22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pilih Mana, Muda Komoditas atau Muda Penentu?

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
August 3, 2023
in Esai
Kekuatan Politik Baru Itu Bernama Majelis Desa Adat

Gambar ilustrasi: tatkala.co

PADA 2 JULI 2023, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024 sebanyak 204.807.222 pemilih. Jika dibandingkan dengan DPT di tahun 2019, maka jumlah DPT pada Pemilu 2024 meningkat dengan angka yang cukup signifikan. Pada Pemilu 2019, KPU RI menetapkan jumlah DPT sebanyak 192.83 juta jiwa. Artinya terdapat peningkatan sebanyak 11 juta jiwa.

Kembali pada konteks Pemilu 2024, 52 persen dari jumlah DPT yang ditetapkan oleh KPU RI adalah pemilih muda. Artinya pemilih yang berusia 17–40 tahun mencapai 106.358.447 jiwa. Wah, wah, wah, anak muda jadi tulang punggung Pesta Demokrasi 2024 nih.

Kalau melihat sejarahnya, maka anak-anak muda di Indonesia memiliki sejarah yang begitu cemerlang dalam menentukan arah pembangunan bangsa. Mulai dari terbentuknya Budi Utomo di tahun 1908; Sumpah Pemuda di tahun 1928—saat anak-anak muda yang berasal dari seluruh wilayah Indonesia, berkumpul dalam satu tempat dan bersama-sama mengikrarkan tiga janji yang masih diwariskan hingga kini.

Lalu kemerdekaan Indonesia di tahun 1945 yang juga tidak lepas dari peran pemuda, seperti Soekarni, Wikana, Aidit, dan Chaerul Saleh yang menculik Soekarno dan Hatta yang diingat sebagai peristiwa Rengasdengklok. Dan terakhir adalah peristiwa Reformasi pada tahun 1998. Wow, ternyata besar juga peran pemuda dalam menentukan arah pembangunan bangsa.

Pemuda Wajib Jadi Penentu, Tidak Hanya Sekadar Komoditi

Dalam alam demokrasi, khususnya dengan penerapan sistem barrier entry, yakni parliamentary threshold sebesar 4 persen, tentu mengharuskan partai politik yang berkontestasi untuk mendapatkan suara sebanyak-banyaknya.

Segala macam cara pun dilakukan, asal bisa duduk nyaman di kursi Senayan. Prasyarat tersebut mau tidak mau mengharuskan para peserta pemilu untuk menyiapkan strategi jitu agar mendapatkan suara. Dan kantong pemilih muda menjadi komoditas yang potensial untuk “dimainkan” pada pemilu 2024.

Sekarang pertanyaannya adalah, apakah anak muda mau hanya jadi komoditas politik di pemilu 2024? Harusnya nggak sih ya. Tentu 52 persen dari total pemilih bukan jumlah yang sedikit bagi peserta pemilu. Coba bayangkan, jika mereka bisa menggaet 5 persen saja pemilih muda, maka mereka sudah bisa dipastikan melenggang ke Senayan. Jadi anak muda memegang peran penting di pemilu kali ini. Sayang banget kalau anak muda hanya jadi penonton tanpa partisipasi yang lebih jauh lagi.

Pertanyaan selanjutnya, kira-kira apa yang bisa dilakukan oleh anak muda? Tentu banyak jalan yang bisa ditempuh oleh anak muda untuk berpartisipasi dalam pesta demokrasi lima tahunan ini.

Tapi satu yang pasti, diam bukanlah pilihan yang tepat. Apa lagi masa bodoh dengan situasi, karena pada akhirnya situasi akan tetap memberi pengaruh pada diri kita, utamanya situasi politik.

Saya mencoba memberi beberapa pilihan kanal bagi anak-anak muda seperti kita untuk ikut berpartisipasi dalam pemilu 2024 ini:

1. Penyelenggara Pemilu

Menjadi bagian dari penyelenggara pemilu adalah salah satu pilihan yang tepat apabila anak-anak muda ingin mengenal lebih jauh tentang kepemiluan.

