11 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tradisi Memelihara Wadak, Strategi Memperkuat Ketahanan Pangan di Desa Mengani

I Made Sarjana by I Made Sarjana
April 25, 2024
in Khas
Tradisi Memelihara Wadak, Strategi Memperkuat Ketahanan Pangan di Desa Mengani

Tradisi Memelihara Wadak, Strategi Memperkuat Ketahanan Pangan di Desa Mengani

TAHUKAH anda wadak? Pertanyaan klise ini terpaksa terlontar mengikuti kata pembuka konten di media sosial. Mengingat terminologi “wadak” hanya diakrabi oleh kalangan krama Bali yang bermukim di Kecamatan Kintamani bagian barat. Setidaknya mereka yang pernah melihat/menjumpai sapi “liar” di kawasan itu.

Ada tiga desa yang memiliki tradisi memelihara wadak di kawasan itu, Desa Selulung dan Desa Mengani di Kabupaten Bangli, dan Desa Tambakan di Kabupaten Buleleng. Tulisan ini khusus mengulas wadak yang ada di Desa Mengani.

Jika baru pertama kali melihat wadak tidak jarang protes di jaman sekarang masih ada warga memelihara sapi secara liar? Protes ini tentu budidaya sapi liar akan sangat merugikan. Sapi liar tidak jarang menjadi hama bagi tanaman petani seperti jagung, pisang, kacang atau yang lainnya. Terkadang juga memicu kecelakaan lalu lintas, jika tidak disadari ada wadak di pinggir jalan, pengguna jalan bisa terkejut dan kecelakaan sulit dihindari saat lalu lintas ramai.

Lantas apa itu wadak? Bagi warga Desa Mengani, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli sangat akrab dengan wadak. Wadak di Mengani, diartikan sebagai sapi yang disakralkan karena sebelum dilepas secara liar sapi ini diupacarai di Jaba  Pura Dalem Agung Mengani lewat upacara “ngerasakin”. Wadak ini sebagai bagian dari wali yang diselenggarakan di Desa Adat Mengani.

Foto: Made Sarjana

Ada 17 jenis upacara wali yang dilaksanakan mulai dari wali mesegeh di ujung desa bagian utara dan diakhiri panguangan di Pura Bale Agung. Dari 17 upacara wali adat tersebut ada  beberapa upacara besar seperti wali neduh, wali nyelamping (ngaturang emping), wali ngusaba kelod di Pura Dalem Pingit Desa Mengani, sebulan setelahnya upacara Ngusaba Kaja di Pura Puseh. Sehari setelah Ngusaba Kaja dilanjutkan dengan wali panguangan.

Wali panguangan menjadi upacara puncak dari rentetan Wali Adat di Desa Adat Mengani.  Lama panguangan berlangsung antara 7-10 hari dengan agenda utama nunas wadak, ngerempah wadak, dan ngelayud. Nunas (meminta) wadak atau ngejuk/menangkap menjadi satu acara yang ditunggu-tunggu warga Mengani mulai anak-anak hingga yang memasuki usia senja baik laki-laki dan perempuan.

Kegiatan ini memacu adrenalin karena warga laki-laki meboros/berburu wadak. Terkadang wadak yang diburu tidak selalu ditemukan di wilayah Desa Mengani tetapi di desa tetangga. Tahun 2023, krama Adat Mengani berburu wadak hingga ke Dusun Lawak, Desa Belok Sidan, Kabupaten Badung. Tahun 2010, wadak yang ditemukan di Desa Bunutin, Kintamani, Bangli.

Untuk wali di Desa Adat Mengani pada tahun 2024 ini dilaksanakan pada minggu ke-3  April 2024 antara 23 – 29 April 2024. Prosesi “nunae” wadak dilaksanakan pada Kamis (25/4/2024). Saat ini ada enam wadak dan yang akan di-“tunas” adalah yang paling besar. Istilah “nunas wadak” menunjukkan kegiatan berburu wadak sebagai kegiatan sakral.

