2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Chelsea Hemsen, “Naturalisasi” dan Agrowisata Kunang-Kunang di Desa Taro, Gianyar

I Made Sarjana by I Made Sarjana
April 22, 2024
in Khas
Chelsea Hemsen, “Naturalisasi” dan Agrowisata Kunang-Kunang di Desa Taro, Gianyar

Chelsea Hemsen (kiri)

KEBERADAAN pemain naturalisasi pada kesebelasan Indonesia selalu menarik untuk didiskusikan dan selalu memancing kontroversi. Kalau Timnas Indonesia menang, pemain naturalisasi pasti dipuji, jika hasil yang diraih sebaliknya tak dipungkiri bakal dicaci. Pemain naturalisasi itu kebanyakan berasal dari negeri kincir angin.

Satu dari sekian banyak warga Belanda berdarah Indonesia yang dinaturalisasikan adalah Chelsea Hemsen. Eit tunggu dulu, jangan cari nama ini pada skuad asuhan Pelatih Timnas  Shin Tae-yong. Chelsea berpredikat “pemain naturalisasi” pada pengembangan Agrowisata Kunang-Kunang di Rumah Konservasi Kunang-Kunang Tegal Dukuh Camp, Desa Taro, Tegallalang, Gianyar. 

“Darah Indonesia yang mengalir di tubuh saya, memantik semangat saya untuk datang kesini memahami berbagai hal sosial-budaya lokal dan berkontribusi sekecil apapun bagi negeri leluhur saya disini,” tutur Chelsea berapi-api.

Dia pun bercerita silsilah keluarganya, dia sebagai warga Belanda yang memiliki nenek moyang berdarah Indonesia.

“Nenek saya dan juga kakek saya keturunan Jawa, mereka pernah tinggal di Surabaya dan Malang, sebelum pindah dan menetap di Belanda,” tutur Chealse dengan raut muka berseri.

Sayangnya, kata dia, baik kakek dan neneknya meninggal Bahasa Indonesia dalam komunikasinya setelah tinggal di Belanda sehingga orang tuanya dan dia tak ada yang fasih berbahasa Indonesia.

Chelsea Hemsen datang ke Indonesia pertama kali pada akhir tahun 2022 untuk observasi dan menggali ide thesis yang digunakan sebagai syarat menyelesaikan kuliah di M.Sc. programme bidang pembangunan internasional. 

Chealse Hemsem ingin meneliti dampak pariwisata terhadap eksistensi subak di Bali. Di tengah eksplorasinya terkait organisasi pertanian lahan basah itu dia menemukan destinasi pariwisata alternatif yakni Agrowisata Kunang-Kunang yang dikembangkan I Wayan Wardika, S.ST.Par di Tegal Dukuh Camp Desa Taro.

“Ternyata ada daya tarik wisata dikembangkan jauh dari upaya mengeksploitasi budaya dan alam Bali, saya sangat mengapresiasi ini,” katanya sambil menoleh Wayan Wardika saat penulis memenuhi undangannya bertandang ke tempat dia mengeluti side job disela-sela kesibukannya menulis thesis.

Satu hal yang membuat mata Chelsea terbelalak di Tegal Dukuh adalah niat Wayan Wardika mengembangkan pertanian organik untuk mengkonservasi kunang-kunang. Bagi sebagaian orang, kunang-kunang bukanlah jenis hewan bernilai ekonomis tinggi sehingga layak dikembangkan. Oleh karenanya, Chelsea menawarkan diri menjadi salah satu pihak menyokong keberlanjutan agrowisata kunang-kunang.

Chelsea pun bertindak sebagai ambassador atau tenaga pemasaran destinasi pariwisata tersebut di luar negeri utamanya Belanda. Dia bersama rekannya mempromosikan Tegal Dukuh Camp melalui website dan IG bringbackthelight.org.

“Penjualan paket wisatanya saya langsung ke sekolah atau universitas di Belanda, biasanya di setiap universitas di Belanda ada kegiatan karya siswa ke luar negeri,” jelas Chelsea. Bukti kegigihan Chelsea ketika mampu merubah rencana kegiatan karya siswa Universitas Breda yang semula di jadwalkan ke negara lain ditarik untuk berkunjung ke Tegal Dukuh.

Jumat (19/4/2024) rombongan karya siswa Breda University menikmati Tri Hita Karana Jurney di Tegal Dukuh Camp dan ini rombongan pertama yang diinisiasi dan didampingi Chelsea.

Siswa Breda University menikmati Tri Hita Karana Jurney di Tegal Dukuh Camp | Foto: Made Sarjana

Wayan Wardika selaku pemilik dan pengelola Tegal Dukuh Camp kesan mahasiswa Breda University sangat bagus terbukti mereka menyatakan bersedia merekomendasikan ke jejaring sosialnnya agar berkunjung dan jug akan melakukan revisit.

Mantan Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Taro ini bercerita kontribusi Chelsea sangat vital dalam menyokong keberlanjutan rumah konservasi kunang-kunang Tegal Dukuh Camp.

