23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mendayung di antara Dua Karang: Sebuah Refleksi HUT PGRI dan Hari Guru Nasional 2023

I Wayan Suarsa Dharmana by I Wayan Suarsa Dharmana
November 20, 2023
in Esai
Mendayung di antara Dua Karang: Sebuah Refleksi HUT PGRI dan Hari Guru Nasional 2023

Ilustrasi diolah dari Canva

TULISAN INI muncul diawali kegelisahan ketika oknum “guru itu” menjadi objek pengadilan medsos dengan kata-kata hujatan yang vulgar. Lalu apakah hujatan vulgar itu berhubungan dengan situasi, sifat, emosi kolektif masyarakat Bali? Atau apakah berhubungan dengan krisis dan situasi sosial masyarakat Bali?—jika meminjam istilah yang dimunculkan Anak Agung Paramita dalam Buku “Wajah Tuhan dan Sifat Pemuja”.

Resah dan gelisah. Mungkin demikian yang dirasakan guru-guru ketika sebuah video viral di media sosial belakangan ini menghebohkan masyarakat di Bali. Terlihat dalam rekaman video tersebut seorang guru hendak mencukur rambut muridnya. Berbagai persepsi muncul, mirisnya sosok guru tersebut—yang tampaknya guru senior—menjadi sasaran “pengadilan medsos” dari netizen. Jika di video guru “dipersepsikan” sebagai pelaku kekerasan, maka di media sosial guru menjadi “korban” tindakan kekerasan.

Kondisi ini menjadi sebuah sinyal bagi guru sebagai pendidik dalam upaya pembentukan disiplin dan karakter murid. Pola-pola lama tentunya tidak lagi relevan untuk diterapkan, sedangkan pola-pola baru dalam pembentukan disiplin dan karakter masih mencari-cari bentuknya.

Menyikapi situasi ini mengingatkan kembali pidato Bung Hatta 2 September 1948, “Mendayung di antara Dua Karang”, yaitu menggambarkan posisi Indonesia ketika terjadi perebutan pengaruh antara Uni Soviet dengan Amerika Serikat. Posisi Indonesia saat itu ibarat kapal yang sedang berlayar di laut lepas, dan harus melewati dua karang raksasa.

Kondisi dan situasi yang dihadapi Indonesia pada masa itu relevan dengan kondisi dan situasi yang dihadapi guru di masa kini. Ibaratnya berlayar di laut lepas agar tidak membentur karang, maka guru mulai mentransformasikan diri ketika dihadapkan membentuk disiplin dan karakter murid.

Pola-pola lama tidak lagi relevan diterapkan, sedangkan di sisi lain pola-pola baru belum menemukan bentuknya. Pertanyaan besarnya adalah apa dan bagaimana yang boleh dilakukan guru untuk membentuk disiplin dan karakter? Mengingat masih besarnya porsi yang “dibebankan” kepada sekolah dalam pembentukan disiplin dan karakter. Zaman telah berubah namun pola fikir bahwa sekolah satu-satunya tempat anak dididik masih belum berubah.

Mendidik dan mendisplinkan Gen Z tentunya berbeda dengan generasi sebelumnya. Lickona (2012) mengungkapkan bahwa ada sepuluh indikasi penurunan moral anak muda yang perlu mendapatkan perhatian agar bertransformasi ke arah yang lebih baik, salah satunya adalah “pengabaian terhadap aturan yang berlaku”. Inilah sebuah kondisi yang dihadapi oleh guru dan perlu suatu langkah dalam menyikapinya agar tidak berbenturan dengan aturan yang berlaku.

Di sinilah perlunya peran serta dari orang tua dan jangan menyerahkan sepenuhnya kepada institusi sekolah. Sekolah jangan diibaratkan seperti “mesin cuci” untuk membersihkan anak dari “kekotoran” yang dibentuk oleh lingkungan tempat tinggal.

Pemikiran usang bahwa pendidikan bagi putra putri mereka adalah tanggung jawab sekolah harus ditinggalkan. Mental laundry hendaknya ditinggalkan, anak dilihat sebagai baju kotor, sekolah dapat mencuci mereka sampai bersih dan orang tua tinggal mengambil jika sudah bersih, (Freire, 2002).  

“Ketika ada permasalahan dengan anak di sekolah agar melakukan komunikasi dengan orang tua/wali,” demikian kata-kata yang sering terucap. Gampang dikatakan namun implementasinya memerlukan pemikiran lebih karena akan bertemu dengan berbagai karakter orang tua dan pola asuhnya terhadap anak.

