23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

 Guru Penggerak Sebagai “Balian Ketakson”

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
April 26, 2024
in Esai
 Guru Penggerak Sebagai “Balian Ketakson”

Ilustrasi tatkala.co

SETAHUN yang lalu saya menulis sebuah artikel di media on line berjudul“Ke mana guru penggerak bergerak?”. Artikel itu terinspirasi dari obrolan saya  dengan seorang birokrat di  amben rumah sambil minum kopi. Sebagai Kepala Sekolah yang sedang melaksanakan Program Sekolah Penggerak (PSP), memang tidak banyak guru penggerak di sekolah yang saya pimpin. Hanya ada seorang guru penggerak.

Maklumlah, sekolah baru, gedung baru, dan guru baru yang belum memenuhi syarat untuk melamar menjadi guru penggerak. Guru yang bisa melamar menjadi guru penggerak minimal masa kerjanya 5 tahun dan usia maksimal 50 tahun. Aturan usia maksimal itu, kini sudah direvisi setelah diprotes oleh PGRI dan memberikan peluang guru di atas usia 50 tahun melamar menjadi guru penggerak.

Menyandang predikat guru penggerak mendapat privasi lebih dalam bergerak dan belajar. Ia belajar dan bergerak dari mana saja, kapan saja, dengan siapa saja. Dari hotel ke hotel, dari sekolah ke sekolah, dari bandara ke bandara dalam provinsi dan luar provinsi. Pergerakan mereka baik daring dan luring dibiayai oleh negara melalui APBN dan terkadang mengganggu proses belajar di satuan administrasi pangkal (satminkal)-nya sendiri bahkan  menimbulkan kecemburuan sosial.

Selain itu, ia juga mendapat free pass untuk menjadi Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah, berpeluang pula menjadi pengajar praktik, fasilitator, dan instruktur. Posisi strategis itu membuat kasta baru guru di sekolah. Sebelumnya, di sekolah ada guru PNS dan PPPK yang disebut guru ASN, guru kontrak Provinsi/Kabupaten dan guru kontrak sekolah  disebut guru non-ASN. Asal muasal guru penggerak dapat berasal dari ASN dan non-ASN melalui proses seleksi dan diklat daring selama 6 – 9 bulan tanpa meninggalkan tugas.

Sesama  guru penggerak  memiliki perlakuan dalam pergerakan yang sama tanpa memandang asal-usul status. Namun demikian, kasta guru itu mencerminkan perbedaan hak yang melekat tetapi dengan kewajiban yang sama. Fenomena ini menjadi benih-benih disharmoni di satuan pendidikan sebagai bentuk ketidakadilan sesama guru (penggerak) yang sama-sama bertugas mencerdaskan kehidupan bangsa.

Terlepas dari hal itu, saya selalu mendorong guru-guru muda untuk mengikuti seleksi Program Guru Penggerak (PGP) karena itu juga menjadi indikator penilaian  dalam akreditasi sekolah dan survey lingkungan belajar (surlingjar) dalam Asesmen Nasional dengan luaran Rapor Satuan Pendidikan. Harapan lain dari kehadiran guru penggerak di sekolah adalah mempercepat proses tansformasi pembelajaran (pendidikan) dengan kemampuan guru yang berdiferensiasi sebagai mana juga  karakteristik peserta yang unik dan beragam.

Dengan kemampuan intelektual  guru penggerak yang di atas rata-rata, ia potensial disetarakan dengan balian katakson ? Sesuai dengan namanya, guru penggerak idealnya bergerak dari dalam ke luar. Dari dalam satminkal ke luar satminkal. Ia boleh bersinar di mana-mana tetapi tidak lupa bersinar di dalam satminkalnya seperti  halnya balian ketakson ’dukun bertaksu’ di Bali.

