24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Optimisme Era Baru Manchester United di Bawah Tangan Dingin Erik ten Hag

Teguh Alfaidzin by Teguh Alfaidzin
August 2, 2023
in Esai
Optimisme Era Baru Manchester United di Bawah Tangan Dingin Erik ten Hag

Erik ten Hag | Ilustrasi Tatkala.co

SETELAH kepergian sang juru taktik berkebangsaan Skotlandia Sir Alex Ferguson (SAF), Manchester United (MU) tak pernah menemukan sosok pengganti yang sepadan. Bagai anak ayam kehilangan induk – kebingungan, mereka mandek dan menjadi klub biasa-biasa saja.

Tahun 2013 silam SAF mengakhiri kariernya setelah 26 tahun (1986-2013) menjadi pelatih tim berjuluk “Setan Merah”. Di bawah asuhanya, MU menjelma menjadi tim raksasa yang mampu menyabet gelar di semua kompetisi.

13 Gelar Liga Inggris, 2 Liga Champions, 1 Piala Dunia Antar Klub, 5 Piala FA, 4 Piala Liga, 1 Piala Super Eropa, 1 Piala Interkontinental, 1 Piala Winners Eropa, 10 Community Shields. Sebuah rekor yang menempatkan SAF menjadi pelatih paling sukses sepanjang sejarah sepak bola inggris dan dunia, (total 49 tropi, 38 bersama MU)

Itu sebabnya, Fergie, panggilan akrabnya, pada 12 Juni 1999 mendapatkan gelar Commander of the Most Order of the British Empire (CBE) dari Ratu Elizabeth II, sehingga ia berhak dipanggil “Sir”. Gelar CBE diberikan Kerajaan Inggris kepada individu untuk menghargai kontribusi yang telah dilakukan di bidang pekerjaan mereka.

Gelar itu ia dapatkan berkat musim gemilang 1998/1999 di mana MU menjadi tim Inggris pertama yang meraih treble winners. Treble winners adalah istilah sepak bola ketika sebuah tim berhasil menjuarai tiga turnamen sekaligus dalam satu musim. Tiga gelar itu termasuk di level kontinental maupun domestik. Yaitu menjuarai Piala FA, Liga Inggris dan Liga Champions dalam satu musim.

Tapi malapetaka itu datang setelah SAF pensiun, MU tak pernah menemukan peforma terbaik. Harapan itu sempat muncul walau sesaat, tepatnya pada musim 2016/2017 saat Jose Mourinho membawa MU menjuarai Liga Eropa, setelah itu tak ada lagi prestasi yang membanggakan. Terhitung dalam 10 musim terakhir, tim bermarkas di Old Trafford itu bongkar pasang pelatih sebanyak 8 kali.

Mulai dari David Moyes (2013-2014), Ryan Giggs (Carataker 2014), Louis van Gaal (2014-2016), Jose Mourinho (2016-2018), Ole Gunnar Solskjaer (2018-2021), Michael Carrick (Carataker 2021), Ralf Rangnick (2021-2022) dan teranyar Erik ten Hag (2022-sekarang).

Arogansi Erik ten Hag

Harapan kebangkitan MU kembali menyala setelah Erik ten Hag berlabuh. Pelatih berkepala pelontos itu dimusim pertama 2022/2023 berhasil membawa “The Reds Devil” finish di peringkat 3 liga, runner up FA cup, dan tak hanya itu, ten Hag juga membawa MU menjuarai Carabao cup—walau banyak juga yang mencibir bahwa piala tersebut adalah piala ciki, piala tingkat rt, piala kaleng dan seterusnya.

Padahal tak banyak pelatih yang punya statistik gemilang di musim pertamanya di Liga inggris sekalipun Pep Guardiola, Mikel Arteta atau Jurgen Klopp.

Seolah mengonfirmasi, saat jumpa pers Final FA cup 2022/2023 lalu Pep mengatakan bahwa, “saya rasa tidak mudah bagi pelatih manapun untuk musim pertama melatih di Liga Inggris. Saya mengalami itu sendiri, jadi apa yang dilakukanya menunjukan bahwa ia adalah seorang manajer yang bagus”

Memang begitu adanya, Liga Inggris bukan liga yang ramah untuk pelatih pendatang baru.

