6 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bhagavad Gita Versi Jawa Kuno, Guru Made Menaka & Ida Pedanda Made Sidemen (1)

Sugi Lanus by Sugi Lanus
July 28, 2020
in Esai
Covid-19 dalam Alam Pikir Religi Nusantara – Catatan Harian Sugi Lanus

ILustrasi tatkala.co / Nana Partha

— Catatan Harian Sugi Lanus, Anggar Kasih Kulantir, 28 Juli 2020.


Usia 9-10 tahun saya mendapati kitab Bhagavad Gita (atau ditulis Bhagawad Gita) bagian tengahnya terbakar di plangkiran di kamar orang tua saya. Terbakar karena kena asap dupa. Saya sangat penuh tanya kenapa orang tua saya meletakkan kitab ini di tempat yang sangat disucikan. Saya baca dengan hati-hati, dengan perasaan penuh hormat, keramat dan takjim. Itulah perkenalan saya secara serius membaca kitab India. Bhagavad Gita yang saya baca adalah terjemahan Prof Mantra. Beliau memang sengaja menterjemahkan dengan bahasa yang mudah dipahami.

Pengalaman membaca Bhagavad Gita di kelas 4 SD tersebut menancapkan kesan luarbiasa mendalam. Sehabis membaca Bhagavad Gita tersebut, setiap menjelang tidur saya seperti mendengar pengulangan percakapan Kresna dan Arjuna. Itu terjadi mungkin sekitar satu bulan, hidup saya memasuki pengalaman antara mimpi, lamunan dan hayalan tentang “kesadaran Kresna”. Sampai sekarang pengalaman itu masih membekas. Sangat dalam.

Sang Kresna membabarkan hakikat diri manusia, bahwa semua manusia memiliki “potensi Brahman” atau potensi Ketuhanan dalam dirinya masing-masing. Potensi ini dijelaskan ada dalam diri Arjuna dan semua manusia. Kresna menyadari dan menjelaskan dirinya sebagai Sang Diri yang tunggal dengan alam semesta, dengan putaran kehidupan, dan esensi mendalam penciptaan. Kesadaran Kresna tersebutlah disebut sebagai “ketunggalan dengan Brahman”.

Sebagai anak kecil saya terkagum-kagum. Penjelasan Kresna membuat saya terbang dalam imajinasi seorang anak kecil. Lalu timbul-tenggelam dalam lamunan berkepanjangan tentang penjelasan Kresna. Mungkin karena di zaman saya kecil tidak ada jual-beli poster Kresna bergaya India, juga tidak ada film India mewabah seperti sekarang, maka sosok Kresna yang saya bayangkan adalah wayang Kresna dalam pewayangan di Bali. Semenjak membaca Bhagavad  Gita tersebut saya selalu memperhatikan dengan serius Wayang Kresna kalau ada pementasan wayang di kampung saya.

Membaca Bhagavad Gita memberikan pondasi dan membongkar kesadaran saya bahwa manusia punya pertautan terbuka dan melekat dengan alam semesta. Semenjak usia 10 tahun membaca Bhagavad  Gita itu saya melihat alam semesta adalah tiada terpisah dengan diri saya. Diri saya tiada terpisah dengan alam semesta, dan tiada terpisah dengan esensi semesta yang mengaturnya.

Setelah besar saya membaca-baca hampir semua versi terjemahan Bhagavad  Gita yang bisa saya temukan baik versi cetak dan PDF. Karena kefasihan saya hanya terbatas pada 3 bahasa (Inggeris, Indonesia, dan Bali) saya membaca dengan baik versi 3 bahasa ini dan sambil jalan saya belajar bahasa Sansekerta, secara formal di kampus dan juga dengan mengikuti tradisi pembacaan Gita.

Seiring waktu, tanpa sadar, saya mengoleksi semua buku-buku Bhagavad Gita yang saya temu dalam perjalanan ke berbagai daerah dan negara. Yang paling berkesan mendalam adalah BHAGAVAD  GITA terjemahan Sarvepalli Radhakrishna, tokoh filsafat tersohor India, intelektual utama, wakil Presiden India pertama, selanjutnya didaulat menjadi Presiden India ke 2. Buku ini seperti kembali membawa kesenangan dan pengalaman membaca Bhagavad  Gita ketika pertama kalinya.

