2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ini Sumbangan Ketut Bimbo pada Bahasa Bali | Ada 19 Paribasa Bali dalam Album “Mebalih Wayang”

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
April 30, 2021
in Khas
Ini Sumbangan Ketut Bimbo pada Bahasa Bali | Ada 19 Paribasa Bali dalam Album “Mebalih Wayang”

Ketut Bimbo (alm)

Tidak banyak yang menyadari Ketut Bimbo, penyanyi pop Bali yang meninggal Kamis 29 April 2021 punya peran besar dalam memperkaya Bahasa Bali melalui lirik-lirik lagunya. Bisa diartikan, selain memberi sumbangan pada bangkitnya musik pop Bali, ia juga memberi banyak sumbangan kepada pendidikan Bahasa Bali. 

Hampir dalam setiap lirik-lirik lagunya, penyanyi yang lahir di Desa Banyuatis, itu menyelipkan basita paribasa (peribahasa) Bali, seperti sesenggakan, wewangsalan, peparikan, sesawangan, cecangkitan, sesimbing, dan sasemon. Selipan itu kadang dibuat lucu, kadang miris, dan paling sering terdengar romantis.

Basita paribasa Bali dalam lirik-lirik lagu Ketut Bimbo itu bukan hanya terdapat dalam lagu-lagu bertema cinta, melainkan juga terdapat dalam lagu bertema sosial yang lebih banyak membicarakan moral manusia (Bali).

Peneliti dan pengajar dari Jurusan Pendidikan Bahasa Bali, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, yakni I Nyoman Artawa,  I Ketut Paramarta, dan  I Nengah Suandi, sempat melakukan penelitian terhadap album “Mebalih Wayang” yang diproduksi Maharani Record tahun 1988 itu. Hasil penelitian berbahasa Bali itu dimuat dalam e-jurnal JPBB Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan Pendidikan Bahasa Bali Vol: 5 No: 3 (2016).

Dari hasil penelitian itu, album “Mebalih Wayang”  berisi delapan lagu yang berisi basita paribasa Bali yaitu dalam lagu “Maebalih Wayang”, “Nasib Jele”, “Bajang Kangkung”, “Main Tinju”, “Sing Kena Baan”, “Dakin Gigi Marasa Mentos”, “Manis Nyakitin” dan “Hoby”.

Album “Mebalih Wayang” diproduksi sekitar tahun 1988 oleh Maharani Record di Denpasar. Hampir semua lagu dalam album ini terkenal, terutama lagu “Mebalih wayang”. Bahkan saat itu, anak-anak pun suka melagukannya, karena memang setiap hari mengumandang dari radio-radio transistor, di rumah maupun di tempat-tempat kerja.

Basita paribasa Bali yang ditemukan dalam album “Mebalih Wayang” adalah sesenggakan, wewangsalan, peparikan, sesawangan, cecangkitan, sesimbing, dan sasemon.

Sesenggakan berasal dari kata senggak, merupakan pengandaian. Wewangsalan berarti sindiran, dan di Bali wewangsalan biasanya digunakan dalam dunia pewayangan atau arja untuk melukiskan sindirian. Peparikan adalah pantun yang dinyanyikan, dulu biasa terdapat pada pertunjukan janger.

Sesawangan adalah perumpamaan. Cecangkitan adalah kalimat yang disusun bermakna ambigu, sesimbing adalah sindiran yang kuat maknanya. Dan sasemon berupa sindiran mirip dengan sesimbing tetapi berupa tembang atau gancaran yang lebih halus.

Sampul album Mebalih wayang

Dalam penelitian itu disebutkan ada 19 contoh lirik yang mengandung paribasa Bali.

1.

Idupe satmaka peteng tan pacinta.

Basita paribasa yang tergolong sesanggakan ini terdapat dalam lagu “Nasib Jele”. Idupe satmaka peteng tan pacinta. Terjemahan bebasnya dalam Bahasa Indonesia, “hidup seperti gelap-malam tanpa cinta”. Intinya, lagu itu menceritakan tentang seseorang yang punya masalah dan sedih karena tak punya cinta. Punya pikobet juga sebet.

