2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Chelsea Hemsen, “Naturalisasi” dan Agrowisata Kunang-Kunang di Desa Taro, Gianyar

I Made Sarjana by I Made Sarjana
April 22, 2024
in Khas
Chelsea Hemsen, “Naturalisasi” dan Agrowisata Kunang-Kunang di Desa Taro, Gianyar

Chelsea Hemsen (kiri)

KEBERADAAN pemain naturalisasi pada kesebelasan Indonesia selalu menarik untuk didiskusikan dan selalu memancing kontroversi. Kalau Timnas Indonesia menang, pemain naturalisasi pasti dipuji, jika hasil yang diraih sebaliknya tak dipungkiri bakal dicaci. Pemain naturalisasi itu kebanyakan berasal dari negeri kincir angin.

Satu dari sekian banyak warga Belanda berdarah Indonesia yang dinaturalisasikan adalah Chelsea Hemsen. Eit tunggu dulu, jangan cari nama ini pada skuad asuhan Pelatih Timnas  Shin Tae-yong. Chelsea berpredikat “pemain naturalisasi” pada pengembangan Agrowisata Kunang-Kunang di Rumah Konservasi Kunang-Kunang Tegal Dukuh Camp, Desa Taro, Tegallalang, Gianyar. 

“Darah Indonesia yang mengalir di tubuh saya, memantik semangat saya untuk datang kesini memahami berbagai hal sosial-budaya lokal dan berkontribusi sekecil apapun bagi negeri leluhur saya disini,” tutur Chelsea berapi-api.

Dia pun bercerita silsilah keluarganya, dia sebagai warga Belanda yang memiliki nenek moyang berdarah Indonesia.

“Nenek saya dan juga kakek saya keturunan Jawa, mereka pernah tinggal di Surabaya dan Malang, sebelum pindah dan menetap di Belanda,” tutur Chealse dengan raut muka berseri.

Sayangnya, kata dia, baik kakek dan neneknya meninggal Bahasa Indonesia dalam komunikasinya setelah tinggal di Belanda sehingga orang tuanya dan dia tak ada yang fasih berbahasa Indonesia.

Chelsea Hemsen datang ke Indonesia pertama kali pada akhir tahun 2022 untuk observasi dan menggali ide thesis yang digunakan sebagai syarat menyelesaikan kuliah di M.Sc. programme bidang pembangunan internasional. 

Chealse Hemsem ingin meneliti dampak pariwisata terhadap eksistensi subak di Bali. Di tengah eksplorasinya terkait organisasi pertanian lahan basah itu dia menemukan destinasi pariwisata alternatif yakni Agrowisata Kunang-Kunang yang dikembangkan I Wayan Wardika, S.ST.Par di Tegal Dukuh Camp Desa Taro.

“Ternyata ada daya tarik wisata dikembangkan jauh dari upaya mengeksploitasi budaya dan alam Bali, saya sangat mengapresiasi ini,” katanya sambil menoleh Wayan Wardika saat penulis memenuhi undangannya bertandang ke tempat dia mengeluti side job disela-sela kesibukannya menulis thesis.

Satu hal yang membuat mata Chelsea terbelalak di Tegal Dukuh adalah niat Wayan Wardika mengembangkan pertanian organik untuk mengkonservasi kunang-kunang. Bagi sebagaian orang, kunang-kunang bukanlah jenis hewan bernilai ekonomis tinggi sehingga layak dikembangkan. Oleh karenanya, Chelsea menawarkan diri menjadi salah satu pihak menyokong keberlanjutan agrowisata kunang-kunang.

Chelsea pun bertindak sebagai ambassador atau tenaga pemasaran destinasi pariwisata tersebut di luar negeri utamanya Belanda. Dia bersama rekannya mempromosikan Tegal Dukuh Camp melalui website dan IG bringbackthelight.org.

“Penjualan paket wisatanya saya langsung ke sekolah atau universitas di Belanda, biasanya di setiap universitas di Belanda ada kegiatan karya siswa ke luar negeri,” jelas Chelsea. Bukti kegigihan Chelsea ketika mampu merubah rencana kegiatan karya siswa Universitas Breda yang semula di jadwalkan ke negara lain ditarik untuk berkunjung ke Tegal Dukuh.

Jumat (19/4/2024) rombongan karya siswa Breda University menikmati Tri Hita Karana Jurney di Tegal Dukuh Camp dan ini rombongan pertama yang diinisiasi dan didampingi Chelsea.

Siswa Breda University menikmati Tri Hita Karana Jurney di Tegal Dukuh Camp | Foto: Made Sarjana

Wayan Wardika selaku pemilik dan pengelola Tegal Dukuh Camp kesan mahasiswa Breda University sangat bagus terbukti mereka menyatakan bersedia merekomendasikan ke jejaring sosialnnya agar berkunjung dan jug akan melakukan revisit.

Mantan Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Taro ini bercerita kontribusi Chelsea sangat vital dalam menyokong keberlanjutan rumah konservasi kunang-kunang Tegal Dukuh Camp.

