24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ini Sumbangan Ketut Bimbo pada Bahasa Bali | Ada 19 Paribasa Bali dalam Album “Mebalih Wayang”

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
April 30, 2021
in Khas
Ini Sumbangan Ketut Bimbo pada Bahasa Bali | Ada 19 Paribasa Bali dalam Album “Mebalih Wayang”

Ketut Bimbo (alm)

Tidak banyak yang menyadari Ketut Bimbo, penyanyi pop Bali yang meninggal Kamis 29 April 2021 punya peran besar dalam memperkaya Bahasa Bali melalui lirik-lirik lagunya. Bisa diartikan, selain memberi sumbangan pada bangkitnya musik pop Bali, ia juga memberi banyak sumbangan kepada pendidikan Bahasa Bali. 

Hampir dalam setiap lirik-lirik lagunya, penyanyi yang lahir di Desa Banyuatis, itu menyelipkan basita paribasa (peribahasa) Bali, seperti sesenggakan, wewangsalan, peparikan, sesawangan, cecangkitan, sesimbing, dan sasemon. Selipan itu kadang dibuat lucu, kadang miris, dan paling sering terdengar romantis.

Basita paribasa Bali dalam lirik-lirik lagu Ketut Bimbo itu bukan hanya terdapat dalam lagu-lagu bertema cinta, melainkan juga terdapat dalam lagu bertema sosial yang lebih banyak membicarakan moral manusia (Bali).

Peneliti dan pengajar dari Jurusan Pendidikan Bahasa Bali, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, yakni I Nyoman Artawa,  I Ketut Paramarta, dan  I Nengah Suandi, sempat melakukan penelitian terhadap album “Mebalih Wayang” yang diproduksi Maharani Record tahun 1988 itu. Hasil penelitian berbahasa Bali itu dimuat dalam e-jurnal JPBB Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan Pendidikan Bahasa Bali Vol: 5 No: 3 (2016).

Dari hasil penelitian itu, album “Mebalih Wayang”  berisi delapan lagu yang berisi basita paribasa Bali yaitu dalam lagu “Maebalih Wayang”, “Nasib Jele”, “Bajang Kangkung”, “Main Tinju”, “Sing Kena Baan”, “Dakin Gigi Marasa Mentos”, “Manis Nyakitin” dan “Hoby”.

Album “Mebalih Wayang” diproduksi sekitar tahun 1988 oleh Maharani Record di Denpasar. Hampir semua lagu dalam album ini terkenal, terutama lagu “Mebalih wayang”. Bahkan saat itu, anak-anak pun suka melagukannya, karena memang setiap hari mengumandang dari radio-radio transistor, di rumah maupun di tempat-tempat kerja.

Basita paribasa Bali yang ditemukan dalam album “Mebalih Wayang” adalah sesenggakan, wewangsalan, peparikan, sesawangan, cecangkitan, sesimbing, dan sasemon.

Sesenggakan berasal dari kata senggak, merupakan pengandaian. Wewangsalan berarti sindiran, dan di Bali wewangsalan biasanya digunakan dalam dunia pewayangan atau arja untuk melukiskan sindirian. Peparikan adalah pantun yang dinyanyikan, dulu biasa terdapat pada pertunjukan janger.

Sesawangan adalah perumpamaan. Cecangkitan adalah kalimat yang disusun bermakna ambigu, sesimbing adalah sindiran yang kuat maknanya. Dan sasemon berupa sindiran mirip dengan sesimbing tetapi berupa tembang atau gancaran yang lebih halus.

Sampul album Mebalih wayang

Dalam penelitian itu disebutkan ada 19 contoh lirik yang mengandung paribasa Bali.

1.

Idupe satmaka peteng tan pacinta.

Basita paribasa yang tergolong sesanggakan ini terdapat dalam lagu “Nasib Jele”. Idupe satmaka peteng tan pacinta. Terjemahan bebasnya dalam Bahasa Indonesia, “hidup seperti gelap-malam tanpa cinta”. Intinya, lagu itu menceritakan tentang seseorang yang punya masalah dan sedih karena tak punya cinta. Punya pikobet juga sebet.

2.

