24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sebab Kekalahan Timnas Indonesia U-17 Vs Barcelona Juvenil A

Teguh Alfaidzin by Teguh Alfaidzin
August 3, 2023
in Esai
Sebab Kekalahan Timnas Indonesia U-17 Vs Barcelona Juvenil A

Pesepak bola Timnas Indonesia U-17 Zilkifli Lukmansyah berebut bola dengan pemain Barcelona Juvenil A Cristobal Munoz Lopez | Foto: diolah dari Google

SETELAH mendengar dan mendapatkan tiket pertandingan uji coba antara Timnas Indonesia U-17 melawan Barcelona Juvenil A, saya bergegas datang dengan antusias. Dua jam sebelum pertandingan dimulai, sekitar pukul 18.00 WITA, saya sudah berada di tribun utara Stadion I Gusti Ngurah Rai, Bali. Lengkap mengenakan jersey Indonesia berwarna hitam.

Di menit-menit awal pertandingan, saya sudah geleng-geleng kepala. Pola permainan Barcelona Juvenil A tak jauh berbeda dengan Barcelona (betulan) besutan Xavi Hernandes. Entah karena permainan mereka yang bagus atau permainan Timnas Indonesia U-17 yang kurang maksimal.

Barcelona Juvenil A merupakan tim muda yang dimiliki klub Barcelona yang berbasis di Catalunia, Spanyol. Dari segi usia, Barcelona Juvenil A ini diisi oleh para pemain yang berusia di bawah 19 tahun, sehingga sering pula dijuluki sebagai Barcelona U-19. Barcelona Juvenil A adalah bagian tak terpisahkan dari klub Barcelona yang sudah berkelas dunia.

Dari segi taktikal permainan, Barcelona Juvenil A sungguh menawan. Sebagai pemain yang masih dihuni usia muda, mereka malah jarang mengandalkan kekuatan individu, adu lari, misalnya.

Bukan hanya pola permainannya saja yang membuat saya tertarik, tapi 3 pemain berposisi gelandang tengah dengan nomor punggung 6 Daniel Avila Marmol; nomor punggung 10 Cristobal Monoz Lopez; dan nomor punggung 8 Brian Farinas Perez. Mereka bertiga layaknya pemain kondang lini tengah Barcelona macam Frenkie de Jong, Sergio Busquets, Gavi/Pedri.

Cara bermain mereka sangat dewasa. Aliran bola tak melulu langsung menuju pemain depan—saya menyebut mereka sedang memainkan tiki-taka. Daniel, Cristobal dan Brian selalu berusaha mengutamakan umpan-umpan pendek, mereka juga pandai mengatur jarak antara pemain satu dengan pemain lainnyan sehingga selalu berdekatan.

Misalnya saat terjadinya gol pertama di menit ke-25, gelandang tengah Barcelona Juvenili A membentuk sebuah formasi segitiga di dekat pemain yang memegang bola.

Barangkali tujuan dibentuknya segitiga itu agar sang pemegang bola memiliki dua opsi untuk memberikan bola ketika akan mengoper atau umpan terobosan.

Selain gelandang tengah, posisi sayap kiri pemain bernomor punggung 7 Nil Caldero Soteres juga bermain sangat efektif.

Padahal, pemain yang menggunakan ban kapten tersebut memiliki kecepatan dan dribbling yang mumpuni. Tapi efektivitas yang menghantarkan permainan tim jauh unggul.

Pergerakan pemain depan nomor punggung 9 Hugo Alba Silveira juga menarik. Terlepas peluang yang gagal ia konversi menjadi gol pada menit ke-2, ia sering lari-lari tanpa bola sehingga menarik lini pertahanan Indonesia.  

Berbeda halnya dengan Timnas Indonesia U-17. Permainan garuda muda serba kebingungan saat mendapatkan bola. Tidak banyak yang bisa dikomentari sebab dalam pertandingan tersebut para pemain benar-benar mati kutu baik secara tim maupun individu.

Malah ada hal yang terbalik saya lihat dari segi permainan. Pemain Indonesia U-17 malah sering menggunakan umpan panjang padahal secara postur kalah jauh. Oh, saya lupa, bukankah ini pola lama Timnas Indonesia?

Adopsi Tiki-Taka ala Blaugrana

Siapa yang tidak mengenal klub sepak bola bernama Barcelona, sebuah klub yang mempunya orientasi bermain tidak hanya soal kemenangan lebih dari itu.

Tiki-Taka adalah ciri khas permainan Blaugrana, seorang mantan pelatih Barcelona bernama Pep Guardiola yang memperkenalkan filosofi permainan tersebut. Akan tetapi, tiki-taka ala Guardiola sebenarnya hanya menyempurnakan gaya permainan total football ala Frank Rijkaard yang juga dulunya adalah pelatih Barcelona.

Taktik bermain total football pun disebutkan berawal dari ide permainan Johan Cruyff saat menangani Blaugrana. Termasuk Johan Cruyff adalah seorang yang mencetuskan pola build up yang hari ini sedang ramai dipakai oleh strategi pelatih.

Sederhananya, tiki taka adalah pola permainan dari kaki ke kaki, mengandalkan umpan dan pasing pendek. Memegang bola selama mungkin walau terkesan membosankan.

Sebenarnya, menurut hemat saya, pola permainan tiki-taka ini sangat cocok jika digunakan oleh pemain yang mempunyai postur tubuh di bawah rata-rata seperti pemain-pemain yang berasal dari Benua Asia termasuk Indonesia—dengan alasan sederhana: supaya tidak mengandalkan umpan panjang atau bola panjang.

Umpan panjang sendiri adalah umpan yang ditujukan secara spesifik untuk satu pemain, sementara bola panjang adalah umpan yang ditujukan kepada zona tertentu dengan sang pemain yang akan mengejar umpan tersebut.

Tapi saya kira garuda muda mendapatkan sebuah pembelajaran yang sangat berharga. Minimal soal pola permainan dan mentalitas karena Barcelona Juvenil A banyak melahirkan pemain-pemain kelas dunia.[T]

Timnas Indonesia U-17 Digulung Barcelona Juvenil A 0-3, Bima Sakti: Pelajaran Berharga
Optimisme Era Baru Manchester United di Bawah Tangan Dingin Erik ten Hag
Sepak Bola dan Mitos Pahlawan – Catatan Bara Puputan di Gelora Bandung Lautan Api
Piala Dunia Afrika Selatan 2010: Saat Musik dan Sepakbola Bersatu
Tags: IndonesiaPiala Duniasepakbolaulasan sepakbola
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pilih Mana, Muda Komoditas atau Muda Penentu?

Next Post

Anak-Anak Reformasi: Manusia Baru Indonesia

Teguh Alfaidzin

Teguh Alfaidzin

PMII Denpasar

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Anak-Anak Reformasi: Manusia Baru Indonesia

Anak-Anak Reformasi: Manusia Baru Indonesia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co