4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gede Artana, Sun Go Kong dari Desa Pedawa

Gede Agus Eka Pratama by Gede Agus Eka Pratama
April 25, 2024
in Khas
Gede Artana, Sun Go Kong dari Desa Pedawa

Gokong duduk di depan rumahnya | Foto: Gus Eka

“DARI kelas satu SD saya suka manjat pohon,” ujar lelaki itu sambil menghapus keringatnya yang bercucuran. Kerutan di wajahnya menggambarkan betapa keras hari-hari yang ia lalui. Nyaris setiap hari, menjelang matahari menghilang, ia baru akan kembali ke rumahnya dari mengumpulkan pundi-pundi rupiah.

Sore itu ia sedang duduk sambil menyender dengan mulut mengisap rokok dan secangkir kopi yang selalu menemaninya. Pria berumur kepala empat itu menceritakan suka-duka hidup yang ia jalani, tentang kegemarannya dalam memanjat pohon sejak kelas satu SD.

Di gazebo—orang Bali menyebutnya bale bengong—sederhana itulah ia duduk. Benar. Di sana, di bale bengong, selain sebagai tempat menyimpan beberapa peralatan tempur yang digunakan untuk mengais rezeki, seperti celurit, tali tambang, karung, dan tas gandong, juga biasa dijadikan tempat untuk bertukar pikiran.

“Dulu, waktu itu kelas satu, iseng-iseng saya nyoba manjat pohon jambu, pendek sih, namun yang namanya nasib nggak ada yang tahu, ranting yang saya jadikan pegangan patah, hingga saya terjatuh dan tangan saya bergeser sampai sekarang. Nih, bisa dilihat agak melengkung,” ceritanya sambil menunjukan tangannya yang cedera.

Gede Artana atau Gokong | Foto: Gus Eka

Pria kelahiran Pedawa, 7 November 1982, itu bernama lengkap Gede Artana. Ketika masih muda, ia mengaku bercita-cita menjadi pegawai kantoran. Tetapi, karena keterbatasan ekonomi, akhirnya ia mengubur dalam-dalam mimpi tersebut.

Lelaki yang akrab disapa Gokong itu saat ini berprofesi sebagai tukang panjat pohon di Desa Pedawa. Pohon apa saja pernah ia panjat. Ini profesi yang mengagumkan dan tak pernah terbayangkan oleh banyak orang.

Dan mengenai sejarah lahirnya nama panggilan yang cukup unik ini, ia berspekulasi mungkin karena keahliannya dalam memanjat pohon. Kita tahu, di film, Sun Go Kong memang tak ada lawan dalam hal ini.

“Panggilan itu sudah dari zaman saya masih SMP. Mungkin karena saya suka memanjat, makanya sampai dipanggil Gokong, seperti yang ada di film Sun Go Kong itu,” terangnya sambil tertawa.

Di Banjar Dinas Lambo, Desa Pedawa, di rumah sederhana dengan dinding anyaman bambu itu Gokong berlindung dari dinginnya malam dan panasnya matahari. Rumah yang jauh dari kata mewah. Tidak ada hiburan sama sekali di sana. Jangankan handphone, televisi saja ia tak punya.

Gokong bercerita sambil masih mengisap rokok dan sesekali menyeruput kopinya. Saat ini ia hidup sendiri karena memang belum menikah lagi.

Tahun 2004 ia pernah menikah, katanya. Tapi rumah tangganya hanya bertahan seumur jagung, harus kandas setelah enam bulan. “Biasalah, masalah keuangan saja. Mantan istri saya tidak kuat hidup susah, dan akhirnya pergi,” tuturnya dengan sorot mata yang agak sedih.

Berawal dari kesukaannya memanjat pohon sejak kecil itulah yang membuat Gokong melakoni perkerjaan yang “berbahaya”, yang tak banyak orang bisa melakukannya, yaitu tukang panjat pohon.

Tak banyak ia mendapat upah dari pekerjaan langka ini. Bahkan kadang-kadang ia malah tidak dibayar sepeser pun. Hal tersebut tentu tidak sebanding dengan risiko yang ia hadapi.

“Kalau tetangga yang nyuruh, palingan dikasih rokok saja. Tapi kalau musim panen cengkeh, upahnya 100 ribu per 8 jam kerja. Sekarang ini lagi musim buah ceroring, saya dibayar 12.000 per jamnya,” ujar Gokong sambil membuka topi yang ia gunakan ketika bekerja.

