23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kuliah Kerja Nangkil: Perjalanan ke Pura Base, Melewati Sungai dan Hutan Tangkil

Dewa Ayu Yuliarini by Dewa Ayu Yuliarini
November 20, 2023
in Esai
Kuliah Kerja Nangkil: Perjalanan ke Pura Base, Melewati Sungai dan Hutan Tangkil

Seorang Pemangku sedang sembahyang di Pura Base | Foto: Dewa Ayu

—Catatan KKN STAHN Mpu Kuturan Singaraja di Desa Gerokgak

DESA GEROKGAK, salah satu desa di Kecamatan Gerokgak yang menjadi pilihan saya menjalani kegiatan Kuliah Kerja Nyata selam lima minggu ke depan. Bersama dua puluh dua teman dari program studi yang berbeda, kami akan tinggal di satu tempat yang sama, yaitu aula kantor desa gerokgak.

Perasaan canggung tentu menyelimuti saya di awal pertemuan, belum lagi dari dua puluh dua teman KKN, tidak ada satu pun yang saya kenal dengan akrab. Afirmasi-afirmasi positif terus saya tanamkan—setidaknya mengurangi sedikit penyesalan saya, karena harus berpisah dengan teman-teman sekelas lainnya.

“Setelah penyerahan mahasiswa KKN, nametag dan almamater kampus bisa kalian tinggalkan di posko. Kalian bebas eksplore Desa Gerokgak; kalian harus menyatu dengan warga lokal, agar tidak sia-sia mengikuti KKN,” ucap Pak Adi, selaku dosen pembimbing kami selama melakukan KKN di Desa Gerokgak.

Pak Adi banyak memberikan saran dan masukan terkait kegiatan KKN yang akan kami laksanakan ke depannya. Ya, bertemu dosen pembimbing yang mengerti mahasiswa menjadi poin lebih bagi saya, ketika harus menyesuaikan diri kembali dengan teman-teman yang belum saya kenal.

Beberapa mahasiswa STAHN Mpu Kuturan yang sedang KKN di Desa Gerokgak / Foto: Dewa Ayu

Minggu pertama di Desa Gerokgak kami isi dengan menelusuri batas-batas wilayah di Desa Gerokgak, kami juga melakukan observasi ke tempat-tempat wisata, melakukan ngayah dan mengunjungi rumah-rumah kepala dusun yang ada di Desa Gerokgak untuk mengetahui potensi yang ada di desa tersebut.

Bendungan Gerokgak merupakan salah satu tempat wisata yang menarik dikunjungi yang ada di Desa Gerokgak. Selain itu, air panas yang bersumber dari sumur bor juga menjadi salah satu daya tarik wisata yang saat ini sedang diperjuangkan izinnya untuk dijadikan tempat wisata.

Sebagai mahasiswa yang kuliah di Sekolah Tinggi Agama Hindu, tidak lengkap rasanya jika tidak mengulik wisata religi yang ada di Desa Gerokgak. Pura Niang Ayu, Pura Kahyangan Tiga, dan Pura Taman sudah kami kunjungi sebelumnya untuk melaksanakan mepiuning, sekaligus ngayah.

Pura Base Desa Gerokgak / Foto: Dewa Ayu

Selain beberapa pura yang sudah kami kunjung, ada salah satu pura yang disarankan untuk kami datangi, yaitu Pura Base. “Kalo bisa, nanti cewek-cowok boncengan, jalannya lumayan ekstrem, usahakan bawa motor yang memadai, dan siapkan tenaga karena perjalanan lumayan jauh,” saran dari Pak Mangku Kepala Dusun Gerokgak ketika kami berkunjung ke rumahnya dua hari sebelum melakukan perjalan ke Pura Base.

“Pura Base ini cukup unik, karena berada di hutan. Pura Base ini memiliki sumber air yang tidak pernah surut, air bendungan Gerokgak itu asalnya dari Pura Base,” ungkap Istri Pak Mangku turut bergabung dalam percakapan waktu itu.

Berbekal rasa penasaran kami memilih Pura Base sebagai salah satu tujuan wisata religi kami ketika melaksanakan KKN di Desa Gerokgak. Sebelum berangkat, sehari sebelumnya, kedua teman saya melakukan pengoleman ke Jro Mangku Pura Base, agar besoknya bisa ikut mendapingi kami ke Pura Base sekaligus juga nganteb banten pejati yang kami bawa.

***

Dering alarm bersahut-sahutan membangunkan kami di sekretariat KKN Desa Gerokgak. Satu per satu dari kami mulai bergegas bersiap-siap; ada yang langsung memilih mandi, ada yang sibuk berkutat di dapur untuk menyiapkan sarapan sebelum berangkat, beberapa lainnya memilih pergi ke pasar untuk membeli pejati, canang, rarapan, dan sarana persembahyangan lainnya.

Sementara yang lain sibuk dengan kegiatannya masing-masing saya masih duduk memperhatikan mereka, pikiran saya masih melayang mengingat yang disampaikan istri dari Pak Mangku, barangkali ada hal yang harus dan yang tidak boleh saya lakukan sebelum melakukan persembahyangan ke Pura Base, dan membayangkan perjalan yang nantiya akan kami lalui.