“Jujur semula saya tidak memperhitungkan curuk pasar mahasiswa di luar negeri, tetapi kehadiran Chelsea sebagai mitra dalam pemasaran telah memotivasi dan menguatkan tekad saya untuk memperdalam pengetahuan terkait kunang-kunang sehingga kualitas produk pariwisata berbasiskan alam dan budaya pertanian semakin meningkat,” papar Wardika.

Bagi Wardika, kunang-kunang memiliki aspek kultural dan kesehatan lingkungan bagi masyarakat Bali. Secara kultural, jelasnya, masyarakat Bali meyakini kunang-kunang sebagai simbul lampu penerangan perjalanan arwah leluhur menuju sorga. Dalam konteks, alam menunjukkan populasi kunang-kunang yang banyak berarti lingkungan pertanian di lokasi tersebut sehat, tanahnya tidak diolah dengan mesin/traktor dan tidak menggunakan pupuk maupun pestisida kimia.

“Buktinya, kunang-kunang populasinya yang paling banyak ada di setra,” kata Wardika menguatkan asumsinya.

Ditambahkan, aspek ilmiah kunang-kunang dieksplorasi di laboratorium dengan tiga peneliti berkualifikasi S1, dan seorang supervisor berkualifikasi S3. Supervisor ini, katanya, untuk membantu mengidentifikasi spesies kunang-kunang. Dijelaskan, berdasarkan habitatnya kunang-kunang ada dua jenis, yang hidup di air dan yang hidup di darat.

Menariknya, seekor kunang hanya menghadirkan keindahan pada keheningan malam selama 22 hari, namun perjuangannya untuk mencapai fase ‘indah pada waktunya’ selama 1,5 tahun dengan 9 tahapan. Seekor betina kunang-kunang menghasilkan telor sekitar 300 butir namun yang berhasil menyelesaikan fase dewasa dengan lampu menyala indah kadang hanya satu atau dua ekor saja. Jadi persentase keberhasilan melewati rintangan dalam siklus hidup kunang-kunang sangat kecil.

“Inilah fakta kehidupan, walau sangat berat dan persaingan ketat tetaplah berjuang dengan semangat tinggi, jangan pernah berputus asa,” ujar pria yang bertindak sebagai mentor pada pengembangan sejumlah desa wisata di Bali dan di luar Bali itu.

Siswa Breda University menikmati Tri Hita Karana Jurney di Tegal Dukuh Camp | Foto: Made Sarjana

Chelsea pun menceritakan pengalamannya pertama kali melihat kunang-kunang.  Kala itu dia baru tamat SMA dan sedang kebingungan memutuskan mau mengambil jurusan apa dijenjang pendidikan S1.

Suatu malam dia bersama teman-temannya melintas di sekitas kuburan di Belanda dan dia tertarik dengan sinar kelap-kelip yang indah dikuburan. Saat diranyakan kepada orang tuanya, sinar itu berasal dari hewan yang disebut kunang-kunang. Ajaibnya, pasca kejadian itu Chelsea punya keteguhan hati untuk mengambil keputusan menempuh S1 Jurusan Pariwisata di Universitas Breda.

“Kini saya mendapatkan kerja sampingan di rumah konservasi kunang-kunang ditengah kegelapan menyelesaikan thesis. Ternyata pariwisata dan kunang-kunang menjadi bagian yang tak terpisahkan dari hidup saya,” seloroh Chelsea.

Boleh dibilang Chelsea kini mendapatkan pencerahan dari semboyan Pahlawan Nasional RA Kartini: Habis Gelap, Terbitlah Terang. Sinar terang itu dari gemerlap sinar ratusan kunang-kunang yang dibudidayakan di Tegal Dukuh Camp. Selamat Hari Kartini buat Chelsea dan perempuan berdarah Indonesia dimana pun berada. [T] 

Penulis: Made Sarjana
Editor: Adnyana Ole

Sekuntum Kamboja Bagi Dwiwindu Ilmu Pariwisata Indonesia
Beragam Peran Cendikiawan Mengawal Ilmu Pariwisata Indonesia
Tingkatkan Daya Pariwisata, SDM Tidak Cukup Hanya Menyandang Gelar “MSC”
Tags: Agrowisata Kunang-KunangDesa TaroGianyarPariwisatapariwisata bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jika Beruntung, Kita Bisa Temukan “Nasi Campur Bu Mangku”, Unik dan Melegenda di Desa Les

Next Post

Upload ke Dunia Nyata, Sebab Dunia Tak Selebar Layar : Catatan Pameran TA Mahasiswa Seni Rupa Undiksha

I Made Sarjana

I Made Sarjana

Dr. I Made Sarjana, SP., M.Sc., lahir di Desa Mengani, Bangli. Ketua Lab. Subak dan Agrowisata, Prodi Agribisnis FP Unud

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Upload ke Dunia Nyata, Sebab Dunia Tak Selebar Layar : Catatan Pameran TA Mahasiswa Seni Rupa Undiksha

Upload ke Dunia Nyata, Sebab Dunia Tak Selebar Layar : Catatan Pameran TA Mahasiswa Seni Rupa Undiksha

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co