2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sasmitha Ayu

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
June 24, 2020
in Esai
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

Meskipun judulnya Sasmitha Ayu, nama putri saya, tulisan ini tak sepenuhnya tentang dia, namun ini cerita tentang anak-anak kita semua. Tentang mereka yang menurut pujangga terbesar dunia, Kahlil Gibran, adalah titipan Tuhan semata. Titipan Tuhan yang tentu saja membuat kita menjadi begitu istimewa karena telah mendapatkan kepercayaan dari yang tertinggi di atas jagat raya ini. Yang tertinggi untuk semua mahluk, agama, ras dan peradaban. Melampaui kepercayaan yang telah diberikan oleh satu negara dan seluruh bangsanya kepada seorang duta besar.

Meski Ia masih sering disangsikan, terutama oleh mereka yang sedemikian merindukanNya, namun tak kunjung menjumpainya. Tentu saja bukan karena tak percaya, namun karena mereka tak mencapai sasmitanya. Sasmita, pertanda yang ditangkap oleh kepekaan jiwa. Ini tidakklah semudah panca indera saat menyadari sesuatu, kita takkan pernah melihatNya, mendengarNya, mengecapNya, mencium aromaNya atau merabaNya. Namun nyatanya kita telah meyakiniNya.

Kita pun sangat risau, saat anak-anak kita yang mungkin saja wajahnya menyerupai wajah kita, alisanya tebal seperti alis kita atau hidungnya pesek seperti hidung kita, bahkan sikap tubuh dan gaya jalannya seperti sikap tubuh dan gaya jalan kita juga, mereka, dikatakan cuma titipan semata. Tidakkah mereka adalah sepenuhnya milik kita? Hingga kita tak sadar telah meneteskan air mata saat mereka terbaring lemah tak berdaya saat sakit?

Pun dengan tetesan air mata yang sama, namun kali ini bahagia, saat mereka cemerlang berprestasi membawa harum wangi bunga dalam kehidupan kita? Rasa memiliki kita yang lekat erat mendekap, sukma dan raga mereka telah membuat jiwa kita terlampau lemah dan melupakan, sungguhlah mereka betul-betul hanya titipan saja. Maka saat tiba-tiba, Ia meminta kembali titipanNya, kita selalu takkan pernah ikhlas mengembalikannya. Ia yang tak pernah terasa dengan panca indera kita, Ia hakiki ada di mana-mana dalam ribuan sasmita yang tak terhitung.

Sejujurnya, saya baru mencari makna kata sasmitha/sasmita saat ingin membuat tulisan ini. Pasti cukup mengherankan, sebab putri saya yang saya kasi nama Sasmitha Ayu ini telah berusia 13 tahun, mau kelas 1 SMP saat ini. Tanpa mengetahui dengan cukup terang makna yang dimilikinya, saya mendapatkan kata sasmita dalam novel karya YB Mangun Wijaya, Burung-burung Manyar. Sebuah novel yang bagi saya memiliki kekuatan yang multi dimensional, sesuai dengan kepribadian penulisnya yang kaya jiwanya dan getol menyambungkan segala elemen dalam alam semesta, mengandalkan kepekaannya.

Patutlah Romo Mangun didaulat sebagai salah seorang penulis terhebat negeri, karena tulisan-tulisannya yang sangat berkarakter. Sasmita, konon aslinya adalah bahasa Sanskerta yang menurut KKBI kemudian adalah merupakan satu kata benda yang bermakna gerakan bagian tubuh, seperti tangan, lengan, bahu, kepala, mata dan sebagainya yang mempunyai isyarat tertentu, isyarat tubuh. Dalam istilah sastra sasmita adalah gerakan bagian tubuh serupa di atas dalam pergelaran drama. Dalam bahasa Jawa, sasmita dapat diartikan pertanda yang ditangkap oleh kepekaan indera jiwa. Saya tak begitu berminat dengan berbagi uraian makna dari kata sasmita itu, saya memilihnya untuk menamai putri saya sungguh-sungguh karena memang suka dengan kata itu. Apalah arti sebuah nama?

