25 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bhagavad Gita Versi Jawa Kuno, Guru Made Menaka & Ida Pedanda Made Sidemen (1)

Sugi Lanus by Sugi Lanus
July 28, 2020
in Esai
Covid-19 dalam Alam Pikir Religi Nusantara – Catatan Harian Sugi Lanus

ILustrasi tatkala.co / Nana Partha

— Catatan Harian Sugi Lanus, Anggar Kasih Kulantir, 28 Juli 2020.


Usia 9-10 tahun saya mendapati kitab Bhagavad Gita (atau ditulis Bhagawad Gita) bagian tengahnya terbakar di plangkiran di kamar orang tua saya. Terbakar karena kena asap dupa. Saya sangat penuh tanya kenapa orang tua saya meletakkan kitab ini di tempat yang sangat disucikan. Saya baca dengan hati-hati, dengan perasaan penuh hormat, keramat dan takjim. Itulah perkenalan saya secara serius membaca kitab India. Bhagavad Gita yang saya baca adalah terjemahan Prof Mantra. Beliau memang sengaja menterjemahkan dengan bahasa yang mudah dipahami.

Pengalaman membaca Bhagavad Gita di kelas 4 SD tersebut menancapkan kesan luarbiasa mendalam. Sehabis membaca Bhagavad Gita tersebut, setiap menjelang tidur saya seperti mendengar pengulangan percakapan Kresna dan Arjuna. Itu terjadi mungkin sekitar satu bulan, hidup saya memasuki pengalaman antara mimpi, lamunan dan hayalan tentang “kesadaran Kresna”. Sampai sekarang pengalaman itu masih membekas. Sangat dalam.

Sang Kresna membabarkan hakikat diri manusia, bahwa semua manusia memiliki “potensi Brahman” atau potensi Ketuhanan dalam dirinya masing-masing. Potensi ini dijelaskan ada dalam diri Arjuna dan semua manusia. Kresna menyadari dan menjelaskan dirinya sebagai Sang Diri yang tunggal dengan alam semesta, dengan putaran kehidupan, dan esensi mendalam penciptaan. Kesadaran Kresna tersebutlah disebut sebagai “ketunggalan dengan Brahman”.

Sebagai anak kecil saya terkagum-kagum. Penjelasan Kresna membuat saya terbang dalam imajinasi seorang anak kecil. Lalu timbul-tenggelam dalam lamunan berkepanjangan tentang penjelasan Kresna. Mungkin karena di zaman saya kecil tidak ada jual-beli poster Kresna bergaya India, juga tidak ada film India mewabah seperti sekarang, maka sosok Kresna yang saya bayangkan adalah wayang Kresna dalam pewayangan di Bali. Semenjak membaca Bhagavad  Gita tersebut saya selalu memperhatikan dengan serius Wayang Kresna kalau ada pementasan wayang di kampung saya.

Membaca Bhagavad Gita memberikan pondasi dan membongkar kesadaran saya bahwa manusia punya pertautan terbuka dan melekat dengan alam semesta. Semenjak usia 10 tahun membaca Bhagavad  Gita itu saya melihat alam semesta adalah tiada terpisah dengan diri saya. Diri saya tiada terpisah dengan alam semesta, dan tiada terpisah dengan esensi semesta yang mengaturnya.

Setelah besar saya membaca-baca hampir semua versi terjemahan Bhagavad  Gita yang bisa saya temukan baik versi cetak dan PDF. Karena kefasihan saya hanya terbatas pada 3 bahasa (Inggeris, Indonesia, dan Bali) saya membaca dengan baik versi 3 bahasa ini dan sambil jalan saya belajar bahasa Sansekerta, secara formal di kampus dan juga dengan mengikuti tradisi pembacaan Gita.