Seket teken enem belas, kadong neket tusing dadi belas

Ini adalah wewangsalan yang terdapat dalam lirik lagu “Dakin Gigi Marasa Mentos”. Seket teken enem belas, kadong neket tusing dadi belas terjemahan bebasnya: lima puluh dan enam belas, telanjur lengket susah dipisah. Wewangsalan ini menggmbarkan laki-laki dan perempuan kalau sudah saling cinta tak akan bisa dipisah.

3.

Bajangbajang kangkung, mara ejang mecelempung

Ini juga wewangsalan, ditemukan dalam lagu “Bajang Kangkung”. Bajangbajang kangkung, mara ejang mecelempung, terjemahannya gadis-gadis kangkung, baru ditaruh saja sudah macemplung (jatuh terbenam/tenggelam).  Lagu ini menceritakan tentang gadis yang sudah bukan gadis lagi. Namanya saja gadis, tapi karena pergaulan bebas, kegadisannya jadi hilang. Paham?

4.

Baang cicinge ngongkong, malinge tetep mejalan

Baang anake ngomong, tusing ia ne ngerasaang.

Artinya, “Biarkan anjing menggonggong, maling (pencuri) tetap berjalan. Biarkan orang lain ngomong, bukan dia yang merasakan”. Lirik ini terdapat dalam lagu “Mebalih Wayang”. Ini masuk dalam peparikan.

Lagu ini bercerita tentang sepasang kekasih yang mabuk asmara, tidak mempedulikan penilaian, kritik, saran, atau ejekan dari orang lain. Sepasang kekasih yang sedang mabuk asmara biasanya sesuka hati menjalankan apa yang diniatkannya.

5.

Manis tape ketane ngae kolongan dadi aang

Manis-manis gulane ngae semut dadi mati

Manis munyin eluhe manis magedegin basang

Manis munyin eluhe ngae beli sakit hati

Artinya, “Manis tape ketan membuat tenggorokan kering, manis gula membuat semut mati. Manis pembicaraanmu membuat marah, manis pembicaranmu membuat sakit hati”. Ini juga peparikan yang terdapat dalam lirik lagu “Manis Nyakitin”. Ceritanya tentang anak gadis yang cantik jelita dengan suara yang manis, namun perilakunya tak sesuai dengan manis suaranya, malah membuat sakit hati.

6.

De nyakitin dewek patuh ken mubutin macan

Ini basita paribasa Bali masuk dalam katagori sesawangan. Terdapat dalam lirik lagu “Bajang Kangkung”. Artinya, jangan menyikiti diri sendiri, sama dengan mencabut bulu macan.

7.

Peluh ngecor bales cara ujan

Sesawangan ini terdapat dalam lagu “Main Tinju”, artinya keringat mengucur deras seperti hujan.  Ini perumpamaan untuk melukiskan orang bekerja berat, sehingga keringatnya seperti hujan, mengucur deras.

8.

Cara cicinge ane manakan

Artinya, seperti anjing beranak. Bagaimana perilaki anjing saat beranak. Galak. Ini untuk melukiskan seseorang yang galak seperti anjing sedang beranak. Sesawangan ini terdapat pada lagu “Sing Kena Baan”.

9.

Dakin gigi marasa mentos

Artinya, kotoran gigi terasa mentos. Tahu mentos? Itu merk permen, rasanya manis dengan varian sedikit pedas. Nah, bagaimana jika kotoran gigi terasa mentos? Itu sesawangan terdapat dalam lagu “Dakin Gigi Merasa Mentos”.

10.

Luh muani meadukan cara bebek akandang

Artinya, lelaki perempuan campur-aduk seperti bebek dalam satu kandang. Sesawangan ini terdapat dalam lagu “Manis Nyakitin”.

11.

Manis kenyir eluhe cara madu tuah saja

Ini juga perumpamaan dalam lagu “Manis Nyakitin”. Artinya, manis senyummu seperti madu memang benar.

12.

Jegeg goban eluhe cara dadari Supraba

Ini juga perumpamaan dalam lagu “Manis Nyakitin”. Artinya, cantik wajahmu seperti Dedari Supraba. Dalam dunia pewayangan, Dewi Supraba memang dilukiskan sangat cantik sehingga Arjuna yang sedang bertapa jadi tergoda.

13.

