12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Niksayang Peplajahan: Tujuan Ida Padanda Made Sidemen Menjadi Pendeta

Putu Eka Guna Yasa by Putu Eka Guna Yasa
March 29, 2024
in Esai
Niksayang Peplajahan: Tujuan Ida Padanda Made Sidemen Menjadi Pendeta

Ida Padanda Made Sidemen Menjadi Pendeta | Foto diambil dari internet dan diolah tatkala.co

SETIDAKNYA ada tiga sumber yang dapat digunakan untuk menjelajahi perjalanan hidup Ida Padanda Made Sidemen. Sumber-sumber itu adalah Geguritan Salampah Laku, Ngatep Barong, dan Babad Ida Pedanda Made Sidemen.

Geguritan Salampah Laku memuat kisah hidup Ida Padanda Made Sidemen khususnya ketika baru menikah, proses berguru ke Gria Mandarawati Sidemen, sampai didiksa oleh Guru Nabenya.

Sementara itu, Ngatep Barong dan Babad Ida Padanda Made Sidemen menarasikan kronik leluhur yang menurunkan Ida Padanda Made Sidemen secara geneologis. 

Karena Geguritan Salampah Laku telah banyak dibicarakan, mari kita catat sedikit tentang karya sastra Ngatep Barong dan Babad Ida Padanda Made Sidemen. Perlu disampaikan bahwa naskah lontar Ngatep Barong terdiri dari sejumlah teks seperti Manuk Dadali, Kidung Kadiri Pangalang, Ngatep Barong, dan Ida Padada Made Sidemen.

Karena teks tersebut mengulas tentang tata cara membuat tapel, mulai dari upacara penebangan pohon hingga ngerehang, karya sastra itu diberi judul Ngatep Barong oleh petugas penyimpan naskah. 

Secara substansial, Ngatep Barong dan Babad Ida Padanda Made Sidemen memuat hal yang sama. Lantas, siapakah penulis kedua teks tersebut? Kita tidak tahu pasti.

Akan tetapi, dari semaian informasi yang coba disusun pengarang, tampaknya penulisnya adalah Ida Padanda Made Sidemen sendiri. Hal itu dikuatkan oleh keterangan-keterangan rinci tentang kekaryaan Ida Padanda Made Sidemen, baik dalam lanskap sastra, asta kosala kosali, maupun wala tanda. 

Dalam Ngatep Barong, misalnya, disebutkan bahwa Ida Padanda Made Sidemen telah menyusun Purwagama Sasana atas permintaan Raja Denpasar, mengarang Kakawin Cayadijaya pada tahun 1863 Saka dan Kakawin Candra Bhairawa pada tahun 1864 Saka.

Tidak jauh berbeda dengan Ngatep Barong, pustaka Babad Ida Padanda Made Sidemen bahkan menguraikan secara rinci karya-karya asta kosala dan tapel yang pernah dibuat oleh Ida Padanda Made Sidemen.

Karya-karya tersebut di antaranya adalah barong kikit (ketet), rangda, rarung serta asta kosala-kosali di Desa Seminyak, rangda di Ceramcam, 44 kulkul, dan yang lainnya. Informasi rinci seperti itu tidak mungkin dibuat oleh orang lain kecuali penulisnya sendiri.

Terlepas dari figur yang mengadakan lontar Ngatep Barong dan Babad Ida Padanda Made Sidemen, kedua karya sastra itu menarasikan leluhur Ida Padanda Made Sidemen mulai dari Dang Hyang Nirartha, Padanda Mas, Padanda Balwangan, sampai Padanda Aseman.

Di samping itu, dua karya sastra tersebut juga memberi petunjuk tentang keahlian Ida Padanda Made Sidemen dalam bidang seni rupa dan sastra yang secara geneologis terwaris dari orang tuanya. 

Catatan tentang aspek geneologis dalam lontar Ngatep Barong dan Babad Ida Padanda Made Sidemen bukanlah hal yang istimewa karena babad yang lain juga selalu mengutarakan hal yang sama. Sisi lain yang menarik dari dua teks tersebut justru terletak pada keterangan tentang motivasi Ida Padanda Made Sidemen menjadi pendeta.

Ida Padanda Made Sidemen sendiri memilih untuk berguru pada seorang pendeta bernama Ida Padanda Rai dari Gria Mandara, Sidemen-Karangasem. Kita tidak tahu pasti berapa lama proses berguru dan berburu pengetahuan tersebut berlangsung di antara Ida Padanda Made Sidemen dengan Nabenya.