“Jujur semula saya tidak memperhitungkan curuk pasar mahasiswa di luar negeri, tetapi kehadiran Chelsea sebagai mitra dalam pemasaran telah memotivasi dan menguatkan tekad saya untuk memperdalam pengetahuan terkait kunang-kunang sehingga kualitas produk pariwisata berbasiskan alam dan budaya pertanian semakin meningkat,” papar Wardika.

Bagi Wardika, kunang-kunang memiliki aspek kultural dan kesehatan lingkungan bagi masyarakat Bali. Secara kultural, jelasnya, masyarakat Bali meyakini kunang-kunang sebagai simbul lampu penerangan perjalanan arwah leluhur menuju sorga. Dalam konteks, alam menunjukkan populasi kunang-kunang yang banyak berarti lingkungan pertanian di lokasi tersebut sehat, tanahnya tidak diolah dengan mesin/traktor dan tidak menggunakan pupuk maupun pestisida kimia.

“Buktinya, kunang-kunang populasinya yang paling banyak ada di setra,” kata Wardika menguatkan asumsinya.

Ditambahkan, aspek ilmiah kunang-kunang dieksplorasi di laboratorium dengan tiga peneliti berkualifikasi S1, dan seorang supervisor berkualifikasi S3. Supervisor ini, katanya, untuk membantu mengidentifikasi spesies kunang-kunang. Dijelaskan, berdasarkan habitatnya kunang-kunang ada dua jenis, yang hidup di air dan yang hidup di darat.

Menariknya, seekor kunang hanya menghadirkan keindahan pada keheningan malam selama 22 hari, namun perjuangannya untuk mencapai fase ‘indah pada waktunya’ selama 1,5 tahun dengan 9 tahapan. Seekor betina kunang-kunang menghasilkan telor sekitar 300 butir namun yang berhasil menyelesaikan fase dewasa dengan lampu menyala indah kadang hanya satu atau dua ekor saja. Jadi persentase keberhasilan melewati rintangan dalam siklus hidup kunang-kunang sangat kecil.

“Inilah fakta kehidupan, walau sangat berat dan persaingan ketat tetaplah berjuang dengan semangat tinggi, jangan pernah berputus asa,” ujar pria yang bertindak sebagai mentor pada pengembangan sejumlah desa wisata di Bali dan di luar Bali itu.

Siswa Breda University menikmati Tri Hita Karana Jurney di Tegal Dukuh Camp | Foto: Made Sarjana

Chelsea pun menceritakan pengalamannya pertama kali melihat kunang-kunang.  Kala itu dia baru tamat SMA dan sedang kebingungan memutuskan mau mengambil jurusan apa dijenjang pendidikan S1.

Suatu malam dia bersama teman-temannya melintas di sekitas kuburan di Belanda dan dia tertarik dengan sinar kelap-kelip yang indah dikuburan. Saat diranyakan kepada orang tuanya, sinar itu berasal dari hewan yang disebut kunang-kunang. Ajaibnya, pasca kejadian itu Chelsea punya keteguhan hati untuk mengambil keputusan menempuh S1 Jurusan Pariwisata di Universitas Breda.

“Kini saya mendapatkan kerja sampingan di rumah konservasi kunang-kunang ditengah kegelapan menyelesaikan thesis. Ternyata pariwisata dan kunang-kunang menjadi bagian yang tak terpisahkan dari hidup saya,” seloroh Chelsea.

Boleh dibilang Chelsea kini mendapatkan pencerahan dari semboyan Pahlawan Nasional RA Kartini: Habis Gelap, Terbitlah Terang. Sinar terang itu dari gemerlap sinar ratusan kunang-kunang yang dibudidayakan di Tegal Dukuh Camp. Selamat Hari Kartini buat Chelsea dan perempuan berdarah Indonesia dimana pun berada. [T] 

Penulis: Made Sarjana
Editor: Adnyana Ole

Sekuntum Kamboja Bagi Dwiwindu Ilmu Pariwisata Indonesia
Beragam Peran Cendikiawan Mengawal Ilmu Pariwisata Indonesia
Tingkatkan Daya Pariwisata, SDM Tidak Cukup Hanya Menyandang Gelar “MSC”
Tags: Agrowisata Kunang-KunangDesa TaroGianyarPariwisatapariwisata bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jika Beruntung, Kita Bisa Temukan “Nasi Campur Bu Mangku”, Unik dan Melegenda di Desa Les

Next Post

Upload ke Dunia Nyata, Sebab Dunia Tak Selebar Layar : Catatan Pameran TA Mahasiswa Seni Rupa Undiksha

I Made Sarjana

I Made Sarjana

Dr. I Made Sarjana, SP., M.Sc., lahir di Desa Mengani, Bangli. Ketua Lab. Subak dan Agrowisata, Prodi Agribisnis FP Unud

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Upload ke Dunia Nyata, Sebab Dunia Tak Selebar Layar : Catatan Pameran TA Mahasiswa Seni Rupa Undiksha

Upload ke Dunia Nyata, Sebab Dunia Tak Selebar Layar : Catatan Pameran TA Mahasiswa Seni Rupa Undiksha

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co