2.

Seket teken enem belas, kadong neket tusing dadi belas

Ini adalah wewangsalan yang terdapat dalam lirik lagu “Dakin Gigi Marasa Mentos”. Seket teken enem belas, kadong neket tusing dadi belas terjemahan bebasnya: lima puluh dan enam belas, telanjur lengket susah dipisah. Wewangsalan ini menggmbarkan laki-laki dan perempuan kalau sudah saling cinta tak akan bisa dipisah.

3.

Bajangbajang kangkung, mara ejang mecelempung

Ini juga wewangsalan, ditemukan dalam lagu “Bajang Kangkung”. Bajangbajang kangkung, mara ejang mecelempung, terjemahannya gadis-gadis kangkung, baru ditaruh saja sudah macemplung (jatuh terbenam/tenggelam).  Lagu ini menceritakan tentang gadis yang sudah bukan gadis lagi. Namanya saja gadis, tapi karena pergaulan bebas, kegadisannya jadi hilang. Paham?

4.

Baang cicinge ngongkong, malinge tetep mejalan

Baang anake ngomong, tusing ia ne ngerasaang.

Artinya, “Biarkan anjing menggonggong, maling (pencuri) tetap berjalan. Biarkan orang lain ngomong, bukan dia yang merasakan”. Lirik ini terdapat dalam lagu “Mebalih Wayang”. Ini masuk dalam peparikan.

Lagu ini bercerita tentang sepasang kekasih yang mabuk asmara, tidak mempedulikan penilaian, kritik, saran, atau ejekan dari orang lain. Sepasang kekasih yang sedang mabuk asmara biasanya sesuka hati menjalankan apa yang diniatkannya.

5.

Manis tape ketane ngae kolongan dadi aang

Manis-manis gulane ngae semut dadi mati

Manis munyin eluhe manis magedegin basang

Manis munyin eluhe ngae beli sakit hati

Artinya, “Manis tape ketan membuat tenggorokan kering, manis gula membuat semut mati. Manis pembicaraanmu membuat marah, manis pembicaranmu membuat sakit hati”. Ini juga peparikan yang terdapat dalam lirik lagu “Manis Nyakitin”. Ceritanya tentang anak gadis yang cantik jelita dengan suara yang manis, namun perilakunya tak sesuai dengan manis suaranya, malah membuat sakit hati.

6.

De nyakitin dewek patuh ken mubutin macan

Ini basita paribasa Bali masuk dalam katagori sesawangan. Terdapat dalam lirik lagu “Bajang Kangkung”. Artinya, jangan menyikiti diri sendiri, sama dengan mencabut bulu macan.

7.

Peluh ngecor bales cara ujan

Sesawangan ini terdapat dalam lagu “Main Tinju”, artinya keringat mengucur deras seperti hujan.  Ini perumpamaan untuk melukiskan orang bekerja berat, sehingga keringatnya seperti hujan, mengucur deras.

8.

Cara cicinge ane manakan

Artinya, seperti anjing beranak. Bagaimana perilaki anjing saat beranak. Galak. Ini untuk melukiskan seseorang yang galak seperti anjing sedang beranak. Sesawangan ini terdapat pada lagu “Sing Kena Baan”.

9.

Dakin gigi marasa mentos

Artinya, kotoran gigi terasa mentos. Tahu mentos? Itu merk permen, rasanya manis dengan varian sedikit pedas. Nah, bagaimana jika kotoran gigi terasa mentos? Itu sesawangan terdapat dalam lagu “Dakin Gigi Merasa Mentos”.

10.

Luh muani meadukan cara bebek akandang

Artinya, lelaki perempuan campur-aduk seperti bebek dalam satu kandang. Sesawangan ini terdapat dalam lagu “Manis Nyakitin”.

11.

Manis kenyir eluhe cara madu tuah saja

Ini juga perumpamaan dalam lagu “Manis Nyakitin”. Artinya, manis senyummu seperti madu memang benar.

