2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kuliah Kerja Nangkil: Perjalanan ke Pura Base, Melewati Sungai dan Hutan Tangkil

Dewa Ayu Yuliarini by Dewa Ayu Yuliarini
November 20, 2023
in Esai
Kuliah Kerja Nangkil: Perjalanan ke Pura Base, Melewati Sungai dan Hutan Tangkil

Seorang Pemangku sedang sembahyang di Pura Base | Foto: Dewa Ayu

—Catatan KKN STAHN Mpu Kuturan Singaraja di Desa Gerokgak

DESA GEROKGAK, salah satu desa di Kecamatan Gerokgak yang menjadi pilihan saya menjalani kegiatan Kuliah Kerja Nyata selam lima minggu ke depan. Bersama dua puluh dua teman dari program studi yang berbeda, kami akan tinggal di satu tempat yang sama, yaitu aula kantor desa gerokgak.

Perasaan canggung tentu menyelimuti saya di awal pertemuan, belum lagi dari dua puluh dua teman KKN, tidak ada satu pun yang saya kenal dengan akrab. Afirmasi-afirmasi positif terus saya tanamkan—setidaknya mengurangi sedikit penyesalan saya, karena harus berpisah dengan teman-teman sekelas lainnya.

“Setelah penyerahan mahasiswa KKN, nametag dan almamater kampus bisa kalian tinggalkan di posko. Kalian bebas eksplore Desa Gerokgak; kalian harus menyatu dengan warga lokal, agar tidak sia-sia mengikuti KKN,” ucap Pak Adi, selaku dosen pembimbing kami selama melakukan KKN di Desa Gerokgak.

Pak Adi banyak memberikan saran dan masukan terkait kegiatan KKN yang akan kami laksanakan ke depannya. Ya, bertemu dosen pembimbing yang mengerti mahasiswa menjadi poin lebih bagi saya, ketika harus menyesuaikan diri kembali dengan teman-teman yang belum saya kenal.

Beberapa mahasiswa STAHN Mpu Kuturan yang sedang KKN di Desa Gerokgak / Foto: Dewa Ayu

Minggu pertama di Desa Gerokgak kami isi dengan menelusuri batas-batas wilayah di Desa Gerokgak, kami juga melakukan observasi ke tempat-tempat wisata, melakukan ngayah dan mengunjungi rumah-rumah kepala dusun yang ada di Desa Gerokgak untuk mengetahui potensi yang ada di desa tersebut.

Bendungan Gerokgak merupakan salah satu tempat wisata yang menarik dikunjungi yang ada di Desa Gerokgak. Selain itu, air panas yang bersumber dari sumur bor juga menjadi salah satu daya tarik wisata yang saat ini sedang diperjuangkan izinnya untuk dijadikan tempat wisata.

Sebagai mahasiswa yang kuliah di Sekolah Tinggi Agama Hindu, tidak lengkap rasanya jika tidak mengulik wisata religi yang ada di Desa Gerokgak. Pura Niang Ayu, Pura Kahyangan Tiga, dan Pura Taman sudah kami kunjungi sebelumnya untuk melaksanakan mepiuning, sekaligus ngayah.

Pura Base Desa Gerokgak / Foto: Dewa Ayu

Selain beberapa pura yang sudah kami kunjung, ada salah satu pura yang disarankan untuk kami datangi, yaitu Pura Base. “Kalo bisa, nanti cewek-cowok boncengan, jalannya lumayan ekstrem, usahakan bawa motor yang memadai, dan siapkan tenaga karena perjalanan lumayan jauh,” saran dari Pak Mangku Kepala Dusun Gerokgak ketika kami berkunjung ke rumahnya dua hari sebelum melakukan perjalan ke Pura Base.

“Pura Base ini cukup unik, karena berada di hutan. Pura Base ini memiliki sumber air yang tidak pernah surut, air bendungan Gerokgak itu asalnya dari Pura Base,” ungkap Istri Pak Mangku turut bergabung dalam percakapan waktu itu.

Berbekal rasa penasaran kami memilih Pura Base sebagai salah satu tujuan wisata religi kami ketika melaksanakan KKN di Desa Gerokgak. Sebelum berangkat, sehari sebelumnya, kedua teman saya melakukan pengoleman ke Jro Mangku Pura Base, agar besoknya bisa ikut mendapingi kami ke Pura Base sekaligus juga nganteb banten pejati yang kami bawa.

***

Dering alarm bersahut-sahutan membangunkan kami di sekretariat KKN Desa Gerokgak. Satu per satu dari kami mulai bergegas bersiap-siap; ada yang langsung memilih mandi, ada yang sibuk berkutat di dapur untuk menyiapkan sarapan sebelum berangkat, beberapa lainnya memilih pergi ke pasar untuk membeli pejati, canang, rarapan, dan sarana persembahyangan lainnya.

Sementara yang lain sibuk dengan kegiatannya masing-masing saya masih duduk memperhatikan mereka, pikiran saya masih melayang mengingat yang disampaikan istri dari Pak Mangku, barangkali ada hal yang harus dan yang tidak boleh saya lakukan sebelum melakukan persembahyangan ke Pura Base, dan membayangkan perjalan yang nantiya akan kami lalui.

