12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mendayung di antara Dua Karang: Sebuah Refleksi HUT PGRI dan Hari Guru Nasional 2023

I Wayan Suarsa Dharmana by I Wayan Suarsa Dharmana
November 20, 2023
in Esai
Mendayung di antara Dua Karang: Sebuah Refleksi HUT PGRI dan Hari Guru Nasional 2023

Ilustrasi diolah dari Canva

TULISAN INI muncul diawali kegelisahan ketika oknum “guru itu” menjadi objek pengadilan medsos dengan kata-kata hujatan yang vulgar. Lalu apakah hujatan vulgar itu berhubungan dengan situasi, sifat, emosi kolektif masyarakat Bali? Atau apakah berhubungan dengan krisis dan situasi sosial masyarakat Bali?—jika meminjam istilah yang dimunculkan Anak Agung Paramita dalam Buku “Wajah Tuhan dan Sifat Pemuja”.

Resah dan gelisah. Mungkin demikian yang dirasakan guru-guru ketika sebuah video viral di media sosial belakangan ini menghebohkan masyarakat di Bali. Terlihat dalam rekaman video tersebut seorang guru hendak mencukur rambut muridnya. Berbagai persepsi muncul, mirisnya sosok guru tersebut—yang tampaknya guru senior—menjadi sasaran “pengadilan medsos” dari netizen. Jika di video guru “dipersepsikan” sebagai pelaku kekerasan, maka di media sosial guru menjadi “korban” tindakan kekerasan.

Kondisi ini menjadi sebuah sinyal bagi guru sebagai pendidik dalam upaya pembentukan disiplin dan karakter murid. Pola-pola lama tentunya tidak lagi relevan untuk diterapkan, sedangkan pola-pola baru dalam pembentukan disiplin dan karakter masih mencari-cari bentuknya.

Menyikapi situasi ini mengingatkan kembali pidato Bung Hatta 2 September 1948, “Mendayung di antara Dua Karang”, yaitu menggambarkan posisi Indonesia ketika terjadi perebutan pengaruh antara Uni Soviet dengan Amerika Serikat. Posisi Indonesia saat itu ibarat kapal yang sedang berlayar di laut lepas, dan harus melewati dua karang raksasa.

Kondisi dan situasi yang dihadapi Indonesia pada masa itu relevan dengan kondisi dan situasi yang dihadapi guru di masa kini. Ibaratnya berlayar di laut lepas agar tidak membentur karang, maka guru mulai mentransformasikan diri ketika dihadapkan membentuk disiplin dan karakter murid.

Pola-pola lama tidak lagi relevan diterapkan, sedangkan di sisi lain pola-pola baru belum menemukan bentuknya. Pertanyaan besarnya adalah apa dan bagaimana yang boleh dilakukan guru untuk membentuk disiplin dan karakter? Mengingat masih besarnya porsi yang “dibebankan” kepada sekolah dalam pembentukan disiplin dan karakter. Zaman telah berubah namun pola fikir bahwa sekolah satu-satunya tempat anak dididik masih belum berubah.

Mendidik dan mendisplinkan Gen Z tentunya berbeda dengan generasi sebelumnya. Lickona (2012) mengungkapkan bahwa ada sepuluh indikasi penurunan moral anak muda yang perlu mendapatkan perhatian agar bertransformasi ke arah yang lebih baik, salah satunya adalah “pengabaian terhadap aturan yang berlaku”. Inilah sebuah kondisi yang dihadapi oleh guru dan perlu suatu langkah dalam menyikapinya agar tidak berbenturan dengan aturan yang berlaku.

Di sinilah perlunya peran serta dari orang tua dan jangan menyerahkan sepenuhnya kepada institusi sekolah. Sekolah jangan diibaratkan seperti “mesin cuci” untuk membersihkan anak dari “kekotoran” yang dibentuk oleh lingkungan tempat tinggal.

Pemikiran usang bahwa pendidikan bagi putra putri mereka adalah tanggung jawab sekolah harus ditinggalkan. Mental laundry hendaknya ditinggalkan, anak dilihat sebagai baju kotor, sekolah dapat mencuci mereka sampai bersih dan orang tua tinggal mengambil jika sudah bersih, (Freire, 2002).  

“Ketika ada permasalahan dengan anak di sekolah agar melakukan komunikasi dengan orang tua/wali,” demikian kata-kata yang sering terucap. Gampang dikatakan namun implementasinya memerlukan pemikiran lebih karena akan bertemu dengan berbagai karakter orang tua dan pola asuhnya terhadap anak.