“Sebagai balian ketakson, ia bekerja berdasarkan ilham dan  menguasai guna, gina, dana”, kata Kadek Satria sekretaris  LP2M UNHI Denpasar. Seorang balian ketakson yang menguasai guna, ia menggunakan  metode ilmiah dalam menjalankan profesi secara logik, bukan magic.  Acap sudah disebut, ilmu itu seperti pisau bermata dua : mencelakakan dan memuliakan. Arie Wibowo mempopulerkan melalui lagu Madu dan Racun.

Balian juga begitu, ada balian pengiwa beraliran kiri dan balian penengen beraliran kanan.   Keduanya juga punya guru yang berbeda. Namun, seorang balian ketakson adalah orang yang arif bijaksana memperlakukan guna ilmu sebesar-besarnya untuk memuliakan kemanusiaan. Ia mengedepankan dharma kawiwekan (kebijaksanaan), bukan dharma kawisesan (kesaktian). Begitu pula seyogyanya guru penggerak dengan semangat wiweka jaya sadhu (arif bijaksana dalam memenangkan persaingan berdasarkan kebudayaan bangsa).

Balian ketakson idealnya juga melaksanakan swadharma berdasarkan  tuntutan gina  secara profesional. Seorang profesional  bertindak sesuai dengan etika profesi berdasarkan kode etik. Mendahulukan keselamatan pasien dengan mengerahkan segala daya upaya profesi bila perlu berkolaborasi dengan sesama balian saling menguatkan. Demikian juga hendaknya guru penggerak tetap berpijak pada etika profesi di satminkalnya masing-masing tanpa menolak bersinar ke luar.

Inilah yang disebut konvergensi oleh Ki Hadjar Dewantara. Dalam konteks ke-Bali-an, Prof. Ida Bagus Mantra menyebut sebagai manusia Bali mesti mengenali dirinya dengan sadar untuk membangun kreativitas. Kuat ke dalam tanpa tabu menerima pengaruh luar asalkan sesuai dengan kepribadian bangsa selaras dengan kearifan lokal Bali.

Balian ketakson yang bekerja  berdasarkan guna dan gina pasti akan menghasilkan dana. Proses yang benar  tidak akan mengkhianati hasil. Guna dan gina yang benar akan menghasilkan dana yang benar. Dana yang dihasilkan dengan benar pasti “masari” sebagai representasi dari hasil kekuatan logis keilmuan (pikir) dan  integritas profesi yang dilakoni secara berkesadaran.

Kata Einstein, pusat gravitasi kesadaran manusia adalah hati. Di hati pula pusat cinta kasih. Kerja-kerja pendidikan yang dilakoni guru (penggerak) seyogyanya memberikan perhatian pada tumbuhnya kesadaran dari hati yang nekeng tuas. Jangan sampai guru penggerak bersemangat di luar dengan alasan untuk mendapatkan cuan lebih padahal mendapat gaji bulanan di satminkalnya.

 Di tengah  sengitnya persaingan dengan budaya materialistik hedonis instan, tantangan menjadi guru (penggerak) sebagai balian ketakson tak dapat dipungkiri. Bukan berarti tidak dapat tercapai. Tantangan inilah yang seyogyanya dijawab oleh guru penggerak dengan segala kelebihannya. Jika itu bisa dilakoni guru penggerak, ia telah berhasil menyinari dirinya (satminkalnya) yang vibrasinya juga dirasakan di luar  satminkalnya. Inilah yang disebut guru penggerak ketakson. [T]

BACA artikel lain dari penulis NYOMAN TINGKAT

Habis Gelap Belum Juga Terang
Kurikulum Merdeka Berkiblat ke Taman Siswa
Nasib Guru di Persimpangan Jalan
Refleksi Hari Guru Nasional 2023: Karmayoga Seorang Guru
Refleksi Tiga Tahun Kurikulum Merdeka
Tags: guruguru penggerakPendidikansekolah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Melajah Kalah”

Next Post

Bengkel Maksum

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post
Bengkel Maksum

Bengkel Maksum

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co