12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Toxic Relationship? – Jangan Takut, Tapi Hadapi dengan Resiliensi

Dinda Kalpika Putri by Dinda Kalpika Putri
June 22, 2020
in Esai
Toxic Relationship? – Jangan Takut, Tapi Hadapi dengan Resiliensi

Ilustrasi : MalangVoice.com

Jika di pikirkan baik-baik, apa sih tujuan dari pacaran ?  Apakah dengan pacaran seseorang dapat tumbuh dan berkembang atau justru dengan pacaran membuat seseorang menjadi tertekan ? Iya, memang jika dipikirkan tidak akan berujung menemukan jawaban yang tepat. Karena setiap manusia tentunya memiliki perasaan. Rasa sayang. Rasa cinta. Rasa ingin memiliki. Perasaan yang kadang dapat mengalahkan logika manusia.

Memang pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial dimana ia akan membutuhkan manusia lainnya untuk saling berinteraksi satu sama lainnya. Maka muncullah hubungan antara lawan jenis yang biasa disebut dengan “pacaran”. Dimana ini sering dijalani oleh usia remaja-dewasa karena pada masa ini kita mulai ingin berbagi kisah hidup yang lebih mendalam dengan seseorang baik itu perihal karir, keluarga maupun lainnya serta ingin bertukar pikiran satu dengan lainnya. Jika berbicara perihal “pacar”. Pacar merupakan gambaran pasangan hidup kita kelak di kemudian hari. Namun tidak dapat dihindari perubahan akan terjadi dalam siklus kehidupan.

Perubahan itu abadi adanya. Iya benar, perubahan yang lebih baik maupun perubahan menjadi lebih buruk tidak dapat dihindari. Pertemuan yang berawal membawa tawa bahagia lama-lama bisa terasa menyakitkan. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa semakin kita mengenal seseorang lebih dalam tentunya semakin banyak yang kita ketahui tentang dirinya, dari sisi baik hingga sisi buruk. Tidak ada manusia yang sempurna seutuhnya. Semua lahir dengan pembawaannya masing-masing dan semua tumbuh sesuai dengan lingkungan sekitarnya. Dan karakter masing-masing manusia juka akan menimbulkan kesalahpahaman antara satu dengan lainnya terutama pada perihal “pacaran”.

             Jika kesalahpahaman ini tidak dapat disiasati dengan baik maka terjadilah “Toxic Relationship”. Tidak ada siapa yang salah maupun siapa yang benar, hanya yang perlu diketahui adalah memahami perilaku yang termasuk “toxic”. Baik dari diri kita sendiri maupun dari pasangan kita. Adapun beberapa ciri-ciri dari “toxic people” yaitu sebagai berikut :

  1. Merasa tidak bisa mengekspresikan diri. Biasanya orang yang tergolong “toxic” akan cenderung terlalu ingin tahu segala hal yang dilakukan oleh pasangannya serta cenderung mengendalikan pasangannya untuk menjadikannya seperti apapun yang ia mau sehingga sulit untuk mengekspresikan dan mengembangkan diri dengan orang yang tergolong “toxic”.
  2. Merasa berharga hanya saat mood dia lagi bagus. Walaupun terkadang hal ini tidak berniat dilakukan oleh pasangan kita namun mungkin dia sedang mengalami stres dari kesibukannya, tapi tidak dapat dipungkiri hal ini dapat kita rasakan jika seseorang cenderung bersikap yang tidak sewajarnya saat dirinya mengalami tekanan. Karena kita pun tidak tahu tekanan-tekanan apapun yang sedang dirasakan. Namun perlu disadari, emosi yang ada dalam diri kita hanya kita yang dapat bertanggung jawab terhadap emosi tersebut. Jadi jangan mengharapkan sesuatu yang lebih dari orang lain.
  3. Pasif – Agresif. Terlalu banyak berkode-kode kepada pasangan, tidak mau berkata terus terang tentang perasaan yang ada didalam diri sendiri. Hal ini tentunya akan menyulitkan seseorang dalam mengerti apa yang dimaksud jika terlalu banyak kode yang diberikan.
  4. Menutupi masalah sementara. Jadi banyak pasangan yang kurang tepat dalam menjalin hubungan. Jika pasangannya sedang marah atau melakukan hal yang buruk untuk tetap mempertahankan hubungan tersebut malah diberikan hadiah. Hal ini tentunya akan memicu adanya kemarahan-kemarahan lain dari pasangan karena dia akan berpikir pasangannya akan mempertahankan hubungannya dengan memberikan hadiah. Tentunya hal ini akan memperburuk hubungan yang sedang dijalani.

Begitulah beberapa ciri dari “toxic relationship” jika hal ini sedang dirasakan maka sebaiknya mengambil jalan untuk berpisah tentunya dengan cara yang baik. Bukan berarti sudah berhenti menyayangi ataupun mencintai, namun hal ini dilakukan untuk saling menumbuhkan satu dengan lainnya. Namun, untuk menghadapi hidup pasca hubungan ini tidaklah mudah. Maka dapat gunakan resiliensi. Resiliensi adalah kemampuan beradaptasi seseorang terhadap situasi yang kurang menyenangkan. Sehingga mampu bangkit kembali menjadi lebih baik. Wolin dan Wolin (1993) mengemukakan tujuh aspek utama yang mendukung individu untuk resiliensi adalah sebagai berikut :

  1. Independence adalah kemampuan untuk mengambil jarak secara emosional maupun fisik dari sumber masalah (lingkungan maupun situasi yang sedang bermasalah).
  2. Initiative adalah keinginan yang kuat untuk bertanggung jawab atas kehidupannya.
  3. Morality adalah kemampuan individu untuk berperilaku atas dasar hati nuraninya. Individu dapat memberikan kontribusinya dan membantu orang yang membutuhkan.
  4. Humor adalah kemampuan individu untuk mengurangi beban hidup dan menemukan kebahagiaan dalam situasi apapun.
  5. Creativity adalah kemampuan memikirkan berbagai pilihan, konsekuensi dan alternatif dalam menghadapi tantangan hidup.
  6. Relationships yaitu mampu mengembangkan hubungan yang jujur, saling mendukung dan berkualitas bagi kehidupan memiliki role model yang baik.
  7. Insight adalah proses perkembangan individu dalam merasa, mengetahui dan mengerti masa lalunya untuk mempelajari perilaku-perilaku yang lebih tepat.

Tentunya memahami dan menjalani hal ini tidaklah perihal yang mudah, namun untuk menumbuhkan semangat untuk memulai kehidupan yang lebih baik adalah ingatlah bagaimana Tuhan memberikanmu kehidupan yang sangat berharga. Ingatlah orang tuamu yang membesarkanmu hingga kini. Tumbuhkan dirimu, hingga dapat memberikan energi positif di lingkungan sekitarmu.

“Tuhan akan melihat perbuatan baikmu. Jika kamu berbuat baik kepada seseorang, Tuhan akan mengelilingimu dengan orang-orang yang baik pula”

Share7TweetSendShareSend
Previous Post

Duel Sengit Covid-19 vs COVID-19 – [Tentang Bahasa]

Next Post

Sasmitha Ayu

Dinda Kalpika Putri

Dinda Kalpika Putri

Mahasiswa Universitas Warmadewa, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik dengan Jurusan Ilmu Administrasi

Related Posts

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails
Next Post
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

Sasmitha Ayu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co