Permisif salah satunya. Orang tua dengan pola asuh permisif cenderung memprioritaskan kenyamanan anak, sehingga mereka akan bersikap layaknya teman kepada anak. Anak yang menerima pola asuh ini juga jarang mendapatkan aturan yang ketat atau hukuman.

Namun di sisi lain, orang tua menjadi lemah terhadap setiap keinginan anak. Sehingga mereka tidak bisa mengatakan “tidak” dan cenderung memanjakan anaknya. Akibat yang muncul salah satunya adalah anak tidak dapat mengikuti aturan.

Sesuai tema HUT PGRI dan Hari Guru Nasional tahun ini, “Transformasi Guru, Wujudkan Indonesia Maju”, guru dituntut untuk bertransformasi meningkatkan kompetensi dirinya dengan salah satu caranya adalah membentuk disiplin dan karakter murid sesuai dengan kewajiban guru namun tidak berbenturan dengan aturan yang berlaku.

Guru masih “gamang” dengan implementasi hal tersebut sesuai amanat Permedikbud No. 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan—yang masih dalam fase sosialisasi dan memerlukan waktu menemukan bentuk dan formulasi yang tepat. Terus apa yang dapat dilakukan guru agar tidak berbenturan dengan “karang”?

Upaya awal yang sekiranya dapat dilakukan adalah, pertama, membuat kesepakatan kelas antara murid, guru mapel, dan wali kelas. Kesepakatan kelas adalah pernyataan tujuan bersama dan standar perilaku antara siswa dan guru dalam lingkungan kelas. Kesepakatan ini menetapkan harapan untuk semua orang di kelas dan mendorong rasa saling menghormati, kerja sama, dan keamanan. Dalam pembuatannya harus menyertakan daftar konsekuensi jika melanggar perjanjian, sehingga setiap orang yang terlibat tahu apa yang akan terjadi jika mereka menyimpang dari aturan.

Kedua, guru bersama-sama memperhatikan disiplin murid dan selalu mengingatkan disiplin sebelum memulai pembelajaran. Semakin banyak yang mengingatkan disiplin kepada murid, maka semakin banyak informasi yang terserap dalam pikiran dan alam bawah sadar murid. Dan efektivitasnya pasti akan meningkat. Ranah mengingatkan disiplin bukan hanya ranah BK atau Kesiswaan, namun menjadi tanggung jawab bersama semua guru.

Ketiga, membangun komunikasi yang lebih erat dengan orang tua murid, yang dimulai dari wali kelas dan BK, dan mengundang orang tua murid untuk membicarakan permasalahan disiplin anaknya di sekolah atau melakukan homevisit setiap permasalahan murid yang sulit ditangani. Langkah ini memang lebih menguras waktu, tenaga, dan pikiran guru namun langkah ini menjadi solusi yang lebih efektif agar konektivitas antara sekolah dan orang tua berada dalam satu jalur.

Keempat, satuan pendidikan lebih intens mengundang orang tua murid sebagai guru tamu atau sekadar berkunjung melihat proses pendidikan putra-putri dan mensosialisasikan program-program sekolah, terutama tata tertib sekolah sebagai langkah untuk penyamaan persepsi.

Komunikasi yang kurang bagus akan berimbas pada persepsi yang berbeda. Walapun dalam konteks ini, belum tentu semua orang tua/wali meluangkan waktunya untuk hadir, tapi dapat disikapi dengan mengirimkan notulen hasil keputusan agar diketahui oleh orang tua/wali.

Selamat HUT PGRI dan Hari Guru Nasional 2023.[T]

Catatan Kecil Pelaksanaan Kemitraan antara Dosen dan Guru di  Sekolah
Bukan Guru Abal-Abal
Serdik: Senjata Sakti dan Tajam bagi Guru dalam Peperangan
Tags: guruPGRIsekolah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kuliah Kerja Nangkil: Perjalanan ke Pura Base, Melewati Sungai dan Hutan Tangkil

Next Post

Di Peti Kopi, Kita Bisa Minum Kopi ala Barista dengan Harga Terjangkau

I Wayan Suarsa Dharmana

I Wayan Suarsa Dharmana

Pendidik di SMK Negeri 1 Tampaksiring, Lulusan Pendidikan Sejarah Undiksha Singaraja dapat dijumpai pada akun media sosial FB Suarsa Dharmana

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Di Peti Kopi, Kita Bisa Minum Kopi ala Barista dengan Harga Terjangkau

Di Peti Kopi, Kita Bisa Minum Kopi ala Barista dengan Harga Terjangkau

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co