2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tasik Overland Adventure Ride Bromo 2021 | Berselimut Dingin di Puncak Cokroniti

Eddy Wedadinata by Eddy Wedadinata
April 29, 2021
in Tualang
Tasik Overland Adventure Ride Bromo 2021 | Berselimut Dingin di Puncak Cokroniti

Menyeberangi lautan pasir untuk menuju Puncak Cokroniti di kawasan Bromo | Foto-foto Eddy Wedadinata

Pernah berkunjung dan melihat keindahan Puncak Bromo di kawasan Tengger, Jawa Timur? Ah, pasti banyak yang mengacungkan tangan. Pernah ke Puncak Cokroniti yang masih berada di kawasan Tengger? Mungkin tak banyak yang angkat tangan.

Saya bersama teman-teman dari Komunitas Tasik Adventure baru pertama kali ke Puncak Cokroniti, dan langsung saya takjub dibautnya. Aroma magis dan mistik membangunkan bulu kuduk ketika memasuki kawasan ini, maklum lokasinya jauh dari perkampungan, jarang dijamah petualang, bahkan warga lokal sekalipun, kecuali pada saat upacara persembahyangan.

Tempat ini merupakan salah satu bibir kawah gunung purba di kawasan Bromo Tengger Semeru di Kabupaten Probolinggo. Dan Puncak Cokroniti berada jauh di arah barat laut, sehingga wilayahnya sudah termasuk Kabupaten Pasuruan.

Perjalanan ke Puncak Cokroniti dimuali dari base camp Tasik Adventure. O, ya, saya perkenalkan, Tasik Adventure bisa dibilang komunitas, tapi lebih pada komunitas suka-suka atau dalam istilah Bali disebut Sekaa Demen. 

Komunitas Tasik Adventure

Anggotanya adalah sesama penyuka motor adventure clasik yang bertemu karena sama-sama suka. Resminya kami cuma ber-17 orang, dan punya acara tahunan yang bernama ride overland. Tahun ini adalah acara kedua. Acara pertama diadakan setahun lalu bertepatan dengan 17 agustusan.

Ride overland  adalah perjalanan mengunjungi tempat tempat indah yang belum terlalu di-explore orang. Kami sebut somewhere nice. Mungkin banyak orang sudah berkunjung ke Bromo tapi tidak ke Puncak Cokroniti. Maka itulah kami melakukan perjalanan ke puncak itu. Perjalanan yang penuh tantangan.

Awalnya kami menghubungi penduduk lokal dan mencari pemandu sebelum memutuskan untuk berangkat, tepat pada hari Raya Kuningan, Sabtu 24 April 2021.

Subuh kami berangkat menuju Bromo melewati jalur Pantura dengan menempuh perjalanan jarak kira-kira 380 km. Kami menempuhnya  dengan waktu sekira 8 jam perjalanan.

Dalam perjalanan panjang

Jam 2 siang kami memasuki wilayah Taman Nasional Bromo Semeru.dengan kendaraan dual perpose yang memang dirancang untuk segala medan. Dengan gampang kami melahap medan berpasir di kawasan itu. Tujuan pertama kami adalah Pura Luhur Poten untuk sembahyang Kuningan bersama.

Selesai sembahyang kami melanjutkan perjalanan menuju puncak bukit di sebelah barat daya kawah Gunung Bromo dipimpin seorang pemandu. Saat itulah kami menyeberangi lautan pasir dan menaiki bukit dengan medan sangat terjal dan berbahaya, lalu memasuki hutan menuju puncak. Puncak itulah Cokroniti.

Perjalan kami dipandu Bapak Untung, seorang lokal berketurunan Meraoke yang sejak tahun sdh menetap di kawasan Probolinggo.  Bapak Untung sekaligus ikut berkemah di puncak, karena ia harus juga memandu kami saat turun dari puncak. Apalagi malam-malam, sangatlah tidak mungkin kami turun tanpa pemandu.

Puncak Cokroniti 2.665 mdpl

Puncak Cokroniti berada di ketinggian, 2.665 mdpl. Untuk mecapai lokasi, dari kawah Bromo harus melewati jarak 30-50 km berkendara, dengan menyebrangi lautan pasir, melewati tanjakan, di lereng-lereng bukit, hingga bertemu jalur tanah setapak, berliku dan menanjak.

Dibutuhkan tenaga ekstra berkendara dengan beban motor dan muatan hingga 30 kg. Namun sedikit pun tidak menyurutkan niat pesera Tasik Adventure untuk mencapai tempat untuk berkemah, sebuah tempat yang sebelumnya benar-benar tidak kami ketahui.