Tapi sekali lagi bukan perihal statistik kemenangan, formasi, atau torehan rekor lain dimusim pertama ten Hag yang membuat ia spesial, sama sekali bukan, melainkan ten Hag adalah sang penguasa ruang ganti.

Sepenting itukah pelatih menguasai ruang ganti di era sepak bola modern? Saya kira Graham Potter adalah bukti konkret korban dari tak sehatnya situasi ruang ganti Chelsea yang menyebabkan ia dipecat padahal belum genap semusim menukangi Chelsea.

Jelas, kejutan pertama datang dari ten Hag adalah menyingkirkan sang mega bintang Ronaldo.  Pemecatan itu terjadi karena Ronaldo tak cocok dengan filosofi bermain atau formasi ten Hag, apalagi waktu itu, pemilik 5 Ballon d’Or tersebut memang sedang underpeformance sehingga ia tak banyak mendapatkan menit bermain.

Bahkan, sebelum pemecatan, ia sempat mendapatkan hukuman lantaran menolak bermain menjadi pemain pengganti saat match tersisa beberapa menit.

Puncaknya adalah saat Ronaldo diwawancarai oleh Piers Morgan pada 2022 lalu yang dianggap pernyataanya kontroversial dan menyeret banyak pihak, salah satunya adalah ten Hag

Kejutan selanjutnya adalah menghukum Marcus Rashford karena terlambat menghadiri rapat formasi sehingga ia harus rela menjadi pemain cadangan saat pertandingan ke-16 melawan Wolves. Padahal Rashford pada waktu itu sedang gacor dan menjadi tumpuhan lini depan MU.

Tak berhenti sampai di situ, ten Hag tak segan untuk mencadangkan sang kapten sekaligus bek termahal dunia seharga 80 Juta Pounds, Harry Maguire. Ten Hag lebih memilih duet centre back Varane dan Martinez. Kebranian yang membuat saya geleng-geleng kepala. Bahkan, di musim teranyar 2023/2024 ban kapten resmi disandang Bruno Fernandes.

Nampaknya banyak taktik jitu ten Hag yang belum bisa dimaksimalkan. Barangkali alasan tersebut yang membuat akhirnya satu-satunya pemain peninggalan era SAF David de Gea tak diperpanjang kontraknya.

Padahal dimusim lalu de Gea menjadi penjaga gawang dengan jumlah clean sheet terbanyak Liga Inggris. Gagal adaptasi dengan perkembangan sepak bola modern (build up) dan sering blunder dimomen penting (Final FA cup, misalnya) adalah alasan ia terdepak dari skuat MU.

Belum lagi aturan soal makanan, berat badan dan hal-hal lain diluar lapangan yang dianggap ten Hag terlalu berlebihan.

Ten Hag benar-benar arogan. Ia tak segan untuk menyingkirkan siapa saja sekalipun nama besar yang melanggar atau tak sesuai intruksi. Tapi jika hanya arogansi yang bisa membuat MU bangkit dan kembali pada era SAF, saya kira ten Hag perlu lebih arogan. Mengintruksikan para fans untuk mendemo Glazer family, misalnya.[T]

Sepak Bola dan Mitos Pahlawan – Catatan Bara Puputan di Gelora Bandung Lautan Api
Piala Dunia Afrika Selatan 2010: Saat Musik dan Sepakbola Bersatu
Bali United Bangkitkan Gairah Sepak Bola Masyarakat Bali
Saya Penonton Sepak Bola atau Suporter Pilkada?
Realita Agama dalam Sepakbola: Tangan Tuhan atau Tangan Setan, Dari Maradona hingga Gonzales
Bola dan Kegagalan yang Menghantui
Tags: La LigaLIga ChampionLiga Inggrissepakbolaulasan sepakbola
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Upacara Ngusaba Dimel Desa Adat Batur: Bentuk Keyakinan Anugerah Kesuburan  

Next Post

Rendezvous: Puisi-puisi yang Melawan Keberserakan Kata-kata

Teguh Alfaidzin

Teguh Alfaidzin

PMII Denpasar

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Rendezvous: Puisi-puisi yang Melawan Keberserakan Kata-kata

Rendezvous: Puisi-puisi yang Melawan Keberserakan Kata-kata

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co