21 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Membicarakan Kekuasaan di Indonesia: Timur Apa Barat?

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2023
in Esai
Kekuatan Politik Baru Itu Bernama Majelis Desa Adat

Gambar ilustrasi: tatkala.co

SESUNGGUHNYA ini cerita lama. Tapi saya pikir ini masih relevan untuk direnungkan bersama-sama. Kebingungan ini terjadi saat saya mengikuti kelas Kekuatan-Kekuatan Politik Indonesia yang disampaikan oleh Assoc. Prof. Firdaus Syam. Pertemuan itu dimulai dengan penjelasan tentang kekuasaan.

Meminjam definisi dari Miriam Budiardjo, kekuasaan adalah individu atau kelompok (grup-organisasi) berupa aktor yang memainkan peranan dalam kehidupan politik secara kelembagaan dengan tujuan untuk mempengaruhi proses keputusan dalam sistem politik.

Diskusi kemudian beranjak pada konsep kekuasaan yang eksis hari ini, yakni kekuasaan di barat dan kekuasaan di timur. Saya akan ulangi penjelasan dari dosen saya untuk kalian. Hehe.

Terdapat beberapa ciri dalam konsep kekuasaan di barat, seperti: a) abstrak: kekuasaan itu hadir berdasarkan fenomena dari kekuatan interaksi sosial dan dari berbagai kepentingan politik tertentu yang saling membangun pengaruh, merebut, dan mempertahankannya.

b) heterogen: kekuasan bisa hadir dalam berbagai konteks, seperti kekayaan, status sosial, jabatan formal, senjata, teknologi, media, dan lainnya; c) jumlah tidak tetap: kekuasaan akan bertambah seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi.

d) rasional: kekuasaan didasari oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta dapat dibuktikan secara ilmiah; dan e) memerlukan legitimasi: kekuasaan harus eksis didasarkan atas konstitusi atau regulasi yang berlaku.

Sedangkan berbicara konsep kekuasaan di timur, maka terdapat beberapa ciri, yaitu: a) konkret: kekuasaan hadir dalam wujud yang tampak; b) homogen: kekuasaan berasal dari sumber yang sama; c) jumlah tetap: kekuasaan tidak bertambah, baik itu bertambah luas atau kecil.

Artinya, jika ada pemusatan kekuasaan yang besar di satu tempat, maka mengharuskan pengurangan kekuasaan di tempat lainnya; d) irasional: kekuasaan tidak hanya berdasarkan pada ilmu pengetahuan dan teknologi, juga berdasarkan atas hal-hal klenik atau mistis; e) tidak mempersoalkan legitimasi: bahwa pemilik kekuasaan tidak memiliki implikasi moral yang inheren.

Lalu Indonesia masuk ke dalam konsep yang mana?

Kalau coba ditimbang-timbang, saya bisa mengatakan bahwa Indonesia masuk ke dalam konsep kekuasaan di timur. Tapi, apa benar dalam konteks kekuasaan, Indonesia memiliki ciri-ciri yang serupa dengan apa yang sudah dijelaskan sebelumnya? Mari kita diskusikan bersama.

Konkret

Sudah dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan konkret adalah kekuasaan hadir dalam wujud yang tampak. Konsep ini sendiri adalah perpaduan antara animisme di desa dan pantheisme metafisik tinggi yang terdapat di pusat kota.

Kalau ditarik dalam konteks Indonesia, maka kekuasaan bisa dimunculkan atau hadir lewat barang-barang pusaka atau simbol lainnya yang diturunkan dari generasi ke generasi. Misalnya, dalam konstelasi politik Indonesia, Nahdlatul Ulama menjadi satu entitas penting dalam dinamika kekuasaan nasional.

Homogen

Kekuasaan yang berasal dari sumber yang sama atau kalaupun tidak sama persis, setidaknya identik adalah salah satu ciri dari konsep kekuasaan di timur. Hal yang bisa dijadikan contoh dari ciri ini dalam konteks Indonesia, yakni kursi kekuasaan di daerah identik dikuasai oleh sosok dengan latar belakang darah biru, atau memang juragan di daerahnya.

Namun seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, informasi, dan teknologi, dalam konteks Indonesia hari ini, kekuasaan tidak hanya berasal dari satu sumber saja. Kini, kekuasaan bisa berasal dari berbagai sumber, seperti kepemilikan media, pemimpin organisasi/relawan, hingga kekayaan. Dan hal tersebut sudah jamak kita temui hari ini.

