25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Refleksi Hari Guru Nasional 2023: Karmayoga Seorang Guru

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
November 24, 2023
in Esai
Refleksi Hari Guru Nasional 2023: Karmayoga Seorang Guru

Ilustrasi diolah dari Canva

KAMIS, 5 Oktober 2023 adalah Hari Guru Internasional ke-29 sejak ditetapkan oleh Unesco pada 1994. Di Indonesia, Hari Guru Nasional ditetapkan pada 25 November 1994  berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 1994.

Indonesia dan dunia mengakui peran penting guru dalam pembangunan manusia demi keberlanjutan kultur dan natur secara harmoni. Harmoni itu dimungkinkan dengan memberikan otonomi guru di ruang kelas pembelajaran secara cerdas, merdeka, berbudaya, dan berdaya saing.

Dalam memenangkan persaingan dilandasi dengan kearifan dan kebijaksanaan sesuai dengan nilai-nilai budaya bangsa. Menang terhormat, kalah pun bermartabat. Demikianlah, guru diniatkan sebagai profesi terhormat di garda depan mencerdaskan kehidupan bangsa. 

Kenyataannya, profesi guru dari rezim ke rezim masih banyak dipertanyakan. Dua artikel yang tayang di Kompas.id (15/9/2022) tentang guru dapat mewakili kenyataan itu. Artikel pertama berjudul “Senja Kala Profesi Guru” ditulis Sumardiansyah  Perdana Kusuma dan artikel kedua berjudul “Sisi Lain Kesejahteraan Guru” ditulis Wahyu Widodo.

Sumardiansyah mengkritisi  RUU Sisdiknas yang menghilangkan pasal Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan menimbulkan kegelisahan di kalangan guru; kangan-jangan tiada lagi TPG bagi guru yang sudah bersertifikat pendidik yang diraih dengan penuh perjuangan, bahkan ada yang sampai meninggal. Kini, setahun lebih RUU Sisdiknas nyaris tak terdengar progresnya, seolah disalip hingar-bingar berita capres-cawapres.

Sementara itu, Wahyu Widodo menyoroti nihilnya kesejahteraan psikologi guru disuarakan pemangku kepentingan untuk ditekstualkan. UU Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 yang dinilai pro guru pun tidak mencantumkan kesejahteraan psikologi guru, sedangkan di RUU Sisdiknas malah direspon dengan silang wacana yang menambah kegaduhan. Padahal, guru perlu ketenangan.

Dengan tenang ia dapat melaksanakan tugas profesionalnya dengan proporsional dan nyaman. Dengan nyaman, ia bergairah ke sekolah menemui anak didiknya. Dengan gairah, ia bisa merangsang siswanya kasmaran belajar hingga kasmaran berbangsa (meminjam istilah Pranoto). Dengan kasmaran belajar, sekolah menjadi ramah anak yang bermula dari ketenangan psikologis gurunya.

Oleh karena itu, RUU Sisdiknas nantinya setelah disahkan menjadi UU selain ramah anak, mestinya juga ramah guru. Guru jangan sampai merasa dikepung macan sehingga lari terengah-engah tanpa fokus yang jelas. Jangan sampai guru dipolisikan hanya karena penegakan disiplin terhadap siswa sehingga menimbulkan kerunyaman, sebagaimana terjadi di salah satu SMP di Badung dan diviralkan media sosial menjelang HUT ke-78 Hari Guru.

Jika guru runyam, sekolah runyam, pelayanan edukasi akan runyam, peserta didik pun telantar. Hal ini menjadi tantangan dalam menyiapkan  generasi emas yang terus diwacanakan.

Selama ini, guru selalu dituntut untuk menyejahterakan peserta didik agar menggunakan pendekatan humanistik sehingga tidak ada anak yang terluka batinnya, baik karena perundungan maupun perlakuan negatif lainnya dalam interaksi di sekolah.

Guru, seperti layaknya siswa, adalah manusia biasa, yang perlu diperhatikan kesejahteraannya secara lahir batin untuk keseimbangan hidup. Ia memiliki keluarga, sebagai generasi sandwich menanggung tiga beban generasi sekaligus. Ke atas untuk menafkahi kedua orang tuanya dan ke bawah untuk merawat dan mendidik anak-anaknya serta dirinya sendiri sebagai suami-istri (bagi yang sudah berkeluarga), yang juga perlu kebahagiaan.

