3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tasik Overland Adventure Ride Bromo 2021 | Berselimut Dingin di Puncak Cokroniti

Eddy Wedadinata by Eddy Wedadinata
April 29, 2021
in Tualang
Tasik Overland Adventure Ride Bromo 2021 | Berselimut Dingin di Puncak Cokroniti

Menyeberangi lautan pasir untuk menuju Puncak Cokroniti di kawasan Bromo | Foto-foto Eddy Wedadinata

Pernah berkunjung dan melihat keindahan Puncak Bromo di kawasan Tengger, Jawa Timur? Ah, pasti banyak yang mengacungkan tangan. Pernah ke Puncak Cokroniti yang masih berada di kawasan Tengger? Mungkin tak banyak yang angkat tangan.

Saya bersama teman-teman dari Komunitas Tasik Adventure baru pertama kali ke Puncak Cokroniti, dan langsung saya takjub dibautnya. Aroma magis dan mistik membangunkan bulu kuduk ketika memasuki kawasan ini, maklum lokasinya jauh dari perkampungan, jarang dijamah petualang, bahkan warga lokal sekalipun, kecuali pada saat upacara persembahyangan.

Tempat ini merupakan salah satu bibir kawah gunung purba di kawasan Bromo Tengger Semeru di Kabupaten Probolinggo. Dan Puncak Cokroniti berada jauh di arah barat laut, sehingga wilayahnya sudah termasuk Kabupaten Pasuruan.

Perjalanan ke Puncak Cokroniti dimuali dari base camp Tasik Adventure. O, ya, saya perkenalkan, Tasik Adventure bisa dibilang komunitas, tapi lebih pada komunitas suka-suka atau dalam istilah Bali disebut Sekaa Demen. 

Komunitas Tasik Adventure

Anggotanya adalah sesama penyuka motor adventure clasik yang bertemu karena sama-sama suka. Resminya kami cuma ber-17 orang, dan punya acara tahunan yang bernama ride overland. Tahun ini adalah acara kedua. Acara pertama diadakan setahun lalu bertepatan dengan 17 agustusan.

Ride overland  adalah perjalanan mengunjungi tempat tempat indah yang belum terlalu di-explore orang. Kami sebut somewhere nice. Mungkin banyak orang sudah berkunjung ke Bromo tapi tidak ke Puncak Cokroniti. Maka itulah kami melakukan perjalanan ke puncak itu. Perjalanan yang penuh tantangan.

Awalnya kami menghubungi penduduk lokal dan mencari pemandu sebelum memutuskan untuk berangkat, tepat pada hari Raya Kuningan, Sabtu 24 April 2021.

Subuh kami berangkat menuju Bromo melewati jalur Pantura dengan menempuh perjalanan jarak kira-kira 380 km. Kami menempuhnya  dengan waktu sekira 8 jam perjalanan.

Dalam perjalanan panjang

Jam 2 siang kami memasuki wilayah Taman Nasional Bromo Semeru.dengan kendaraan dual perpose yang memang dirancang untuk segala medan. Dengan gampang kami melahap medan berpasir di kawasan itu. Tujuan pertama kami adalah Pura Luhur Poten untuk sembahyang Kuningan bersama.

Selesai sembahyang kami melanjutkan perjalanan menuju puncak bukit di sebelah barat daya kawah Gunung Bromo dipimpin seorang pemandu. Saat itulah kami menyeberangi lautan pasir dan menaiki bukit dengan medan sangat terjal dan berbahaya, lalu memasuki hutan menuju puncak. Puncak itulah Cokroniti.

Perjalan kami dipandu Bapak Untung, seorang lokal berketurunan Meraoke yang sejak tahun sdh menetap di kawasan Probolinggo.  Bapak Untung sekaligus ikut berkemah di puncak, karena ia harus juga memandu kami saat turun dari puncak. Apalagi malam-malam, sangatlah tidak mungkin kami turun tanpa pemandu.

Puncak Cokroniti 2.665 mdpl

Puncak Cokroniti berada di ketinggian, 2.665 mdpl. Untuk mecapai lokasi, dari kawah Bromo harus melewati jarak 30-50 km berkendara, dengan menyebrangi lautan pasir, melewati tanjakan, di lereng-lereng bukit, hingga bertemu jalur tanah setapak, berliku dan menanjak.

Dibutuhkan tenaga ekstra berkendara dengan beban motor dan muatan hingga 30 kg. Namun sedikit pun tidak menyurutkan niat pesera Tasik Adventure untuk mencapai tempat untuk berkemah, sebuah tempat yang sebelumnya benar-benar tidak kami ketahui.

Pada puncaknya terdapat  sebuah pelinggih Hindu Jawa mirip seperti padma di Bali, namun terkesan sederhana, jauh dari kesan megah. Pelinggih itu dipagari bambu dan dikelilingi berbagai macam bunga yang indah. Suasana kusyuk dan hening sangat terasa. Pelinggih sederhana itu tentu saja tidak mengurangi makna dan syukur para pemedek-nya yang di tempat itu tergolong minoritas.