Tidak hanya mengetahui lebih jauh soal rumitnya teknis kepemiluan yang diterapkan di Indonesia, anak-anak muda yang terlibat sebagai penyelenggara juga akan melibatkan diri dalam aktivitas-aktivitas menyosialisasikan penyelenggaraan pemilu kepada masyarakat luas.

Jadi, dalam prosesnya, anak-anak muda yang terlibat sebagai penyelenggara akan berinteraksi dengan masyarakat, sekaligu dapat memperkaya wawasannya tentang demokrasi.

2. Pemantau Pemilu

Setelah keran demokrasi dibuka di tahun 1998, telah begitu banyak kelompok-kelompok kepentingan (baca: organisasi kemasyarakatan) terbentuk dengan tujuan yang berbeda-beda, namun tetap dalam landasan yang sama, yakni Pancasila dan UUD NRI 1945.

Jika kalian adalah bagian dari salah satu kelompok kepentingan, maka menjadi Pemantau Pemilu menjadi salah satu pilihan yang tepat.

Pemantau Pemilu memiliki tugas untuk ikut memantau jalannya penyelenggaraan pemilu. Tidak hanya memantau tahapan, tetapi juga ikut serta dalam memantau kinerja dari penyelenggara, pemerintah, sampai masyarakat sebagai pemilih.

3. Peserta Pemilu

Dalam konstitusi sudah diatur dengan jelas bahwa satu-satunya organisasi yang dapat “berkompetisi” untuk merebut kekuasaan adalah partai politik. Dan apabila di usia muda kalian sudah tertarik dengan dunia politik, maka menjadi bagian dari partai politik adalah salah satu langkah yang baik.

Belajar politik sejak dini, apalagi dengan masuk ke partai politik adalah jalan yang tepat untuk mematangkan analisa dan juga intuisi seorang politisi. Atau bisa saja aktif sebagai simpatisan, relawan, atau kelompok serupa yang aktif di kegiatan-kegiatan partai politik.

4. Pengamat

Terakhir adalah sebagai pengamat. Saya rasa, dari empat pilihan yang coba saya tawarkan, menjadi pengamat adalah pilihan yang paling banyak diambil oleh anak muda. Meski tidak terlibat langsung, tetapi anak muda yang masuk ke kategori pengamat sudah pasti selalu mengikuti informasi tentang pemilu di setiap harinya.

Sebagai pemilih, kelompok ini juga akan sangat mempertimbangkan rekam jejak si calon. Dan yang pastinya, anak-anak muda ini akan menjadi orang yang meluruskan informasi bohong yang beredar di grup WA keluarga. Hehehe.

Sebagai pemegang kedaulatan tertinggi, berdiam diri tentu bukanlah pilihan yang tepat. Selagi masih muda, bergerak dan berperan sebagai penentu menjadi hal yang paling logis dilakukan.

Hanya menjadi komoditas dalam politik tentu mendegradasi peran pemuda itu sendiri, sekaligus mengkhianati catatan emas pemuda untuk bangsa Indonesia. Jadi, sudahkah kalian berpartisipasi dalam sukseskan pemilu 2024?[T]

  • BACA opini dan esai-esai politik lainnya dari penulis TEDDY CHRISPRIMANATA PUTRA
Partisipasi Politik Dalam Negara Demokrasi
Kekuatan Politik Baru Itu Bernama Majelis Desa Adat
Jurus Jitu Gaet Suara Desa Jelang Pemilu 2024
Mengenal Politisi Berbaju Relawan di Indonesia
Artis Nyaleg: Bentuk Nyata Pragmatisme Partai Politik
Tags: BawasluKPUPemilu 2024PilpresPolitik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Jurnal Kajian Bali” Unud Lulus Reakreditasi Sinta-2 Sampai Tahun 2027

Next Post

Sebab Kekalahan Timnas Indonesia U-17 Vs Barcelona Juvenil A

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Sebab Kekalahan Timnas Indonesia U-17 Vs Barcelona Juvenil A

Sebab Kekalahan Timnas Indonesia U-17 Vs Barcelona Juvenil A

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co