Guru begitu berat bebannya seirama dengan makna yang melekat padanya. Guru dalam bahasa Sanskerta artinya berat. Oleh karena itu,  tradisi pesantian di Bali, dalam menembangkan kakawin/seloka, guru diberikan laghu. Guru ‘suara berat’ perlu diberikan laghu ‘suara ringan’ agar terdengar nyaring, renyah dikunyah pendengar hingga lango.

Secara etimologis, guru terdiri atas dua suku kata, “gu” yang berarti gelap dan “ru” yang berarti terang. Tugas guru adalah menjadi lilin penerang kegelapan dengan risiko lilinnya meleleh terbakar tetapi cahayanya menerangkan lorong-lorong kegelapan jiwa anak bangsa.

Di tengah beratnya tugas itu, kini guru dihadapkan dengan posisi yang dilematis. Ia  menjadi jembatan kesenjangan antara harapan dan kenyataan, menjadi katalis antara siswa dengan media teknologi informasi, katalis bagi orang tua bermasalah dengan anaknya, katalis bagi anak yatim piatu karena orang tua meninggal/menikah lagi.

Belum lagi, guru mesti mengisi diri dan bertanggung jawab untuk keluarganya sebagai makhluk sosial dengan berbagai peran sesuai tradisi yang mengitarinya. Semua itu perlu diseimbangkan dengan pendekatan cinta kasih sebagaimana diisyaratkan Jan Ligthart (1859 -1916) bahwa pendidikan seharusnya bersemi dalam iklim kasih sayang.

Tanpa kehadiran guru yang mewakafkan jiwa raganya dengan cinta kasih sepanjang proses pendidikan berlangsung, maka transfer kognitif, afektif, dan psikomotor akan kering dari nilai-nilai kemanusiaan. Syamsul Maarif (Kompas. id, 15/8/  2022) menulis, “Cinta dapat menjadi motivator paling baik untuk belajar dan bertumbuh. Cinta memunyai kekuatan dahsyat untuk bisa mengubah anak-anak, dari biasa menjadi luar biasa.”

Cinta tulus seorang guru yang menjadi lilin dalam kegelapan (awidya) akan melahirkan  kreativitas  tanpa batas (creativity), berdasarkan kesungguhan dan keikhlasan (integrity), dengan selalu berpegang teguh pada aturan (norm), dilandasi pikiran positif (think), untuk mengapresiasi (appreciation) setiap  langkah pencapaian.

Guru yang bekerja dengan cinta dapat menjadi pelita dalam kegelapan di tengah benturan peradaban global. Guru yang bekerja dengan cinta potensial menjadi guru mataksu (berwibawa). Inilah karmayoga seorang guru menyambut Hari Guru Nasional 2023 yang jatuh bertepatan dengan Tumpek Wayang, 25 November 2023.

Tumpek Wayang yang nemu gelang dengan Hari Guru Nasional seyogyanya dijadikan momentum berkontemplasi bagi guru karena kerjanya identik dengan dalang wayang sebagai seniman. Seniman Bali memandang seni adalah persembahan kepada Ida Sang Hyang Widhi, begitu pula seyogyanya guru memandang tugasnya sebagai ibadah di garda depan mencerdaskan bangsa.

Selamat Hari Guru Nasional: Bergerak Bersama Rayakan Merdeka Belajar. Hidup Guru![T]

Mendayung di antara Dua Karang: Sebuah Refleksi HUT PGRI dan Hari Guru Nasional 2023
Catatan Kecil Pelaksanaan Kemitraan antara Dosen dan Guru di  Sekolah
Bukan Guru Abal-Abal
Tags: guruHari Guru NasionalPendidikansekolah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Menangkap” Pesona Embun Pagi yang Indah dalam Fotografi

Next Post

Kegagalan Partai Politik dalam Merekrut Kader

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Kekuatan Politik Baru Itu Bernama Majelis Desa Adat

Kegagalan Partai Politik dalam Merekrut Kader

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co