Pelinggih Hindu Jawa di Puncak Cokroniti

Di puncak, cuaca sangat sejuk  Angin sepoi, kabut tebal dan terkadang ada aroma belerang dari semburan kawah Bromo, Suhu 15”C pada siang hari dan 10”c -8”C di malam hingga paginya membuat peserta camp susah sungguh menahan dingin. Hawa dingin seakan jadi selimut sepanjang malam hingga pagi. Untungnya pasokan kayu bakar cukup untuk menjaga api unggun tetap menyala hingga matahri terbit.

Untungnya lagi ada Bapak Untung, pemandu yang dengan sukarela ikut berkemah di lokasi ini. Ia dengan sabar, memasang tenda, menyiapkan perapian, sehingga para peserta bisa beristirahat dengan cukup nyaman di tenda masing-masing.

Berselimut dingin di Puncak Cokroniti

Malam itu, puncak sudah bisa seperti rumah semalam, meski gadget susah sinyal. Untuk berkabar kepada keluarga bahwa kami baik-baik saja di puncak, kami harus mencari tempat yang tepat untuk mendapatkan sinyal, salah satunya tempat di dekat pelinggih.

Seperti juga saat ke puncak, jalan pulang juga penuh tantangan. Tapi kami melewatinya dengan hati riang. Kami tidak berhenti di sini, nusantara masih menyimpan segudang tempat indah lengkap dengan cerita budayanya.

Sampai jumpa di Tasik Overland 2022.

Tags: Gunung BromokomunitasotomotifperjalananpetualanganPuncak Cokroniti
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketut Bimbo Meninggal, Satirnya Hidup | “Mau Gantung Diri, Tak Bisa Ngebon Tali”

Next Post

Ini Sumbangan Ketut Bimbo pada Bahasa Bali | Ada 19 Paribasa Bali dalam Album “Mebalih Wayang”

Eddy Wedadinata

Eddy Wedadinata

Suka bertualang, naik sepeda, naik motor, dan jalan kaki. Lahir di Tabanan, kini menekuni wiraswasta di wilayah Badung

Related Posts

Ke Pacet Mereka Kembali

by Jaswanto
June 2, 2026
0
Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

Read moreDetails

Mereka Menunggu di Setia Darma 

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
0
Mereka Menunggu di Setia Darma 

LANGIT mendung siang itu terasa menenangkan. Sepasang turis asing berjalan pelan menyusuri jalan kecil yang dikelilingi semak dan rimbun pohon....

Read moreDetails

Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

by I Nyoman Tingkat
May 27, 2026
0
Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se-Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Kamis Umanis Gumbreg,...

Read moreDetails

Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

by Chusmeru
May 25, 2026
0
Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

MENYIMPAN jejak sejarah panjang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mungkin tak setenar kota-kota besar di Indonesia. Namun keberadaan Kebumen tak bisa...

Read moreDetails

Kota Tua Tak Pernah Mati

by I Nyoman Tingkat
May 24, 2026
0
Kota Tua Tak Pernah Mati

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se- Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Jumat Paing...

Read moreDetails

Oleh-Oleh dari Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 23, 2026
0
Oleh-Oleh dari Baduy Luar

MENGIKUTI rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan Study Tiru ke Baduy Luar, Provinsi Banten, Jumat Paing Gumbreg 15 Mei 2026,...

Read moreDetails

Berguru ke Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 21, 2026
0
Berguru ke Baduy Luar

SETELAH rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan persembahyangan di Pura Aditya Jaya Rawangun Jakarta Timur pada Kamis Umanis Gumbreg, 14...

Read moreDetails

BTR Ultra 2026 dan Hal-hal yang Menjadikannya Prestisius

by Julio Saputra
May 20, 2026
0
BTR Ultra 2026 dan Hal-hal yang Menjadikannya Prestisius

Roses are red Violets are blue 106,20 KM? WTF is wrong with you? SEBUAH papan merah bertuliskan kata-kata di atas...

Read moreDetails

Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

by Chusmeru
April 30, 2026
0
Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

NAMA Kabupaten Banyumas selalu identik dengan bahasa “Ngapak” yang sering dijadikan lelucon dalam film dan komedi. Banyumas lantas seolah mendapat...

Read moreDetails

Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

by I Nyoman Tingkat
April 19, 2026
0
Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

JUMAT, 17 April 2026, sebanyak 67 siswa,  guru, dan tenaga kependidikan SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) melaksanakan pembelajaran di...

Read moreDetails
Next Post
Ini Sumbangan Ketut Bimbo pada Bahasa Bali | Ada 19 Paribasa Bali dalam Album “Mebalih Wayang”

Ini Sumbangan Ketut Bimbo pada Bahasa Bali | Ada 19 Paribasa Bali dalam Album “Mebalih Wayang”

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co