23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Besakih dan Medsos

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
April 14, 2024
in Esai
Besakih dan Medsos

MEDIA sosial (medsos) telah memberi haru biru dan berbagai dimensi lain, untuk Pura Besakih dan agenda ritualnnya saat ini. Era media baru ini, membawa perubahan sudut pandang dan cara melihat persoalan dengan berbagai gaya. Jika oleh media konvensional dan arus utama, upacara Ida Betara Turun Kabeh senantiasa dipandang sebagai ritual keagamaan semata, maka bagi medsos yang menjadi platform jurnalisme warga, tradisi sakral tersebut dapat menyuguhkan berbagai serba-serbi.

Sejumlah isu yang menonjol antara lain keluhah warga akan harga makanan (nasi bungkus) yang dirasa sangat mahal, area parkir yang menurut seorang pemedek sangat jauh dan video kontroversial  seorang wanita dewasa memanjat tembok pura demi menghindari antrian yang panjang serta berdesakan.

Dan tentu saja oleh warganet lain, postingan-postingan tersebut menjadi dinamika polemik berkepanjangan di dunia maya. Sebuah kebebasan berpendapat. Jika media arus utama berusaha menyajikan fakta secara netral dan obyektif, maka keunikan berita medsos adalah tentu saja tersaji kaya rasa dipenuhi emosi penulisnya. Fakta menjadi sedemikian personal dan subyektif dari sudut pandangnya sendiri, karena umumnya memang dibuat secara spontan mengikuti suasana kebatinannya saat itu juga alias baper.  

Bagusnya lagi, kita sesungguhnya dapat belajar banyak hal dari berbagai isu yang berkelindan di keseharian kita ini. Sepanjang perdebatan pada konteks etik dan moral, mestinya kita merasa beruntung dengan fenomena tersebut. Sebab, dari diskusi dan perdebatan lah, baik kecerdasan intelektual maupun emosional kita semakin terasah.

Pertama, Pura Besakih yang bergeming mengajak kita belajar dewasa menerima semua situasi dan keadaan, termasuk pula kebebasan untuk memilih. Bahkan, sering kali tak kita sadari, ini justru hakikat paling mendasar dari spiritual. Tujuan hakiki dari keberadaan Pura Besakih yang sakral dan agung.

Sederhananya adalah, jika kemudian kita mengeluh saat tangkil ke Pura Besakih, pasti jauh lebih baik tanpa keluhan tinggal di rumah saja. Usaha melelahkan kita muspayang bakti ke Pura Besakih takkan mungkin pernah mengalahkan betapa berat dan sakralnya usaha Rsi Markandeya yang telah membangun pura terbesar di Asia tersebut. Lebih-lebih pembangunan itu dilaksanakan di abad ke-12, zaman yang masih nihil teknologi.

Nah, apakah layak lalu kita mengeluh soal harga nasi bungkus, jarak parkir yang kejauhan atau bahkan yang tak malu-malu memanjati tembok untuk menerobos antrian? Lalu, tangkil ke Pura Besakih, untuk apa sih sesungguhnya?

Namun pun demikian, meski patut disayangkan segala macam tingkah warga di area pura Besakih dan warganet di dunia maya, semua itu dapat menjadi masukan yang bagus bagi pemangku kebijakan. Begitu pemerintah memutuskan sebuah konsep untuk mengatur kehidupan bergama, maka itu sebaiknya diatur sedemikian rupa hingga nyata menjadi teratur, tertata rapi. Keluhan-keluhan baper warganet yang ada, adalah celetukan yang dari teropong spiritual pun adalah energi kosmis. Itu datang dari serpihan energi besar semesta. Sementara, agenda Pura Besakih merupakan ritual keagamaan jagat dan sudah pasti dihelat secara rutin.

Maka, skema yang terus dibenahi baik terkait alur lalu lintas sampai parkir, pengaturan jumlah pemedek, regulasi pedagang dan lain-lain sangat perlu dipikirkan dengan sebaik-baiknya. Ada kesempatan baik bagi kita, untuk memadukan ritual sakral dengan manajemen modern. Keimanan dengan perkembangan zaman. Sebagai pemedek misalnya, penulis pun pernah mengalami sendiri harus bayar parkir sebesar 100 ribu, beberapa tahun lalu. Harus diapresiasi, hal demikian sudah tidak terjadi lagi saat ini. Manajemen parkir seharusnya sudah semua dengan sistem digital, e-parkir.

Kita, dapat saja menjadikan contoh hal serupa di tempat lain, untuk maksud pembenahan. Satu contoh misalnya, pengelolaan situs sejarah Vatikan. Itu, boleh kita akui sebagai kecerdasan masyarakat setempat memadukan keimanan dengan perjalanan. Bahkan, itu terkelola dengan baik dalam kultur masyarakat mereka yang cenderung semakin agnostik di kalangan masyarakat barat.

Meskipun konsep kepercayaan kepada Tuhan atau energi supra natural telah semakin memudar, namun secara rasional mereka tetap sangat menghargai peradaban. Kebetulan saja peradaban tersebut adalah representasi dari keimanan katolik. Pemerintah kota Vatikan dapat mengelola dengan sangat apik, baik aktivitas keagamaan maupun pariwisata di Basilika Santo Petrus. Kedua aktivitas bahkan dapat berjalan berdampingan setiap hari. Yang sudah pernah berkunjung ke sana pasti masih dapat mengingat, bagaimana rasanya antri bersama ribuan pengunjung lainnya di lapangan St Peter’s Square untuk menunggu giliran masuk ke basilika.

Lalu sampai di dalam, pengunjung dapat menikmati berbagai mahakarya peradaban yang dibangun pada abad ke-15 tersebut, sementara warga yang hendak beribadah, dapat melaksanakan kebaktian dengan khidmat. Lalu keluar dari bangunan megah gereja katolik terbesar dunia itu, kita masih dapat berbelanja suvenir dan cendera mata di toko-toko seni yang tak sedikit jumlahnya di sekitarnya, dengan harga dan kualitas barang yang terstandar.

Sesuatu yang diatur dengan sangat baik, pada akhirnya akan memberikan rasa dan nuansa kebebasan bagi semua. [T]

  • Klik BACA untuk melihat esai dan cerpen dari penulis DOKTER PUTU ARYA NUGRAHA
Belajar dari Komeng
Pinjam Dulu Seratus!
Kita Semua Adalah Politisi
Nama-nama Orang Indonesia : Kreatifitas Atau Anu?
Tags: media sosialPariwisataPura Besakihtempat ibadah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kue Apakah yang Menduduki Kasta Tertinggi di Kelas Kue Kering Saat Hari Raya?

Next Post

Tingkatkan Daya Pariwisata, SDM Tidak Cukup Hanya Menyandang Gelar “MSC”

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Tingkatkan Daya Pariwisata, SDM Tidak Cukup Hanya Menyandang Gelar “MSC”

Tingkatkan Daya Pariwisata, SDM Tidak Cukup Hanya Menyandang Gelar “MSC”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co