2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

 Guru Penggerak Sebagai “Balian Ketakson”

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
April 26, 2024
in Esai
 Guru Penggerak Sebagai “Balian Ketakson”

Ilustrasi tatkala.co

SETAHUN yang lalu saya menulis sebuah artikel di media on line berjudul“Ke mana guru penggerak bergerak?”. Artikel itu terinspirasi dari obrolan saya  dengan seorang birokrat di  amben rumah sambil minum kopi. Sebagai Kepala Sekolah yang sedang melaksanakan Program Sekolah Penggerak (PSP), memang tidak banyak guru penggerak di sekolah yang saya pimpin. Hanya ada seorang guru penggerak.

Maklumlah, sekolah baru, gedung baru, dan guru baru yang belum memenuhi syarat untuk melamar menjadi guru penggerak. Guru yang bisa melamar menjadi guru penggerak minimal masa kerjanya 5 tahun dan usia maksimal 50 tahun. Aturan usia maksimal itu, kini sudah direvisi setelah diprotes oleh PGRI dan memberikan peluang guru di atas usia 50 tahun melamar menjadi guru penggerak.

Menyandang predikat guru penggerak mendapat privasi lebih dalam bergerak dan belajar. Ia belajar dan bergerak dari mana saja, kapan saja, dengan siapa saja. Dari hotel ke hotel, dari sekolah ke sekolah, dari bandara ke bandara dalam provinsi dan luar provinsi. Pergerakan mereka baik daring dan luring dibiayai oleh negara melalui APBN dan terkadang mengganggu proses belajar di satuan administrasi pangkal (satminkal)-nya sendiri bahkan  menimbulkan kecemburuan sosial.

Selain itu, ia juga mendapat free pass untuk menjadi Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah, berpeluang pula menjadi pengajar praktik, fasilitator, dan instruktur. Posisi strategis itu membuat kasta baru guru di sekolah. Sebelumnya, di sekolah ada guru PNS dan PPPK yang disebut guru ASN, guru kontrak Provinsi/Kabupaten dan guru kontrak sekolah  disebut guru non-ASN. Asal muasal guru penggerak dapat berasal dari ASN dan non-ASN melalui proses seleksi dan diklat daring selama 6 – 9 bulan tanpa meninggalkan tugas.

Sesama  guru penggerak  memiliki perlakuan dalam pergerakan yang sama tanpa memandang asal-usul status. Namun demikian, kasta guru itu mencerminkan perbedaan hak yang melekat tetapi dengan kewajiban yang sama. Fenomena ini menjadi benih-benih disharmoni di satuan pendidikan sebagai bentuk ketidakadilan sesama guru (penggerak) yang sama-sama bertugas mencerdaskan kehidupan bangsa.

Terlepas dari hal itu, saya selalu mendorong guru-guru muda untuk mengikuti seleksi Program Guru Penggerak (PGP) karena itu juga menjadi indikator penilaian  dalam akreditasi sekolah dan survey lingkungan belajar (surlingjar) dalam Asesmen Nasional dengan luaran Rapor Satuan Pendidikan. Harapan lain dari kehadiran guru penggerak di sekolah adalah mempercepat proses tansformasi pembelajaran (pendidikan) dengan kemampuan guru yang berdiferensiasi sebagai mana juga  karakteristik peserta yang unik dan beragam.

Dengan kemampuan intelektual  guru penggerak yang di atas rata-rata, ia potensial disetarakan dengan balian katakson ? Sesuai dengan namanya, guru penggerak idealnya bergerak dari dalam ke luar. Dari dalam satminkal ke luar satminkal. Ia boleh bersinar di mana-mana tetapi tidak lupa bersinar di dalam satminkalnya seperti  halnya balian ketakson ’dukun bertaksu’ di Bali.

