11 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Membicarakan Kekuasaan di Indonesia: Timur Apa Barat?

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2023
in Esai
Kekuatan Politik Baru Itu Bernama Majelis Desa Adat

Gambar ilustrasi: tatkala.co

SESUNGGUHNYA ini cerita lama. Tapi saya pikir ini masih relevan untuk direnungkan bersama-sama. Kebingungan ini terjadi saat saya mengikuti kelas Kekuatan-Kekuatan Politik Indonesia yang disampaikan oleh Assoc. Prof. Firdaus Syam. Pertemuan itu dimulai dengan penjelasan tentang kekuasaan.

Meminjam definisi dari Miriam Budiardjo, kekuasaan adalah individu atau kelompok (grup-organisasi) berupa aktor yang memainkan peranan dalam kehidupan politik secara kelembagaan dengan tujuan untuk mempengaruhi proses keputusan dalam sistem politik.

Diskusi kemudian beranjak pada konsep kekuasaan yang eksis hari ini, yakni kekuasaan di barat dan kekuasaan di timur. Saya akan ulangi penjelasan dari dosen saya untuk kalian. Hehe.

Terdapat beberapa ciri dalam konsep kekuasaan di barat, seperti: a) abstrak: kekuasaan itu hadir berdasarkan fenomena dari kekuatan interaksi sosial dan dari berbagai kepentingan politik tertentu yang saling membangun pengaruh, merebut, dan mempertahankannya.

b) heterogen: kekuasan bisa hadir dalam berbagai konteks, seperti kekayaan, status sosial, jabatan formal, senjata, teknologi, media, dan lainnya; c) jumlah tidak tetap: kekuasaan akan bertambah seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi.

d) rasional: kekuasaan didasari oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta dapat dibuktikan secara ilmiah; dan e) memerlukan legitimasi: kekuasaan harus eksis didasarkan atas konstitusi atau regulasi yang berlaku.

Sedangkan berbicara konsep kekuasaan di timur, maka terdapat beberapa ciri, yaitu: a) konkret: kekuasaan hadir dalam wujud yang tampak; b) homogen: kekuasaan berasal dari sumber yang sama; c) jumlah tetap: kekuasaan tidak bertambah, baik itu bertambah luas atau kecil.

Artinya, jika ada pemusatan kekuasaan yang besar di satu tempat, maka mengharuskan pengurangan kekuasaan di tempat lainnya; d) irasional: kekuasaan tidak hanya berdasarkan pada ilmu pengetahuan dan teknologi, juga berdasarkan atas hal-hal klenik atau mistis; e) tidak mempersoalkan legitimasi: bahwa pemilik kekuasaan tidak memiliki implikasi moral yang inheren.

Lalu Indonesia masuk ke dalam konsep yang mana?

Kalau coba ditimbang-timbang, saya bisa mengatakan bahwa Indonesia masuk ke dalam konsep kekuasaan di timur. Tapi, apa benar dalam konteks kekuasaan, Indonesia memiliki ciri-ciri yang serupa dengan apa yang sudah dijelaskan sebelumnya? Mari kita diskusikan bersama.

Konkret

Sudah dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan konkret adalah kekuasaan hadir dalam wujud yang tampak. Konsep ini sendiri adalah perpaduan antara animisme di desa dan pantheisme metafisik tinggi yang terdapat di pusat kota.

Kalau ditarik dalam konteks Indonesia, maka kekuasaan bisa dimunculkan atau hadir lewat barang-barang pusaka atau simbol lainnya yang diturunkan dari generasi ke generasi. Misalnya, dalam konstelasi politik Indonesia, Nahdlatul Ulama menjadi satu entitas penting dalam dinamika kekuasaan nasional.

Homogen

Kekuasaan yang berasal dari sumber yang sama atau kalaupun tidak sama persis, setidaknya identik adalah salah satu ciri dari konsep kekuasaan di timur. Hal yang bisa dijadikan contoh dari ciri ini dalam konteks Indonesia, yakni kursi kekuasaan di daerah identik dikuasai oleh sosok dengan latar belakang darah biru, atau memang juragan di daerahnya.

Namun seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, informasi, dan teknologi, dalam konteks Indonesia hari ini, kekuasaan tidak hanya berasal dari satu sumber saja. Kini, kekuasaan bisa berasal dari berbagai sumber, seperti kepemilikan media, pemimpin organisasi/relawan, hingga kekayaan. Dan hal tersebut sudah jamak kita temui hari ini.

Jumlah Tetap

Kekuasaan yang tidak bertambah luas atau sempit adalah prinsip dari jumlah tetap. Artinya secara jumlah keseluruhan, kekuasaan itu sama, tetapi secara komposisi di dalamnya bisa berubah kapan saja dengan jumlah yang setiap saat bisa berubah. Salah satu yang sifatnya tetap adalah teritorial, dalam konteks Indonesia, kekuasaannya akan selalu tetap sama (kecuali ada wilayah yang lepas lagi. Hehe).

Pertanyaannya, apakah Indonesia bisa memperluas kekuasaannya? Tentu bisa. Perluasan kekuasaan yang dimaksud bukanlah perluasan teritorial, melainkan perluasan kekuasaan melalui teknologi. Sebagai contoh adalah, bagaimana Cina bisa memperluas kekuasaannya karena memiliki teknologi dan kapital.

Irasional

Bicara soal irasional, maka Indonesia dalam konteks kekuasaan masih sangat mempercayai hal-hal klenik atau mistis. Selain mengandalkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kini menjadi instrumen penting dalam perebutan kekuasaan, hal-hal yang bersifat mistis dan klenik pun jadi hal yang tidak boleh ditinggalkan di tengah masyarakat Indonesia.

