24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Toxic Relationship? – Jangan Takut, Tapi Hadapi dengan Resiliensi

Dinda Kalpika Putri by Dinda Kalpika Putri
June 22, 2020
in Esai
Toxic Relationship? – Jangan Takut, Tapi Hadapi dengan Resiliensi

Ilustrasi : MalangVoice.com

Jika di pikirkan baik-baik, apa sih tujuan dari pacaran ?  Apakah dengan pacaran seseorang dapat tumbuh dan berkembang atau justru dengan pacaran membuat seseorang menjadi tertekan ? Iya, memang jika dipikirkan tidak akan berujung menemukan jawaban yang tepat. Karena setiap manusia tentunya memiliki perasaan. Rasa sayang. Rasa cinta. Rasa ingin memiliki. Perasaan yang kadang dapat mengalahkan logika manusia.

Memang pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial dimana ia akan membutuhkan manusia lainnya untuk saling berinteraksi satu sama lainnya. Maka muncullah hubungan antara lawan jenis yang biasa disebut dengan “pacaran”. Dimana ini sering dijalani oleh usia remaja-dewasa karena pada masa ini kita mulai ingin berbagi kisah hidup yang lebih mendalam dengan seseorang baik itu perihal karir, keluarga maupun lainnya serta ingin bertukar pikiran satu dengan lainnya. Jika berbicara perihal “pacar”. Pacar merupakan gambaran pasangan hidup kita kelak di kemudian hari. Namun tidak dapat dihindari perubahan akan terjadi dalam siklus kehidupan.

Perubahan itu abadi adanya. Iya benar, perubahan yang lebih baik maupun perubahan menjadi lebih buruk tidak dapat dihindari. Pertemuan yang berawal membawa tawa bahagia lama-lama bisa terasa menyakitkan. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa semakin kita mengenal seseorang lebih dalam tentunya semakin banyak yang kita ketahui tentang dirinya, dari sisi baik hingga sisi buruk. Tidak ada manusia yang sempurna seutuhnya. Semua lahir dengan pembawaannya masing-masing dan semua tumbuh sesuai dengan lingkungan sekitarnya. Dan karakter masing-masing manusia juka akan menimbulkan kesalahpahaman antara satu dengan lainnya terutama pada perihal “pacaran”.

             Jika kesalahpahaman ini tidak dapat disiasati dengan baik maka terjadilah “Toxic Relationship”. Tidak ada siapa yang salah maupun siapa yang benar, hanya yang perlu diketahui adalah memahami perilaku yang termasuk “toxic”. Baik dari diri kita sendiri maupun dari pasangan kita. Adapun beberapa ciri-ciri dari “toxic people” yaitu sebagai berikut :

  1. Merasa tidak bisa mengekspresikan diri. Biasanya orang yang tergolong “toxic” akan cenderung terlalu ingin tahu segala hal yang dilakukan oleh pasangannya serta cenderung mengendalikan pasangannya untuk menjadikannya seperti apapun yang ia mau sehingga sulit untuk mengekspresikan dan mengembangkan diri dengan orang yang tergolong “toxic”.
  2. Merasa berharga hanya saat mood dia lagi bagus. Walaupun terkadang hal ini tidak berniat dilakukan oleh pasangan kita namun mungkin dia sedang mengalami stres dari kesibukannya, tapi tidak dapat dipungkiri hal ini dapat kita rasakan jika seseorang cenderung bersikap yang tidak sewajarnya saat dirinya mengalami tekanan. Karena kita pun tidak tahu tekanan-tekanan apapun yang sedang dirasakan. Namun perlu disadari, emosi yang ada dalam diri kita hanya kita yang dapat bertanggung jawab terhadap emosi tersebut. Jadi jangan mengharapkan sesuatu yang lebih dari orang lain.
  3. Pasif – Agresif. Terlalu banyak berkode-kode kepada pasangan, tidak mau berkata terus terang tentang perasaan yang ada didalam diri sendiri. Hal ini tentunya akan menyulitkan seseorang dalam mengerti apa yang dimaksud jika terlalu banyak kode yang diberikan.
  4. Menutupi masalah sementara. Jadi banyak pasangan yang kurang tepat dalam menjalin hubungan. Jika pasangannya sedang marah atau melakukan hal yang buruk untuk tetap mempertahankan hubungan tersebut malah diberikan hadiah. Hal ini tentunya akan memicu adanya kemarahan-kemarahan lain dari pasangan karena dia akan berpikir pasangannya akan mempertahankan hubungannya dengan memberikan hadiah. Tentunya hal ini akan memperburuk hubungan yang sedang dijalani.

Begitulah beberapa ciri dari “toxic relationship” jika hal ini sedang dirasakan maka sebaiknya mengambil jalan untuk berpisah tentunya dengan cara yang baik. Bukan berarti sudah berhenti menyayangi ataupun mencintai, namun hal ini dilakukan untuk saling menumbuhkan satu dengan lainnya. Namun, untuk menghadapi hidup pasca hubungan ini tidaklah mudah. Maka dapat gunakan resiliensi. Resiliensi adalah kemampuan beradaptasi seseorang terhadap situasi yang kurang menyenangkan. Sehingga mampu bangkit kembali menjadi lebih baik. Wolin dan Wolin (1993) mengemukakan tujuh aspek utama yang mendukung individu untuk resiliensi adalah sebagai berikut :

  1. Independence adalah kemampuan untuk mengambil jarak secara emosional maupun fisik dari sumber masalah (lingkungan maupun situasi yang sedang bermasalah).
  2. Initiative adalah keinginan yang kuat untuk bertanggung jawab atas kehidupannya.
  3. Morality adalah kemampuan individu untuk berperilaku atas dasar hati nuraninya. Individu dapat memberikan kontribusinya dan membantu orang yang membutuhkan.
  4. Humor adalah kemampuan individu untuk mengurangi beban hidup dan menemukan kebahagiaan dalam situasi apapun.
  5. Creativity adalah kemampuan memikirkan berbagai pilihan, konsekuensi dan alternatif dalam menghadapi tantangan hidup.
  6. Relationships yaitu mampu mengembangkan hubungan yang jujur, saling mendukung dan berkualitas bagi kehidupan memiliki role model yang baik.
  7. Insight adalah proses perkembangan individu dalam merasa, mengetahui dan mengerti masa lalunya untuk mempelajari perilaku-perilaku yang lebih tepat.

Tentunya memahami dan menjalani hal ini tidaklah perihal yang mudah, namun untuk menumbuhkan semangat untuk memulai kehidupan yang lebih baik adalah ingatlah bagaimana Tuhan memberikanmu kehidupan yang sangat berharga. Ingatlah orang tuamu yang membesarkanmu hingga kini. Tumbuhkan dirimu, hingga dapat memberikan energi positif di lingkungan sekitarmu.

“Tuhan akan melihat perbuatan baikmu. Jika kamu berbuat baik kepada seseorang, Tuhan akan mengelilingimu dengan orang-orang yang baik pula”

Share7TweetSendShareSend
Previous Post

Duel Sengit Covid-19 vs COVID-19 – [Tentang Bahasa]

Next Post

Sasmitha Ayu

Dinda Kalpika Putri

Dinda Kalpika Putri

Mahasiswa Universitas Warmadewa, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik dengan Jurusan Ilmu Administrasi

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

Sasmitha Ayu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co