2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kurikulum Merdeka Berkiblat ke Taman Siswa

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
January 2, 2024
in Esai
Kurikulum Merdeka Berkiblat ke Taman Siswa

Ilustrasi diolah tatkala.co dari Canva

KURIKULUM MERDEKA yang diberlakukan mulai Tahun Pelajaran 2022/2023, sebelumnya disebut Kurikulum Paradigma Baru atau Kurikulum Prototife berlaku mulai Tahun Pelajaran 2021/2022.

Hal ini mengingatkan kita pada sejarah Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK, 2004) yang berubah menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP, 2006). Sejak itu, setiap kali pergantian Kurikulum selalu diberlakukan secara berjenjang dimulai dari Kelas 10 bagi SMA/SMK.

Konsekuensinya, sejak Kurikulum baru diberlakukan sekolah memiliki dua dokumen Kurikulum yang berbeda dan berlangsung selama 3 tahun bagi SMA/SMK. Hal demikian juga berlaku bagi Kurikulum 2013.

Berubah-ubahnya Kurikulum seiring dengan pergantian menteri pendidikan yang nomenklaturnya pun berubah-ubah dalam satu dasa warsa terakhir, seperti Kemendiknas, Kemendikbud, Kemendikbud Ristek. Fakta ini menguatkan adagium ganti menteri ganti Kurikulum seiring dengan arah kebijakan politik.

Jika ditelisik lebih dalam setiap pergantian Kurikulum di Indonesia, pemikiran Ki Hadjar Dewantara selalu menjadi rujukan lebih-lebih Kurikulum Merdeka secara eksplisit berkiblat ke Perguruan Taman Siswa.

Hal ini menjadi menarik paling tidak untuk 3 hal. Pertama, tumbuhnya kesadaran sejarah pemikiran pendidikan setelah seabad berdirinya Perguruan Tamansiswa di Yogyakarta, 3 Juli 1922. Perguruan inilah yang benar-benar mengartikulasikan kebangkitan nasional melalui lembaga pendidikan untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Kemerdekaan yang diperjuangkan adalah kemerdekaan lahir batin anak bangsa. Inspirasi itu hendak dihidupkan kembali dalam Kurikulum Merdeka yang pilotingnya diprioritaskan di Program Sekolah Penggerak (PSP).

Dalam konteks ini, kebebasan yang dijanjikan adalah kebebasan bertanggungjawab di tengah keberagaman anak negeri dalam kerangka NKRI, dengan penguatan Profil Pelajar Pancasila.

Kedua, penyebutan lembaga pendidikan sebagai Perguruan Tamansiswa mencitrakan gagasan mendekatkan anak pada alam. Guru tak ubahnya penjaga taman yang memberikan kemerdekaan pada anak untuk bermain menikmati indahnya taman ilmu pengetahuan dengan rekreatif-edukatif.

Guru menghamba kepada sang anak, sesuai dengan kodratnya menurut kodrat alam dan kodrat zamannya. Di sini, guru mengajak anak agar belajar menyenangkan, menenangkan, membahagiakan sampai kasmaran belajar (meminjam istilah Pranoto).

Menyelam dalam keindahan laut ilmu pengetahuan nanindah permai hingga klangon. “Tong ngelah karang sawah, karang awake tandurin’’ (bercocok tanam di dalam diri, ketika sawah sudah tiada), seperti dipesankan  Ida Pedanda Made Sidemen. 

Ketiga, penyebutan Perguruan Tamansiswa juga mencerminkan anekapuspa budaya Nusantara di tengah pergaulan bangsa-bangsa yang di dalam Profil Pelajar Pancasila disebut sebagai berkebhinekaan global.

Arah ini telah diantisipasi oleh Ki Hadjar Dewantara melalui teori Trikonnya: Konsentris, Kontinuitas, dan Konvergensi—yang diperkuat oleh Bung Karno dalam mantra Trisaktinya, khusunya di bidang pendidikan, berkepribadian dalam kebudayaan.