Prosesi diawali dengan meatur piuning ke seluruh pura yang ada di Desa Mengani yang dilaksanakan para jro keduluan (jro kebayan, jro kebau, dan jro singukan). Desa Adat Mengani sama seperti desa ada di wilayah Kecamatan Kintamani, pemerintahannya menggunakan sistem ulu-apad yakni ada 60 orang krama desa pengarep (warga yang punya hak mengelola tanah ayahan desa) memiliki posisi duduk secara berurutan di bale panjang saka roras di Pura Bale Agung Desa Mengani.

Foto: Made Sarjana

Warga yang baru menikah dan menggantikan orang tuanya sebagai krama (warga) desa pengarep ada di posisi paling teben/bawah. Jika “karirnya” mulus, seorang krama desa dimungkinkan mendapatkan posisi sebagai keduluan dan memimpin upacara. Selanjutnya persembahyangan bersama oleh seluruh krama dengan harapan agar prosesi nunas wadak berjalan lancar. Aktivitas nunas wadak terkadang diiringi situasi yang tak terduga. Sebut saja proses nunas wadak tahun 2024 ini semula diperkirakan sangat mudah ternyata harus bersusah payah.

Berdasarkan informasi pecalang “jro gede”, demikian sebutan penuh rasa hormat warga Mengani untuk sapi liar yang disakralkan itu, ada did ekat desa. Mengingat keberadaan wadak yang dekat dan sudah berhasil diikat oleh pecalang, informasi itu menyebabkan banyak yang menduga prosesi ngejuk (meangkap) wadak tidak berlangsung lama. Dugaan itu ternyata jauh panggang daripada api. Kendati sudah terikat, ketika banyak warga hadir di lokasi ternyata wadak itu kaget dan lari tunggang langgang.

Perburuan pun dimulai, wada lari kencang menuju selatan dan setelah 1 jam warga mencari ditemukan diujung selatan wilayah Desa Mengani, tepatnya beberapa puluh meter diutara Bendungan Sidan, yakni bangunan besar di Bali yang sedang dibangun pada masa pemerintah Presiden Joko Widodo saat ini. Adrenalin krama Mengani pun terpacu untuk mendapatkan wadak itu, sekitar lima jam perburuan barulah jro gede berhasil dimasukkan kandang di Jaba Tengah Pura Bale Agung.

Pada Jumat (26/4/2024), wadak itu dijadwalkan disembelih untuk sarana upakara. Sebelum disembelih. Sama halnya dengan upacara nunas wadak, prosesi “ngerempah” atau menyembelih ini juga sacral. Ada persembahyangan dan pementasan kesenian tradisional baik tari wali seperti tari baris dan rejang yang ditarikan seka truna-truni serta tari bebali berupa rejang renteng dan baris gede.

Setelah itu ada prosesi menyembelih wadak dilakukan secara simbolis oleh keduluan (pemimpin upacaraq adat) dengan menusukkan keris selama tiga kali sebagai simbolis. Selanjut daging sapi/wadak diolah untuk sarana upakara dan sisanya bagi merata untuk 243 KK warga Mengani. Sabtu 927/4/2024) ada upacara ngelayud artinya masyarakat membagi daging yang dipersembahkan sebagai sarana upacara tersebut. Jadi saat panguangan ada dua kali pembagian daging sapi, saat ngerempah dan nglayud.

Foto: Made Sarjana

Lantas kenapa krama Mengani mesti mempertahankan tradisi memelihara “wadak”? Jawabnya ini kearifan lokal terkait peningkatan produksi pertanian dan strategi menjaga ketahanan pangan yang diterima Krama Mengani secara turun temurun.  Tujuh belas (17) tahapan upacarapada wali adat Desa Mengani di masa lampau berkaitan dengan budi daya padi gaga (padi di tegalan/lahan kering).

Budidaya padi ini dalam setahun hanya sekali panen, dan wali-wali itu diadakan ditujukan agar padi tumbuh subur dan berhasil baik. Ketika usai panen, ada upacarq pnguangan sebagai “pesta rakyat” saat panguangan. Krama Desa Adat Mengani bersuka ria mengucapkan rasa syukur atas keberhasilan panennya.