Meski nama untuk anak-anak kita dapat saja adalah sebuah doa, namun anak-anak kita, dari sasmitanya yang tak kita sadari, sesungguhnya telah membawa takdirnya sendiri. Tepat seperti kata-kata indah sang nabi, Gibran, mereka laksana anak panah yang telah melesat lepas dari busurnya, kita, yang terkesima tak berdaya, menyaksikan pasrah entah ke mana kemudian ia akan sampai. Saya pun akan mengalaminya. Saat putri saya Sasmitha Ayu, sejak sekarang sudah selalu mengatakan kelak takkan mengikuti jejak saya untuk sekolah dokter karena ia tak suka melihat darah, namun sangat berminat dengan matematika. Bahkan ia sangat ingin menjadi seorang matematikawan atau seorang profesor matematika. Saya pun belum tahu persis beda keduanya Sungguhlan anak-anak kita cuma titipan Tuhan jika demikian.

Namun bagaiman ia bisa mewarisi sifat-sifat, bahkan penyakit bawaan dari orang tuanya? Lagi-lagikah sains dan sastra berseberangan di sini? Jika mereka, anak-anak kita, tak berkaitan sama sekali dengan kita, nyatanya mereka lahir dari rahim istri yang kita hamili. Sepertinya telah terjadi fusi energi kolektif yang telah mendekatkan kita dengan siapa saja yang memiliki profil komposisi energi yang sama. Ini mirip dengan ungkapan, orang-orang baik umunya akan bertemu dengan orang-orang baik pula atau seseorang yang gemar memancing tentulah lebih berpeluang berkumpul dengan sesama pemancing ketimbang dengan penggemar bonsai misalnya.

Tentu saja sains tak pernah mengurusi fenomena ini. Ia selamanya berjalan di atas relnya yang terkunci dalam kaidah-kaidah rasional, logis dan dapat dibuktikan. Sastra dan seni, dalam hal ini bukanlah mengambil posisi konfrontasi, ia selalu menyimpan misteri untuk sebuah keagungan dari nilai-nilai pembebasan. Menyayangi anak-anak yang bukan lahir dari rahim istri kita, jelas sebuah pembebasan, sebab kita telah mengambil kesempatan emas menjadi rumah bagi semua titipanNya.

Begitulah, sebagai titipan Tuhan, yang terbaik bagi kita hanyalah menyiapkan rumah-rumah paling nyaman untuk mereka. Dulu, Sasmitha kulitnya putih bersih layaknya nyuh gading, kini sadah tiada lagi, kini habis terbakar sinar mentari karena hobinya bermain tenis lapangan. Seminggu ia bisa berlatih sampai enam kali. Saya berharap, sebagai seorang anak perempuan ia lebih bagus jika memilih bernyanyi atau menari.

Saat dibujuk untuk keduanya, ia selalu kesal dan menolak. Ketika merebak wabah virus corona yang telah membuatnya lebih sering di rumah, saya dan mamanya nyaris tak percaya, telah mendapatinya sering belajar membuat kue yang ditirunya dari tutorial di chanel youtube, pilihan hobi yang feminim sekali. Bukan itu saja, kami betul-betul surprise, karena hampir tiga bulan ini ia telah berlatih menari private. Cocoklah kalau begitu ia dipanggil Sasmitha Ayu.[T]

Tags: anak-anakcovid 19New Normalvirus corona
Share95TweetSendShareSend
Previous Post

Toxic Relationship? – Jangan Takut, Tapi Hadapi dengan Resiliensi

Next Post

Tentang Kopi [1] – Menjadi Bule di Buleleng

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Pangan, Hidup Mati Bangsa

Tentang Kopi [1] - Menjadi Bule di Buleleng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co