25 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tradisi Memelihara Wadak, Strategi Memperkuat Ketahanan Pangan di Desa Mengani

I Made Sarjana by I Made Sarjana
April 25, 2024
in Khas
Tradisi Memelihara Wadak, Strategi Memperkuat Ketahanan Pangan di Desa Mengani

Tradisi Memelihara Wadak, Strategi Memperkuat Ketahanan Pangan di Desa Mengani

TAHUKAH anda wadak? Pertanyaan klise ini terpaksa terlontar mengikuti kata pembuka konten di media sosial. Mengingat terminologi “wadak” hanya diakrabi oleh kalangan krama Bali yang bermukim di Kecamatan Kintamani bagian barat. Setidaknya mereka yang pernah melihat/menjumpai sapi “liar” di kawasan itu.

Ada tiga desa yang memiliki tradisi memelihara wadak di kawasan itu, Desa Selulung dan Desa Mengani di Kabupaten Bangli, dan Desa Tambakan di Kabupaten Buleleng. Tulisan ini khusus mengulas wadak yang ada di Desa Mengani.

Jika baru pertama kali melihat wadak tidak jarang protes di jaman sekarang masih ada warga memelihara sapi secara liar? Protes ini tentu budidaya sapi liar akan sangat merugikan. Sapi liar tidak jarang menjadi hama bagi tanaman petani seperti jagung, pisang, kacang atau yang lainnya. Terkadang juga memicu kecelakaan lalu lintas, jika tidak disadari ada wadak di pinggir jalan, pengguna jalan bisa terkejut dan kecelakaan sulit dihindari saat lalu lintas ramai.

Lantas apa itu wadak? Bagi warga Desa Mengani, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli sangat akrab dengan wadak. Wadak di Mengani, diartikan sebagai sapi yang disakralkan karena sebelum dilepas secara liar sapi ini diupacarai di Jaba  Pura Dalem Agung Mengani lewat upacara “ngerasakin”. Wadak ini sebagai bagian dari wali yang diselenggarakan di Desa Adat Mengani.

Foto: Made Sarjana

Ada 17 jenis upacara wali yang dilaksanakan mulai dari wali mesegeh di ujung desa bagian utara dan diakhiri panguangan di Pura Bale Agung. Dari 17 upacara wali adat tersebut ada  beberapa upacara besar seperti wali neduh, wali nyelamping (ngaturang emping), wali ngusaba kelod di Pura Dalem Pingit Desa Mengani, sebulan setelahnya upacara Ngusaba Kaja di Pura Puseh. Sehari setelah Ngusaba Kaja dilanjutkan dengan wali panguangan.

Wali panguangan menjadi upacara puncak dari rentetan Wali Adat di Desa Adat Mengani.  Lama panguangan berlangsung antara 7-10 hari dengan agenda utama nunas wadak, ngerempah wadak, dan ngelayud. Nunas (meminta) wadak atau ngejuk/menangkap menjadi satu acara yang ditunggu-tunggu warga Mengani mulai anak-anak hingga yang memasuki usia senja baik laki-laki dan perempuan.

Kegiatan ini memacu adrenalin karena warga laki-laki meboros/berburu wadak. Terkadang wadak yang diburu tidak selalu ditemukan di wilayah Desa Mengani tetapi di desa tetangga. Tahun 2023, krama Adat Mengani berburu wadak hingga ke Dusun Lawak, Desa Belok Sidan, Kabupaten Badung. Tahun 2010, wadak yang ditemukan di Desa Bunutin, Kintamani, Bangli.

Untuk wali di Desa Adat Mengani pada tahun 2024 ini dilaksanakan pada minggu ke-3  April 2024 antara 23 – 29 April 2024. Prosesi “nunae” wadak dilaksanakan pada Kamis (25/4/2024). Saat ini ada enam wadak dan yang akan di-“tunas” adalah yang paling besar. Istilah “nunas wadak” menunjukkan kegiatan berburu wadak sebagai kegiatan sakral.

Prosesi diawali dengan meatur piuning ke seluruh pura yang ada di Desa Mengani yang dilaksanakan para jro keduluan (jro kebayan, jro kebau, dan jro singukan). Desa Adat Mengani sama seperti desa ada di wilayah Kecamatan Kintamani, pemerintahannya menggunakan sistem ulu-apad yakni ada 60 orang krama desa pengarep (warga yang punya hak mengelola tanah ayahan desa) memiliki posisi duduk secara berurutan di bale panjang saka roras di Pura Bale Agung Desa Mengani.

