23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tasik Overland Adventure Ride Bromo 2021 | Berselimut Dingin di Puncak Cokroniti

Eddy Wedadinata by Eddy Wedadinata
April 29, 2021
in Tualang
Tasik Overland Adventure Ride Bromo 2021 | Berselimut Dingin di Puncak Cokroniti

Menyeberangi lautan pasir untuk menuju Puncak Cokroniti di kawasan Bromo | Foto-foto Eddy Wedadinata

Pernah berkunjung dan melihat keindahan Puncak Bromo di kawasan Tengger, Jawa Timur? Ah, pasti banyak yang mengacungkan tangan. Pernah ke Puncak Cokroniti yang masih berada di kawasan Tengger? Mungkin tak banyak yang angkat tangan.

Saya bersama teman-teman dari Komunitas Tasik Adventure baru pertama kali ke Puncak Cokroniti, dan langsung saya takjub dibautnya. Aroma magis dan mistik membangunkan bulu kuduk ketika memasuki kawasan ini, maklum lokasinya jauh dari perkampungan, jarang dijamah petualang, bahkan warga lokal sekalipun, kecuali pada saat upacara persembahyangan.

Tempat ini merupakan salah satu bibir kawah gunung purba di kawasan Bromo Tengger Semeru di Kabupaten Probolinggo. Dan Puncak Cokroniti berada jauh di arah barat laut, sehingga wilayahnya sudah termasuk Kabupaten Pasuruan.

Perjalanan ke Puncak Cokroniti dimuali dari base camp Tasik Adventure. O, ya, saya perkenalkan, Tasik Adventure bisa dibilang komunitas, tapi lebih pada komunitas suka-suka atau dalam istilah Bali disebut Sekaa Demen. 

Komunitas Tasik Adventure

Anggotanya adalah sesama penyuka motor adventure clasik yang bertemu karena sama-sama suka. Resminya kami cuma ber-17 orang, dan punya acara tahunan yang bernama ride overland. Tahun ini adalah acara kedua. Acara pertama diadakan setahun lalu bertepatan dengan 17 agustusan.

Ride overland  adalah perjalanan mengunjungi tempat tempat indah yang belum terlalu di-explore orang. Kami sebut somewhere nice. Mungkin banyak orang sudah berkunjung ke Bromo tapi tidak ke Puncak Cokroniti. Maka itulah kami melakukan perjalanan ke puncak itu. Perjalanan yang penuh tantangan.

Awalnya kami menghubungi penduduk lokal dan mencari pemandu sebelum memutuskan untuk berangkat, tepat pada hari Raya Kuningan, Sabtu 24 April 2021.

Subuh kami berangkat menuju Bromo melewati jalur Pantura dengan menempuh perjalanan jarak kira-kira 380 km. Kami menempuhnya  dengan waktu sekira 8 jam perjalanan.

Dalam perjalanan panjang

Jam 2 siang kami memasuki wilayah Taman Nasional Bromo Semeru.dengan kendaraan dual perpose yang memang dirancang untuk segala medan. Dengan gampang kami melahap medan berpasir di kawasan itu. Tujuan pertama kami adalah Pura Luhur Poten untuk sembahyang Kuningan bersama.

Selesai sembahyang kami melanjutkan perjalanan menuju puncak bukit di sebelah barat daya kawah Gunung Bromo dipimpin seorang pemandu. Saat itulah kami menyeberangi lautan pasir dan menaiki bukit dengan medan sangat terjal dan berbahaya, lalu memasuki hutan menuju puncak. Puncak itulah Cokroniti.

Perjalan kami dipandu Bapak Untung, seorang lokal berketurunan Meraoke yang sejak tahun sdh menetap di kawasan Probolinggo.  Bapak Untung sekaligus ikut berkemah di puncak, karena ia harus juga memandu kami saat turun dari puncak. Apalagi malam-malam, sangatlah tidak mungkin kami turun tanpa pemandu.

Puncak Cokroniti 2.665 mdpl

Puncak Cokroniti berada di ketinggian, 2.665 mdpl. Untuk mecapai lokasi, dari kawah Bromo harus melewati jarak 30-50 km berkendara, dengan menyebrangi lautan pasir, melewati tanjakan, di lereng-lereng bukit, hingga bertemu jalur tanah setapak, berliku dan menanjak.

Dibutuhkan tenaga ekstra berkendara dengan beban motor dan muatan hingga 30 kg. Namun sedikit pun tidak menyurutkan niat pesera Tasik Adventure untuk mencapai tempat untuk berkemah, sebuah tempat yang sebelumnya benar-benar tidak kami ketahui.

Pada puncaknya terdapat  sebuah pelinggih Hindu Jawa mirip seperti padma di Bali, namun terkesan sederhana, jauh dari kesan megah. Pelinggih itu dipagari bambu dan dikelilingi berbagai macam bunga yang indah. Suasana kusyuk dan hening sangat terasa. Pelinggih sederhana itu tentu saja tidak mengurangi makna dan syukur para pemedek-nya yang di tempat itu tergolong minoritas.

Pelinggih Hindu Jawa di Puncak Cokroniti

Di puncak, cuaca sangat sejuk  Angin sepoi, kabut tebal dan terkadang ada aroma belerang dari semburan kawah Bromo, Suhu 15”C pada siang hari dan 10”c -8”C di malam hingga paginya membuat peserta camp susah sungguh menahan dingin. Hawa dingin seakan jadi selimut sepanjang malam hingga pagi. Untungnya pasokan kayu bakar cukup untuk menjaga api unggun tetap menyala hingga matahri terbit.

Untungnya lagi ada Bapak Untung, pemandu yang dengan sukarela ikut berkemah di lokasi ini. Ia dengan sabar, memasang tenda, menyiapkan perapian, sehingga para peserta bisa beristirahat dengan cukup nyaman di tenda masing-masing.

Berselimut dingin di Puncak Cokroniti

Malam itu, puncak sudah bisa seperti rumah semalam, meski gadget susah sinyal. Untuk berkabar kepada keluarga bahwa kami baik-baik saja di puncak, kami harus mencari tempat yang tepat untuk mendapatkan sinyal, salah satunya tempat di dekat pelinggih.

Seperti juga saat ke puncak, jalan pulang juga penuh tantangan. Tapi kami melewatinya dengan hati riang. Kami tidak berhenti di sini, nusantara masih menyimpan segudang tempat indah lengkap dengan cerita budayanya.

Sampai jumpa di Tasik Overland 2022.

Tags: Gunung BromokomunitasotomotifperjalananpetualanganPuncak Cokroniti
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketut Bimbo Meninggal, Satirnya Hidup | “Mau Gantung Diri, Tak Bisa Ngebon Tali”

Next Post

Ini Sumbangan Ketut Bimbo pada Bahasa Bali | Ada 19 Paribasa Bali dalam Album “Mebalih Wayang”

Eddy Wedadinata

Eddy Wedadinata

Suka bertualang, naik sepeda, naik motor, dan jalan kaki. Lahir di Tabanan, kini menekuni wiraswasta di wilayah Badung

Related Posts

Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

by Ahmad Sihabudin
October 12, 2026
0
Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

SUDAH cukup lama saya ingin menuliskan kembali tiga kali perjalanan saya ke Ambon, Maluku. Setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda....

Read moreDetails

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails
Next Post
Ini Sumbangan Ketut Bimbo pada Bahasa Bali | Ada 19 Paribasa Bali dalam Album “Mebalih Wayang”

Ini Sumbangan Ketut Bimbo pada Bahasa Bali | Ada 19 Paribasa Bali dalam Album “Mebalih Wayang”

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co