Prosesi menyembelih wadak wujud rasa syukur atas kebehasilan menghasilkan protein hewani. Sapi dipilih tentu saja karena sapi bisa tumbuh besar sehingga menghasilkan daging yang cukup bagi seluruh warga desa. Hal ini ditunjukkan dengan kebiasaan,  sisa daging yang dihaturkan sebagai sesajen dibagi secara merata kepada seluruh warga. 

Foto: Made Sarjana

Wali di Desa Mengani punya makna khusus untuk menjaga kesehatan lahir batin bagi warganya. Tradisi ini sebagai strategi khusus menguatkan ketahanan pangan atau setidaknya mengajarkan kepada warga setempat untuk seimbang dalam menyediakan pangan berupa ketersediaan karbohidrat dan protein. Rangkaian wali untuk dengan tujuan menghasilkan padi yang berlimpah dan berkualitas, sedangkan tradisi memelihara wadak sebagai upaya menyiapkan protein yang memadai.

Kondisi ini menjadi alasan kuat, tradisi wadak memang tak sepatutnya ditolak, karena ada pelajaran penting bagi generasi penerus untuk selalu berusaha mengelola usaha tani secara sekala dan niskala, membangun kebersamaan serta berbagi di puncak kegiatan wali adat.  Yuk, melali ke Mengani sekali-sekali, nikmati keindahan alam dan tradisi serta belajar berbagi antar sesama. [T]

BACA ARTIKEL LAIN DARI Penulis: Made Sarjana

Chelsea Hemsen, “Naturalisasi” dan Agrowisata Kunang-Kunang di Desa Taro, Gianyar


Sekuntum Kamboja Bagi Dwiwindu Ilmu Pariwisata Indonesia
Beragam Peran Cendikiawan Mengawal Ilmu Pariwisata Indonesia
Tingkatkan Daya Pariwisata, SDM Tidak Cukup Hanya Menyandang Gelar “MSC”
Tags: baliBangliDesa MenganiTradisitradisi bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Gede Artana, Sun Go Kong dari Desa Pedawa

Next Post

“Melajah Kalah”

I Made Sarjana

I Made Sarjana

Dr. I Made Sarjana, SP., M.Sc., lahir di Desa Mengani, Bangli. Ketua Lab. Subak dan Agrowisata, Prodi Agribisnis FP Unud

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
“Melajah Kalah”

“Melajah Kalah”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin
Esai

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?
Ulas Rupa

Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

KITA yang terlampau serius atau memang ongkos sebuah industri adalah kekakuan kreatifitas. Barangkali unek-unek semacam ini yang berputar-putar di kepalaku...

by Made Chandra
October 10, 2026
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara
Esai

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

by Angga Wijaya
October 10, 2026
China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga
Esai

China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

China yang Membuat Dunia Terpesona China hari ini sulit untuk tidak dikagumi. Dalam beberapa dekade, negeri itu berubah menjadi salah...

by Agung Sudarsa
October 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik
Buku Tatkala

Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik

Judul: Sandyakalaning Demokrasi - Sekumpulan Esai Sosial dan Politik Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Teddy Chrisprimanata Putra ISBN: Masih...

by Buku Tatkala
October 9, 2026
 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki
Ulas Film

 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki

SUDAH bertahun-tahun semenjak film ini lahir, saya tak pernah sekalipun menonton film-film Ghibli. Karena terhalang kendala biaya, juga karena saya...

by Wisnu Oktaditya
October 9, 2026
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University
Persona

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya
Panggung

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Kita Semua Sehat, Sampai Tubuh Menuntut Tagihannya

KAPAN terakhir kali kita bertanya, "Gimana kabar mental gue hari ini?" Kita hafal jadwal servis motor. Kita ingat tanggal bayar...

by Tri Nugroho Adi
October 8, 2026
Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca
Esai

Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

MEMBACA selama ini kerap diposisikan sebagai keterampilan reseptif dalam pembelajaran bahasa. Bersama menyimak, membaca dipahami sebagai keterampilan untuk menerima bahasa,...

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co