2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Duel Sengit Covid-19 vs COVID-19 – [Tentang Bahasa]

Yoga Yolanda by Yoga Yolanda
June 22, 2020
in Esai
Duel Sengit Covid-19 vs COVID-19 – [Tentang Bahasa]

Masa Pagebluk bukan hanya jadi era peperangan antara manusia dan Coronavirus Disease 2019, tetapi juga antara Covid-19 dan COVID-19. Di Indonesia, duel ini berlangsung dramatis dan terjadi di berbagai ranah: berita di televisi, berita daring, majalah, koran, grup Whatsapp, dan sebagainya. Lantas, siapa yang pantas menjadi juara?

Awalnya pertarungan yang terjadi bukanlah satu lawan satu seperti sekarang. Ada beberapa peserta yang sebelumnya turut meramaikan arena pertandingan, seperti covid-19, covid 19, Covid-19, Kovid-19, dan banyak lagi. Satu per satu dari mereka berguguran seiring tidak pernah dipakainya mereka dalam tulisan-tulisan tentang pandemi ini. Selain itu, menurut PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia), mereka tersingkir bukan hanya karena tak mendapatkan panggung, melainkan juga karena salah secara ejaan. Lanjutnya, covid-19 salah karena dalam aturan akronim bahasa Indonesia tidak boleh ada akronim nama diri yang berawalan huruf nonkapital.

Kemudian, covid 19 juga salah karena sebuah akronim harus terdiri dari satu kata. Aturan lainnya, ketika dalam satu kata terdapat gabungan huruf dan angka hendaknya dibubuhi sebuah tanda hubung (-) antara huruf dan angka itu, seperti dalam bentuk ‘Perang Dunia ke-2’, ‘abad ke-2, dan ‘S-1’. Lalu, PUEBI melanjutkan, Covid-19 juga salah karena ia dimiringkan. Memang benar sebuah ungkapan asing (dan daerah) dalam bahasa Indonesia harus ditulis miring, tetapi terdapat pengecualian pada nama diri, seperti nama orang, lembaga, atau organisasi. Nah, virus ini adalah sebuah nama diri sehingga penulisan miring tidak tepat disematkan padanya.

Berawalan huruf nonkapital, diberi spasi, dan dimiringkan telah kita simpulkan sebagai bentuk yang salah, lalu bagaimana dengan bentuk ‘Kovid-19’? Tidak terdapat spasi ataupun penulisan miring pada bentuk ini, tetapi terdapat pengubahan huruf awal ‘C’ menjadi ‘K’. Untuk menjawabanya, menurut PUEBI, kita cukup mengingat bahwa selama tidak terdapat pada KBBI, adaptasi ini dapat dikatakan salah. Munculnya penggunaan bentuk ini diindikasikan berasal dari banyaknya istilah asing berawalan huruf ‘C’ yang diadaptasi menjadi ‘K’ dalam bahasa Indonesia, seperti creative menjadi kreatif, curriculum menjadi kurikulum, dan column menjadi kolom. Di samping itu, bahasa Indonesia memiliki istilah Korona(KBBI Daring, 2020) yang sebenarnya tidak merujuk pada virus ini. Jadilah, meskipun salah, bentuk ‘Kovid-19’ sempat banyak digunakan, seperti pada salah satu judul artikel www.wartaekonomi.co.id pada 30 Mei 2020, yakni “Diaspora Galang Donasi Bantu Pekerja Terdampak Kovid-19”.

Mari kita kembali pada duel seru yang masih bertahan hingga kini, yakni antara Covid-19 dan COVID-19. Pada laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan virus ini,  https://covid19.go.id, keduanya melenggang bergantian di dalam judul dan badan artikel-artikelnya. Dua bentuk ini tidak diawali huruf nonkapital, tidak diberi spasi antara huruf dan angkanya, tidak ditulis miring, serta tidak ada penggantian dari huruf ‘C’ menjadi ‘K’. PUEBI memiliki subbab berjudul Singkatan dan Akronim (PUEBI, 2016: 26—29). Di sana diatur mengenai penulisan akronim yang berasal dari nama diri dan bukan nama diri. Karena Coronavirus Disease 2019 adalah nama diri, kita dapat mencermati aturan penulisan akronim yang berasal dari nama diri saja. Terdapat dua aturan terkait akronim nama diri.

Yang pertama, berbunyi, “Akronim nama diri yang terdiri atas huruf awal setiap kata ditulis dengan huruf kapital tanpa tanda titik,” sedangkan yang kedua, berbunyi, “Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal kapital”. Kita harus menelusuri apakah akronim dari Coronavirus Disease 2019 itu disusun berdasarkan huruf awal tiap kata, gabungan suku kata, atau gabungan huruf dan suku kata. Bila kita cermati, ‘co’ adalah suku kata yang mewakili ‘corona’, ‘vi’ adalah suku kata yang mewakili ‘virus’, ‘d’ adalah huruf yang mewakili ‘disease’, dan ‘19’ merupakan bentuk pemendekan dari ‘2019’. Dari sini dapat kita simpulkan bahwa akronim tersebut tersusun atas gabungan huruf dan suku kata. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa  penulisan yang paling tepat adalah ‘Covid-19’ sesuai dengan aturan yang kedua. Tapi, yang perlu diperhatikan kemudian adalah bentuk ‘COVID-19’ masihlah dikatakan benar apabila dipakai dalam sebuah judul, dengan catatan seluruh huruf dalam judul tersebut berbentuk kapital, seperti “DATA STATISTIK COVID-19”.

Eits, ini adalah kesimpulan sementara dari analisis PUEBI. Pada dasarnya, akronim dari Coronavirus Disease 2019 ini memang tergolong baru. Terdiri dari gabungan huruf dan angka. Angkanya bukan menunjukkan tingkatan (seperti angka 2 pada S-2 yang menunjukkan tingkatan pendidikan) atau penomoran (seperti angka 2 pada Perang Dunia ke-2), tetapi menunjukkan tahun di mana jenis virus ini pertama kali ditemukan. Inilah kiranya yang membuat duel sengit keduannya masih terjadi hingga sekarang. Melihat fenomena ini, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa harus agar masyarakat (terutama yang berkecimpung dalam dunia jurnalistik) dapat memutuskan mana bentuk yang harus dimenangkan dalam duel-duel sengit di ranah kebahasaan.

Salam Literasi!

Tags: Bahasacovid 19
Share11TweetSendShareSend
Previous Post

Pertanyaan tentang Ekspresi Orang Bali dan Jawaban yang Menyesatkan

Next Post

Toxic Relationship? – Jangan Takut, Tapi Hadapi dengan Resiliensi

Yoga Yolanda

Yoga Yolanda

Dosen pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Jember

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Toxic Relationship? – Jangan Takut, Tapi Hadapi dengan Resiliensi

Toxic Relationship? - Jangan Takut, Tapi Hadapi dengan Resiliensi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co