3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Optimisme Era Baru Manchester United di Bawah Tangan Dingin Erik ten Hag

Teguh Alfaidzin by Teguh Alfaidzin
August 2, 2023
in Esai
Optimisme Era Baru Manchester United di Bawah Tangan Dingin Erik ten Hag

Erik ten Hag | Ilustrasi Tatkala.co

SETELAH kepergian sang juru taktik berkebangsaan Skotlandia Sir Alex Ferguson (SAF), Manchester United (MU) tak pernah menemukan sosok pengganti yang sepadan. Bagai anak ayam kehilangan induk – kebingungan, mereka mandek dan menjadi klub biasa-biasa saja.

Tahun 2013 silam SAF mengakhiri kariernya setelah 26 tahun (1986-2013) menjadi pelatih tim berjuluk “Setan Merah”. Di bawah asuhanya, MU menjelma menjadi tim raksasa yang mampu menyabet gelar di semua kompetisi.

13 Gelar Liga Inggris, 2 Liga Champions, 1 Piala Dunia Antar Klub, 5 Piala FA, 4 Piala Liga, 1 Piala Super Eropa, 1 Piala Interkontinental, 1 Piala Winners Eropa, 10 Community Shields. Sebuah rekor yang menempatkan SAF menjadi pelatih paling sukses sepanjang sejarah sepak bola inggris dan dunia, (total 49 tropi, 38 bersama MU)

Itu sebabnya, Fergie, panggilan akrabnya, pada 12 Juni 1999 mendapatkan gelar Commander of the Most Order of the British Empire (CBE) dari Ratu Elizabeth II, sehingga ia berhak dipanggil “Sir”. Gelar CBE diberikan Kerajaan Inggris kepada individu untuk menghargai kontribusi yang telah dilakukan di bidang pekerjaan mereka.

Gelar itu ia dapatkan berkat musim gemilang 1998/1999 di mana MU menjadi tim Inggris pertama yang meraih treble winners. Treble winners adalah istilah sepak bola ketika sebuah tim berhasil menjuarai tiga turnamen sekaligus dalam satu musim. Tiga gelar itu termasuk di level kontinental maupun domestik. Yaitu menjuarai Piala FA, Liga Inggris dan Liga Champions dalam satu musim.

Tapi malapetaka itu datang setelah SAF pensiun, MU tak pernah menemukan peforma terbaik. Harapan itu sempat muncul walau sesaat, tepatnya pada musim 2016/2017 saat Jose Mourinho membawa MU menjuarai Liga Eropa, setelah itu tak ada lagi prestasi yang membanggakan. Terhitung dalam 10 musim terakhir, tim bermarkas di Old Trafford itu bongkar pasang pelatih sebanyak 8 kali.

Mulai dari David Moyes (2013-2014), Ryan Giggs (Carataker 2014), Louis van Gaal (2014-2016), Jose Mourinho (2016-2018), Ole Gunnar Solskjaer (2018-2021), Michael Carrick (Carataker 2021), Ralf Rangnick (2021-2022) dan teranyar Erik ten Hag (2022-sekarang).

Arogansi Erik ten Hag

Harapan kebangkitan MU kembali menyala setelah Erik ten Hag berlabuh. Pelatih berkepala pelontos itu dimusim pertama 2022/2023 berhasil membawa “The Reds Devil” finish di peringkat 3 liga, runner up FA cup, dan tak hanya itu, ten Hag juga membawa MU menjuarai Carabao cup—walau banyak juga yang mencibir bahwa piala tersebut adalah piala ciki, piala tingkat rt, piala kaleng dan seterusnya.

Padahal tak banyak pelatih yang punya statistik gemilang di musim pertamanya di Liga inggris sekalipun Pep Guardiola, Mikel Arteta atau Jurgen Klopp.

Seolah mengonfirmasi, saat jumpa pers Final FA cup 2022/2023 lalu Pep mengatakan bahwa, “saya rasa tidak mudah bagi pelatih manapun untuk musim pertama melatih di Liga Inggris. Saya mengalami itu sendiri, jadi apa yang dilakukanya menunjukan bahwa ia adalah seorang manajer yang bagus”

Memang begitu adanya, Liga Inggris bukan liga yang ramah untuk pelatih pendatang baru.

