2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Popularitas Istilah Selingkuh & Main Belakang di Indonesia

Yoga Yolanda by Yoga Yolanda
July 24, 2023
in Bahasa
Popularitas Istilah Selingkuh & Main Belakang di Indonesia

Ilustrasi tatkala.co | Kadek Wiradinata

“Infidelity is like a cancer that eats away at the very core of a relationship. It may provide temporary pleasure, but the long-term consequences are devastating.”

-Dave Willis

“Perselingkuhan seperti kanker yang merusak inti hubungan. Mungkin memberikan kenikmatan sementara, tetapi konsekuensi jangka panjangnya menghancurkan.”

– Dave Willis

DALAM era media sosial dan perang informasi seperti sekarang, persaingan untuk mendapatkan popularitas dan perhatian publik semakin ketat. Beberapa media berita dan selebriti menggunakan strategi yang kadang-kadang kontroversial untuk mendongkrak popularitas mereka. Perselingkuhan menjadi salah satu topik yang sering menjadi perhatian dan menarik minat banyak orang di Indonesia.

Berita perselingkuhan sering kali menjadi sorotan utama di media massa dan media sosial. Para selebriti, tokoh publik, atau individu terkenal seringkali menjadi target pemberitaan ketika terlibat dalam skandal perselingkuhan. Fenomena ini tampaknya muncul dari kesadaran media dan editor bahwa cerita kontroversial tentang kehidupan pribadi atau hubungan orang-orang terkenal menarik perhatian pembaca dan penonton. Ketika berita tentang perselingkuhan diungkapkan, reaksi publik sangat bervariasi, tetapi seringkali menimbulkan keingintahuan yang tinggi dan perdebatan yang hangat.

Selingkuh dan main belakang adalah dua istilah yang sering muncul bergantian di Indonesia, terutama ketika membahas tentang hubungan antara dua orang. Kedua kata ini mengandung makna yang terkait dengan aspek-aspek yang intim dalam kehidupan manusia, namun konotasinya berbeda.

Kata selingkuh dalam kbbi.kemdikbud.go.id bermakna menyembunyikan sesuatu untuk kepentingan sendiri; tidak berterus terang; tidak jujur; serong. Pengertian yang diambil dari KBBI ini tidak eksplisit mengatakan selingkuh ada di wilayah hubungan antarmanusia. Dapat dikatakan bahwa selingkuh tidak selalu bermakna melakukan hubungan intim dengan orang selain pasangan atau kekasih yang sah. Hanya saja, selingkuh dalam pengertian inilah yang paling banyak digunakan masyarakat.

Dalam Korpus Indonesia (Koin) (korpusindonesia.kemdikbud.go.id) yang terdiri dari sebanyak 24.736.534 token, kata selingkuh muncul sebanyak 50 kali.Dari 50 kata tersebut, Istilah ini dikaitkan dengan pengkhianatan dalam hubungan, dan dampaknya dapat sangat merusak kepercayaan dan kestabilan hubungan. Meskipun membawa konotasi negatif, popularitas kata selingkuh dalam bahasa Indonesia cukup tinggi. Banyak drama, film, dan media populer mengangkat tema selingkuh sebagai alur cerita utama, menarik minat penonton dengan intrik dan konflik yang kompleks.

Faktor-faktor seperti ketidakpuasan dalam hubungan, kurangnya komunikasi, godaan dari pihak ketiga, dan gaya hidup modern yang lebih terbuka terhadap variasi hubungan, menjadi pendorong popularitas kata selingkuh di kalangan masyarakat Indonesia. Meskipun kebanyakan orang menyadari akibat negatif dari selingkuh, popularitas kata ini mungkin mencerminkan realitas bahwa masalah tersebut ada dalam masyarakat dan menjadi bagian dari perbincangan sehari-hari.

Sementara itu, kata main belakang memiliki makna yang lebih kasual dan bersifat eufemistik. Artinya, meskipun dapat dikatakan sebagai sinonim dari selingkuh, istilah main belakang lebih sopan dan lebih berkonotasi positif. Istilah ini menggambarkan hubungan intim tanpa ikatan emosional yang serius antara dua orang. Walaupun main belakang jarang terdengar dalam konteks formal atau media, popularitasnya cukup tinggi dalam percakapan informal di kalangan masyarakat, terutama di lingkungan muda. Meskipun lebih sopan atau eufemistik, sayangnya frasa main belakang bukan termasuk dalam bahasa Indonesia karena keberadaannya tidak dapat ditemukan di KBBI.