Pada puncaknya terdapat  sebuah pelinggih Hindu Jawa mirip seperti padma di Bali, namun terkesan sederhana, jauh dari kesan megah. Pelinggih itu dipagari bambu dan dikelilingi berbagai macam bunga yang indah. Suasana kusyuk dan hening sangat terasa. Pelinggih sederhana itu tentu saja tidak mengurangi makna dan syukur para pemedek-nya yang di tempat itu tergolong minoritas.

Pelinggih Hindu Jawa di Puncak Cokroniti

Di puncak, cuaca sangat sejuk  Angin sepoi, kabut tebal dan terkadang ada aroma belerang dari semburan kawah Bromo, Suhu 15”C pada siang hari dan 10”c -8”C di malam hingga paginya membuat peserta camp susah sungguh menahan dingin. Hawa dingin seakan jadi selimut sepanjang malam hingga pagi. Untungnya pasokan kayu bakar cukup untuk menjaga api unggun tetap menyala hingga matahri terbit.

Untungnya lagi ada Bapak Untung, pemandu yang dengan sukarela ikut berkemah di lokasi ini. Ia dengan sabar, memasang tenda, menyiapkan perapian, sehingga para peserta bisa beristirahat dengan cukup nyaman di tenda masing-masing.

Berselimut dingin di Puncak Cokroniti

Malam itu, puncak sudah bisa seperti rumah semalam, meski gadget susah sinyal. Untuk berkabar kepada keluarga bahwa kami baik-baik saja di puncak, kami harus mencari tempat yang tepat untuk mendapatkan sinyal, salah satunya tempat di dekat pelinggih.

Seperti juga saat ke puncak, jalan pulang juga penuh tantangan. Tapi kami melewatinya dengan hati riang. Kami tidak berhenti di sini, nusantara masih menyimpan segudang tempat indah lengkap dengan cerita budayanya.

Sampai jumpa di Tasik Overland 2022.

Tags: Gunung BromokomunitasotomotifperjalananpetualanganPuncak Cokroniti
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketut Bimbo Meninggal, Satirnya Hidup | “Mau Gantung Diri, Tak Bisa Ngebon Tali”

Next Post

Ini Sumbangan Ketut Bimbo pada Bahasa Bali | Ada 19 Paribasa Bali dalam Album “Mebalih Wayang”

Eddy Wedadinata

Eddy Wedadinata

Suka bertualang, naik sepeda, naik motor, dan jalan kaki. Lahir di Tabanan, kini menekuni wiraswasta di wilayah Badung

Related Posts

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
0
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

Read moreDetails

Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

by Ahmad Sihabudin
July 27, 2026
0
Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

"Perjalanan yang baik bukan sekadar memindahkan tubuh dari satu kota ke kota lain. Ia memindahkan cara pandang kita terhadap kehidupan."...

Read moreDetails

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

by Chusmeru
July 13, 2026
0
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

Read moreDetails

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

by Made Wirya
June 21, 2026
0
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

Read moreDetails

Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

by Wahyu Mahaputra
June 11, 2026
0
Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

DARI balik kaca bus berkapasitas empat puluh lima kursi saya melihat malam hari di Banyuwangi, Jawa Timur, cukup gemerlap. Lampu-lampu...

Read moreDetails

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
0
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

Read moreDetails

Ke Pacet Mereka Kembali

by Jaswanto
June 2, 2026
0
Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

Read moreDetails

Mereka Menunggu di Setia Darma 

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
0
Mereka Menunggu di Setia Darma 

LANGIT mendung siang itu terasa menenangkan. Sepasang turis asing berjalan pelan menyusuri jalan kecil yang dikelilingi semak dan rimbun pohon....

Read moreDetails

Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

by I Nyoman Tingkat
May 27, 2026
0
Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se-Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Kamis Umanis Gumbreg,...

Read moreDetails

Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

by Chusmeru
May 25, 2026
0
Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

MENYIMPAN jejak sejarah panjang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mungkin tak setenar kota-kota besar di Indonesia. Namun keberadaan Kebumen tak bisa...

Read moreDetails
Next Post
Ini Sumbangan Ketut Bimbo pada Bahasa Bali | Ada 19 Paribasa Bali dalam Album “Mebalih Wayang”

Ini Sumbangan Ketut Bimbo pada Bahasa Bali | Ada 19 Paribasa Bali dalam Album “Mebalih Wayang”

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co