Mancung cunguh eluhe cara turis uling Belanda

Ini lanjutan dari lirik “Manis Nyakitin”. Perumpamaan ini menggambarkan seorang gadis yang hidungnya mancung seperti turis Belanda. Apakah semua turis Belanda hidungnya mancung? Namanya juga perumpamaan.

14.

Berek solah eluhe cara Detya Kalabaka

Ini klimak dari lirik lagu “Manis Nyakitin”. Artinya, busuk perilakumu seperti Detya Kalabaka. Setelah memuji-muji dengan perumpamaan yang bagus-bagus, akhirnya lirik itu menyebutkan betapa busuknya perilaku gadis itu, meski wajahnya cantik seperti Dedari Supraba dan hidungnya mancung seperti turis Belanda. Benarkan Detya Kalabaka sebusuk itu? Baca ceritanya.

15.

Kaden anake ngoraang cinta buta

Berdasar penelitian yakni I Nyoman Artawa,  I Ketut Paramarta, dan  I Nengah Suandi, penggalan lirik lagu itu masuk dalam katagori cecangkitan. Ini terdapat dalam lagu “Bajang Kangkung”. Artinya, seperti kata orang bahwa cinta itu buta. Sama seperti arti cinta buta dalam peribahasa Indonesia. Cinta yang tak melihat kaya atau miskin, tak melihat cantik atau buruk. Pokoknya cinta.

16.

Ento suba suratan tangan

Ini cecangkitan, terdapat dalam lagu “Hoby”. Suratan tangan artinya sama dengan ungkapan yang biasa dikenal dalam Bahasa Indonesia, yakni “sudah nasib”.  

17.

Saru cenik tua encen ane bajang

Basita paribasa Bali ini masuk dalam katagori sasimbing. Lirik ini terdapat dalam lagu “Bajang Kangkung”. Artinya, tak bisa ditebak remaja dan orang tua, mana yang masih gadis. Sindiran yang sangat tajam.

18.

Teruna teruni liu ane nganggoang keneh pedidi

Sindiran ini terdapat dalam lagu “Sing Kena Baan”. Artinya, pemuda-pemudi banyak yang sesuka-sukanya sendiri. Artinya lagi, pemuda-pemudi tak peduli sama situasi, semisal bicara dengan Bahasa sesuka-sukanya kepada orang tua.

19.

Bisa madana punia yen ne anggon suba ada

Ini basita paribasa Bali yang disebut sasemon. Arti bebasnya, menyumbang harta benda itu masalah mudah, asalkan yang disumbangkan memang ada. Sasemon ini terdapat dalam lagu “Hoby”. Ini semacam sindiran bagi orang-orang kaya yang suka menyumbang, karena ia memang sudah mendapatkan kekayaan. Lalu, yang miskin apa yang harus disumbangkan? [T]

___

BACA JUGA

Foto: Youtube Astapa Production

Ketut Bimbo Meninggal, Satirnya Hidup | “Mau Gantung Diri, Tak Bisa Ngebon Tali”

Tags: Bahasa BalibaliLagu Pop Balimusikmusik pop baliPendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tasik Overland Adventure Ride Bromo 2021 | Berselimut Dingin di Puncak Cokroniti

Next Post

Duta Baca Indonesia | Gol A Gong Terima Tongkat Estafet dari Najwa Shihab

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

by Helmi Y Haska
March 31, 2026
0
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret...

Read moreDetails

Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

by Dian Suryantini
March 24, 2026
0
Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

Minggu pagi, 8 Maret 2026, Pasar Intaran terasa agak beda. Biasanya, pasar ini nongkrong manis di pinggir pantai, tepat di...

Read moreDetails

Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
March 24, 2026
0
Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

Sabtu 21 Maret. Tepat pukul lima sore, saya tiba di SMA Negeri 1 Singaraja—dua belas jam sebelum Alumni Smansa Charity...

Read moreDetails

Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

by Agus Suardiana Putra
March 20, 2026
0
Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

SANG surya mulai turun mengistirahatkan diri setelah seharian bersinar, dan kegelapan perlahan menyelimuti bumi. Tibalah kita pada sandikala, waktu yang...

Read moreDetails
Next Post
Duta Baca Indonesia | Gol A Gong Terima Tongkat Estafet dari Najwa Shihab

Duta Baca Indonesia | Gol A Gong Terima Tongkat Estafet dari Najwa Shihab

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co