24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kurikulum Merdeka Berkiblat ke Taman Siswa

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
January 2, 2024
in Esai
Kurikulum Merdeka Berkiblat ke Taman Siswa

Ilustrasi diolah tatkala.co dari Canva

KURIKULUM MERDEKA yang diberlakukan mulai Tahun Pelajaran 2022/2023, sebelumnya disebut Kurikulum Paradigma Baru atau Kurikulum Prototife berlaku mulai Tahun Pelajaran 2021/2022.

Hal ini mengingatkan kita pada sejarah Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK, 2004) yang berubah menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP, 2006). Sejak itu, setiap kali pergantian Kurikulum selalu diberlakukan secara berjenjang dimulai dari Kelas 10 bagi SMA/SMK.

Konsekuensinya, sejak Kurikulum baru diberlakukan sekolah memiliki dua dokumen Kurikulum yang berbeda dan berlangsung selama 3 tahun bagi SMA/SMK. Hal demikian juga berlaku bagi Kurikulum 2013.

Berubah-ubahnya Kurikulum seiring dengan pergantian menteri pendidikan yang nomenklaturnya pun berubah-ubah dalam satu dasa warsa terakhir, seperti Kemendiknas, Kemendikbud, Kemendikbud Ristek. Fakta ini menguatkan adagium ganti menteri ganti Kurikulum seiring dengan arah kebijakan politik.

Jika ditelisik lebih dalam setiap pergantian Kurikulum di Indonesia, pemikiran Ki Hadjar Dewantara selalu menjadi rujukan lebih-lebih Kurikulum Merdeka secara eksplisit berkiblat ke Perguruan Taman Siswa.

Hal ini menjadi menarik paling tidak untuk 3 hal. Pertama, tumbuhnya kesadaran sejarah pemikiran pendidikan setelah seabad berdirinya Perguruan Tamansiswa di Yogyakarta, 3 Juli 1922. Perguruan inilah yang benar-benar mengartikulasikan kebangkitan nasional melalui lembaga pendidikan untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Kemerdekaan yang diperjuangkan adalah kemerdekaan lahir batin anak bangsa. Inspirasi itu hendak dihidupkan kembali dalam Kurikulum Merdeka yang pilotingnya diprioritaskan di Program Sekolah Penggerak (PSP).

Dalam konteks ini, kebebasan yang dijanjikan adalah kebebasan bertanggungjawab di tengah keberagaman anak negeri dalam kerangka NKRI, dengan penguatan Profil Pelajar Pancasila.

Kedua, penyebutan lembaga pendidikan sebagai Perguruan Tamansiswa mencitrakan gagasan mendekatkan anak pada alam. Guru tak ubahnya penjaga taman yang memberikan kemerdekaan pada anak untuk bermain menikmati indahnya taman ilmu pengetahuan dengan rekreatif-edukatif.

Guru menghamba kepada sang anak, sesuai dengan kodratnya menurut kodrat alam dan kodrat zamannya. Di sini, guru mengajak anak agar belajar menyenangkan, menenangkan, membahagiakan sampai kasmaran belajar (meminjam istilah Pranoto).

Menyelam dalam keindahan laut ilmu pengetahuan nanindah permai hingga klangon. “Tong ngelah karang sawah, karang awake tandurin’’ (bercocok tanam di dalam diri, ketika sawah sudah tiada), seperti dipesankan  Ida Pedanda Made Sidemen. 

Ketiga, penyebutan Perguruan Tamansiswa juga mencerminkan anekapuspa budaya Nusantara di tengah pergaulan bangsa-bangsa yang di dalam Profil Pelajar Pancasila disebut sebagai berkebhinekaan global.

Arah ini telah diantisipasi oleh Ki Hadjar Dewantara melalui teori Trikonnya: Konsentris, Kontinuitas, dan Konvergensi—yang diperkuat oleh Bung Karno dalam mantra Trisaktinya, khusunya di bidang pendidikan, berkepribadian dalam kebudayaan.