12.

Jegeg goban eluhe cara dadari Supraba

Ini juga perumpamaan dalam lagu “Manis Nyakitin”. Artinya, cantik wajahmu seperti Dedari Supraba. Dalam dunia pewayangan, Dewi Supraba memang dilukiskan sangat cantik sehingga Arjuna yang sedang bertapa jadi tergoda.

13.

Mancung cunguh eluhe cara turis uling Belanda

Ini lanjutan dari lirik “Manis Nyakitin”. Perumpamaan ini menggambarkan seorang gadis yang hidungnya mancung seperti turis Belanda. Apakah semua turis Belanda hidungnya mancung? Namanya juga perumpamaan.

14.

Berek solah eluhe cara Detya Kalabaka

Ini klimak dari lirik lagu “Manis Nyakitin”. Artinya, busuk perilakumu seperti Detya Kalabaka. Setelah memuji-muji dengan perumpamaan yang bagus-bagus, akhirnya lirik itu menyebutkan betapa busuknya perilaku gadis itu, meski wajahnya cantik seperti Dedari Supraba dan hidungnya mancung seperti turis Belanda. Benarkan Detya Kalabaka sebusuk itu? Baca ceritanya.

15.

Kaden anake ngoraang cinta buta

Berdasar penelitian yakni I Nyoman Artawa,  I Ketut Paramarta, dan  I Nengah Suandi, penggalan lirik lagu itu masuk dalam katagori cecangkitan. Ini terdapat dalam lagu “Bajang Kangkung”. Artinya, seperti kata orang bahwa cinta itu buta. Sama seperti arti cinta buta dalam peribahasa Indonesia. Cinta yang tak melihat kaya atau miskin, tak melihat cantik atau buruk. Pokoknya cinta.

16.

Ento suba suratan tangan

Ini cecangkitan, terdapat dalam lagu “Hoby”. Suratan tangan artinya sama dengan ungkapan yang biasa dikenal dalam Bahasa Indonesia, yakni “sudah nasib”.  

17.

Saru cenik tua encen ane bajang

Basita paribasa Bali ini masuk dalam katagori sasimbing. Lirik ini terdapat dalam lagu “Bajang Kangkung”. Artinya, tak bisa ditebak remaja dan orang tua, mana yang masih gadis. Sindiran yang sangat tajam.

18.

Teruna teruni liu ane nganggoang keneh pedidi

Sindiran ini terdapat dalam lagu “Sing Kena Baan”. Artinya, pemuda-pemudi banyak yang sesuka-sukanya sendiri. Artinya lagi, pemuda-pemudi tak peduli sama situasi, semisal bicara dengan Bahasa sesuka-sukanya kepada orang tua.

19.

Bisa madana punia yen ne anggon suba ada

Ini basita paribasa Bali yang disebut sasemon. Arti bebasnya, menyumbang harta benda itu masalah mudah, asalkan yang disumbangkan memang ada. Sasemon ini terdapat dalam lagu “Hoby”. Ini semacam sindiran bagi orang-orang kaya yang suka menyumbang, karena ia memang sudah mendapatkan kekayaan. Lalu, yang miskin apa yang harus disumbangkan? [T]

___

BACA JUGA

Foto: Youtube Astapa Production

Ketut Bimbo Meninggal, Satirnya Hidup | “Mau Gantung Diri, Tak Bisa Ngebon Tali”

Tags: Bahasa BalibaliLagu Pop Balimusikmusik pop baliPendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tasik Overland Adventure Ride Bromo 2021 | Berselimut Dingin di Puncak Cokroniti

Next Post

Duta Baca Indonesia | Gol A Gong Terima Tongkat Estafet dari Najwa Shihab

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Duta Baca Indonesia | Gol A Gong Terima Tongkat Estafet dari Najwa Shihab

Duta Baca Indonesia | Gol A Gong Terima Tongkat Estafet dari Najwa Shihab

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co