13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ketut Bimbo Meninggal, Satirnya Hidup | “Mau Gantung Diri, Tak Bisa Ngebon Tali”

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
April 29, 2021
in Khas
Ketut Bimbo Meninggal, Satirnya Hidup | “Mau Gantung Diri, Tak Bisa Ngebon Tali”

Foto: Youtube Astapa Production

Suatu hari dalam sebuah acara musik di Nusa Penida, penyanyi Ketut Bimbo ditegur pihak sponsor. Bukan karena aksi salah menyanyi di atas panggung, tapi karena ia ketahuan nongkrong di sebuah warung.

Ketut Bimbo saat itu memang dikontrak sebagai salah satu artis yang akan tampil dalam acara itu. Pihak sponsor beranggapan Ketut Bimbo adalah artis yang dikontrak, mestinya istirahat di hotel, tapi malah nongkrong di warung bersama masyarakat umum.

Ketut Bimbo berkilah: kalau dilihat dari surat kontrak, ia dikontrak untuk menyanyi, bukan dikontrak untuk masalah pergaulan.

Begitulah salah satu cerita tentang kesahajaan penyanyi Ketut Bimbo sebagaimana dikutip dalam buku “Kene Keto Musik Pop Bali” terbitan Mahima Institute Indonesia (2020) yang ditulis pengamat musik Made Adnyana.

Dari cerita itu kita tahu Ketut Bimbo adalah penyanyi yang bersahaja. Ia suka berkawan dengan siapa saja, meski saat-saat berada dalam puncak karirnya sebagai penyanyi pop Bali.

Kamis 29 April 2021, penyanyi itu berpulang ke alam kesunyian setelah beberapa tahun berjuang melawan diabetes yang dideritanya. “Kemarin malam saya ditelepon oleh sama Jro Mandri (kakaknya Ketut Bimbo) mengabarkan bahwa Pak Bimbo sudah kritis sekali di rumahnya,” kata Gede Harta Wijaya di Singaraja, Kamis siang.

Gede Harta Wijaya yang akrab dipanggil De Arta adalah keponakan Ketut Bimbo, yang kini menjadi penerus Radio La Baronk di Singaraja. Radio La Baronk adalah tempat awal Ketut Bimbo berkarir sebagai penyiar radio sekira tahun 1973.

Menurut De Arta, jenazah Ketut Bimbo akan dikremasi Jumat 30 April siang di Krematorium YPUH di Singaraja.

***

Siapa Ketut Bimbo?

Pada awal tahun 1980-an penggemar musik pop Bali dikejutkan dengan lagu “Buduh” yang dikumandangkan seluruh stasiun radio di Bali. Lagu itu dinyanyikan Ketut Bimbo yang kemudian menjadi cikal-bakal kepopulerannya di blantika musik pop Bali.

Liriknya sahaja tapi nakal. Kisahnya lara tapi lucu.


Buduh, buduh, tiang buduh

Pipis sing ngelah, yen ngalih utang sing kegugu

Tiang mekita mati, das mati megantung, nanging sing maan nganggeh tali


Gila, gila, saya gila

Uang tak punya, cari utang tak dipercaya

Saya ingin mati, nyaris gantung diri, tapi tak dapat ngutang (ngebon)i tali


Begitulah sejumlah penggalan lirik lagu “Buduh” yang pada awal-awal tahun 1980-an itu hampir semua penggemarnya bisa menirukan dengan begitu pasih. Lirik dengan kualitas satir yang amat tajam. Semua harus didapat dengan uang, bahkan untuk gantung diri pun tak bisa karena tak punya uang untuk beli tali.

Lagu yang terdapat dalam ambul “Buduh” itu memang fenomenal. Generasi muda yang saat itu sempat dimabukkan oleh lagu-lagu cinta mendayu-dayu dan patah hati tak tertahankan — dalam lagu-lagu pop Bali dan pop Indonesia — seakan mendapatkan penyadaran bahwa dunia tak melulu soal cinta dan patah hati. Ada dunia yang makin maju, manusia makin banyak, dan stress bisa mengintai setiap orang, kapan saja, ada cinta atau tak ada cinta.

Sebagaimana ditulis dalam buku “Kene Keto Musik Pop Bali”, Album “Buduh” pertama kali direkam dengan sangat sederhana menggunakan tape deck, hanya dengan instrument gitar bolong dan sapu lidi. Awalnya lagu itu dimainkan di TVRI Bali, kemudian ada yang menyarankan dibawa ke Aneka Record, sebuah studio rekaman di Tabanan. Di Aneka Record, satu album yang berisi 12 lagu hanya direkam selama 7 jam, mulai pukul 5 sore dan tengah malam sudah kelar.

Setelah dilempar ke pasaran, album itu laris manis. Lagu “Buduh” membuat orang buduh; membawa gitar bolong ke mana-mana dam menyanyikan lagu “Buduh” sendirian di tempat sunyi atau ramai-ramai di warung dan poskamling.