Saya berjumpa dengan seorang sepuh yang merekomendasi membaca ulasan Sri Aurobindo dalam kompilasi tebal Sri Aurobindo’s Essays on the Gita. Namun saya tidak sempat mendalaminya secara serius. Ulasan-ulasan Mahatma Gandhi tentang kitab Bhagavad  Gita sempat pula saya baca.

Di masa awal kuliah saya membaca kalau Soekarno, membaca pidato Swami Vivekananda dan memberi catatan pinggir di buku tersebut, dan esensi ajaran BHAGAVAD  GITA itu dijelaskan dalam buku tersebut, juga sekaligus dipahami dengan baik oleh Bung Karno. Dari sana saya baru paham bahwa kitab suci ini telah beredar di Indonesia dalam lingkar Teosofia di Indonesia.

Di pasar loak di Magetan saya temuan BHAGAVAD GITA versi terbitan Teosofia di Semarang sebelum kemerdekaan. Tidak berselang lama saya juga membeli terjemahan Amir Hamzah, tokoh sastra Pujangga Baru. Ada pula terjemahan dan ringkasan sederhana beredar di Indonesia sebelum kemerdekaan, beredar di Jawa.

Di Bali saya terkagum-kagum dengan terjemahan Bhagawad Gita ke dalam bahasa Bali oleh Guru Made Menaka, dari Pengastulan, Buleleng. Belakangan dalam proses pembelajaran Jawa Kuno, saya menemukan esensi percakapan Bhagawad Gita dalam Bisma Parwa, kitab Jawa Kuno yang sangat penting. Oleh dua pakar Jawa Kuno disebutkan bahwa Bisma Parwa adalah semacam Bhagawad Gita versi Jawa Kuno. Ada pula saya temukan percakapan Kresna dan Arjuna yang sangat menarik dalam lontar yang kabarnya disebutkan sebagai karya dari Ida Pedanda Made Sidemen. Percakapan antara Kresna dan Arjuna dalam lontar ini membahas hakikat dan ajaran Siwa.

Sekalipun saya mendapat pengalaman luar biasa mendalam dari membaca kitab Bhagavad  Gita, saya tidak pernah menjadi penyembah Kresna. Sampai sekarang saya bukan penyembah Kresna. Saya menghormati Kresna sebagai tokoh pewayangan yang mahabijak, mampu membentangkan  “Kesadaran Ketuhanan”. Kresna yang personal saya bayangkan sebagai wayang Kresna dalam tradisi wayang kulit di Bali. Kesadaran mahatinggi tiada batas itu yang menjadi renungan penting dalam Bhagawan Gita. Renungan yang sama juga diwariskan dalam berbagai lontar-lontar Siwa Tattwa yang diwariskan di Bali.

Saya akan sambung dalam catatan harian selanjutnya ulasan: 1). Bhagawad Gita versi Jawa Kuno, 2). Bhagawad Gita versi Bali terjemahan Guru Made Menaka, 3). Percakapan Kresna & Arjuna dalam lontar karya Ida Pedanda Made Sidemen.

Tags: bhagawad gitaIda Pedanda Made Sidemenjawajawa kuno
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Perupa Putrayasa: “Ayo, Bersiap Melihat Sunrise di Pantai Kuta!”

Next Post

Berhenti Membicarakan Pandemi

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Catatan dari SMA Negeri 2 Kuta Utara: Guru Membaca Buku

by I Wayan Artika
June 5, 2026
0
Catatan dari SMA Negeri 2 Kuta Utara: Guru Membaca Buku

Di tengah gempuran media sosial,  kembali kepada buku kertas adalah penting untuk dipikirkan ulang. Apakah pengetahuan-pengetahuan di media sosial itu...

Read moreDetails

Roger Penrose dan Misteri Kesadaran Semesta

by Agung Sudarsa
June 5, 2026
0
Roger Penrose dan Misteri Kesadaran Semesta

Matematikawan yang Menolak Realitas Sekadar Mesin Roger Penrose bukan sekadar fisikawan biasa. Ia adalah salah satu ilmuwan yang berani melampaui...