Seiring waktu, tanpa sadar, saya mengoleksi semua buku-buku Bhagavad Gita yang saya temu dalam perjalanan ke berbagai daerah dan negara. Yang paling berkesan mendalam adalah BHAGAVAD  GITA terjemahan Sarvepalli Radhakrishna, tokoh filsafat tersohor India, intelektual utama, wakil Presiden India pertama, selanjutnya didaulat menjadi Presiden India ke 2. Buku ini seperti kembali membawa kesenangan dan pengalaman membaca Bhagavad  Gita ketika pertama kalinya.

Saya berjumpa dengan seorang sepuh yang merekomendasi membaca ulasan Sri Aurobindo dalam kompilasi tebal Sri Aurobindo’s Essays on the Gita. Namun saya tidak sempat mendalaminya secara serius. Ulasan-ulasan Mahatma Gandhi tentang kitab Bhagavad  Gita sempat pula saya baca.

Di masa awal kuliah saya membaca kalau Soekarno, membaca pidato Swami Vivekananda dan memberi catatan pinggir di buku tersebut, dan esensi ajaran BHAGAVAD  GITA itu dijelaskan dalam buku tersebut, juga sekaligus dipahami dengan baik oleh Bung Karno. Dari sana saya baru paham bahwa kitab suci ini telah beredar di Indonesia dalam lingkar Teosofia di Indonesia.

Di pasar loak di Magetan saya temuan BHAGAVAD GITA versi terbitan Teosofia di Semarang sebelum kemerdekaan. Tidak berselang lama saya juga membeli terjemahan Amir Hamzah, tokoh sastra Pujangga Baru. Ada pula terjemahan dan ringkasan sederhana beredar di Indonesia sebelum kemerdekaan, beredar di Jawa.

Di Bali saya terkagum-kagum dengan terjemahan Bhagawad Gita ke dalam bahasa Bali oleh Guru Made Menaka, dari Pengastulan, Buleleng. Belakangan dalam proses pembelajaran Jawa Kuno, saya menemukan esensi percakapan Bhagawad Gita dalam Bisma Parwa, kitab Jawa Kuno yang sangat penting. Oleh dua pakar Jawa Kuno disebutkan bahwa Bisma Parwa adalah semacam Bhagawad Gita versi Jawa Kuno. Ada pula saya temukan percakapan Kresna dan Arjuna yang sangat menarik dalam lontar yang kabarnya disebutkan sebagai karya dari Ida Pedanda Made Sidemen. Percakapan antara Kresna dan Arjuna dalam lontar ini membahas hakikat dan ajaran Siwa.

Sekalipun saya mendapat pengalaman luar biasa mendalam dari membaca kitab Bhagavad  Gita, saya tidak pernah menjadi penyembah Kresna. Sampai sekarang saya bukan penyembah Kresna. Saya menghormati Kresna sebagai tokoh pewayangan yang mahabijak, mampu membentangkan  “Kesadaran Ketuhanan”. Kresna yang personal saya bayangkan sebagai wayang Kresna dalam tradisi wayang kulit di Bali. Kesadaran mahatinggi tiada batas itu yang menjadi renungan penting dalam Bhagawan Gita. Renungan yang sama juga diwariskan dalam berbagai lontar-lontar Siwa Tattwa yang diwariskan di Bali.

Saya akan sambung dalam catatan harian selanjutnya ulasan: 1). Bhagawad Gita versi Jawa Kuno, 2). Bhagawad Gita versi Bali terjemahan Guru Made Menaka, 3). Percakapan Kresna & Arjuna dalam lontar karya Ida Pedanda Made Sidemen.

Tags: bhagawad gitaIda Pedanda Made Sidemenjawajawa kuno
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Perupa Putrayasa: “Ayo, Bersiap Melihat Sunrise di Pantai Kuta!”

Next Post

Berhenti Membicarakan Pandemi

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
0
Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

Read moreDetails

Takut Korupsi? Kayak Anak Kecil Aja

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BELAKANGAN ini banyak berita soal korupsi yang membuat khawatir. Kalau KPK sukses menangkapi oknum yang melanggar hukum maka korupsi sudah...

