2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mencari Generasi Penerus atau Meneruskan Dinasti Politik?

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
November 20, 2023
in Esai
Kekuatan Politik Baru Itu Bernama Majelis Desa Adat

Gambar ilustrasi: tatkala.co

“Berpolitik tidaklah semata-mata berurusan dengan kekuasaan, tetapi juga berurusan dengan kebenaran” – Sabam Sirait

ONE PIECE masih menjadi manga tersukses dengan penjualan terbanyak. Manga karya Eichiro Oda yang pertama kali dirilis pada tahun 1997 itu menceritakan kisah kelompok bajak laut yang bertujuan mendapatkan harta karun terbesar di dunia yang dapat menobatkannya sebagai “Raja Bajak Laut”.

Dalam cerita tersebut terdapat beberapa tokoh penting yang setidaknya memiliki tujuan untuk meneruskan semangat yang sama kepada keturunannya. Sebut saja Monkey D. Garp (Wakil Admiral Angkatan Laut) dan Kaido (Kaisar Lautan/Yonkou).

Karakter Monkey D. Garp sudah hadir di awal-awal episode One Piece. Garp adalah seorang pejabat tinggi di angkatan laut dan juga memiliki julukan “Pahlawan Angkatan Laut” karena jasanya dalam mengalahkan Bajak Laut Rocks di God Valley di masa lalu.

Sebagai seorang angkatan laut, ia pun ingin keturunannya juga menjadi seorang prajurit angkatan laut. Keinginan tersebut disampaikan kepada cucunya, Monkey D. Luffy yang kini telah menjadi salah satu Yonkou di dunia One Piece.

Belakangan juga diketahui bahwa keinginan yang sama juga diteruskan kepada anaknya, Monkey D. Dragon—meski sempat menjadi prajurit angkatan laut, namun Dragon memutuskan keluar dari angkatan laut dan menjadi Pemimpin Pasukan Revolusi—orang yang paling dicari oleh pemerintah dunia.

Tidak berbeda dengan Monkey D. Garp, hal serupa juga dilakukan oleh Kaido sang penjajah negeri Wanokuni kepada anaknya, Yamato. Kaido menginginkan Yamato untuk menjadi seorang Shogun (Raja Wanokuni) ketika ia berhasil memindahkan Onigashima ke ibu kota Bunga.

Namun, kejadian 20 tahun lalu (timeline One Piece), saat Kaido dan Kurozumi Orochi mengeksekusi Kozuki Oden justru menjadikan Yamato menjadi seorang penggemar Oden garis keras, sampai hari ini—Yamato mengikuti jejak hidup dari Oden untuk berkeliling negeri Wanokuni sebelum berlayar ke lautan. Alih-alih mau menjadi Shogun sesuai keinginan ayahnya, Yamato justru membantu Luffy dan lainnya untuk menumbangkan kekuasaan Kaido di Wanokuni.

Rangkaian cerita yang disajikan oleh Oda melalui One Piece dapat menjadi gambaran terhadap apa yang terjadi hari ini, khususnya di Indonesia. Faktanya, keinginan untuk meneruskan kekuasaan atau kesuksesan kepada kerabat adalah hal yang tidak dapat dihindari oleh pihak-pihak yang sedang duduk dalam satu jabatan dengan kekuasaan dan kewenangan tertentu.

Duduk dalam jabatan tertentu dengan segala fasilitas dan kewenangan tampaknya menjadi ujian serius nan berat bagi setiap pejabat publik, khususnya di Indonesia. Memang benar bahwa untuk menguji integritas seseorang, maka berilah orang tersebut kekuasaan—karakter aslinya pun akan terlihat.

Politik Dinasti

Topik lama ini kembali menjadi hangat dalam dinamika politik Indonesia hari ini melalui fenomena terpilihnya Kaesang Pangarep sebagai Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam waktu dua hari setelah menerima kartu tanda anggota (KTA).

Selanjutnya adalah melenggangnya Gibran Rakabuming Raka sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres) dari Prabowo Subianto melalui proses yang kontroversial hingga hari ini. Atas dua fenomena politik ini, publik pun menyebut bahwa Joko Widodo yang saat ini masih menjadi Presiden RI sedang membangun dinasti politiknya di Indonesia—memastikan cengkeraman pengaruhnya masih kuat, setidaknya hingga lima tahun ke depan.

Secara umum, politik dinasti adalah sebuah kekuasaan politik yang dijalankan oleh sekelompok orang yang masih memiliki hubungan kekerabatan. Politik dinasti juga sesungguhnya lebih identik dengan sebuah kerajaan, karena kekuasaan akan diwariskan secara turun temurun kepada keturunannya, baik anak dan lainnya yang masih berada dalam lingkaran keluarga.