Barangkali juga waktu spesifik yang membatasi proses belajar tersebut tidak penting, sebab murid yang mencintai pengetahuan akan belajar sepanjang hayat kepada gurunya tersmasuk juga semesta. 

Geguritan Salampah Laku menyatakan bahwa Ida Padanda Made Sidemen menikah di usia dua puluh tujuh tahun. Lalu pada usia menengah beliau sudah belajar pada dua pendeta (tuuh bĕline manĕngah, wahu maguru ping kalih).

Sementara, proses padiksan dilakukan pada umur empat puluh sembilan tahun (duk diniksan mayusa 49 tahun). Usia yang menjelang setengah abad itu tentu waktu yang sangat matang untuk menempuh jalan di belantara dunia rohani. Tidak seperti sekarang, pendeta bisa saja lahir dari proses yang instan sesuai paket dan kebutuhan. 

Babad Ida Padanda Made Sidemen menyatakan bahwa tujuan Ida Padanda Made Sidemen menjadi pendeta bukanlah karena ingin mendapatkan murid (doning madiksa, tan saking arĕp ing para sisya). Bukan pula karena ingin menyelesaikan berbagai upacara (tan saking arĕping ngaloka palasraya). Lantas apa tujuannya?

Sumber tersebut menyatakan bahwa tujuan Ida Padanda Made Sidemen menjadi pendeta adalah untuk niksayang peplajahan ‘menyucikan pelajaran’. Sebab, konon banyak tutur utama yang tidak diperbolehkan dipelajari apabila seseorang masih walaka (reh akeh tuture utama tan kawĕnangang pĕlajahin yan kari walaka). 

Berdasarkan penjelasan di atas, kita mengetahui bahwa motivasi Ida Padanda Made Sidemen untuk menjadi pendeta adalah agar bisa memasuki dunia tutur utama. Tanpa madiksa atau menyucikan diri terlebih dahulu, pemegang otoritas ajaran dalam dunia tutur utama itu barangkali tidak akan  mengizinkannya.

Spesifiknya, yang tidak mengizinkan itu tentu adalah guru rohani Ida Padanda Made Sidemen sendiri. Kenapa tidak diizinkan? Barangkali karena untuk memasuki duara pengetahuan tentang tutur itu seseorang harus menyucikan diri, baik secara fisik, mental, dan spiritual.

Sama seperti seseorang yang ingin menuangkan air jernih pada satu tempayan, maka orang tersebut perlu memastikan bahwa tempayannya sudah tak ternoda. Adakah alasan lainnya? Barangkali seseorang yang mempelajari tutur utama itu perlu diikat oleh sasana.

Dengan sasana atau etikalah, seseorang berusaha menjaga kesucian diri dan pelajaran tentang kesucian yang ditekuninya.

Sekali lagi, Ida Padanda Made Sidemen bertujuan menjadi pendeta untuk bisa terus belajar, baik pengetahuan tentang hal-hal sekala ataupun niskala, bukan untuk menyelesaikan upacara atau mendapatkan murid.

Kenapa? Jika tujuan utamanya adalah menyelesaikan upacara dan mendapatkan murid, dapat dipastikan komersialisasi akan terjadi di lanskap rohani. Dan gejala itu tengah terjadi saat ini![T]

Nurat Asing Gon : Kunci Produktivitas Ida Padanda Made Sidemen dalam Bersastra
Catatan Harian Sugi Lanus: Gunung Agung Meletus dan ‘Pangéling-Éling’ Ida Pĕdanda Madé Sidĕmĕn
JARAYU-TANTRA | Catatan Kecil dari Percakapan Prof Hooykaas dengan Pedanda Made Sidemen
Bhagavad Gita Versi Jawa Kuno, Guru Made Menaka & Ida Pedanda Made Sidemen (1)
Tags: geguritanHindu BaliIda Pedanda Made Sidemenlontar
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tiga Pesilat Putri Pagar Nusa Buleleng Sabet Juara di Porjar 2024: Bulan Puasa Bukan Halangan!

Next Post

Padepokan Seni Dwi Mekar Raih Juara Pertama Lomba Baleganjur HUT Kota Singaraja

Putu Eka Guna Yasa

Putu Eka Guna Yasa

Pembaca lontar, dosen FIB Unud, aktivitis BASAbali Wiki

Related Posts

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails
Next Post
Padepokan Seni Dwi Mekar Raih Juara Pertama Lomba Baleganjur HUT Kota Singaraja

Padepokan Seni Dwi Mekar Raih Juara Pertama Lomba Baleganjur HUT Kota Singaraja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co