Kata main belakang mungkin mencerminkan pergeseran nilai-nilai sosial dalam masyarakat Indonesia terkait dengan hubungan dan seksualitas. Generasi muda cenderung lebih terbuka tentang variasi dalam bentuk hubungan dan mencari alternatif yang tidak terikat pada komitmen jangka panjang. Penggunaan main belakang bisa menjadi respons terhadap tekanan sosial dalam menjalin hubungan serius dan mencerminkan pandangan bahwa eksplorasi hubungan tanpa ikatan romantis adalah hal yang lebih diterima.

Popularitas kata selingkuh dan main belakang mencerminkan perubahan sosial dan nilai-nilai dalam masyarakat Indonesia. Kemajuan teknologi, akses yang mudah terhadap media sosial, dan globalisasi telah membawa perubahan dalam cara orang berhubungan dan berinteraksi. Budaya yang semakin terbuka dan toleran terhadap variasi dalam hubungan menciptakan ruang bagi penggunaan kata-kata ini dalam konteks yang lebih luas.

Perlu dicatat bahwa penggunaan kedua kata tersebut tidak selalu mendapat persetujuan dari masyarakat. Beberapa orang mengkritik popularitas istilah-istilah ini karena bisa merusak hubungan yang sah dan kurangnya komitmen pada hubungan yang lebih mendalam. Hanya saja, Dunia hiburan senantiasa menggunakan dua istilah ini dalam strategi pemberitaan.

Ada beberapa alasan yang mendasari penggunaan strategi berita perselingkuhan dalam mendongkrak popularitas:

Pertama, sensasi dan kontroversi. Berita perselingkuhan menyajikan sensasi dan kontroversi yang menarik perhatian banyak orang. Berbagai aspek dari skandal tersebut, seperti pengkhianatan, konflik emosional, dan konsekuensinya, menciptakan ketegangan yang menarik bagi pembaca dan penonton.

Kedua, peningkatan klik dan penonton. Konten berita yang kontroversial dan menarik emosi cenderung mendapatkan lebih banyak klik, tayangan, dan pembagian di media sosial. Ini berarti meningkatkan popularitas media yang menerbitkan berita semacam itu.

Ketiga, persepsi sebagai “berita penting“. Beberapa media mungkin berpendapat bahwa berita perselingkuhan yang melibatkan tokoh publik adalah bagian dari tugas mereka untuk menginformasikan masyarakat tentang masalah-masalah terkini, terutama yang melibatkan orang-orang yang berada di sorotan publik.

Keempat, persaingan di dunia media. Dalam dunia media yang penuh persaingan, menampilkan berita perselingkuhan dapat menjadi cara bagi outlet media untuk mencapai posisi yang lebih unggul dan meningkatkan kehadiran mereka di pasar.

Mungkin, bagi tokoh atau media yang terlibat, berita tentang selingkuh atau main belakang dapat mendongkrak popularitas mereka, tetapi bagi masyarakat awam, hal ini dapat membentuk budaya sensasi dalam diri masyarakat. Dengan kata lain, ketabuan dua istilah ini menjadi samar-samar.

Memang, terlalu sering menghadirkan berita sensasional, termasuk perselingkuhan, dapat membentuk budaya yang terobsesi dengan sensasi dan kehidupan pribadi orang lain. Jadilah, banyak masyarakat yang terjerembab dengan dunia perselingkuhan, baik terjebak sendiri di dalamnya maupun menjadi sumber penyebaran berita perselingkuhan di lingkungannya. Dengan demikian, moral dalam diri masyarakat terkikis akibat hal ini. Selingkuh dianggap hal yang (mengarah pada) biasa saja.

Sebagai simpulan, saya dapat mengatakan bahwa dalam budaya Indonesia, popularitas kata selingkuh dan main belakang saat ini mencerminkan realitas sosial dan perubahan nilai-nilai dalam masyarakat. Meskipun keduanya memiliki konotasi yang berbeda, penggunaan mereka mencerminkan pergeseran dalam pandangan dan pemahaman tentang hubungan dan seksualitas.