Setengah sembilan tepat, kami sudah selesai dengan persiapan masing-masing. Semua sudah mendapatkan pasangannya cewek-cowok. Sialnya, hanya saya yang belum mendapatkan pasangan. Bagaiman tidak, hari itu sisa kami berduapuluh di posko. Bahkan salah satu dari kami harus membonceng Jro Mangku.

Sehingga, dengan modal nekat saya memilih untuk mengendarai motor sendiri. “Niat baik, semoga diikuti hal-hal baik juga,” ucap saya kepada diri sendiri untuk mengurangi ketakutan harus melewati perjalanan jauh menuju Pura Base.

Dari Aula Kantor Desa Gerokgak, tempat yang kami jadikan sekretariat KKN, kami menuju Pura Base dengan menempuh waktu kurang lebih empat puluh lima menit. Dari lamanya perjalan ke Pura Base, lebih banyak perjalan kami melewati hutan dan juga sungai yang airnya sudah sedikit mengering.

Kanan kiri jalan yang kami lewati terdapat pohon-pohon menjulang tinggi—jalan yang hanya cukup untuk satu motor. Di beberapa jalan yang kami lewati, mereka yang berboncengan terpaksa harus turun berjalan kaki karena jalan yang tidak memungkinkan untuk dilewati.

Sungai yang harus dilewati saat menuju Pura Base / Foto: Dewa Ayu

Benar kata Pak Mangku dua hari yang lalu, jalan yang kami lewati cukup ekstrem, beberapa jembatan terbuat dari kayu yang tampak sudah sedikit lapuk. Perasaan takut menghinggapi kala melewati jembatan tersebut. Syukurnya, di perjalanan salah satu teman saya mengajukan diri untuk membonceng saya, mengingat saya sendiri takut harus melewati jembatan yang sama di depan.

Tiga puluh menit kami lalui dengan berboncengan, dan kurang lebih sekitar lima belas menit harus kami lewati dengan berjalan kaki karena ada aliran sungai yang tidak terdapat jembatan. Jembatan yang sudah ada sebelumnya tampak sudah roboh sehingga tidak memungkin untuk kami lewati menggunakan motor.

Setelah menempuh perjalanan yang membuat kami hampir menyerah, kami tiba di Pura Base. Hawa sejuk menyambut kami ketika memasuki area pura. Dan seperti pura pada umumnya, Pura Base memiliki wantilan sebagai tempat untuk para pemedek beristirahat sejenak setelah melalui perjalanan yang cukup jauh. Di wantilan tersebut kami juga mempersiapkan sarana persembahyangan.

Sembahyang bersama di Pura Base / Foto: Dewa Ayu

Pura Base, dari pandangan saya cukup unik. Begini. Pada umumnya, ketika memasuki pura kita akan melalui tiga pembagian wilayah yang sering disebut tri mandala (konsep pembagian wilayah yang membagi bangunan pura menjadi tiga bagian yakni Nista Mandala, Madya Mandala, dan Utama Mandala).

Namun, di Pura Base kita langsung memasuki utama mandala, di mana antara nista dan madya mandala hanya dibatasi daun-daunan sebagai pagar pembatas. Kelian Subak Desa Gerokgak menyebutkan bahwa Pura Base merupakan tempat ngayat sembahyang ke Pura Subak sehingga hanya ada utama mandala saja.

Memasuki utama mandala Pura Base, dipandu langsung oleh Jro Mangku kami melakukan persembahyangan dengan khidmat, rasa lelah kami perlahan sirna digantikan rasa syukur karena dapat melalui perjalanan yang beberapa hari sebelumnya kami pikir tidak dapat lalui, namun pada akhirnya dapat kami lewati dengan selamat.

Perjalan ke Pura Base mengajarkan saya, sesulit apa pun perjalan yang saya akan hadapi ke depanya, barangkali tidak serumit yang ada dipikiran saya, sehingga saya perlu melewatinya agar tahu sejauh mana saya bisa melangkah menuju puncak tujuan saya.[T]

Catatan KKN Undiknas University: Memadukan Wisata, Budaya dan Arak, di Desa Tri Eka Buana, Karangasem
Tags: GerokgakKKNPuraSTAH Mpu KuturanSTAHN Mpu Kuturan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mencari Generasi Penerus atau Meneruskan Dinasti Politik?

Next Post

Mendayung di antara Dua Karang: Sebuah Refleksi HUT PGRI dan Hari Guru Nasional 2023

Dewa Ayu Yuliarini

Dewa Ayu Yuliarini

Lahir di Singaraja, tahun 2001. Saat ini sedang menempuh pendidikan di STAH N Mpu Kuturan Singaraja, Program Studi Ilmu Komunikasi

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Mendayung di antara Dua Karang: Sebuah Refleksi HUT PGRI dan Hari Guru Nasional 2023

Mendayung di antara Dua Karang: Sebuah Refleksi HUT PGRI dan Hari Guru Nasional 2023

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co