Foto: Made Sarjana

Warga yang baru menikah dan menggantikan orang tuanya sebagai krama (warga) desa pengarep ada di posisi paling teben/bawah. Jika “karirnya” mulus, seorang krama desa dimungkinkan mendapatkan posisi sebagai keduluan dan memimpin upacara. Selanjutnya persembahyangan bersama oleh seluruh krama dengan harapan agar prosesi nunas wadak berjalan lancar. Aktivitas nunas wadak terkadang diiringi situasi yang tak terduga. Sebut saja proses nunas wadak tahun 2024 ini semula diperkirakan sangat mudah ternyata harus bersusah payah.

Berdasarkan informasi pecalang “jro gede”, demikian sebutan penuh rasa hormat warga Mengani untuk sapi liar yang disakralkan itu, ada did ekat desa. Mengingat keberadaan wadak yang dekat dan sudah berhasil diikat oleh pecalang, informasi itu menyebabkan banyak yang menduga prosesi ngejuk (meangkap) wadak tidak berlangsung lama. Dugaan itu ternyata jauh panggang daripada api. Kendati sudah terikat, ketika banyak warga hadir di lokasi ternyata wadak itu kaget dan lari tunggang langgang.

Perburuan pun dimulai, wada lari kencang menuju selatan dan setelah 1 jam warga mencari ditemukan diujung selatan wilayah Desa Mengani, tepatnya beberapa puluh meter diutara Bendungan Sidan, yakni bangunan besar di Bali yang sedang dibangun pada masa pemerintah Presiden Joko Widodo saat ini. Adrenalin krama Mengani pun terpacu untuk mendapatkan wadak itu, sekitar lima jam perburuan barulah jro gede berhasil dimasukkan kandang di Jaba Tengah Pura Bale Agung.

Pada Jumat (26/4/2024), wadak itu dijadwalkan disembelih untuk sarana upakara. Sebelum disembelih. Sama halnya dengan upacara nunas wadak, prosesi “ngerempah” atau menyembelih ini juga sacral. Ada persembahyangan dan pementasan kesenian tradisional baik tari wali seperti tari baris dan rejang yang ditarikan seka truna-truni serta tari bebali berupa rejang renteng dan baris gede.

Setelah itu ada prosesi menyembelih wadak dilakukan secara simbolis oleh keduluan (pemimpin upacaraq adat) dengan menusukkan keris selama tiga kali sebagai simbolis. Selanjut daging sapi/wadak diolah untuk sarana upakara dan sisanya bagi merata untuk 243 KK warga Mengani. Sabtu 927/4/2024) ada upacara ngelayud artinya masyarakat membagi daging yang dipersembahkan sebagai sarana upacara tersebut. Jadi saat panguangan ada dua kali pembagian daging sapi, saat ngerempah dan nglayud.

Foto: Made Sarjana

Lantas kenapa krama Mengani mesti mempertahankan tradisi memelihara “wadak”? Jawabnya ini kearifan lokal terkait peningkatan produksi pertanian dan strategi menjaga ketahanan pangan yang diterima Krama Mengani secara turun temurun.  Tujuh belas (17) tahapan upacarapada wali adat Desa Mengani di masa lampau berkaitan dengan budi daya padi gaga (padi di tegalan/lahan kering).

Budidaya padi ini dalam setahun hanya sekali panen, dan wali-wali itu diadakan ditujukan agar padi tumbuh subur dan berhasil baik. Ketika usai panen, ada upacarq pnguangan sebagai “pesta rakyat” saat panguangan. Krama Desa Adat Mengani bersuka ria mengucapkan rasa syukur atas keberhasilan panennya.

Prosesi menyembelih wadak wujud rasa syukur atas kebehasilan menghasilkan protein hewani. Sapi dipilih tentu saja karena sapi bisa tumbuh besar sehingga menghasilkan daging yang cukup bagi seluruh warga desa. Hal ini ditunjukkan dengan kebiasaan,  sisa daging yang dihaturkan sebagai sesajen dibagi secara merata kepada seluruh warga. 

Foto: Made Sarjana

Wali di Desa Mengani punya makna khusus untuk menjaga kesehatan lahir batin bagi warganya. Tradisi ini sebagai strategi khusus menguatkan ketahanan pangan atau setidaknya mengajarkan kepada warga setempat untuk seimbang dalam menyediakan pangan berupa ketersediaan karbohidrat dan protein. Rangkaian wali untuk dengan tujuan menghasilkan padi yang berlimpah dan berkualitas, sedangkan tradisi memelihara wadak sebagai upaya menyiapkan protein yang memadai.

