25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jika Beruntung, Kita Bisa Temukan “Nasi Campur Bu Mangku”, Unik dan Melegenda di Desa Les

Nyoman Nadiana by Nyoman Nadiana
April 22, 2024
in Kuliner
Jika Beruntung, Kita Bisa Temukan “Nasi Campur Bu Mangku”, Unik dan Melegenda di Desa Les

Warung nasi campur Bu Mangku di Desa Les, Tejakula, Buleleng, Bali

INI tentang warung nasi campur yang berada di sekitar rumah, tanpa promosi, tanpa kontak handphone, namun selalu dicari dengan setia.

Ini tentang warung nasi campur, lokasinya agak terpencil, susah ditemukan, namun selalu dicari oleh orang yang sudah tahu maupun orang yang belum tahu.

Ini tentang warung nasi campur yang hanya buka pada malam hari, dan tanpa pemberitahuan apakah sedang tutup atau sudah buka, namun orang dengan setia dan sabar tetap menunggu sampai kapan pun warung itu buka.

Pada Sabtu, 20 April 2024,  saya mengajak dua orang teman saya yang kebetulan ingin bermain di Desa Les, Kecamatan Tejakula, Buleleng, dan ingin mencoba kuliner rumahan. Namanya, Mas Erdi dari Indonesia bagian timur dan Mas Fidi dari lembaga Sababay Winery.

Mereka ingin tahu tentang sesuatu yang tak jauh-jauh dari petani lontar dan petani garam, sekaligus mengenal lekuk Desa Les dari pantai hingga bebukitan. 

Ketika hari sudah senja, dan gelap sudah terasa, saya mengajak kedua teman saya utuk makan malam. Saya mengajaknya ke warung nasi Bu Mangku, sebuah warung rumahan yang buka pada malam hari.

Ini semacam pertaruhan. Karena warung nasi Bu Mangku tidak punya jaminan buka setiap hari. Itu warung di tengah rumah, jauh masuk dari jalan raya utama, tidak punya sosial media bahkan tidak pernah ada promosi bahkan tidak memiliki kontak handphone.

Semua hal itu bisa disebut sangat unik karena melawan semua teori dagang, apalagi tentang branding.

Seingat saya, warung itu sudah buka ketika saya masih di  Sekolah Dasar, dan hingga kini diperkirakan sudah berusia 37 tahun. Warung nasi Bu Mangku menjual nasi campur ayam dan nasi campur ikan laut.

Nasi campur Bu Mangku di Desa Les, Tejakula, Buleleng | Foto: Don Rare

Warung nasi Bu Mangku, bagi orang di sekitarnya, bisa disebut sebagai obat dan legenda. Obat, karena orang merasa terobati kerinduan dan kegelisahannya ketika mereka berhasil mendapatkan nasi Bu Mangku.

Meskipun orang sudah memasak makanan di rumahnya masing-masing, untuk makan malam (istilah di Desa Les “ngangetin”), mereka tetap membeli nasi di warung Bu Mangku, seakan menelan obat penutup makan malam yang sempurna untuk dibungkus dan makan bersama keluarga di rumah.

Tidak hanya orang dari Desa Les, pembeli dari desa tetangga juga tidak mau kalah berebut untuk membeli nasi Bu Mangku. Yang selalu menjadi keheranan dan kekaguman saya, warung itu tidak pernah sepi dan tidak pernah berubah rasa makanannya, sayur urab dan sambalnya yang khas.

Ketika pembeli sudah datang, mereka sering sekali harus melatih kesabaran karena ketika sampai di depan warung ternyata warung tidak buka. Tidak ada komplain. Yang menjadi jaminan adalah rasa.

Bahkan jika tutup berhari-hari pun, misalnya karena ada upacara adat, tidak akan menjadi persoalan bagi pelanggan, dan ketika buka kembali, pelanggan setianya  seakan punya koneksi batin dan saling memberitahu satu sama lain. Dan warung tetap diserbu pelanggan.

Warung ini buka mulai pukul 5.00 sore, dan dipastikan tidak sampai jam 8.00 malam makannya sudah akan ludes.

Kebetulan dua teman saya, Mas Eri dan Mas Fidi suka nguliner, dan beruntung, hari itu warung nasi Bu Mangku sedang buka. Tampak puluhan motor dan orang-orang sudah memenuhi tempat duduk panjang di setiap sisi.

