30 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Membicarakan Kekuasaan di Indonesia: Timur Apa Barat?

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2023
in Esai
Kekuatan Politik Baru Itu Bernama Majelis Desa Adat

Gambar ilustrasi: tatkala.co

SESUNGGUHNYA ini cerita lama. Tapi saya pikir ini masih relevan untuk direnungkan bersama-sama. Kebingungan ini terjadi saat saya mengikuti kelas Kekuatan-Kekuatan Politik Indonesia yang disampaikan oleh Assoc. Prof. Firdaus Syam. Pertemuan itu dimulai dengan penjelasan tentang kekuasaan.

Meminjam definisi dari Miriam Budiardjo, kekuasaan adalah individu atau kelompok (grup-organisasi) berupa aktor yang memainkan peranan dalam kehidupan politik secara kelembagaan dengan tujuan untuk mempengaruhi proses keputusan dalam sistem politik.

Diskusi kemudian beranjak pada konsep kekuasaan yang eksis hari ini, yakni kekuasaan di barat dan kekuasaan di timur. Saya akan ulangi penjelasan dari dosen saya untuk kalian. Hehe.

Terdapat beberapa ciri dalam konsep kekuasaan di barat, seperti: a) abstrak: kekuasaan itu hadir berdasarkan fenomena dari kekuatan interaksi sosial dan dari berbagai kepentingan politik tertentu yang saling membangun pengaruh, merebut, dan mempertahankannya.

b) heterogen: kekuasan bisa hadir dalam berbagai konteks, seperti kekayaan, status sosial, jabatan formal, senjata, teknologi, media, dan lainnya; c) jumlah tidak tetap: kekuasaan akan bertambah seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi.

d) rasional: kekuasaan didasari oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta dapat dibuktikan secara ilmiah; dan e) memerlukan legitimasi: kekuasaan harus eksis didasarkan atas konstitusi atau regulasi yang berlaku.

Sedangkan berbicara konsep kekuasaan di timur, maka terdapat beberapa ciri, yaitu: a) konkret: kekuasaan hadir dalam wujud yang tampak; b) homogen: kekuasaan berasal dari sumber yang sama; c) jumlah tetap: kekuasaan tidak bertambah, baik itu bertambah luas atau kecil.

Artinya, jika ada pemusatan kekuasaan yang besar di satu tempat, maka mengharuskan pengurangan kekuasaan di tempat lainnya; d) irasional: kekuasaan tidak hanya berdasarkan pada ilmu pengetahuan dan teknologi, juga berdasarkan atas hal-hal klenik atau mistis; e) tidak mempersoalkan legitimasi: bahwa pemilik kekuasaan tidak memiliki implikasi moral yang inheren.

Lalu Indonesia masuk ke dalam konsep yang mana?

Kalau coba ditimbang-timbang, saya bisa mengatakan bahwa Indonesia masuk ke dalam konsep kekuasaan di timur. Tapi, apa benar dalam konteks kekuasaan, Indonesia memiliki ciri-ciri yang serupa dengan apa yang sudah dijelaskan sebelumnya? Mari kita diskusikan bersama.

Konkret

Sudah dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan konkret adalah kekuasaan hadir dalam wujud yang tampak. Konsep ini sendiri adalah perpaduan antara animisme di desa dan pantheisme metafisik tinggi yang terdapat di pusat kota.

Kalau ditarik dalam konteks Indonesia, maka kekuasaan bisa dimunculkan atau hadir lewat barang-barang pusaka atau simbol lainnya yang diturunkan dari generasi ke generasi. Misalnya, dalam konstelasi politik Indonesia, Nahdlatul Ulama menjadi satu entitas penting dalam dinamika kekuasaan nasional.

Homogen

Kekuasaan yang berasal dari sumber yang sama atau kalaupun tidak sama persis, setidaknya identik adalah salah satu ciri dari konsep kekuasaan di timur. Hal yang bisa dijadikan contoh dari ciri ini dalam konteks Indonesia, yakni kursi kekuasaan di daerah identik dikuasai oleh sosok dengan latar belakang darah biru, atau memang juragan di daerahnya.