Read moreDetails

Menonton Pemimpin yang ‘Adigang, Adigung, Adiguna’

by Chusmeru
June 5, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

GAMBARAN sosok pemimpin dari masa ke masa selalu berubah seiring dengan dinamika masyarakatnya. Dahulu kala, pemimpin di Indonesia sarat dengan...

Read moreDetails

Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 4, 2026
0
Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

DI tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat, generasi muda Bali menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Mereka...

Read moreDetails

Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

by Angga Wijaya
June 4, 2026
0
Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

SIANG hari beberapa waktu lalu saat pulang kampung, saya membuka sebuah kotak lama berisi tumpukan surat. Kertas-kertas itu mulai menguning....

Read moreDetails

Pertemuan William James dan Vivekananda

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
0
Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

Read moreDetails

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails
Next Post
Ketidakpastian Pandemi: Dukungan Psikososial Vs Teori Konspirasi

Berhenti Membicarakan Pandemi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane
Cerpen

Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

JANU datang ke Bali dengan koper besar, tiga buku filsafat yang belum selesai dibaca, dan keyakinan yang jauh lebih besar...

by Wayan Gde Yudane
June 5, 2026
Puisi-puisi Ama Gaspar
Puisi

Puisi-puisi Ama Gaspar

Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah,...

by Ama Gaspar
June 5, 2026
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui
Khas

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
‘Madedari’ Karya Putu Ayu Kartika Dewi: Menafsir Jejak ‘Dedari’ dalam Tari Kreasi yang Kontemplatif
Panggung

‘Madedari’ Karya Putu Ayu Kartika Dewi: Menafsir Jejak ‘Dedari’ dalam Tari Kreasi yang Kontemplatif

CAHAYA panggung perlahan meredup. Alunan musik mengalir lembut, mengisi ruang Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, yang malam itu...

by Dede Putra Wiguna
June 5, 2026
Catatan dari SMA Negeri 2 Kuta Utara: Guru Membaca Buku
Esai

Catatan dari SMA Negeri 2 Kuta Utara: Guru Membaca Buku

Di tengah gempuran media sosial,  kembali kepada buku kertas adalah penting untuk dipikirkan ulang. Apakah pengetahuan-pengetahuan di media sosial itu...

by I Wayan Artika
June 5, 2026
‘Samagama’, Tabuh Kreasi Inovatif dari Gung Lanang yang Menyuarakan Semangat Tradisi Ngusaba Desa di Menanga, Karangasem
Panggung

‘Samagama’, Tabuh Kreasi Inovatif dari Gung Lanang yang Menyuarakan Semangat Tradisi Ngusaba Desa di Menanga, Karangasem

SUASANA Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, malam itu terasa berbeda ketika denting pertama gamelan Selonding mulai mengalun dari...

by Dede Putra Wiguna
June 5, 2026
Roger Penrose dan Misteri Kesadaran Semesta
Esai

Roger Penrose dan Misteri Kesadaran Semesta

Matematikawan yang Menolak Realitas Sekadar Mesin Roger Penrose bukan sekadar fisikawan biasa. Ia adalah salah satu ilmuwan yang berani melampaui...

by Agung Sudarsa
June 5, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menonton Pemimpin yang ‘Adigang, Adigung, Adiguna’

GAMBARAN sosok pemimpin dari masa ke masa selalu berubah seiring dengan dinamika masyarakatnya. Dahulu kala, pemimpin di Indonesia sarat dengan...

by Chusmeru
June 5, 2026
‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat
Panggung

‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat

SOROT lampu panggung perlahan menghangatkan Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, Sabtu malam, 30 Mei 2026. Setelah denting gamelan...

by Dede Putra Wiguna
June 4, 2026
Cukup Telulas?
Bahasa

Cukup Telulas?

BISA jadi telanjur terbentuk stigma tiga belas identik dengan celaka, sial, dan segala bentuk ketidakberuntungan maka sangat penting diupayakan menghindari...

by Komang Berata
June 4, 2026
Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin
Esai

Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

DI tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat, generasi muda Bali menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Mereka...

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 4, 2026
Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?
Esai

Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

SIANG hari beberapa waktu lalu saat pulang kampung, saya membuka sebuah kotak lama berisi tumpukan surat. Kertas-kertas itu mulai menguning....

by Angga Wijaya
June 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co