25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tingkatkan Daya Pariwisata, SDM Tidak Cukup Hanya Menyandang Gelar “MSC”

I Made Sarjana by I Made Sarjana
April 14, 2024
in Esai
Tingkatkan Daya Pariwisata, SDM Tidak Cukup Hanya Menyandang Gelar “MSC”

Semiloka dwiwindu ilmu pariwisata yang digelar di Kampus Poltekpar Bali, pada Senin 25 Maret 2024. Ada tiga pembicara yang hadir kala itu yakni Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt;  Prof. Azril Azahari, Ph.D dan Prof. Dr. Diena Mutiara Lemy, A.Par., M.M., CHE.

Tulisan ini merupakan tulisan terakhir dari laporan pandangan mata pelaksanaan semiloka dwiwindu ilmu pariwisata yang digelar di Kampus Poltekpar Bali, pada Senin 25 Maret 2024. Ada tiga pembicara yang hadir kala itu yakni Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt;  Prof. Azril Azahari, Ph.D dan Prof. Dr. Diena Mutiara Lemy, A.Par., M.M., CHE. Berikut, ulasannya ditulis I Made Sarjana.

Daya saing pariwisata Indonesia masih sangat lemah baik di level dunia maupun regional Asean & Ocenia. Kondisinya sangat memprihatinkan peringkat pariwisata Indonesia di dua level geografis tersebut menurun dari tahun ke tahun. Di level dunia pariwisata Indonesia ada di peringkat 65 Tahun 2020, turun ke peringkat 80 (2021) dan 82 (2022); sedangkan di seputaran Asean & Ocenia ada di peringkat 10 Tahun 2020, 12 (2021) serta 13 (2022). Dari delapan negara di Asia Tenggara, Indonesia ada di urutan ke 6 atau diatas Kamboja dan Vietnam.

Situasi terpuruknya daya saing pariwisata Indonesia ini diuraikan Ketua Himpunan Lembaga Perguruan Tinggi Pariwisata Indonesia (Hildiktipari) Prof. Dr. Diena Mutiara Lemy, A.Par., M.M., CHE pada Semiloka Dwiwindu Ilmu Pariwisata Indonesia di Kampus Poltekpar Bali, Senin (25/3/2024). “Jadi sumber daya manusia (SDM) pariwisata Indonesia tidak cukup hanya menyandang gelar MSC,” seloroh Prof. Lemy begitu akademisi pariwisata asal Jakarta itu biasa dipanggil.

MSC, ulas Prof. Lemy, kependekan dari “malan, sapu, cuci” dengan kata lain pekerja pariwisata hanya bangga dengan keterampilan dasar yakni pelayanan kepada wisatawan di bidang penyediaan makanan seperti peramu saji, juru masak sedangkan sapu sebagai istilah sederhana dari houskeeping dan cuci untuk keterampilan fisik mencuci piring atau laundry.

Pada Tahun 2030 diproyeksikan  terjadi pergeseran kompetensi SDM Pariwisata yang dibutuhkan pasar. Jika saat ini kompetensi yang diterima pasar masih sebatas SDM yang memiliki keterampilan fisik dan manual, ke depan persyaratan SDM Pariwisata memasuki pasar adalah memiliki pengetahuan tentang pariwisata yang lebih tinggi, keterampilan mengelola hubungan sosial dan emosional yang lebih baik, serta menguasai keterampilan dibidang teknologi.

Kondisi tersebut menyaratkan sebanyak 50% SDM Pariwisata termasuk di Indonesia membutuhkan penguasaan keterampilan baru (reskilling) pada tahun 2025 dengan memastikan penguasaan teknologi yang lebih mumpuni. SDM Pariwisata juga harus mampu berpikir kritis dan mencari solusi terhadap masalah (problem solving) yang sedang dihadapi.

“Yang terpenting SDM pariwisata Indonesia harus memiliki kemampuan self management secara baik yakni belajar secara aktif, mandiri, mampu mengelola stress, dan luwes/mampu menyesuaikan diri dengan perubahan situasi dan kondisi,” Ujar Dean of UPH School of Hospitality & Tourism itu. Diingatkan, sekitar 40% tenaga kerja perlu menyesuaikan keterampilannya selama enam bulan pada tempat kerjanya, sehingga sebelum terjun ke pasar kerja pariwisata, seorang calon naker sudah harus menyadari situasi tersebut.

Foto: Semiloka dwiwindu ilmu pariwisata yang digelar di Kampus Poltekpar Bali, pada Senin 25 Maret 2024. Ada tiga pembicara yang hadir kala itu yakni Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt;  Prof. Azril Azahari, Ph.D dan Prof. Dr. Diena Mutiara Lemy, A.Par., M.M., CHE.