Dengan alasan itu, kembali ke Tamansiswa diniatkan untuk menyediakan taman belajar di hati siswa untuk menumbuhkan kesadaran belajar. Pada hakikatnya, pendidikan adalah usaha sadar untuk memanusiakan manusia, yang bergerak dari kesadaran terendah sampai kesadaran tertinggi, hingga sampai pada puncak tertinggi pengalaman belajar, mengagungkan kebesaran-Nya. Menjadi manusia Pancasila sejati.

Tepat sekali Sanusi Pane mengapresiasi pemikiran bernas Ki Hadjar Dewantara dengan puisi berjudul “Teratai” yang terdiri atas 4 bait. Dua bait terakhir, puisinya adalah “… Teruslah o Teratai Bahagia//Berseri di kebun Indonesia//Biar sedikit penjaga taman//Biar engkau tidak  dilihat//Biar engkau tidak diminat//Engkau pun turut menjaga zaman”.

Selain memuliakan Ki Hadjar Dewantara sebagai teratai, melalui puisinya itu Sanusi Pane juga mengkritisi bahwa sejak sebelum kemerdekaan dunia pendidikan Indonesia tidak banyak tokoh yang memperjuangkan eksistensinya. “Biar sedikit penjaga taman//Biar engkau tidak  dilihat//Biar engkau tidak diminat”.

Kata “tanam” dan “taman” dalam puisi itu menjadi hidup sehidup-hidupnya sebagaimana Umbu Landu Paranggi pernah memujinya. Sekolah sebagai taman adalah tempat bercocok tanam.

Tanaman yang ditanam diperoleh dari bibit, bebet, bobot yang dipelihara petani yang rajin merawat dengan penuh cinta kasih. Begitulah, guru di Taman Siswa diandaikan petani yang rajin merawat taman dengan hati, pikiran, dan tindakan nyata hingga panennya berbuah ranum untuk Indonesia Raya. 

Sanusi Pane mengajak kita berziarah ke Taman Siswa meneladani kebersahajaan Ki Hadjar Dewantara menyiapkan generasi emas menyambut seabad Kemerdekaan Indonesia, 2045. Meneladani Ki Hadjar Dewantara dengan sendirinya juga menjaga etika moral melalui proses berkesungguhan bukan dengan instan dan jalan menerabas, karena pendididikan adalah proses memanusikan manusia.

Sebagai sebuah proses, siswa dididik dan diajar sampai tuntas secara bertahap dengan standar etika moral sehingga setelah tamat menjadi rujukan bagi orang-orang di sekitarnya.

Generasi emas demikian adalah generasi yang teguh kukuh dengan tekad kuat ibarat teratai yang akarnya di lumpur tetapi bahagia berseri di kebun Indonesia—karena “akarnya tumbuh di hati dunia”.

Cinta yang tumbuh di hatilah yang membakar semangat cinta tanah air untuk memerdekakan bangsa dari belenggu penjajahan. Penjajahan kini, konteksnya berbeda dan mesti diantisipasi  melalui gerakan bersama di sekolah, tidak cukup dengan Gerakan Sekolah Menyenangkan tetapi bermetamorfosis menjadi Gerakan Sekolah Membahagiakan.

Salam dan bahagia menyambut fajar baru 2024 dengan optimis melalui kerja-kerja pendidikan yang mencerdaskan.[T]

Nasib Guru di Persimpangan Jalan
Refleksi Hari Guru Nasional 2023: Karmayoga Seorang Guru
Refleksi Tiga Tahun Kurikulum Merdeka
Kurikulum  Dengan Pendekatan “Desa, Kala, Patra”
Tags: kurikulumkurikulum merdekaPendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tips Berburu Sunrise dan Sunset

Next Post

Bahasa Bali Warna Sasak di Karangasem

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Bahasa Bali Warna Sasak di Karangasem

Bahasa Bali Warna Sasak di Karangasem

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co