24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sasmitha Ayu

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
June 24, 2020
in Esai
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

Meskipun judulnya Sasmitha Ayu, nama putri saya, tulisan ini tak sepenuhnya tentang dia, namun ini cerita tentang anak-anak kita semua. Tentang mereka yang menurut pujangga terbesar dunia, Kahlil Gibran, adalah titipan Tuhan semata. Titipan Tuhan yang tentu saja membuat kita menjadi begitu istimewa karena telah mendapatkan kepercayaan dari yang tertinggi di atas jagat raya ini. Yang tertinggi untuk semua mahluk, agama, ras dan peradaban. Melampaui kepercayaan yang telah diberikan oleh satu negara dan seluruh bangsanya kepada seorang duta besar.

Meski Ia masih sering disangsikan, terutama oleh mereka yang sedemikian merindukanNya, namun tak kunjung menjumpainya. Tentu saja bukan karena tak percaya, namun karena mereka tak mencapai sasmitanya. Sasmita, pertanda yang ditangkap oleh kepekaan jiwa. Ini tidakklah semudah panca indera saat menyadari sesuatu, kita takkan pernah melihatNya, mendengarNya, mengecapNya, mencium aromaNya atau merabaNya. Namun nyatanya kita telah meyakiniNya.

Kita pun sangat risau, saat anak-anak kita yang mungkin saja wajahnya menyerupai wajah kita, alisanya tebal seperti alis kita atau hidungnya pesek seperti hidung kita, bahkan sikap tubuh dan gaya jalannya seperti sikap tubuh dan gaya jalan kita juga, mereka, dikatakan cuma titipan semata. Tidakkah mereka adalah sepenuhnya milik kita? Hingga kita tak sadar telah meneteskan air mata saat mereka terbaring lemah tak berdaya saat sakit?

Pun dengan tetesan air mata yang sama, namun kali ini bahagia, saat mereka cemerlang berprestasi membawa harum wangi bunga dalam kehidupan kita? Rasa memiliki kita yang lekat erat mendekap, sukma dan raga mereka telah membuat jiwa kita terlampau lemah dan melupakan, sungguhlah mereka betul-betul hanya titipan saja. Maka saat tiba-tiba, Ia meminta kembali titipanNya, kita selalu takkan pernah ikhlas mengembalikannya. Ia yang tak pernah terasa dengan panca indera kita, Ia hakiki ada di mana-mana dalam ribuan sasmita yang tak terhitung.

Sejujurnya, saya baru mencari makna kata sasmitha/sasmita saat ingin membuat tulisan ini. Pasti cukup mengherankan, sebab putri saya yang saya kasi nama Sasmitha Ayu ini telah berusia 13 tahun, mau kelas 1 SMP saat ini. Tanpa mengetahui dengan cukup terang makna yang dimilikinya, saya mendapatkan kata sasmita dalam novel karya YB Mangun Wijaya, Burung-burung Manyar. Sebuah novel yang bagi saya memiliki kekuatan yang multi dimensional, sesuai dengan kepribadian penulisnya yang kaya jiwanya dan getol menyambungkan segala elemen dalam alam semesta, mengandalkan kepekaannya.

Patutlah Romo Mangun didaulat sebagai salah seorang penulis terhebat negeri, karena tulisan-tulisannya yang sangat berkarakter. Sasmita, konon aslinya adalah bahasa Sanskerta yang menurut KKBI kemudian adalah merupakan satu kata benda yang bermakna gerakan bagian tubuh, seperti tangan, lengan, bahu, kepala, mata dan sebagainya yang mempunyai isyarat tertentu, isyarat tubuh. Dalam istilah sastra sasmita adalah gerakan bagian tubuh serupa di atas dalam pergelaran drama. Dalam bahasa Jawa, sasmita dapat diartikan pertanda yang ditangkap oleh kepekaan indera jiwa. Saya tak begitu berminat dengan berbagi uraian makna dari kata sasmita itu, saya memilihnya untuk menamai putri saya sungguh-sungguh karena memang suka dengan kata itu. Apalah arti sebuah nama?