Berangkat dari hal tersebut, maka tidak heran kalau kita sering kali melihat calon-calon pemimpin mendatangi “orang pintar” atau dalam konteks pemeluk agama Hindu, calon-calon pemimpin keliling untuk sembahyang bahkan sampai di Pura yang berada di pelosok.

Tidak Mempersoalkan Legitimasi

Meski kekuasaan diberikan melalui regulasi yang terlegitimasi, tetapi bagi si pemilik kekuasaan justru mereka tidak merasa memiliki implikasi moral yang inheren. Padahal bagi negara timur, moral adalah hal yang inheren dari kekuasaan. Namun, di Indonesia tidak demikian. Sangat banyak pelanggaran hukum yang dilakukan oleh pemegang kekuasaan itu sendiri.

Nyatanya, kekuasaan di Indonesia telah berkembang sedemikian rupa. Tidak semua ciri kekuasaan di timur yang benar-benar sesuai dengan Indonesia—karena mengutip apa yang pernah disampaikan oleh Bu Sri Mulyani dalam sebuah diskusi dengan kelompok mahasiswa, “Indonesia menerapkan sistem yang memberi keuntungan bagi negara”.

Mungkin prinsip yang sama juga dianut oleh kekuasaan—bahwa apapun yang memberi keuntungan bagi kekuasaan, maka si pemilik kekuasaan akan menerapkannya. Artinya berada “di tengah” adalah jalan ninja Indonesia. Hehehe. Benarkah demikian?[T]

Baca esai-esai politik TEDDY CHRISPRIMANATA PUTRA lainnya DI SINI

Tags: IndonesiaPemilu 2024PilpresPolitik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Tarung Bebas” Lomba Baca Puisi dalam Festival Umbu Landu Paranggi 2023

Next Post

Tingkatkan Kualitas “Lengis Tandusan” dengan Penyaringan Bertingkat

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails

KEPEMIMPINAN ‘BALANG TAMAK’: BELILAH PUJIAN KETIKA RAKYAT MEMBENCIMU

by Sugi Lanus
July 7, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Catatan Harian Sugi Lanus, 7 Juli 2026 Alkisah Balang Tamak, tokoh cerdik sekaligus satir dalam cerita rakyat Bali, pernah berpesan...

Read moreDetails

Wajah Baru, Jiwa yang Tertinggal —Catatan dari Titik Nol Kota Singaraja

by Satria Aditya
July 7, 2026
0
Wajah Baru, Jiwa yang Tertinggal —Catatan dari Titik Nol Kota Singaraja

ADA yang janggal dari cara kita merayakan pembangunan hari ini. Setiap kali sebuah kawasan dipoles, dicat ulang, ditata dengan lampu-lampu...

Read moreDetails

Era Chatting Telah Berlalu

by Angga Wijaya
July 7, 2026
0
Era Chatting Telah Berlalu

MENGOBROL, berdiskusi, atau berdebat secara daring, yang dalam bahasa Inggris lazim disebut chatting, pelan-pelan ingin saya tinggalkan. Bukan karena saya...

Read moreDetails

Memaknai Singaraja Literary Festival –Mengubur Sekat Kedisinian dan Kedisanaan

by I Nyoman Tingkat
July 7, 2026
0
Memaknai Singaraja Literary Festival –Mengubur Sekat Kedisinian dan Kedisanaan

SINGARAJA Literary Festival (SLF)  IV   berlangsung sangat meriah selama 3 hari (Jumat-Minggu, 3-5 Juli 2026) di Kawasan Pusat Peradaban Bali...

Read moreDetails
Next Post
Tingkatkan Kualitas “Lengis Tandusan” dengan Penyaringan Bertingkat

Tingkatkan Kualitas "Lengis Tandusan" dengan Penyaringan Bertingkat

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana
Esai

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka
Esai

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
‘Sanè Kantun Ring Manah’: Ketika Marlowe Bandem Menghidupkan Ingatan Budaya di Singaraja Literary Festival 2026
Panggung

‘Sanè Kantun Ring Manah’: Ketika Marlowe Bandem Menghidupkan Ingatan Budaya di Singaraja Literary Festival 2026

MALAM itu nyaris tak terdengar suara selain desir angin dan dialog yang mengalun dari layar. Puluhan pasang mata tertuju ke...

by Dede Putra Wiguna
July 10, 2026
Mahindu, Si Perempuan Tembikar
Ulas Buku

Mahindu, Si Perempuan Tembikar

Risalah Perempuan-Perempuan Tembikar yang dipakai sebagai judul kumpulan puisi ini mengisyaratkan pilihan, penilaian dan sudut pandang penyair dalam membahas masalah...

by Mas Ruscitadewi
July 10, 2026
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali
Khas

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan
Khas

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
Bonangan Saluang, Barungan Gamelan Baru di Pesta Kesenian Bali 2026 yang Memperkaya Khazanah Karawitan Bali
Panggung

Bonangan Saluang, Barungan Gamelan Baru di Pesta Kesenian Bali 2026 yang Memperkaya Khazanah Karawitan Bali

SORE itu, suasana sakral menyelimuti Kalangan Ratna Kanda, Taman Budaya Provinsi Bali, Kamis (9/7/2026). Nada-nada yang terdengar sederhana, tetapi kokoh...

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

by Chusmeru
July 10, 2026
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed
Khas

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK
Esai

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
Ketika Kesenian Bali dan Korea Bersua dalam Harmoni Dramatari “I Godogan” di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Kesenian Bali dan Korea Bersua dalam Harmoni Dramatari “I Godogan” di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA lampu panggung perlahan menyala, alunan suling tradisional Korea dengan ujung tiup pipih terdengar lirih. Di atas panggung, para penari...

by Nyoman Budarsana
July 9, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co