Kondisi ini menjadi alasan kuat, tradisi wadak memang tak sepatutnya ditolak, karena ada pelajaran penting bagi generasi penerus untuk selalu berusaha mengelola usaha tani secara sekala dan niskala, membangun kebersamaan serta berbagi di puncak kegiatan wali adat.  Yuk, melali ke Mengani sekali-sekali, nikmati keindahan alam dan tradisi serta belajar berbagi antar sesama. [T]

BACA ARTIKEL LAIN DARI Penulis: Made Sarjana

Chelsea Hemsen, “Naturalisasi” dan Agrowisata Kunang-Kunang di Desa Taro, Gianyar


Sekuntum Kamboja Bagi Dwiwindu Ilmu Pariwisata Indonesia
Beragam Peran Cendikiawan Mengawal Ilmu Pariwisata Indonesia
Tingkatkan Daya Pariwisata, SDM Tidak Cukup Hanya Menyandang Gelar “MSC”
Tags: baliBangliDesa MenganiTradisitradisi bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Gede Artana, Sun Go Kong dari Desa Pedawa

Next Post

“Melajah Kalah”

I Made Sarjana

I Made Sarjana

Dr. I Made Sarjana, SP., M.Sc., lahir di Desa Mengani, Bangli. Ketua Lab. Subak dan Agrowisata, Prodi Agribisnis FP Unud

Related Posts

Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?

by Dede Putra Wiguna
June 25, 2026
0
Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?

DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang...

Read moreDetails

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

by I Nyoman Tingkat
June 24, 2026
0
Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)  pada Selasa, 23 Juni 2026...

Read moreDetails

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026
0
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

Read moreDetails

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
0
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

Read moreDetails

Mengagumi Mobil Mini

by Jaswanto
June 22, 2026
0
Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

Read moreDetails

Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

by Dede Putra Wiguna
June 21, 2026
0
Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

 “Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama,...

Read moreDetails

Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

by Dede Putra Wiguna
June 20, 2026
0
Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

SORE itu, Senin, 15 Juni 2026, suasana di Toko Kopi TUKU Renon tampak lebih ramai dari biasanya. Di antara antrean...

Read moreDetails

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
0
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

Read moreDetails

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

by I Wayan Artika
June 6, 2026
0
Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

Read moreDetails

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
0
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

Read moreDetails
Next Post
“Melajah Kalah”

“Melajah Kalah”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pengabdian Internasional Undiksha & Ubon Ratchathani University —Perkuat Kesadaran Antarbudaya Bali-Thailand
Pendidikan

Pengabdian Internasional Undiksha & Ubon Ratchathani University —Perkuat Kesadaran Antarbudaya Bali-Thailand

SINGARAJA – TATKALA.CO | Tim Pengabdi Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Undiksha sukses menggelar International Community Service-Based Workshop bertajuk “PROMOTING...

by tatkala
June 25, 2026
Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket
Bahasa

Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket

BAGI orang awam di bidang kargo seperti saya, kata kargo selalu memantik imajinasi tentang gudang yang pengap, deru mesin, aroma...

by I Made Sudiana
June 25, 2026
Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
Khas

Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?

DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang...

by Dede Putra Wiguna
June 25, 2026
‘A Night of Broadway’: Ketika Anak-Anak Janawati Academy of Performing Arts (JAPA) Bawakan Kisah-Kisah Dunia dalam Satu Panggung Musikal
Panggung

‘A Night of Broadway’: Ketika Anak-Anak Janawati Academy of Performing Arts (JAPA) Bawakan Kisah-Kisah Dunia dalam Satu Panggung Musikal

PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini...

by Dede Putra Wiguna
June 25, 2026
Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska
Khas

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)  pada Selasa, 23 Juni 2026...

by I Nyoman Tingkat
June 24, 2026
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil
Persona

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

by Jaswanto
June 24, 2026
Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring
Esai

Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut...

by Azhari M. Latief
June 24, 2026
‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Pentas

‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026

RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di...

by Yudi Laksana
June 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Topeng Politik dan Ujian Demokrasi Indonesia

SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan...

by I Made Pria Dharsana
June 24, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Membaca Demokrasi Abu-Abu Indonesia

LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis...

by Chusmeru
June 24, 2026
Duri Akar dan “Sungga”
Bahasa

Duri Akar dan “Sungga”

SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan...

by Komang Berata
June 24, 2026
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi
Opini

Penangguhan Tahanan dan Ujian Kesetaraan Hukum

PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam...

by Ruben Cornelius Siagian
June 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co