Kepopulean Ketut Bimbo tak terbendung kemudian. Selain rekaman di Aneka Record, ia juga sempat rekaman di Maharani Record dan Bali Record. Setelah almbum “Buduh”, terdapat banyak album dan lagu hits yang telah dihasilkannya, antara lain “Ngabut Keladi”, “Manis Nyakitin”, “Mebalih Wayang”, “Korting Dua Bulan”, dan “Alas Wayah”.

Hampir semua lagunya mengandung satir di dunia yang “makin ngewayahan” dan membuat (manusia Bali) inguh ini. Ada keprihatinan juga tentang punahnya kesenian tradisional dalam lagu “Mebalih Wayang”. Ada kepasrahan juga dalam lagu cinta penuh dusta, “Korting Dua Bulan”. Ada selalu hal-hal yang pantas direnungkan dalam kelucuan-kelucuan dunia yang fana ini.  

***

Ketut Bimbo yang lahir dengan nama Ketut Budiasa di Desa Banyuatis, Buleleng, tahun 1954 ini menciptakan sendiri lagu-lagunya berdasarkan fenomena sosial yang ditemuinya dalam pergaulan dengan banyak kalangan. Ia memang suka bergaul dengan siapa saja, bahkan saat-saat populer ia tak pernah berlagak seperti artis yang bahkan ditemui pun susah. Ia masih terbiasa nongkrong di warung, sebagaimana dilakukan di sela-sela manggung di Nusa Penida itu.

Tentang sikapnya itu, Ketut Bimbo menyatakan bahwa ia memang tak bisa “mesebeng tegeh” alias sombong. Ia bahkan tak pernah membayangkan dirinya akan sepopuler itu, lagunya disukai, dan penggemarnya melimpah. Ia hanya ingin menghibur dan mencari kawan. Soal pendapatan dan keterkenalan tampaknya bukanlah hal yang utama.

Awalnya Ketut Bimbo adalah seorang penyiar di Radio Massachuset (kemudian berubah menjadi Radio La Baronk), Singaraja, Buleleng. Nama Bimbo diambil dari nama grup musik nasional asal Bandung, yang digawangi musisi bersaudara, Syam, Acil, dan Iin Parlina. Ketertarikannya dengan grup Bimbo, karena lagu-lagu Bimbo bertutur lugas soal kritik sosial dengan bahasa yang tertata rapi yang kemudian mempengaruhi tema-tema yang digarap dalam lagu ciptaan Ketut Bimbo sendiri. Nama Bimbo bahkan dipakai dipilih sebagai nama udara saat siaran radio. Dalam berkarir sebagai penyiar, ia sempat pindah ke Lombok, juga ke sebuah radio di Karangasem.

***

Sejak sekitar lima tahun lalu, Ketut Bimbo terpaksa beristirahat di rumahnya di Banjar Tengah, Desa Banyuatis, Buleleng, akibat komplikasi diabetes yang dideritakan. Selama itu teman-temannya sesama artis dan penggemarnya sangat merindukannya. Beberapa kali teman artis berkunjung ke Banyuatis untuk memberi semangat, sampai akhirnya Ketut Bimbo menyerah. Ia berpulang dengan meninggalkan lagu-lagu ciptaannya yang masih didengar dan ditonton di media sosial hingga kini.

Selamat jalan, Bli Ketut Bimbo. Raga boleh mati, tapi satir yang penuh pesan kehidupan tak pernah bisa mati. [T]

Tags: in memoriammusik pop bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jejak Sejarah Klungkung

Next Post

Tasik Overland Adventure Ride Bromo 2021 | Berselimut Dingin di Puncak Cokroniti

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
0
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

Read moreDetails

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
0
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

Read moreDetails

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

Read moreDetails

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
0
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

Read moreDetails

Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

by Chandra Manikan
July 9, 2026
0
Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

SAMPAI HARI INI, pupuh itu mengendap lebih lama di pikiranku. Buku “Bali, Pandemi, Refleksi: Dinamika Politik Kebijakan dan Kritisme Komunitas”,...

Read moreDetails

Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 8, 2026
0
Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

“SETIAP penyair kalau ia menyuarakan lukanya, ia sebenarnya menyuarakan luka manusia.” Kalimat itu meluncur dari Yahya Umar, Sabtu, 4 Juli...

Read moreDetails

Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
0
Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

AROMA kopi yang baru diseduh bercampur dengan wangi siobak dan tipat santok menyambut setiap langkah pengunjung di belakang panggung utama...

Read moreDetails

Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

by Agung Sudarsa
July 7, 2026
0
Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

MINGGU, 21 Juni 2026, di Griya Yangloni milik Dokter Ida Bagus Kesnawa, MM, di Banjar Buruan, Gianyar, sebuah pengalaman sederhana...

Read moreDetails

Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 6, 2026
0
Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

BAGAI pasukan di medan perang, petugas kebersihan dalam ajang Singaraja Literary Festival (SLF) 2026 tak membiarkan sepotong sampah pun tertinggal....

Read moreDetails
Next Post
Tasik Overland Adventure Ride Bromo 2021 | Berselimut Dingin di Puncak Cokroniti

Tasik Overland Adventure Ride Bromo 2021 | Berselimut Dingin di Puncak Cokroniti

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co