Hampir setengah dari hidupnya, ia habiskan untuk mengais rezeki dengan memanjat pepohonan. Sudah bermacam-macam jenis pohon sempat ia naiki, misalnya pohon pinang, cengkeh, kopi, durian, kelapa, manggis, ceroring, dan masih banyak lagi, sampai Gokong sendiri pun sudah lupa akan hal itu.

Matahari perlahan mulai menyembunyikan senyumnya. Di atas pohon cengkeh sebelah rumah Gokong, burung-burung berkicau dengan merdu, mengiringi setiap kisah yang diceritakan Gokong dengan sendu.

Gokong sedang memanjat pohon pinang | Foto: Gus Eka

Cuaca sangat cerah. Padahal, belakang ini biasanya di Pedawa selalu turun hujan. Tapi entah kenapa, saat itu tidak ada awan hitam terlihat, seolah langit sedang memberikan semangat kepada Gokong.

Gokong kembali bercerita. Ia tidak tamat SMA karena keterbatasan ekonomi orang tuanya. Padahal, menurutnya, sebenarnya ia ingin terus melanjutkan pendidikan. Namun, apa daya, orang tuanya tidak sanggup lagi untuk membiayainya.

“Karena kasihan, akhirnya saya berhenti dan membantu orang tua menjadi buruh tani,” tuturnya sambil memandang lurus ke depan. Entah apa yang ia lihat.

Selama ini, untuk mengisi waktu luang ketika tidak ada panggilan memanjat pohon, ia bekerja sebagai buruh tani: mencangkul, memotong rumput, dan lainnya. Pekerjaan apa pun akan ia lakukan asalkan itu menghasilkan uang.

Walaupun jam terbangnya dalam memanjat pohon sudah cukup lama, tapi namanya musibah tidak bisa ia hindari. Pada tahun 2014, saat ia mendapat pekerjaan untuk mengobati pohon cengkeh yang terserang penyakit, tanpa sengaja, pestisida yang digunakan untuk membunuh jamur di pohon cengkeh itu menetes di rokoknya. Tidak jatuh memang, tapi ia keracunan.

“Saya kira saya sudah mau mati. Saya keracunan pestisida. Untung ada tetangga yang lihat saat saya mengerang kesakitan. Saat itu saya dibawa ke rumah sakit,” kisahnya dengan berapi-api, seolah-olah menggambarkan betapa paniknya ia dulu.

Kejadian tersebut akan ia kenang seumur hidup. Itu kenangan yang cukup mendalam bagi Gokong. Ia merasa masih diberi keberuntungan oleh Tuhan karena masih berkesempatan merasakan manis pahitnya kehidupan di dunia yang semu ini. Dan sampai saat ini, selama bekerja memanjat pohon, sekali pun Gokong belum pernah jatuh. Itu seperti sebuah keajaiban.

“Waktu kecil itu saja, pas masih belajar memanjat. Ya namanya masih anak-anak waktu itu. Tapi saat saya sudah kerja menjadi tukang panjat, beruntung masih dikasih selamat oleh Tuhan,” terangnya sambil merenung, mengingat kisah masa kecilnya.[T]

Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja yang sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Reporter: Gede Agus Eka Pratama
Penulis: Gede Agus Eka Pratama
Editor: Jaswanto

Pondok Literasi Sabih dan Masa Depan Pedawa
Asuh Kayuan, Usaha Merawat dan Melestarikan Sumber Mata Air di Pedawa
Anak-Anak Pedawa dan Seni Melipat Kertas
Tags: Desa Pedawapemanjat pohonprofesi unik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Subak Ubung, Ketahanan Pangan, Alih Fungsi Lahan

Next Post

Tradisi Memelihara Wadak, Strategi Memperkuat Ketahanan Pangan di Desa Mengani

Gede Agus Eka Pratama

Gede Agus Eka Pratama

Mahasiswa Jurusan Dharma Duta, Ilmu Komunikasi, STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Tradisi Memelihara Wadak, Strategi Memperkuat Ketahanan Pangan di Desa Mengani

Tradisi Memelihara Wadak, Strategi Memperkuat Ketahanan Pangan di Desa Mengani

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co