Jumlah Tetap

Kekuasaan yang tidak bertambah luas atau sempit adalah prinsip dari jumlah tetap. Artinya secara jumlah keseluruhan, kekuasaan itu sama, tetapi secara komposisi di dalamnya bisa berubah kapan saja dengan jumlah yang setiap saat bisa berubah. Salah satu yang sifatnya tetap adalah teritorial, dalam konteks Indonesia, kekuasaannya akan selalu tetap sama (kecuali ada wilayah yang lepas lagi. Hehe).

Pertanyaannya, apakah Indonesia bisa memperluas kekuasaannya? Tentu bisa. Perluasan kekuasaan yang dimaksud bukanlah perluasan teritorial, melainkan perluasan kekuasaan melalui teknologi. Sebagai contoh adalah, bagaimana Cina bisa memperluas kekuasaannya karena memiliki teknologi dan kapital.

Irasional

Bicara soal irasional, maka Indonesia dalam konteks kekuasaan masih sangat mempercayai hal-hal klenik atau mistis. Selain mengandalkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kini menjadi instrumen penting dalam perebutan kekuasaan, hal-hal yang bersifat mistis dan klenik pun jadi hal yang tidak boleh ditinggalkan di tengah masyarakat Indonesia.

Berangkat dari hal tersebut, maka tidak heran kalau kita sering kali melihat calon-calon pemimpin mendatangi “orang pintar” atau dalam konteks pemeluk agama Hindu, calon-calon pemimpin keliling untuk sembahyang bahkan sampai di Pura yang berada di pelosok.

Tidak Mempersoalkan Legitimasi

Meski kekuasaan diberikan melalui regulasi yang terlegitimasi, tetapi bagi si pemilik kekuasaan justru mereka tidak merasa memiliki implikasi moral yang inheren. Padahal bagi negara timur, moral adalah hal yang inheren dari kekuasaan. Namun, di Indonesia tidak demikian. Sangat banyak pelanggaran hukum yang dilakukan oleh pemegang kekuasaan itu sendiri.

Nyatanya, kekuasaan di Indonesia telah berkembang sedemikian rupa. Tidak semua ciri kekuasaan di timur yang benar-benar sesuai dengan Indonesia—karena mengutip apa yang pernah disampaikan oleh Bu Sri Mulyani dalam sebuah diskusi dengan kelompok mahasiswa, “Indonesia menerapkan sistem yang memberi keuntungan bagi negara”.

Mungkin prinsip yang sama juga dianut oleh kekuasaan—bahwa apapun yang memberi keuntungan bagi kekuasaan, maka si pemilik kekuasaan akan menerapkannya. Artinya berada “di tengah” adalah jalan ninja Indonesia. Hehehe. Benarkah demikian?[T]

Baca esai-esai politik TEDDY CHRISPRIMANATA PUTRA lainnya DI SINI

Tags: IndonesiaPemilu 2024PilpresPolitik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Tarung Bebas” Lomba Baca Puisi dalam Festival Umbu Landu Paranggi 2023

Next Post

Tingkatkan Kualitas “Lengis Tandusan” dengan Penyaringan Bertingkat

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails

Dialog di Atas Naskah dan Tradisi — Menjawab Catatan Kritis dari IGA Darma Putra

by I Made Sudiana
October 19, 2026
0
Dialog di Atas Naskah dan Tradisi — Menjawab Catatan Kritis dari IGA Darma Putra

SEBUAH tulisan di ruang publik pada hakikatnya adalah undangan terbuka untuk berdiskusi. Melalui tanggapan kritis yang disampaikan oleh IGA Darma...

Read moreDetails

Idealisme Pers dan Perjuangan Menghidupi Media

by Angga Wijaya
October 18, 2026
0
Idealisme Pers dan Perjuangan Menghidupi Media

MALAM  itu saya menghubungi Aryantha Soethama melalui WhatsApp. Ia adalah penulis senior asal Bali yang mengawali kegiatan menulis sejak remaja,...

Read moreDetails
Next Post
Tingkatkan Kualitas “Lengis Tandusan” dengan Penyaringan Bertingkat

Tingkatkan Kualitas "Lengis Tandusan" dengan Penyaringan Bertingkat

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran
Bahasa

“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran

DUNIA kuliner di Bali saat ini sedang ramai-ramainya dengan berbagai pilihan olahan. Dari tradisi babi guling yang legendaris hingga tren...

by I Made Sudiana
October 19, 2026
Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional
Pendidikan

Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional

SINGARAJA | TATKALA.CO -- Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan teknologi di Kabupaten Buleleng. Langit Biru, siswa Timedoor Academy Singaraja,...

by Rusdy Ulu
October 19, 2026
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni
Esai

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co