar berteater. [T]

Made Sanggra Adalah Federico Garcia Lorca dari Bali
Tribute to Maestro I Gusti Putu Gede Wedhasmara — Lagu-lagunya Melegenda Secara Nasional, Tapi Namanya Kurang Dikenal
Tags: Anom RanuaraDrama klasikFestival Seni Bali JaniPutri SuastiniTeaterTeater Mini
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Popularitas Istilah Selingkuh & Main Belakang di Indonesia

Next Post

Mewujudkan “Bali International Book Fair”: Tidak Mudah, tapi Bali Punya Modal Kuat

I Made Sujaya

I Made Sujaya

Wartawan, sastrawan, dosen. Pengelola balisaja.com

Related Posts

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails
Next Post
Mewujudkan “Bali International Book Fair”: Tidak Mudah, tapi Bali Punya Modal Kuat

Mewujudkan “Bali International Book Fair”: Tidak Mudah, tapi Bali Punya Modal Kuat

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co