2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ketut Bimbo Meninggal, Satirnya Hidup | “Mau Gantung Diri, Tak Bisa Ngebon Tali”

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
April 29, 2021
in Khas
Ketut Bimbo Meninggal, Satirnya Hidup | “Mau Gantung Diri, Tak Bisa Ngebon Tali”

Foto: Youtube Astapa Production

Suatu hari dalam sebuah acara musik di Nusa Penida, penyanyi Ketut Bimbo ditegur pihak sponsor. Bukan karena aksi salah menyanyi di atas panggung, tapi karena ia ketahuan nongkrong di sebuah warung.

Ketut Bimbo saat itu memang dikontrak sebagai salah satu artis yang akan tampil dalam acara itu. Pihak sponsor beranggapan Ketut Bimbo adalah artis yang dikontrak, mestinya istirahat di hotel, tapi malah nongkrong di warung bersama masyarakat umum.

Ketut Bimbo berkilah: kalau dilihat dari surat kontrak, ia dikontrak untuk menyanyi, bukan dikontrak untuk masalah pergaulan.

Begitulah salah satu cerita tentang kesahajaan penyanyi Ketut Bimbo sebagaimana dikutip dalam buku “Kene Keto Musik Pop Bali” terbitan Mahima Institute Indonesia (2020) yang ditulis pengamat musik Made Adnyana.

Dari cerita itu kita tahu Ketut Bimbo adalah penyanyi yang bersahaja. Ia suka berkawan dengan siapa saja, meski saat-saat berada dalam puncak karirnya sebagai penyanyi pop Bali.

Kamis 29 April 2021, penyanyi itu berpulang ke alam kesunyian setelah beberapa tahun berjuang melawan diabetes yang dideritanya. “Kemarin malam saya ditelepon oleh sama Jro Mandri (kakaknya Ketut Bimbo) mengabarkan bahwa Pak Bimbo sudah kritis sekali di rumahnya,” kata Gede Harta Wijaya di Singaraja, Kamis siang.

Gede Harta Wijaya yang akrab dipanggil De Arta adalah keponakan Ketut Bimbo, yang kini menjadi penerus Radio La Baronk di Singaraja. Radio La Baronk adalah tempat awal Ketut Bimbo berkarir sebagai penyiar radio sekira tahun 1973.

Menurut De Arta, jenazah Ketut Bimbo akan dikremasi Jumat 30 April siang di Krematorium YPUH di Singaraja.

***

Siapa Ketut Bimbo?

Pada awal tahun 1980-an penggemar musik pop Bali dikejutkan dengan lagu “Buduh” yang dikumandangkan seluruh stasiun radio di Bali. Lagu itu dinyanyikan Ketut Bimbo yang kemudian menjadi cikal-bakal kepopulerannya di blantika musik pop Bali.

Liriknya sahaja tapi nakal. Kisahnya lara tapi lucu.


Buduh, buduh, tiang buduh

Pipis sing ngelah, yen ngalih utang sing kegugu

Tiang mekita mati, das mati megantung, nanging sing maan nganggeh tali


Gila, gila, saya gila

Uang tak punya, cari utang tak dipercaya

Saya ingin mati, nyaris gantung diri, tapi tak dapat ngutang (ngebon)i tali


Begitulah sejumlah penggalan lirik lagu “Buduh” yang pada awal-awal tahun 1980-an itu hampir semua penggemarnya bisa menirukan dengan begitu pasih. Lirik dengan kualitas satir yang amat tajam. Semua harus didapat dengan uang, bahkan untuk gantung diri pun tak bisa karena tak punya uang untuk beli tali.

Lagu yang terdapat dalam ambul “Buduh” itu memang fenomenal. Generasi muda yang saat itu sempat dimabukkan oleh lagu-lagu cinta mendayu-dayu dan patah hati tak tertahankan — dalam lagu-lagu pop Bali dan pop Indonesia — seakan mendapatkan penyadaran bahwa dunia tak melulu soal cinta dan patah hati. Ada dunia yang makin maju, manusia makin banyak, dan stress bisa mengintai setiap orang, kapan saja, ada cinta atau tak ada cinta.