Namun seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, informasi, dan teknologi, dalam konteks Indonesia hari ini, kekuasaan tidak hanya berasal dari satu sumber saja. Kini, kekuasaan bisa berasal dari berbagai sumber, seperti kepemilikan media, pemimpin organisasi/relawan, hingga kekayaan. Dan hal tersebut sudah jamak kita temui hari ini.

Jumlah Tetap

Kekuasaan yang tidak bertambah luas atau sempit adalah prinsip dari jumlah tetap. Artinya secara jumlah keseluruhan, kekuasaan itu sama, tetapi secara komposisi di dalamnya bisa berubah kapan saja dengan jumlah yang setiap saat bisa berubah. Salah satu yang sifatnya tetap adalah teritorial, dalam konteks Indonesia, kekuasaannya akan selalu tetap sama (kecuali ada wilayah yang lepas lagi. Hehe).

Pertanyaannya, apakah Indonesia bisa memperluas kekuasaannya? Tentu bisa. Perluasan kekuasaan yang dimaksud bukanlah perluasan teritorial, melainkan perluasan kekuasaan melalui teknologi. Sebagai contoh adalah, bagaimana Cina bisa memperluas kekuasaannya karena memiliki teknologi dan kapital.

Irasional

Bicara soal irasional, maka Indonesia dalam konteks kekuasaan masih sangat mempercayai hal-hal klenik atau mistis. Selain mengandalkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kini menjadi instrumen penting dalam perebutan kekuasaan, hal-hal yang bersifat mistis dan klenik pun jadi hal yang tidak boleh ditinggalkan di tengah masyarakat Indonesia.

Berangkat dari hal tersebut, maka tidak heran kalau kita sering kali melihat calon-calon pemimpin mendatangi “orang pintar” atau dalam konteks pemeluk agama Hindu, calon-calon pemimpin keliling untuk sembahyang bahkan sampai di Pura yang berada di pelosok.

Tidak Mempersoalkan Legitimasi

Meski kekuasaan diberikan melalui regulasi yang terlegitimasi, tetapi bagi si pemilik kekuasaan justru mereka tidak merasa memiliki implikasi moral yang inheren. Padahal bagi negara timur, moral adalah hal yang inheren dari kekuasaan. Namun, di Indonesia tidak demikian. Sangat banyak pelanggaran hukum yang dilakukan oleh pemegang kekuasaan itu sendiri.

Nyatanya, kekuasaan di Indonesia telah berkembang sedemikian rupa. Tidak semua ciri kekuasaan di timur yang benar-benar sesuai dengan Indonesia—karena mengutip apa yang pernah disampaikan oleh Bu Sri Mulyani dalam sebuah diskusi dengan kelompok mahasiswa, “Indonesia menerapkan sistem yang memberi keuntungan bagi negara”.

Mungkin prinsip yang sama juga dianut oleh kekuasaan—bahwa apapun yang memberi keuntungan bagi kekuasaan, maka si pemilik kekuasaan akan menerapkannya. Artinya berada “di tengah” adalah jalan ninja Indonesia. Hehehe. Benarkah demikian?[T]

Baca esai-esai politik TEDDY CHRISPRIMANATA PUTRA lainnya DI SINI

Tags: IndonesiaPemilu 2024PilpresPolitik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Tarung Bebas” Lomba Baca Puisi dalam Festival Umbu Landu Paranggi 2023

Next Post

Tingkatkan Kualitas “Lengis Tandusan” dengan Penyaringan Bertingkat

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails

Tetap Sehat dan Tetap Berguna Saat Menua

by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 25, 2026
0
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

SEMUA orang ingin hidup panjang. Salah satu sosok yang sering menjadi inspirasi ketika membicarakan umur panjang adalah Dr. Shigeaki Hinohara,...

Read moreDetails

Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

by Tri Nugroho Adi
September 25, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah masih ada manusia yang sungguh-sungguh menjadi dirinya sendiri? PERTANYAAN ini terdengar sederhana, tetapi...

Read moreDetails

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
0
Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

Read moreDetails
Next Post
Tingkatkan Kualitas “Lengis Tandusan” dengan Penyaringan Bertingkat

Tingkatkan Kualitas "Lengis Tandusan" dengan Penyaringan Bertingkat

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas
Khas

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi
Ulas Buku

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?
Esai

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra
Esai

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

by Emi Suy
September 29, 2026
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival
Tualang

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938
Kuliner

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe
Tualang

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co