Namun, apakah politik dinasti mungkin terjadi di sebuah negara demokrasi seperti Indonesia? Ari Dwipayana menyebutkan bahwa politik dinasti adalah gejala dari neopatrimonialistik, sebuah sistem yang mengutamakan regenerasi politik berdasarkan ikatan genealogis tinimbang merit sistem.

Jika dulu pewaris ditunjuk langsung oleh pemilik kuasa, maka saat ini dilakukan melalui jalur politik prosedural. Artinya penerus, seperti anak, keponakan, dan lainnya disiapkan oleh elit politik melalui partai politik.

Pasca reformasi, politik dinasti bukanlah barang baru dalam konteks demokrasi elektoral di Indonesia. Hal semacam ini justru jamak ditemui, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di tingkat kabupaten/kota.

Merujuk uraian sebelumnya, tentu politik dinasti tidak memperhitungkan aspek-aspek prestasi, pengabdian, dedikasi, dan lainnya dalam memposisikan seseorang dalam kontestasi elektoral. Satu aspek penting yang dilihat dalam politik adalah aspek kekerabatan, mudahnya “kalau anda anak elit partai politik atau elit negeri, maka karpet merah akan tergelar untukmu menuju kursi kekuasaan”.

Tidak hanya kerabat Joko Widodo, seperti Gibran Rakabuming Raka, Bobby Nasution, dan Kaesang Pangarep yang kini tengah merasakan karpet merah politik elektoral di Indonesia. Nyatanya politik dinasti adalah realitas politik yang tidak bisa dilepaskan oleh elit negeri lainnya.

Sebut saja Diah Pikatan Hapsari, putri Puan Maharani (Ketua DPR-RI/Ketua DPP PDI-Perjuangan) yang kini maju sebagai caleg DPR-RI daerah pemilihan Jawa Tengah IV dengan nomor urut 1—bayangkan, baru terjun di dunia politik sudah memperoleh nomor satu di partai yang terkenal dengan antrian yang panjang. Hehe.

Selanjutnya ada Ravindra Airlangga, putra Airlangga Hartarto (Menko Perekonomian RI/Ketua Umum Partai Golkar) maju sebagai caleg DPR-RI daerah pemilihan Jawa Barat I. Kemudian ada Putri Zulkifli Hasan, putri Zulkifli Hasan (Menteri Perdagangan RI/Ketua Umum Partai Amanat Nasional) maju sebagai caleg DPR-RI daerah pemilihan Lampung I, dan masih banyak lagi. Tentu posisi tersebut didapatkan karena faktor kekerabatan, bukan melalui merit sistem.

Sebagai satu-satunya kelompok yang dapat mencalonkan orang-orang yang akan duduk di kursi legislatif dan eksekutif, partai politik memiliki peran penting dalam melakukan kaderisasi dengan metode yang jelas, guna melahirkan calon-calon pemimpin bangsa.

Penerapan merit sistem di internal partai politik menjadi kunci suksesnya regenerasi kepemimpinan bangsa, utamanya agar tidak dikuasai oleh orang-orang lama. Meski secara realitas tidak menyalahi hukum yang berlaku, tetapi secara etik politik dinasti adalah hal yang mengabaikan etika berpolitik. Oleh sebab itu, hanya rakyat yang dapat menghentikan praktik politik dinasti yang hingga kini masih dilakukan oleh elit negeri.

Momentum Pemilu 2024 menjadi waktu yang tepat untuk mengevaluasi kinerja para pemimpin bangsa yang dengan nyaman duduk di kursi kekuasaan. Pemilu 2024 juga ajang bagi rakyat untuk menunjukkan bahwa kekerabatan di lingkaran elit negeri tidaklah menjamin keterpilihan, karena setiap anak bangsa berhak untuk duduk di kursi kepemimpinan negeri.

Maka, jadikan Pemilu 2024 sebagai ajang memberi kesempatan orang-orang yang berkompeten untuk memimpin, dan hukum orang-orang yang menyalahgunakan kepercayaan yang telah diberikan lima tahun sebelumnya.[T]

  • Baca esai-esai politik TEDDY CHRISPRIMANATA PUTRA lainnya DI SINI
Sulit Membayangkan Anies Menang di Bali
Membicarakan Kekuasaan di Indonesia: Timur Apa Barat?
Partisipasi Politik Dalam Negara Demokrasi
Menjelang 2024, Prabowo Sudah Sampai Mana, Bli Teddy?
Tags: Analisa PolitikesaiPemilu 2024Politik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Meja yang Menyatakan Hasrat

Next Post

Kuliah Kerja Nangkil: Perjalanan ke Pura Base, Melewati Sungai dan Hutan Tangkil

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Kuliah Kerja Nangkil: Perjalanan ke Pura Base, Melewati Sungai dan Hutan Tangkil

Kuliah Kerja Nangkil: Perjalanan ke Pura Base, Melewati Sungai dan Hutan Tangkil

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co