Read moreDetails

Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

by Gema Pertiwi
September 22, 2026
0
Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

KONTEN mindfulness dari Maudy Ayunda yang mengajak masyarakat menata respons emosional di tengah maraknya berita buruk memicu gelombang kritik netizen....

Read moreDetails

Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

by I Ketut Suar Adnyana
September 22, 2026
0
Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

SUASANA pagi hari di kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng diwarnai oleh suara burung, embun yang masih menggantung di...

Read moreDetails

Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

by Angga Wijaya
September 22, 2026
0
Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

SEJAK menjalani pengobatan kanker kelenjar getah bening, rumah sakit menjadi tempat yang lebih sering saya datangi. Saya duduk di ruang...

Read moreDetails

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

by Chusmeru
September 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

Read moreDetails

Sepeda Motor Bekas Sudah Cukup

by Angga Wijaya
September 21, 2026
0
Telenovela

ADA masa ketika sepeda motor bukan sekadar kendaraan. Ia bisa menjadi tanda keberhasilan, simbol kemampuan ekonomi, bahkan pengumuman diam-diam tentang...

Read moreDetails

Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

by I Kadek Adhi Dwipayana
September 21, 2026
0
Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

PENDIDIKAN terlalu sering kita pahami sebatas kegiatan mengajar. Guru menjelaskan, siswa mendengarkan, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Keberhasilan belajar pun...

Read moreDetails

Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

by I Nyoman Tingkat
September 20, 2026
0
Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

WALAUPUN Desa Adat Kutuh di wilayah Kuta Selatan termasuk desa kecil, desa ini memiliki pagar spiritual di setiap tapal batasnya...

Read moreDetails

PEMIMPIN SAKIT JIWA MENURUT HINDU DHARMA

by Sugi Lanus
September 20, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian, 20 September 2026 * Vāk-Pāruṣya (Sanskerta: वाक्पारुष्य) secara harfiah diterjemahkan sebagai "kekerasan verbal", "kata-kata kasar",...

Read moreDetails
Next Post
Ketidakpastian Pandemi: Dukungan Psikososial Vs Teori Konspirasi

Berhenti Membicarakan Pandemi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan
Esai

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Takut Korupsi? Kayak Anak Kecil Aja

BELAKANGAN ini banyak berita soal korupsi yang membuat khawatir. Kalau KPK sukses menangkapi oknum yang melanggar hukum maka korupsi sudah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 24, 2026
Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12
Ulas Film

Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

SAYA saya masih duduk di bangku SMP, saya pernah bertanya pada diri sendiri, “Apa yang akan terjadi jika saya bisa...

by Yoga Wismantara
September 24, 2026
Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998
Ulas Film

Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

PERKEMBANGAN ekonomi dalam masyarakat biasanya memicu berbagai perubahan pada pasar yang kemudian berdampak pada kehidupan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya....

by Arya Dhamma Nanda
September 24, 2026
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar
Khas

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

by Jaswanto
September 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia
Budaya

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

by tatkala
September 23, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian
Politik

Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian

PEMILIHAN Perbekel Desa Guwang 2026 telah usai. I Ketut Karben Wardana meraih suara terbanyak dalam pemungutan suara yang berlangsung pada...

by Dede Putra Wiguna
September 23, 2026
Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif
Ulas Rupa

Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

Datang Setelah Riuh Saya datang ketika riuh telah selesai. Pameran telah usai dibuka, sebagian pengunjung mulai beranjak, percakapan telah menemukan...

by Emi Suy
September 23, 2026
Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik
Esai

Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

KONTEN mindfulness dari Maudy Ayunda yang mengajak masyarakat menata respons emosional di tengah maraknya berita buruk memicu gelombang kritik netizen....

by Gema Pertiwi
September 22, 2026
Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”
Pop

Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”

SETELAH merilis single “Air Keras”, Jangar melanjutkan perjalanan menuju album penuh kedua mereka, Raja Pasir, dengan melepas dua lagu sekaligus,...

by Dede Putra Wiguna
September 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co