Prof. Lemy memaparkan dalam upaya menguasai kemampuan berpikir kritis dan problem solving ada enam tingkatan proses pembelajaran yakni mengingat (remember), mengerti (understand), menerapkan (apply), menganalisis (analysis), mengevaluasi (evaluate) dan menciptakan (create). Saat ini kemampuan SDM Pariwisata Indonesia baru berada di level tiga yakni mengaplikasikan, sehingga kedepannya perlu ditingkatkan agar memiliki kemampuan menganalisis, mengevaluasi ataupun menciptakan.

Peringatan tersebut disampaikan mengingat jumlah tenaga kerja pariwisata Indonesia semakin meningkat dari waktu ke waktu. Tahun 2021jumlah tenaga kerja pariwisata Indonesia mencapai 21,26 Juta atau 16,22% dari angkatan kerja Indonesia. Hal ini berarti dari 100 penduduk yang bekerja ada 16 orang pekerja pariwisata. Berdasarkan jenis pekerjaan di sektor pariwisata yang paling banyak digeluti perdagangan barang-barang pariwisata (41,75%), diikuti penyedia makanan dan minuman (39,75%) dan penyedia jasa angkutan darat (9,64%).

Meningkatkan kinerja sektor pariwisata dalam menopang perekonomian Indonesia, mengingat pariwisata berkontribusi 10% lapangan kerja di seluruh dunia, menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi di banyak negara, serta dapat membuka akses dan jaringan yang luas. Ilmu yang dipelajari saat menempuh pendidikan pariwisata mencakup beberapa bidang yakni produksi makanan/kuliner, resto dan café, manajemen hotel, event tourism planning, dan kolaborasi proyek.

Masalah utama kualitas SDM pariwisata belum mampu mendongkrak daya saing pariwisata, pada tahun ditemukan sebanyak 50,82% hanya lulusan sekolah dasar, 41,43% lulusan SMA/sedrajat serta lulusan pendidikan tinggi (PT) hanya 7,75 persen. “Kebanyakan dari lulusan PT adalah jenjang diploma yang memiliki keterampilan mumpuni dibidang makan, sapu, cuci (MSC), untuk meningkatkan daya saing pariwisata dibutuhkan kualitas yang lebih dari sekedar aplikasi tetapi mampu menciptakan sekaligus memberikan solusi terhadap permasalahan,” papar Prof. Lemy.

Untuk mendorong peningkatan SDM Pariwisata Indonesia yang unggul, Prof. Lemy mengajak semua pihak terutama pengelola PT pariwisata untuk memperkokoh eksistensi ilmu pariwisata sebagai ilmu mandiri. Caranya yaitu menyusun filsafat dan kerangka ilmu pariwisata, memastikan ilmu pariwisata diterapkan dengan tepat, dan PT yang berkualitas mengawal ilmu pariwisata.

Ilmu pariwisata, katanya, harus memiliki kurikulum dengan muatan cognitive ability atau kemampuan tinggi secara rasional dan logis bidang pariwisata, the ability to understand system (kemampuan memahami sistem kepariwisataan secara tepat), dan ability to solve complex problem (kemampuan mengatasi masalah yang sangat rumit dalam pengelolaan pariwisata). Kemampuan lain yang harus dimiliki pekerja pariwisata adalah mengelola emosi dan hubungan sosial maupun life skill. Life skill yang dimaksud kemampuan komunikasi dan berpikir kritis.

Bagi Prof. Lemy, meningkatkan kualitas SDM Pariwisata adalah sebuah keharusan dalam menobang keberlanjutan sektor pariwisata yang telah menjadi sektor andalan di Indonesia. Dia menekankan sangat setuju dengan lima pilar pembangunan pariwisata berkelanjutan yakni sumber daya alam, perencanaan, masalah ekonomi, kebutuhan pendidikan, dan kesadaran akan pariwisata.”Jadi mari kita jaga dan rawat Indonesia melalui pariwisata,” pesan Prof. Lemy saat memungkasi presentasinya di depan peserta semiloka yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. [T]

Beragam Peran Cendikiawan Mengawal Ilmu Pariwisata Indonesia
Sekuntum Kamboja Bagi Dwiwindu Ilmu Pariwisata Indonesia
Tags: ilmu pariwisataKampus Poltekpar BaliPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Besakih dan Medsos

Next Post

Mari Merayakan Ketut Marya dan Igel Jongkok di Tabanan, 26-28 April 2024

I Made Sarjana

I Made Sarjana

Dr. I Made Sarjana, SP., M.Sc., lahir di Desa Mengani, Bangli. Ketua Lab. Subak dan Agrowisata, Prodi Agribisnis FP Unud

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Mari Merayakan Ketut Marya dan Igel Jongkok di Tabanan, 26-28 April 2024

Mari Merayakan Ketut Marya dan Igel Jongkok di Tabanan, 26-28 April 2024

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co