Tapi sekali lagi bukan perihal statistik kemenangan, formasi, atau torehan rekor lain dimusim pertama ten Hag yang membuat ia spesial, sama sekali bukan, melainkan ten Hag adalah sang penguasa ruang ganti.

Sepenting itukah pelatih menguasai ruang ganti di era sepak bola modern? Saya kira Graham Potter adalah bukti konkret korban dari tak sehatnya situasi ruang ganti Chelsea yang menyebabkan ia dipecat padahal belum genap semusim menukangi Chelsea.

Jelas, kejutan pertama datang dari ten Hag adalah menyingkirkan sang mega bintang Ronaldo.  Pemecatan itu terjadi karena Ronaldo tak cocok dengan filosofi bermain atau formasi ten Hag, apalagi waktu itu, pemilik 5 Ballon d’Or tersebut memang sedang underpeformance sehingga ia tak banyak mendapatkan menit bermain.

Bahkan, sebelum pemecatan, ia sempat mendapatkan hukuman lantaran menolak bermain menjadi pemain pengganti saat match tersisa beberapa menit.

Puncaknya adalah saat Ronaldo diwawancarai oleh Piers Morgan pada 2022 lalu yang dianggap pernyataanya kontroversial dan menyeret banyak pihak, salah satunya adalah ten Hag

Kejutan selanjutnya adalah menghukum Marcus Rashford karena terlambat menghadiri rapat formasi sehingga ia harus rela menjadi pemain cadangan saat pertandingan ke-16 melawan Wolves. Padahal Rashford pada waktu itu sedang gacor dan menjadi tumpuhan lini depan MU.

Tak berhenti sampai di situ, ten Hag tak segan untuk mencadangkan sang kapten sekaligus bek termahal dunia seharga 80 Juta Pounds, Harry Maguire. Ten Hag lebih memilih duet centre back Varane dan Martinez. Kebranian yang membuat saya geleng-geleng kepala. Bahkan, di musim teranyar 2023/2024 ban kapten resmi disandang Bruno Fernandes.

Nampaknya banyak taktik jitu ten Hag yang belum bisa dimaksimalkan. Barangkali alasan tersebut yang membuat akhirnya satu-satunya pemain peninggalan era SAF David de Gea tak diperpanjang kontraknya.

Padahal dimusim lalu de Gea menjadi penjaga gawang dengan jumlah clean sheet terbanyak Liga Inggris. Gagal adaptasi dengan perkembangan sepak bola modern (build up) dan sering blunder dimomen penting (Final FA cup, misalnya) adalah alasan ia terdepak dari skuat MU.

Belum lagi aturan soal makanan, berat badan dan hal-hal lain diluar lapangan yang dianggap ten Hag terlalu berlebihan.

Ten Hag benar-benar arogan. Ia tak segan untuk menyingkirkan siapa saja sekalipun nama besar yang melanggar atau tak sesuai intruksi. Tapi jika hanya arogansi yang bisa membuat MU bangkit dan kembali pada era SAF, saya kira ten Hag perlu lebih arogan. Mengintruksikan para fans untuk mendemo Glazer family, misalnya.[T]

Sepak Bola dan Mitos Pahlawan – Catatan Bara Puputan di Gelora Bandung Lautan Api
Piala Dunia Afrika Selatan 2010: Saat Musik dan Sepakbola Bersatu
Bali United Bangkitkan Gairah Sepak Bola Masyarakat Bali
Saya Penonton Sepak Bola atau Suporter Pilkada?
Realita Agama dalam Sepakbola: Tangan Tuhan atau Tangan Setan, Dari Maradona hingga Gonzales
Bola dan Kegagalan yang Menghantui
Tags: La LigaLIga ChampionLiga Inggrissepakbolaulasan sepakbola
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Upacara Ngusaba Dimel Desa Adat Batur: Bentuk Keyakinan Anugerah Kesuburan  

Next Post

Rendezvous: Puisi-puisi yang Melawan Keberserakan Kata-kata

Teguh Alfaidzin

Teguh Alfaidzin

PMII Denpasar

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Rendezvous: Puisi-puisi yang Melawan Keberserakan Kata-kata

Rendezvous: Puisi-puisi yang Melawan Keberserakan Kata-kata

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co