Sebagai masyarakat yang semakin terbuka dan beragam, penting bagi kita untuk memahami implikasi dari penggunaan kata-kata ini dan mencari cara-cara yang lebih positif dan menghormati dalam menjalani hubungan dan berinteraksi dengan orang lain. Memopularkan kata-kata ini hanya untuk mendongkrak popularitas tokoh atau media barangkali sah-sah saja dalam dunia hiburan, tetapi dampak negatifnya pada masyarakat cukup signifikan. [T]

  • BACA artikel lain dari YOGA YOLANDA
Menjadi Penulis Cekatan di Tengah Badai Kecerdasan Buatan
Duel Sengit Covid-19 vs COVID-19 – [Tentang Bahasa]
Tags: BahasaBahasa Indonesiajurnalismeselingkuh
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Quo Vadis Dokter Indonesia? | Renungan dari Polemik Menkes vs IDI

Next Post

Anom Ranuara, Drama Klasik dan Kesetiaan Berkarya Tiada Henti

Yoga Yolanda

Yoga Yolanda

Dosen pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Jember

Related Posts

Merawat Harapan Optimistis Lewat Kalimat Adjektival

by I Made Sudiana
June 29, 2026
0
Merawat Harapan Optimistis Lewat Kalimat Adjektival

SETELAH melewati rentetan perawatan medis yang panjang dan melelahkan, pernahkah Anda berbisik pada diri sendiri, "Apakah tubuh ini akan kembali...

Read moreDetails

Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket

by I Made Sudiana
June 25, 2026
0
Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket

BAGI orang awam di bidang kargo seperti saya, kata kargo selalu memantik imajinasi tentang gudang yang pengap, deru mesin, aroma...

Read moreDetails

Duri Akar dan “Sungga”

by Komang Berata
June 24, 2026
0
Duri Akar dan “Sungga”

SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan...

Read moreDetails

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

by I Made Sudiana
June 23, 2026
0
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

Read moreDetails

Logika Angka Kuno di Pesta Kesenian Bali

by I Made Sudiana
June 18, 2026
0
Logika Angka Kuno di Pesta Kesenian Bali

PESTA Kesenian Bali (PKB) tahun 2026 ini telah memasuki tahun ke-48. Atmosfernya sudah tampak lewat berbagai atribut luar ruang yang...

Read moreDetails

Ketika Prasasti Keluar dari Kamus Arkeologi

by I Made Sudiana
June 13, 2026
0
Ketika Prasasti Keluar dari Kamus Arkeologi

SEJAK kapan sebuah kata harus tunduk pada makna yang kaku? Padahal, di tengah masyarakat, makna kata itu justru tumbuh dan...

Read moreDetails

Orang yang Hadir Kok Diminta Absen?

by Ni Wayan Suwini
June 12, 2026
0
Orang yang Hadir Kok Diminta Absen?

DALAM kehidupan sehari-hari, kata "absen" sangat akrab digunakan oleh masyarakat. Di sekolah, guru sering mengatakan, "Ayo, sebelum belajar kita absen...

Read moreDetails

Sihir Tiga Kode Huruf

by I Made Sudiana
June 8, 2026
0
Sihir Tiga Kode Huruf

PERNAHKAH Anda menyadari bahwa hidup kita hari ini perlahan-lahan dikendalikan oleh mantra tiga kode huruf? Dunia modern adalah rimba aksara...

Read moreDetails

Cukup Telulas?

by Komang Berata
June 4, 2026
0
Cukup Telulas?

BISA jadi telanjur terbentuk stigma tiga belas identik dengan celaka, sial, dan segala bentuk ketidakberuntungan maka sangat penting diupayakan menghindari...

Read moreDetails

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

by I Made Sudiana
June 3, 2026
0
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

Read moreDetails
Next Post
Anom Ranuara, Drama Klasik dan Kesetiaan Berkarya Tiada Henti

Anom Ranuara, Drama Klasik dan Kesetiaan Berkarya Tiada Henti

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co