Permisif salah satunya. Orang tua dengan pola asuh permisif cenderung memprioritaskan kenyamanan anak, sehingga mereka akan bersikap layaknya teman kepada anak. Anak yang menerima pola asuh ini juga jarang mendapatkan aturan yang ketat atau hukuman.

Namun di sisi lain, orang tua menjadi lemah terhadap setiap keinginan anak. Sehingga mereka tidak bisa mengatakan “tidak” dan cenderung memanjakan anaknya. Akibat yang muncul salah satunya adalah anak tidak dapat mengikuti aturan.

Sesuai tema HUT PGRI dan Hari Guru Nasional tahun ini, “Transformasi Guru, Wujudkan Indonesia Maju”, guru dituntut untuk bertransformasi meningkatkan kompetensi dirinya dengan salah satu caranya adalah membentuk disiplin dan karakter murid sesuai dengan kewajiban guru namun tidak berbenturan dengan aturan yang berlaku.

Guru masih “gamang” dengan implementasi hal tersebut sesuai amanat Permedikbud No. 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan—yang masih dalam fase sosialisasi dan memerlukan waktu menemukan bentuk dan formulasi yang tepat. Terus apa yang dapat dilakukan guru agar tidak berbenturan dengan “karang”?

Upaya awal yang sekiranya dapat dilakukan adalah, pertama, membuat kesepakatan kelas antara murid, guru mapel, dan wali kelas. Kesepakatan kelas adalah pernyataan tujuan bersama dan standar perilaku antara siswa dan guru dalam lingkungan kelas. Kesepakatan ini menetapkan harapan untuk semua orang di kelas dan mendorong rasa saling menghormati, kerja sama, dan keamanan. Dalam pembuatannya harus menyertakan daftar konsekuensi jika melanggar perjanjian, sehingga setiap orang yang terlibat tahu apa yang akan terjadi jika mereka menyimpang dari aturan.

Kedua, guru bersama-sama memperhatikan disiplin murid dan selalu mengingatkan disiplin sebelum memulai pembelajaran. Semakin banyak yang mengingatkan disiplin kepada murid, maka semakin banyak informasi yang terserap dalam pikiran dan alam bawah sadar murid. Dan efektivitasnya pasti akan meningkat. Ranah mengingatkan disiplin bukan hanya ranah BK atau Kesiswaan, namun menjadi tanggung jawab bersama semua guru.

Ketiga, membangun komunikasi yang lebih erat dengan orang tua murid, yang dimulai dari wali kelas dan BK, dan mengundang orang tua murid untuk membicarakan permasalahan disiplin anaknya di sekolah atau melakukan homevisit setiap permasalahan murid yang sulit ditangani. Langkah ini memang lebih menguras waktu, tenaga, dan pikiran guru namun langkah ini menjadi solusi yang lebih efektif agar konektivitas antara sekolah dan orang tua berada dalam satu jalur.

Keempat, satuan pendidikan lebih intens mengundang orang tua murid sebagai guru tamu atau sekadar berkunjung melihat proses pendidikan putra-putri dan mensosialisasikan program-program sekolah, terutama tata tertib sekolah sebagai langkah untuk penyamaan persepsi.

Komunikasi yang kurang bagus akan berimbas pada persepsi yang berbeda. Walapun dalam konteks ini, belum tentu semua orang tua/wali meluangkan waktunya untuk hadir, tapi dapat disikapi dengan mengirimkan notulen hasil keputusan agar diketahui oleh orang tua/wali.

Selamat HUT PGRI dan Hari Guru Nasional 2023.[T]

Catatan Kecil Pelaksanaan Kemitraan antara Dosen dan Guru di  Sekolah
Bukan Guru Abal-Abal
Serdik: Senjata Sakti dan Tajam bagi Guru dalam Peperangan
Tags: guruPGRIsekolah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kuliah Kerja Nangkil: Perjalanan ke Pura Base, Melewati Sungai dan Hutan Tangkil

Next Post

Di Peti Kopi, Kita Bisa Minum Kopi ala Barista dengan Harga Terjangkau

I Wayan Suarsa Dharmana

I Wayan Suarsa Dharmana

Pendidik di SMK Negeri 1 Tampaksiring, Lulusan Pendidikan Sejarah Undiksha Singaraja dapat dijumpai pada akun media sosial FB Suarsa Dharmana

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Di Peti Kopi, Kita Bisa Minum Kopi ala Barista dengan Harga Terjangkau

Di Peti Kopi, Kita Bisa Minum Kopi ala Barista dengan Harga Terjangkau

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co