Setengah sembilan tepat, kami sudah selesai dengan persiapan masing-masing. Semua sudah mendapatkan pasangannya cewek-cowok. Sialnya, hanya saya yang belum mendapatkan pasangan. Bagaiman tidak, hari itu sisa kami berduapuluh di posko. Bahkan salah satu dari kami harus membonceng Jro Mangku.

Sehingga, dengan modal nekat saya memilih untuk mengendarai motor sendiri. “Niat baik, semoga diikuti hal-hal baik juga,” ucap saya kepada diri sendiri untuk mengurangi ketakutan harus melewati perjalanan jauh menuju Pura Base.

Dari Aula Kantor Desa Gerokgak, tempat yang kami jadikan sekretariat KKN, kami menuju Pura Base dengan menempuh waktu kurang lebih empat puluh lima menit. Dari lamanya perjalan ke Pura Base, lebih banyak perjalan kami melewati hutan dan juga sungai yang airnya sudah sedikit mengering.

Kanan kiri jalan yang kami lewati terdapat pohon-pohon menjulang tinggi—jalan yang hanya cukup untuk satu motor. Di beberapa jalan yang kami lewati, mereka yang berboncengan terpaksa harus turun berjalan kaki karena jalan yang tidak memungkinkan untuk dilewati.

Sungai yang harus dilewati saat menuju Pura Base / Foto: Dewa Ayu

Benar kata Pak Mangku dua hari yang lalu, jalan yang kami lewati cukup ekstrem, beberapa jembatan terbuat dari kayu yang tampak sudah sedikit lapuk. Perasaan takut menghinggapi kala melewati jembatan tersebut. Syukurnya, di perjalanan salah satu teman saya mengajukan diri untuk membonceng saya, mengingat saya sendiri takut harus melewati jembatan yang sama di depan.

Tiga puluh menit kami lalui dengan berboncengan, dan kurang lebih sekitar lima belas menit harus kami lewati dengan berjalan kaki karena ada aliran sungai yang tidak terdapat jembatan. Jembatan yang sudah ada sebelumnya tampak sudah roboh sehingga tidak memungkin untuk kami lewati menggunakan motor.

Setelah menempuh perjalanan yang membuat kami hampir menyerah, kami tiba di Pura Base. Hawa sejuk menyambut kami ketika memasuki area pura. Dan seperti pura pada umumnya, Pura Base memiliki wantilan sebagai tempat untuk para pemedek beristirahat sejenak setelah melalui perjalanan yang cukup jauh. Di wantilan tersebut kami juga mempersiapkan sarana persembahyangan.

Sembahyang bersama di Pura Base / Foto: Dewa Ayu

Pura Base, dari pandangan saya cukup unik. Begini. Pada umumnya, ketika memasuki pura kita akan melalui tiga pembagian wilayah yang sering disebut tri mandala (konsep pembagian wilayah yang membagi bangunan pura menjadi tiga bagian yakni Nista Mandala, Madya Mandala, dan Utama Mandala).

Namun, di Pura Base kita langsung memasuki utama mandala, di mana antara nista dan madya mandala hanya dibatasi daun-daunan sebagai pagar pembatas. Kelian Subak Desa Gerokgak menyebutkan bahwa Pura Base merupakan tempat ngayat sembahyang ke Pura Subak sehingga hanya ada utama mandala saja.

Memasuki utama mandala Pura Base, dipandu langsung oleh Jro Mangku kami melakukan persembahyangan dengan khidmat, rasa lelah kami perlahan sirna digantikan rasa syukur karena dapat melalui perjalanan yang beberapa hari sebelumnya kami pikir tidak dapat lalui, namun pada akhirnya dapat kami lewati dengan selamat.

Perjalan ke Pura Base mengajarkan saya, sesulit apa pun perjalan yang saya akan hadapi ke depanya, barangkali tidak serumit yang ada dipikiran saya, sehingga saya perlu melewatinya agar tahu sejauh mana saya bisa melangkah menuju puncak tujuan saya.[T]

Catatan KKN Undiknas University: Memadukan Wisata, Budaya dan Arak, di Desa Tri Eka Buana, Karangasem
Tags: GerokgakKKNPuraSTAH Mpu KuturanSTAHN Mpu Kuturan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mencari Generasi Penerus atau Meneruskan Dinasti Politik?

Next Post

Mendayung di antara Dua Karang: Sebuah Refleksi HUT PGRI dan Hari Guru Nasional 2023

Dewa Ayu Yuliarini

Dewa Ayu Yuliarini

Lahir di Singaraja, tahun 2001. Saat ini sedang menempuh pendidikan di STAH N Mpu Kuturan Singaraja, Program Studi Ilmu Komunikasi

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Mendayung di antara Dua Karang: Sebuah Refleksi HUT PGRI dan Hari Guru Nasional 2023

Mendayung di antara Dua Karang: Sebuah Refleksi HUT PGRI dan Hari Guru Nasional 2023

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co