Kami bertiga masuk dan memesan. “Silahkan ditunggu,” sapa salah seorang pelayan warung.

 Kami duduk lesehan. Kursi semua penuh. Saya ingin mendengar langsung dari teman saya yang notabena tinggal di Jakarta dan bolak-balik keliling nusantara dan lama tinggal di luar negeri tentang rasa nasi campur ini.

Nasi campur Bu Mangku di Desa Les, Tejakula, Buleleng | Foto: Don Rare

Pesanan datang, doa pun dimulai. Tidak butuh 10 menit piring bersih. Dan tak terhitung berapa kali tampak ekspresi kepuasan dari dua teman saya. Mereka, sambil geleng-geleng kepala khas orang India, memberi apresiasi pada rasanya. “Sambalnya biadab luar biasa,” kata Mas Fidi.

Mas Erdi juga tak bisa berkata-kata. Seakan malu untuk menambah sepiring lagi. Saya tak butuh 5 menit untuk melahap sampai beraih seujung-ujung piringnya. Perjalanan setengah hari di Desa Les ditutup sempurna di warung nasi Bu Mangku. 

Jika teman-teman ke Buleleng timur, silakan mencoba nasi Bu Mangku. Cari saja Jalan Bukit Sangkur di Desa Les, lalu tanya-tanya warga sekitar. Dan untuk merasakan rasa legenda, mohon bersabar dan semoga beruntung. [T]

eporter: Nyoman Nadiana
Penulis: Nyoman Nadiana
Editor: Adnyana Ole

  • BACA artikel lain tentang DESA LES
Luh Wisaeni, 20 Tahun Menjual Mengguh Khas Desa Les, Tejakula
Mai Nongki ke Desa Les: Mereguk Kopi, Menikmati Menu dan Ingatan Tentang Desa
Wisata Jalan-jalan di Desa Les: Dari Pantai ke Bukit, Dari Palung Garam ke Panen Kunyit
Tags: bulelengDesa Leskulinerkuliner khas balinasi campur
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Perempuan-perempuan Tua Banjar Paketan itu Menari Gelatik dengan Gembira

Next Post

Chelsea Hemsen, “Naturalisasi” dan Agrowisata Kunang-Kunang di Desa Taro, Gianyar

Nyoman Nadiana

Nyoman Nadiana

Anak dari pelosok utara Bali. Suka ke semua penjuru arah mata angin menemukenali semua hal tentang hidup dan kehidupan lewat cerita-cerita

Related Posts

Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan

by Rusdy Ulu
October 8, 2026
0
Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan

BAGI orang Indonesia, keju bukan makanan yang hadir setiap hari di meja makan. Karena itu, ketika dua belas peserta berkumpul...

Read moreDetails

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
0
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

Read moreDetails

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
0
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

Read moreDetails

Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
September 4, 2026
0
Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

MATAHARI pagi belum genap sejengkal naik ketika sebuah gerobak biru berhenti di pinggir Jalan Merak, Singaraja. Di belakangnya, truk-truk besar...

Read moreDetails

Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

by Nyoman Budarsana
September 1, 2026
0
Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

UDARA pagi terasa panas ketika rangkaian Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 memasuki penghujung acara. Usai menutup festival,...

Read moreDetails

Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

by Tri Nugroho Adi
August 9, 2026
0
Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

"BU, kulo mung mbekto kuluban godhong kates nggih? Lha ya mung niku sing wonten teng  nggriyo ." (Bu, saya hanya...

Read moreDetails

Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

by Jaswanto
June 17, 2026
0
Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

“BECEK lagi, becek lagi,” keluh istri saya setiap kali menghadiri hajatan di kampung—entah pernikahan, tujuh bulanan, kematian, sedekah bumi, khitanan,...

Read moreDetails

Serangga dalam Piring Makan Kita

by Jaswanto
April 25, 2026
0
Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

Read moreDetails

Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
April 12, 2026
0
Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

MATAHARI baru saja mengintip di ufuk timur Kota Singaraja. Jarum jam menunjukkan pukul 07.00 WITA, namun denyut nadi di Jalan...

Read moreDetails
Next Post
Chelsea Hemsen, “Naturalisasi” dan Agrowisata Kunang-Kunang di Desa Taro, Gianyar

Chelsea Hemsen, “Naturalisasi” dan Agrowisata Kunang-Kunang di Desa Taro, Gianyar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co