“Sebagai balian ketakson, ia bekerja berdasarkan ilham dan  menguasai guna, gina, dana”, kata Kadek Satria sekretaris  LP2M UNHI Denpasar. Seorang balian ketakson yang menguasai guna, ia menggunakan  metode ilmiah dalam menjalankan profesi secara logik, bukan magic.  Acap sudah disebut, ilmu itu seperti pisau bermata dua : mencelakakan dan memuliakan. Arie Wibowo mempopulerkan melalui lagu Madu dan Racun.

Balian juga begitu, ada balian pengiwa beraliran kiri dan balian penengen beraliran kanan.   Keduanya juga punya guru yang berbeda. Namun, seorang balian ketakson adalah orang yang arif bijaksana memperlakukan guna ilmu sebesar-besarnya untuk memuliakan kemanusiaan. Ia mengedepankan dharma kawiwekan (kebijaksanaan), bukan dharma kawisesan (kesaktian). Begitu pula seyogyanya guru penggerak dengan semangat wiweka jaya sadhu (arif bijaksana dalam memenangkan persaingan berdasarkan kebudayaan bangsa).

Balian ketakson idealnya juga melaksanakan swadharma berdasarkan  tuntutan gina  secara profesional. Seorang profesional  bertindak sesuai dengan etika profesi berdasarkan kode etik. Mendahulukan keselamatan pasien dengan mengerahkan segala daya upaya profesi bila perlu berkolaborasi dengan sesama balian saling menguatkan. Demikian juga hendaknya guru penggerak tetap berpijak pada etika profesi di satminkalnya masing-masing tanpa menolak bersinar ke luar.

Inilah yang disebut konvergensi oleh Ki Hadjar Dewantara. Dalam konteks ke-Bali-an, Prof. Ida Bagus Mantra menyebut sebagai manusia Bali mesti mengenali dirinya dengan sadar untuk membangun kreativitas. Kuat ke dalam tanpa tabu menerima pengaruh luar asalkan sesuai dengan kepribadian bangsa selaras dengan kearifan lokal Bali.

Balian ketakson yang bekerja  berdasarkan guna dan gina pasti akan menghasilkan dana. Proses yang benar  tidak akan mengkhianati hasil. Guna dan gina yang benar akan menghasilkan dana yang benar. Dana yang dihasilkan dengan benar pasti “masari” sebagai representasi dari hasil kekuatan logis keilmuan (pikir) dan  integritas profesi yang dilakoni secara berkesadaran.

Kata Einstein, pusat gravitasi kesadaran manusia adalah hati. Di hati pula pusat cinta kasih. Kerja-kerja pendidikan yang dilakoni guru (penggerak) seyogyanya memberikan perhatian pada tumbuhnya kesadaran dari hati yang nekeng tuas. Jangan sampai guru penggerak bersemangat di luar dengan alasan untuk mendapatkan cuan lebih padahal mendapat gaji bulanan di satminkalnya.

 Di tengah  sengitnya persaingan dengan budaya materialistik hedonis instan, tantangan menjadi guru (penggerak) sebagai balian ketakson tak dapat dipungkiri. Bukan berarti tidak dapat tercapai. Tantangan inilah yang seyogyanya dijawab oleh guru penggerak dengan segala kelebihannya. Jika itu bisa dilakoni guru penggerak, ia telah berhasil menyinari dirinya (satminkalnya) yang vibrasinya juga dirasakan di luar  satminkalnya. Inilah yang disebut guru penggerak ketakson. [T]

BACA artikel lain dari penulis NYOMAN TINGKAT

Habis Gelap Belum Juga Terang
Kurikulum Merdeka Berkiblat ke Taman Siswa
Nasib Guru di Persimpangan Jalan
Refleksi Hari Guru Nasional 2023: Karmayoga Seorang Guru
Refleksi Tiga Tahun Kurikulum Merdeka
Tags: guruguru penggerakPendidikansekolah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Melajah Kalah”

Next Post

Bengkel Maksum

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Bengkel Maksum

Bengkel Maksum

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co