Meski nama untuk anak-anak kita dapat saja adalah sebuah doa, namun anak-anak kita, dari sasmitanya yang tak kita sadari, sesungguhnya telah membawa takdirnya sendiri. Tepat seperti kata-kata indah sang nabi, Gibran, mereka laksana anak panah yang telah melesat lepas dari busurnya, kita, yang terkesima tak berdaya, menyaksikan pasrah entah ke mana kemudian ia akan sampai. Saya pun akan mengalaminya. Saat putri saya Sasmitha Ayu, sejak sekarang sudah selalu mengatakan kelak takkan mengikuti jejak saya untuk sekolah dokter karena ia tak suka melihat darah, namun sangat berminat dengan matematika. Bahkan ia sangat ingin menjadi seorang matematikawan atau seorang profesor matematika. Saya pun belum tahu persis beda keduanya Sungguhlan anak-anak kita cuma titipan Tuhan jika demikian.

Namun bagaiman ia bisa mewarisi sifat-sifat, bahkan penyakit bawaan dari orang tuanya? Lagi-lagikah sains dan sastra berseberangan di sini? Jika mereka, anak-anak kita, tak berkaitan sama sekali dengan kita, nyatanya mereka lahir dari rahim istri yang kita hamili. Sepertinya telah terjadi fusi energi kolektif yang telah mendekatkan kita dengan siapa saja yang memiliki profil komposisi energi yang sama. Ini mirip dengan ungkapan, orang-orang baik umunya akan bertemu dengan orang-orang baik pula atau seseorang yang gemar memancing tentulah lebih berpeluang berkumpul dengan sesama pemancing ketimbang dengan penggemar bonsai misalnya.

Tentu saja sains tak pernah mengurusi fenomena ini. Ia selamanya berjalan di atas relnya yang terkunci dalam kaidah-kaidah rasional, logis dan dapat dibuktikan. Sastra dan seni, dalam hal ini bukanlah mengambil posisi konfrontasi, ia selalu menyimpan misteri untuk sebuah keagungan dari nilai-nilai pembebasan. Menyayangi anak-anak yang bukan lahir dari rahim istri kita, jelas sebuah pembebasan, sebab kita telah mengambil kesempatan emas menjadi rumah bagi semua titipanNya.

Begitulah, sebagai titipan Tuhan, yang terbaik bagi kita hanyalah menyiapkan rumah-rumah paling nyaman untuk mereka. Dulu, Sasmitha kulitnya putih bersih layaknya nyuh gading, kini sadah tiada lagi, kini habis terbakar sinar mentari karena hobinya bermain tenis lapangan. Seminggu ia bisa berlatih sampai enam kali. Saya berharap, sebagai seorang anak perempuan ia lebih bagus jika memilih bernyanyi atau menari.

Saat dibujuk untuk keduanya, ia selalu kesal dan menolak. Ketika merebak wabah virus corona yang telah membuatnya lebih sering di rumah, saya dan mamanya nyaris tak percaya, telah mendapatinya sering belajar membuat kue yang ditirunya dari tutorial di chanel youtube, pilihan hobi yang feminim sekali. Bukan itu saja, kami betul-betul surprise, karena hampir tiga bulan ini ia telah berlatih menari private. Cocoklah kalau begitu ia dipanggil Sasmitha Ayu.[T]

Tags: anak-anakcovid 19New Normalvirus corona
Share95TweetSendShareSend
Previous Post

Toxic Relationship? – Jangan Takut, Tapi Hadapi dengan Resiliensi

Next Post

Tentang Kopi [1] – Menjadi Bule di Buleleng

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Pangan, Hidup Mati Bangsa

Tentang Kopi [1] - Menjadi Bule di Buleleng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co