Dengan alasan itu, kembali ke Tamansiswa diniatkan untuk menyediakan taman belajar di hati siswa untuk menumbuhkan kesadaran belajar. Pada hakikatnya, pendidikan adalah usaha sadar untuk memanusiakan manusia, yang bergerak dari kesadaran terendah sampai kesadaran tertinggi, hingga sampai pada puncak tertinggi pengalaman belajar, mengagungkan kebesaran-Nya. Menjadi manusia Pancasila sejati.

Tepat sekali Sanusi Pane mengapresiasi pemikiran bernas Ki Hadjar Dewantara dengan puisi berjudul “Teratai” yang terdiri atas 4 bait. Dua bait terakhir, puisinya adalah “… Teruslah o Teratai Bahagia//Berseri di kebun Indonesia//Biar sedikit penjaga taman//Biar engkau tidak  dilihat//Biar engkau tidak diminat//Engkau pun turut menjaga zaman”.

Selain memuliakan Ki Hadjar Dewantara sebagai teratai, melalui puisinya itu Sanusi Pane juga mengkritisi bahwa sejak sebelum kemerdekaan dunia pendidikan Indonesia tidak banyak tokoh yang memperjuangkan eksistensinya. “Biar sedikit penjaga taman//Biar engkau tidak  dilihat//Biar engkau tidak diminat”.

Kata “tanam” dan “taman” dalam puisi itu menjadi hidup sehidup-hidupnya sebagaimana Umbu Landu Paranggi pernah memujinya. Sekolah sebagai taman adalah tempat bercocok tanam.

Tanaman yang ditanam diperoleh dari bibit, bebet, bobot yang dipelihara petani yang rajin merawat dengan penuh cinta kasih. Begitulah, guru di Taman Siswa diandaikan petani yang rajin merawat taman dengan hati, pikiran, dan tindakan nyata hingga panennya berbuah ranum untuk Indonesia Raya. 

Sanusi Pane mengajak kita berziarah ke Taman Siswa meneladani kebersahajaan Ki Hadjar Dewantara menyiapkan generasi emas menyambut seabad Kemerdekaan Indonesia, 2045. Meneladani Ki Hadjar Dewantara dengan sendirinya juga menjaga etika moral melalui proses berkesungguhan bukan dengan instan dan jalan menerabas, karena pendididikan adalah proses memanusikan manusia.

Sebagai sebuah proses, siswa dididik dan diajar sampai tuntas secara bertahap dengan standar etika moral sehingga setelah tamat menjadi rujukan bagi orang-orang di sekitarnya.

Generasi emas demikian adalah generasi yang teguh kukuh dengan tekad kuat ibarat teratai yang akarnya di lumpur tetapi bahagia berseri di kebun Indonesia—karena “akarnya tumbuh di hati dunia”.

Cinta yang tumbuh di hatilah yang membakar semangat cinta tanah air untuk memerdekakan bangsa dari belenggu penjajahan. Penjajahan kini, konteksnya berbeda dan mesti diantisipasi  melalui gerakan bersama di sekolah, tidak cukup dengan Gerakan Sekolah Menyenangkan tetapi bermetamorfosis menjadi Gerakan Sekolah Membahagiakan.

Salam dan bahagia menyambut fajar baru 2024 dengan optimis melalui kerja-kerja pendidikan yang mencerdaskan.[T]

Nasib Guru di Persimpangan Jalan
Refleksi Hari Guru Nasional 2023: Karmayoga Seorang Guru
Refleksi Tiga Tahun Kurikulum Merdeka
Kurikulum  Dengan Pendekatan “Desa, Kala, Patra”
Tags: kurikulumkurikulum merdekaPendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tips Berburu Sunrise dan Sunset

Next Post

Bahasa Bali Warna Sasak di Karangasem

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Bahasa Bali Warna Sasak di Karangasem

Bahasa Bali Warna Sasak di Karangasem

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co