Sebagaimana ditulis dalam buku “Kene Keto Musik Pop Bali”, Album “Buduh” pertama kali direkam dengan sangat sederhana menggunakan tape deck, hanya dengan instrument gitar bolong dan sapu lidi. Awalnya lagu itu dimainkan di TVRI Bali, kemudian ada yang menyarankan dibawa ke Aneka Record, sebuah studio rekaman di Tabanan. Di Aneka Record, satu album yang berisi 12 lagu hanya direkam selama 7 jam, mulai pukul 5 sore dan tengah malam sudah kelar.

Setelah dilempar ke pasaran, album itu laris manis. Lagu “Buduh” membuat orang buduh; membawa gitar bolong ke mana-mana dam menyanyikan lagu “Buduh” sendirian di tempat sunyi atau ramai-ramai di warung dan poskamling.

Kepopulean Ketut Bimbo tak terbendung kemudian. Selain rekaman di Aneka Record, ia juga sempat rekaman di Maharani Record dan Bali Record. Setelah almbum “Buduh”, terdapat banyak album dan lagu hits yang telah dihasilkannya, antara lain “Ngabut Keladi”, “Manis Nyakitin”, “Mebalih Wayang”, “Korting Dua Bulan”, dan “Alas Wayah”.

Hampir semua lagunya mengandung satir di dunia yang “makin ngewayahan” dan membuat (manusia Bali) inguh ini. Ada keprihatinan juga tentang punahnya kesenian tradisional dalam lagu “Mebalih Wayang”. Ada kepasrahan juga dalam lagu cinta penuh dusta, “Korting Dua Bulan”. Ada selalu hal-hal yang pantas direnungkan dalam kelucuan-kelucuan dunia yang fana ini.  

***

Ketut Bimbo yang lahir dengan nama Ketut Budiasa di Desa Banyuatis, Buleleng, tahun 1954 ini menciptakan sendiri lagu-lagunya berdasarkan fenomena sosial yang ditemuinya dalam pergaulan dengan banyak kalangan. Ia memang suka bergaul dengan siapa saja, bahkan saat-saat populer ia tak pernah berlagak seperti artis yang bahkan ditemui pun susah. Ia masih terbiasa nongkrong di warung, sebagaimana dilakukan di sela-sela manggung di Nusa Penida itu.

Tentang sikapnya itu, Ketut Bimbo menyatakan bahwa ia memang tak bisa “mesebeng tegeh” alias sombong. Ia bahkan tak pernah membayangkan dirinya akan sepopuler itu, lagunya disukai, dan penggemarnya melimpah. Ia hanya ingin menghibur dan mencari kawan. Soal pendapatan dan keterkenalan tampaknya bukanlah hal yang utama.

Awalnya Ketut Bimbo adalah seorang penyiar di Radio Massachuset (kemudian berubah menjadi Radio La Baronk), Singaraja, Buleleng. Nama Bimbo diambil dari nama grup musik nasional asal Bandung, yang digawangi musisi bersaudara, Syam, Acil, dan Iin Parlina. Ketertarikannya dengan grup Bimbo, karena lagu-lagu Bimbo bertutur lugas soal kritik sosial dengan bahasa yang tertata rapi yang kemudian mempengaruhi tema-tema yang digarap dalam lagu ciptaan Ketut Bimbo sendiri. Nama Bimbo bahkan dipakai dipilih sebagai nama udara saat siaran radio. Dalam berkarir sebagai penyiar, ia sempat pindah ke Lombok, juga ke sebuah radio di Karangasem.

***

Sejak sekitar lima tahun lalu, Ketut Bimbo terpaksa beristirahat di rumahnya di Banjar Tengah, Desa Banyuatis, Buleleng, akibat komplikasi diabetes yang dideritakan. Selama itu teman-temannya sesama artis dan penggemarnya sangat merindukannya. Beberapa kali teman artis berkunjung ke Banyuatis untuk memberi semangat, sampai akhirnya Ketut Bimbo menyerah. Ia berpulang dengan meninggalkan lagu-lagu ciptaannya yang masih didengar dan ditonton di media sosial hingga kini.

Selamat jalan, Bli Ketut Bimbo. Raga boleh mati, tapi satir yang penuh pesan kehidupan tak pernah bisa mati. [T]

Tags: in memoriammusik pop bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jejak Sejarah Klungkung

Next Post

Tasik Overland Adventure Ride Bromo 2021 | Berselimut Dingin di Puncak Cokroniti

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Tasik Overland Adventure Ride Bromo 2021 | Berselimut Dingin di Puncak Cokroniti

Tasik Overland Adventure Ride Bromo 2021 | Berselimut Dingin di Puncak Cokroniti

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co